Akhirnya Berhasil Masuk ke JIS

Akhirnya berhasil masuk ke JIS

Akhirnya bisa datang dan melihat langsung Jakarta International Stadium (JIS). Tahu dong sebuah gedung ikonik yang sempat membuat heboh di Jakarta. Eh, bukan. Malah membuat heboh seluruh Indonesia. Bisa cari dan baca sendiri beritanya, bagaimana hebohnya JIS beserta tetek bengek kejadian setelah selesai dibangun. Terus terang saya jadi penasaran banget ingin melihat stadion yang terbesar dan termegah di Indonesia ini. Namun belum sempat kesampaian, sampai dengan tanggal 10 Februari 2024 kemarin. Yup, akhirnya berhasil masuk ke JIS juga.

Akhirnya Berhasil Masuk ke JIS

Benar-benar tidak direncanakan dari jauh-jauh hari sebelumnya, sampai akhirnya berhasil masuk ke JIS. Lantas bisa sampai ke JIS, ya karena sedang ada kegiatan kampanye terakhir dari para calon Presiden (Capres) dan calon Wakil Presiden (Cawapres). Ketiga pasang calon memilih tempat dan waktu yang berbeda-beda. Salah satu tujuannya, tentu supaya tidak terjadi penumpukan massa dalam satu waktu di tempat yang sama. Serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Contoh bentrok antar massa pendukung masing-masing pasangan. Mungkin saja bisa terjadi, karena sama-sama saling menjagokan pasangan jagoannya masing-masing.Β 

Sementara saya sendiri masih dalam kondisi mengalami kebingungan untuk membuat pilihan. Satu diantara dua pasangan Capres dan Cawapres yang akan dipilih. Iya, walau sudah mengerucutkan pilihan, menjadi hanya 2 pasangan calon saja. Karena jujur, kali ini sedang menghadapi pemilu tergalau yang pernah diikuti. Jadi tidak tertarik dengan namanya kampanye mendukung ke salah satu pasangan. Ah, tapi memang dari dulu juga tidak suka dengan yang namanya kampanye. Apalagi sampai datang mengikuti kemeriahannya di satu tempat. Cukup lihat dari media massa saja. Kecuali ada situasi dan kondisi tertentu ya πŸ˜….

Lantas kenapa akhirnya berhasil masuk ke Jakarta International Stadium (JIS) kalau tidak ingin mengikuti kampanye? Jawaban jujurnya, karena pertama diajak oleh suami. Kedua, karena ingin melihat JIS dari dekat dan masuk ke dalamnya. Tidak ada niat secuil pun untuk ikut ke dalam kemeriahan dan hiruk pikuk kampanye. Sebagai bentuk dukungan kepada satu pasangan calon. Makanya, ketika diajak tidak ada alasan buat menolak. Jadi mengiyakan saja ajakan untuk datang dan melihat dari dekat JIS yang megah itu. Kalau tidak ada momen kampanye, belum tentu bisa datang ke JIS.

Diajak ke JIS

Di hari Sabtu, sepulang dari menghadiri acara akad nikah keponakan. Saya mengiyakan, ajakan ikut ke JIS, yang rencananya akan berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB. Kami akan ikut konvoi sepeda motor, bersama teman-teman suami. Sebab tahu rombongan yang akan diikuti adalah rombongan yang suka telat. Tentu saja saya menolak ke suami untuk datang dan ikut berkumpul pada pukul 05.00 WIB. Jadi santai saja, paling juga berangkat nantinya pukul 06.00 begitu pikir saya. 

Hari Ahad pagi, setelah sholat Subuh pun saya masih santai dan ingin menyetrika jilbab yang akan digunakan. Tapi suami malah menyuruh saya segera mandi dan bersiap-siap.

Beliau mungkin tidak enak, kalau kami nanti datang terlambat. Jadilah saya nurut dan suami yang membantu melanjutkan menyetrika jilbab. Akhirnya kami siap dan keluar dari rumah sekitar pukul 05.30-an. Menuju lokasi tempat berkumpulnya sepeda motor yang ingin konvoi bersama. Sudah terlihat ramai saat kami sampai di lokasi, lebih dari 20-an sepeda motor yang sudah berbaris rapi mengular di pinggir jalan. Siap jalan, bila diberi aba-aba untuk jalan. 

Benar dugaan saya sebelumnya, kami masih harus menunggu, entah apa yang ditunggu. Rombongan belum juga bergerak, sementara waktu terus bergerak dari rencana semula. Yang ingin berkonvoi pada pukul 05.30 WIB menuju JIS. Terlihat ramai sekali pagi itu, beberapa motor dihias dengan bendera. Belum lagi para pengendara motornya, masing-masing sudah menggunakan kaos yang sudah ditentukan. Layaknya atribut untuk kampanye begitu. Sementara, saya hanya menggunakan kaos putih bekas mengikuti sebuah kegiatan di tahun 2022 lalu. 

Perjalanan ke JIS

Setelah kurang lebih sepuluh menit menunggu, akhirnya rombongan konvoi kami memulai perjalanan. Sekitar pukul 05.50 WIB perlahan-lahan motor-motor yang awalnya dimatikan mesinnya, mulai bergerak menuju ke JIS. Serempak, berbaris mengikuti motor-motor lain yang di depannya. Ditemani dengan rintik tipis air hujan, rombongan konvoi mengambil rute melalui Bypass dan Sunter. Sesampainya di daerah Sunter, tepatnya di jalan Bisma Raya perjalanan sudah mulai tidak bergerak. Karena sudah padat dengan kendaraan (mobil) yang terparkir tidak tentu arah. Akhirnya rombongan kami kocar kacir. Berpencar tidak lagi dalam rombongan. Entah pada ke mana yang lainnya. Pada akhirnya hanya saya bersama suami saja.

Karena motor kami sudah tidak bisa lagi jalan terus. Mau tidak mau parkir di pinggir jalan Bisma Raya. Di pinggir kali sebrang rumah orang di daerah Sunter. Bersama dengan pengguna motor lainnya. Saat ingin parkir, kami ketemu dengan tetangga rumah, perempuan. Dia sendirian tanpa teman dan minta ikut jalan bersama kami. Selesai memarkir motor kami bertiga bergegas jalan kaki menuju JIS. Tidak mudah perjalanan ke sana, karena jalanan sudah rapat dengan mobil yang terparkir. Jadi jalan kaki pun harus mepet-mepet di antara mobil-mobil. Belum lagi jalanan becek karena malamnya Jakarta diguyur hujan lebat. Sehingga membuat perjalanan kami pun harus hati-hati, menghindari genangan air. 

Dari pengalaman jalan kaki ini, jadi tahu kalau ada Universitas 17 Agustus dan RS. Sulianti Saroso. Letak keduanya berdekatan dengan kawasan JIS. Kalau tidak jalan kaki, mungkin tidak akan pernah tahu posisi keduanya. 

Kesulitan Masuk ke JIS

Luar biasa animo masyarakat yang ingin menghadiri kampanye terakhir pasangan calon 01. Bahkan untuk berjalan kaki agar bisa masuk ke JIS saja kesulitan. Harus antre dan bermacet-macet ria, karena padatnya manusia yang akan menuju ke JIS. Setelah berjalan selama kurang lebih satu jam, akhirnya sampai juga di luar kawasan JIS. Supaya bisa masuk ke JIS, kami harus melewati pinggiran kali. Saking sulitnya jalan secara normal. Karena begitu penuhnya jalanan dengan mobil dan bus yang sudah terparkir entah sejak kapan.

Setelah berjuang menyusuri pinggir kali, alhamdulillah tidak kecebur πŸ˜…. Tiba juga di pelataran JIS, akhirnya berhasil masuk ke JIS. Kami pun mencari tempat sembarangan untuk ndlosor duduk. Sambil menunggu dan mencari di antara arus manusia yang baru datang. Berharap bisa bertemu dengan rombongan yang tadi jalan dan konvoi bersama. Kebetulan kami duduk dekat dengan sebuah posko air mineral dari sebuah partai pendukung paslon 01. 

Demi melihat tumpukan air mineral yang berkarton-karton. Saya memberanikan diri untuk meminta air mineral yang disediakan. β€œBoleh minta air mineralnya, Mas? Gratis atau bayar?” Tanya saya, kepada petugas yang berjaga. Tanpa menunda, sebotol air mineral sudah masuk ke kerongkongan. Setelah mendapatkan jawaban, β€œBoleh, silakan. Gratis.” Alhamdulillah, haus yang sempat ditahan sejak tadi bisa terobati dengan sebotol air mineral ukuran 330 ml. Ternyata di JIS banyak yang menyediakan air mineral produksi dari pengusaha UKM. 

Jadi tahu kalau sekarang merek air mineral baru banyak bermunculan. Selama di JIS saya sudah melihat 4 merek air mineral baru dengan botol dan label beraneka macam. Belum lagi saat jalan kaki, di sepanjang jalan terlihat ada beberapa merek air mineral lain. Berbeda dengan yang beredar di dalam kawasan JIS.

Tidak Berhasil Masuk ke Stadion

Setelah berhasil memasuki kawasan JIS, kami berusaha untuk memasuki stadion tempat berlangsungnya kampanye. Yang terletak di atas di lantai 2. Dari lantai 2 kami mencoba untuk naik lagi ke lantai atas, supaya bisa mendapatkan tempat duduk. Namun mengurungkan diri, setelah melihat banyak orang yang turun dan tidak jadi naik. Menurut cerita mereka, masih banyak anak tangga yang harus dinaiki, belum lagi di atas sudah tidak ada lagi tempat untuk duduk. Stadion sudah penuh sesak dengan puluhan ribu manusia. Akhirnya turun lagi, mencari alternatif lain. Yaitu mencoba mencari pintu yang bisa dimasuki. Sungguh untuk masuk ke stadion dan melihat kampanye ada beberapa pintu yang harus dilewati.Β 

Pintu masuk ke stadion

Walau sudah mencoba masuk dari pintu yang kebetulan dibuka. Sayangnya, kami tetap tidak berhasil masuk ke dalam stadion. Kami hanya berhasil sampai di pinggiran stadion dan berdiri bersama dengan pengunjung lainnya. Dari posisi kami berdiri, bisa melihat layar lebar yang disediakan dengan leluasa. Menyiarkan seluruh kegiatan yang ada di panggung. Saya yang memang tidak suka keramaian dan kepadatan, tidak kuat berlama-lama. Mengajak suami dan tetangga rumah kami untuk mundur dari kerumunan. Kami bertiga akhirnya mundur teratur keluar. Karena dari rumah masih pagi dan belum sempat sarapan. Suami mengajak untuk mencari makan. Tidak jauh-jauh, makanan yang dipilih adalah bakso. Sepertinya di manapun dan di kondisi apapun makanan pilihannya adalah bakso.

Tidak Mengikuti Kampanye

Setelah makan bakso, suami mengajak untuk berusaha lagi memasuki stadion tempat kampanye berlangsung. Saya sebenarnya sudah tidak mau melanjutkan. Tapi untuk menghargai beliau, akhirnya tetap mengikuti langkahnya. Kali ini melalui pintu yang berbeda lagi dari sebelumnya. Melalui pintu ini pun kami harus berlari dan berlomba dengan pengunjung lainnya. Namun lagi-lagi kami tidak berhasil masuk ke stadion. Sama seperti sebelumnya kami hanya berhasil sampai di pintunya saja. Bahkan kali ini posisinya kurang beruntung, karena tidak dapat melihat layar lebar yang disediakan. Kalau mau memaksakan diri melihat layar lebar, harus memutar badan dan harus mendongak. Sebab layar lebar kali ini berada di atas dan belakang tempat duduk di stadion.

Tidak sampai lima menit, saya melipir keluar dan mencari tempat kosong supaya bisa duduk ndlosor di lantai. Sudah tidak kuat berlama-lama lagi berdiri berdesakan bersama dengan pengunjung lain yang memang ingin berkampanye. Duduk di samping seorang Ibu yang sedang menunggu temannya. Kami berdua ternyata sama-sama tidak kuat untuk berdesak-desakan. Bedanya Ibu tersebut memang datang dengan niat untuk mengikuti kampanye paslon 01. Sementara saya niatnya ingin melihat JIS dan tidak mengikuti kampanye. Karena senasib, kami pun akhirnya ngobrol. Tepatnya saya lebih banyak menjadi pendengar saja.

Ahay, sebentar lagi pemilu datang. Setelah selama hampir 2 bulan kita melihat suguhan aneka spanduk menjual diri para politikus. Ayo gunakan hak pilih kita masing-masing untuk mencoblos paslon yang terbaik. Supaya Indonesia ganti Presiden dan menjadi negara yang berdaulat sebenarnya. Semoga anda sudah memiliki pilihan, supaya tidak seperti saya yang kali ini mengalami pemilu tergalau yang pernah diikuti.

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

47 Responses

  1. Aku tau JIS tuh gara-gara konsernya girlgroup korea, Twice. Dan banyak fancam twice tuh terkesan sama luasnya JIS, dan nyaman untuk konser. Semua section tuh bisa puas lihat ke stage

  2. aku belum pernah ke JIS mbak, tapi lihat desainnya itu keren banget. Seneng deh lihatnya dirimu bisa terliat langsung ke JIS, meski ga masuk bukan ikut kampanye tapi kerasa vibesnya ya kalau udah di sana?

    1. Moga bisa segera ke sana. Saya juga masih penasaran dan mau ke sana lagi. Tapi jangan pas ramai seperti kampanye. Biar bisa menjelajah seluruh area 😊

  3. Aku belum pernah ke JIS, mau kesana pun ngga tau juga mau apa, dan kemarin pas kampanye terakhir pak Anies temen2ku banyak ke sana, tumpah ruaah ya dimana2, ada yg naik KRL, motor, mobil, bis, kebayang penuhnya

  4. wah kebayang sih mba perjuangan bisa masuk JIS di hari itu…tapi pasti terbayar lunas dengan suasana di sana yang pastinya gimanaaa gt
    ribuan orang dengan satu semangat pasti sebar energi tersendiri yaa

    1. Sayangnya saya bukan ikut kampanye mbak. Karena masih galau mau pilih paslon yang mana. Jadi ke JIS murni cuma mau lihat saja, supaya tidak penasaran πŸ˜…

  5. Saya juga penasaran banget tapi belum berkesempatan masuk ke sana. Sempat lihat dari jauh saja saat di Ancol. Di situ pun sudah megah, jadi makin tertarik pengin masuk ke dalamnya.

  6. Hihihi termasuk berani dan nekad ya dirimu berangkat ke JIS pada saat kampanye..aku lihat foto dan video teman-teman yang ke sana rasanya lieur karena ramai banget…

  7. Aku belum pernah datang langsung ke JIS. Lihat dari video dan foto saja sudah kagum dengan design-nya. Apalagi kalau bisa lihat pakai mata kepala sendiri. JIS sudah seperti stadion di luar negeri. Semoga sehat-sehat ya Mbak. Kebayang itu susahnya perjalanan pulang.

  8. Waaah…kapan saya saya bisa ke JIS. Pengen juga lihat JIS..Tapi saya kurang suka keramaian yang sangat macam konser atau kampanye…gimana dong ya hehehe.. Cuma lihat suasana kampanye akbar di JIS di media massa. Ga heran kalau baca pengalaman susahnya menembus JIS di saat itu hehehe.

    Btw, sama juga saya galau dalam pemilu kemarin. semua calon punya plus-minus. Pada akhirnya memilih, tapi juga ngga koar-koar soal pilihan saya. Ya itu tadi, sebenarnya nggak sreg2 amat, cuma karena sayang suara.

    1. Sama mbak, saya juga tidak suka keramaian. Hanya karena diajak dan mumpung ada momennya. Jadi mau datang ke JiS. Hanya untuk mengobati rasa penasarn 🀭.

      Masalah pilihan, benar-benar galau. Jadi ya sama, akhirnya diam-diam saja. Beda dengan yang lain yang sudah mendukung salah satu paslon πŸ˜….

  9. Kaa.. kalau ke JIS naik kendaraan umum atau ojek online, gampang gak?
    Aku kudu siapin diri juga nih.. karena kabar angin NCT mau konser di JIS bulan Mei.
    Aku uda liat kemarin pas paslon 01 kampanye. Keren banget stadion baruu.. Tapi mungkin ga dingin kayak Indo Arena yaa..
    Bagus JIS atau GBK, kak?

    1. Mbak, maaf saking penuhnya kemarin. Jujur jadi tidak bisa lihat bagusan mana JIS atau GBK 🀭. Nah untuk kendaraan juga tidak bisa kasih saran. Benar-benar tidak tahu, enaknya pakai kendaraan umum atau ojol πŸ˜‚. Jadi malu ini.

      Payah banget ini. Moga lain kali bisa ke JIS lagi di kesempatan lain. Yang tidak penuh seperti kemarin

  10. Bagus yaa desainnya, kelihatan berkelas. Kebayang gimana serunya olahraga, yaa sekadar lari gitu, di sana. Saya lihat nih euforia kampanye terakhir di JIS. Gak nyangka, sebanyak itu orang dari seluruh daerah pada ke sana, saya sampai ngikutin story teman dari Makassar yang turut jadi bagian dari ramainya para pendukung itu. Masya Allah..

  11. Aku belum pernah nih ke JIS. Cuma emang kalau melihat lokasinya tu kayak masih susah akses transportasi umumnya.
    Wah kampanye di JIS waktu itu emang besar sekali yaa, banyak yang ingin meramaikan. Tadinya mau ikutan tapi wurung karena lagi ada detlen hehe.

  12. Jadi penasaran juga main ke JIS. Iya ya Mbak dulu JIS ini menghebohkan se-Indonesia dan digoreng sedemikian rupa oleh yang tidak suka bahkan sampe pemilu sekarang pun terus saja dibahas.

  13. Ramai banget pasti itu saat acara kampanye di JIS. Btw, salfok sama air mineral. Memang banyak abnget Mba brand-brand baru, yang terkadang aku khawatir sendiri aman atau tidak

    1. Kemarin saya sempat dapat 3 merek air mineral mbak. Rasanya ya beda-beda gitu.

      Kalau lagi kehausan, tidak kepikiran aman tidaknya. Tapi kalau sudah lewat kerongkongan, nah baru deh. Ada rasa bersalah dan khawatir πŸ˜…

  14. Luas banget yaaa ternyata JIS, sampai mau masuk aja kudu panjang bener lika-likunya. Apalagi dengan lautan manusia yang memenuhi stadion gitu. Saya termasuk orang yang tidak sanggup berdesak-desakan gitu mbak, mungkin klo diajak ikutan di situ pasti juga ga sanggup heheheee…

    1. Alhamdulillah seru banget Mbk ceritanya mau masuk JIS. Aku lihat dari layar kaca aja merasa sangat sesak. Tapi, aku kalau di sana juga pasti bangga dan berjuang untuk ikut acaranya

  15. Masyaallah perjuangan banget ya mbak pengen masuk ke JIS. Saya pun penasaran dengan stadion itu tapi karena jauh jadi ya gak pengen, cukup liat di tv aja, hehehe.
    Saya jadi penasaran dengan obrolan mbak dengan ibu-ibu itu, kira-kira dia bersama siapa dan darimana asalnya? ^_^

  16. Aku kok senyum-senyum ya baca tulisan ini. Terpikir, ada berapa puluh atau ratus orang yang tujuannya sama dengan Mbak? Bukan ingin ikut kampanye tapi sekadar ingin melihat JIS dari dekat?
    Alhamdulillah ya Mbak akhirnya bisa melihat JIS dari dekat. Aku pun kepingin πŸ˜€

    1. Iya mbak, baru kepikiran juga. Pasti banyak juga yang datang ke JIS yang alasannya sama dengan saya ya. Bukan ikut kampanya, tapi memang mau lihat JIS 🀣.

      Moga masih bisa ke JIS lagi, mau nyoba jalan di atapnya itu loh. Pasti sensasinya beda deh 😊

  17. Aku belom pernah ke JIS, padahal itungannya cukup deket dari rumah juga nih.. Seru banget pasti yaaa mak, ga kebayang itu ramenya pas kemarin itu yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright Β©dinti 2022 | All Rights Reserved