Pemilu Tergalau yang Pernah Diikuti

Pemilu tergalau yang pernah diikuti

Tidak terasa hari pemilihan dan pencoblosan tinggal tersisa beberapa hari saja. Calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang bisa dipilih oleh rakyat Indonesia ada 3 pasang. Ketiganya adalah 01-Anies Rasyid Baswedan dan Muhaimin Iskandar. 02-Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. 03-Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Setelah di postingan sebelumnya saya menuliskan aneka spanduk menjual diri para politikus. Kali ini ingin menuliskan tentang pemilu tergalau yang pernah diikuti.

PEMILU Tergalau yang Pernah Diikuti

Asli deh, PEMILU tahun di tahun 2024 ini bikin bingung. Kalau boleh dibilang sebagai PEMILU tergalau yang pernah diikuti. Benar, baru kali ini juga saya galau mau memilih siapa yang akan jadi Presiden dan Wakil Presiden. Yang akan saya jadikan pimpinan negeri besar Indonesia tercinta. Sebab kalau salah pilih, maka akan terasa dampaknya selama 5 tahun ke depan. Seperti yang sudah terjadi selama 10 tahun ke belakang, eh 😅. 

Bagi anda yang merasa salah pilih, pasti sudah bisa merasakan. Apa saja akibat salah pilih Presiden dan Wakilnya. Karena akibat yang dirasakan, setiap orang pastilah berbeda-beda. Tergantung dari sisi mana yang dirasakannya. Ada yang mengeluh susah cari kerja, utang negara meningkat, soal pajak buat dunia hiburan, ketidakadilan hukum, dan sebagainya. Jadi tidak saya sebutkan di tulisan kali ini. Bisa anda cari sendiri ya, supaya lebih personal. 

Gimana PEMILU kali ini tidak saya sebut sebagai PEMILU tergalau yang pernah diikuti, coba? Kalau sampai hari ini belum juga bisa membuat pilihan 😪. Walau sudah mengerucutkan pilihan. Dari 3 pasang calon yang ada, sudah terpilih 2 saja. Nah dari 2 pasang calon inilah yang tersulit untuk dipilih. Sebab PEMILU kali ini katanya adalah penentu buat Indonesia. Bayangin ngeri banget dong alasannya, nasib Indonesia di ujung tanduk. 

Secara teori, PEMILU adalah ajang merebut dan memiliki kekuasaan secara demokratis. Entah kalau dalam kenyataannya masih banyak terjadi pergeseran bahkan perkosaan terhadap demokrasi. Sudah jadi rahasia umum saja buat rakyat yang hanya bisa melihat dan merasakan. Tidak bisa berbuat banyak untuk merubah. Lagi-lagi semua demi alasan mendapatkan dan bagi-bagi kekuasaan. Kalau kebetulan mendapatkan Presiden dan Wakil Presiden yang bagus, alhamdulillah. Berarti sebuah keberuntungan buat rakyat dan kehormatan buat negara. Begitu pula kalau yang terjadi adalah sebaliknya.

Dua Pilihan Sulit

Kalau pada PEMILU sebelum-sebelumnya, saya tidak terlalu sulit membuat pilihan. Karena sudah nampak jelas mana yang pantas (baik) dan yang tidak pantas (buruk). Namun kali ini benar-benar bingung dan galau mau pilih yang mana. Dua pilihan yang sangat sulit untuk saya pilih. Saya memang sudah membuang satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Karena tidak ada kemistri sama sekali dengan mereka. Iya, calon nomor 03 yang sudah saya eliminasi sejak awal. Mohon maaf ya. 

Alasan kenapa 03 tereliminasi, karena saya tidak mungkin menjadikan seseorang yang menyukai nonton film porno. Menjadi pemimpin buat negeri sebesar dan sehebat Indonesia. Akan merasa bersalah sekali rasanya kalau sampai memilihnya. Belum lagi partai tempatnya bernaung dan mengusungnya untuk maju sebagai calon Presiden. Saya tidak pernah merasa cocok dengan partai merah tersebut, sejak dulu kala. Maksudnya sejak pertama kalinya saya memiliki hak untuk menjadi pemilih dalam sebuah gelaran PEMILU. 

Kembali lagi kepada dua pilihan sulit dari calon Presiden dan Wakil Presiden. Dari kedua pasang calon tersebut, tentu saja ada kelebihan dan kekurangannya. Dari kedua pasang sama-sama ada yang memilili masa lalu. Yang tidak baik tentunya, bahkan hingga sekarang masa lalunya tersebut terus “menghantui”. Jadi poin ini tidak terlalu membuat galau dalam memilih. 

Alasan yang Membuat Galau

Saya tidak mengerti politik, hanya katanya-katanya saja dan juga dari berita-berita yang beredar di media massa daring. Kalaupun memilih selama ini, tentu saja karena preferensi dari orang tua, guru, sahabat, dan ulama. Kali ini memang ada preferensi yang diberikan oleh mereka semua. Tapi kok ya masih membuat saya galau dan belum berhasil menentukan pilihan. Apakah pada akhirnya nanti memilih pasangan dari  01 atau 02. Berikut adalah alasan yang membuat galau:

Dari Pasangan 01

  1. Partai pengusungnya: sayang sekali pasangan 01 diusung oleh Nasdem. Walaupun ada PKS yang saya anggap masih baik. Tapi untuk kali ini, menurut saya PKS tidak dianggap. Salah satunya saat penentuan calon Wakil Presiden. Di mana ditetapkan hanya oleh Nasdem saja. Bahkan saat deklarasi pun PKS tidak diajak
  2. Didukung oleh para ulama: seperti sebelumnya, beberapa ulama membuat ijtihad untuk mendukung pasangan 01. Termasuk UAS, UAH, Aa Gym, dan sebagainya
  3. Calon Presidennya pintar dan memiliki rekam jejak yang bagus saat menjadi Gubernur Jakarta 
  4. Mengusung perubahan: saya sangat mendukung perubahan. Supaya Indonesia bisa diperbaiki dan menjadi lebih baik ke depannya
  5. Calon Presiden bukan pemilik partai politik. Jadi sangat rentan menjadi “petugas” dari partai pengusung. Sehingga terombang-ambing dan bisa dimanfaatkan.

Dari Pasangan 02

  1. Partai Pengusungnya: untungnya pasangan 02 diusung oleh Gerindra, yang masih bisa saya terima
  2. Ditinggalkan oleh para ulama yang di PEMILU sebelumnya mendukung
  3. Menggandeng calon Wakil Presiden yang penuh kontroversi di tengah masyarakat. Bahkan sempat saya membaca di media massa daring. Calon Wakil Presiden ini disebut sebagai “anak haram konstitusi”
  4. Memiliki rekam jejak sebagai Menteri Pertahanan
  5. Sepertinya, saya melihat calon Presiden 02 ini sudah selesai dengan dirinya sendiri. Sebaik-baik pemimpin adalah yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Tidak lagi sibuk untuk mengejar pencapaian diri pribadi
  6. Mengusung keberlanjutan 

Nah, ini yang membuat saya tidak bisa menerima. Keberlanjutan dari program-program Presiden sebelumnya.

Itulah keenam alasan dari masing-masing calon Presiden dan Wakil presiden yang membuat galau. Keduanya ada kelebihan dan kekurangan. Keduanya sama-sama berambisi untuk memiliki kekuasaan. Lah iya dong, namanya juga sedang bertarung. Harus punya ambisi supaya menang, iya kan?

Tentu saja namanya politik tidak hanya yang terlihat di permukaan. Seperti keenam alasan pembuat galau yang sudah saya tuliskan. Ada hal-hal yang tidak bisa dan tidak mampu saya lihat. Diantaranya situasi geopolitik di dunia sekarang ini dan di masa depan. Inilah yang paling penting, yang harus dicermati benar-benar oleh kita sebagai pemilih. Bagaimana negeri yang bernama Indonesia ini dapat kokoh berdiri sebagai negara berdaulat. Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Yang sebenar-benarnya berdaulat, tidak terombang-ambing. Menjadi “mainan” dari negara lain. 

Kalau hanya ingin melihat sebuah rencana dan pemikiran. Tentu saya ingin memilih pasangan 01. Karena sesuai akal sehat dan nurani. Sementara pasangan 02 terlalu banyak “kesalahan” yang dipertontonkan kepada rakyat sejak dari awal. Namun dalam politik, ternyata tidak sesederhana itu. Semua keputusan dalam politik saling terkait dan terhubung dengan situasi geopolitik dunia. Bingung, benar-benar deh kali ini menjadi PEMILU tergalau yang pernah diikuti

Saya hanya berharap, kelak yang menjadi Presiden dan Wakil Presiden bagi Indonesia. Mau memperbaiki dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang benar-benar berdaulat. Mampu membawa rakyat menjadi sehat, berakal, mandiri, dan sejahtera. 

Bagaimana dengan anda, sudahkah menentukan pilihan?

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright ©dinti 2022 | All Rights Reserved