Ngerinya Terlibat Pinjol, Yuk Hindari!

Ngerinya terlibat pinjol

Sudah ah, pindah obrolan dan bahasan jangan lagi soal coblos mencoblos. Apalagi saya mengalami pemilu tergalau yang pernah diikuti. Kali ini, mau nulis soal yang lagi ramai dan sepertinya akan terus berlangsung dan berulang. Soal pinjol. Belum lama, di bulan Desember 2023. Saya mendapat cerita tentang seseorang yang menjadi korban dari pinjol. Eh, di awal tahun 2024 ini. Lagi-lagi mendapat cerita yang sama. Di mana ada orang yang terlibat pinjol. Duh, banyak sekali korban tiap hari berjatuhan, ngerinya terlibat pinjol, yuk hindari!

Ngerinya Terlibat Pinjol, Yuk Hindari!

Pinjol adalah kependekan dari Pinjaman Online (daring). Pinjol, begitu istilah yang sering digunakan oleh banyak orang. Untuk menyebutkan sebuah kegiatan pinjam meminjam uang secara riba. Biasanya dilakukan melalui sebuah aplikasi yang banyak beredar di dunia maya. 

Kurang lebih 2 tahun terakhir ini pinjol sedang naik daun. Sayangnya bukan dalam arti baik dan bermanfaat. Sebab sudah banyak sekali korban berjatuhan. Bahkan sampai ada yang bunuh diri, karena  tidak kuat dengan bunga (riba) yang terus membesar. Hingga mencekik leher. Supaya terhindar darinya mari sama-sama bilang, “ngerinya terlibat pinjol. Yuk hindari!”

Banyak Korban Pinjol Berjatuhan

Saking mudahnya pinjol dilakukan, jadi semakin banyak korban pinjol berjatuhan. Tidak peduli usia tua atau muda, jenis kelamin pria atau wanita. Bahkan tidak peduli profesi yang dijalani. Mulai dari pengangguran, ibu/bapak rumah tangga, mahasiswa, karyawan, dan sebagainya. Jadi tepat dong kalau kita bilang “ngerinya terlibat pinjol. Yuk hindari!”

Kenapa bisa banyak korban pinjol berjatuhan? Karena begitu mudahnya pengajuan melalui pinjol. Semua orang yang memiliki ponsel dan sudah punya Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tinggal pasang aplikasi pinjol, kemudian pencat pencet papan tombol–keyboard–di ponselnya. Mengikuti setiap langkah yang diberikan, maka sejumlah uang pinjaman sudah didapatkan. Akan ditransfer dan masuk ke dalam rekening si peminjam. 

Bayangkan saja, tanpa ada survei, jaminan, BI checking, dan wawancara yang dilakukan. Sebagai syarat atau tahapan yang dilalui dalam proses pinjam meminjam. Pastinya membuat banyak orang tergiur akan kemudahan dan kecepatan prosesnya. Tidak lagi peduli akan akibat yang menanti di baliknya. Ibarat kata, mereka sudah terperangkap oleh jebakan betmen dari pinjol. 

Pinjol Praktek Riba Menyengsarakan

Pinjol, adalah nama keren dari praktek riba dalam proses pinjam meminjam uang. Yakni, ada kelebihan yang harus ikut dibayarkan dalam proses pengembalian uang. Nah, uang kelebihan inilah yang disebut riba dalam Islam. Riba adalah uang kelebihan atau bunga berbunga. Praktek riba yang sangat menyengsarakan. Baik di dunia dan di akhirat, bagi para pelakunya. Seharusnya semua orang tahu, betapa ngerinya terlibat pinjol. 

Korban yang banyak berjatuhan, biasanya akibat dari bunga berbunga. Dari beberapa cerita yang saya dapatkan atau dari membaca berita di media massa daring. Para peminjam awalnya hanya meminjam uang dengan jumlah sedikit. Hanya Rp2.000.000,- (dua juta) misalnya, tapi pada akhirnya harus membayar dan mengembalikan 10 kali lipatnya. Ada pula yang pinjam hanya belasan juta tapi harus mengembalikan hingga ratusan juta.

Saya sendiri tidak tahu sebab dan bagaimana hitungannya. Sampai bisa pengembaliannya itu berkali-kali lipatnya. Apakah karena ada tunggakan yang tidak terbayarkan? Sehingga hitungan bunga berbunga mulai menjerat leher korbannya. Atau ada kecurangan lain dari pihak penyedia pinjol? Tentu saja selain bunga tinggi yang diberlakukan oleh penyedia pinjol. Tapi sepertinya karena peminjam beberapa kali menunggak pembayaran pengembalian pinjaman dan bunganya. 

Penyedia Pinjol adalah Lintah Darat

Kalau zaman dulu, dalam dunia pinjam meminjam ada yang namanya lintah darat. Mungkin generasi sekarang ada yang tidak mengenal istilah tersebut. Ibarat seekor lintah, yang kerjanya menghisap darah dari korbannya hingga kenyang. Seperti lintah itulah cara kerja para pemberi pinjaman uang dengan syarat bunga berbunga. Mereka menyedot uang dan kekayaan dari para korban. Maka para penyedia pinjol bisa disebut sebagai lintah darat.  

Bahayanya Pinjol

Waspada, itulah kata yang tepat supaya dimiliki oleh banyak orang. Jangan gampang tergiur dengan mudahnya mendapatkan uang pinjaman melalui pinjol. Berikut beberapa bahayanya pinjol yang wajib diketahui:

Bunga berbunga 

Mungkin di awal para peminjam tidak tahu kalau bunga yang ditetapkan sangat tinggi. Atau jangan-jangan tidak peduli karena saking butuh uang cepat. Jadi sekali saja ada tunggakan cicilan, maka bunga berbunga sudah menanti.

Menyengsarakan

Gimana tidak menyengsarakan coba? Kalau jumlah pinjaman akhirnya, bila tiap kali ada tunggakan jadi semakin bertambah. Tentu saja membuat kepikiran, bagaimana cara melunasinya. Saking dipikirkan terus jadi tidak bisa tidur, bahkan makan dan minum pun tidak tertelan. Ujung-ujungnya kualitas kesehatan menurun dan bisa jatuh sakit. 

Ketidakjujuran suami istri

Ternyata, kondisi ketidakjujuran suami istri banyak ditemui di masyarakat. Di mana suami atau istri tidak menceritakan apalagi minta izin saat mengajukan pinjaman menggunakan pinjol. Entah uang yang dipinjam digunakan untuk apa, yang jelas baru terbongkar dan ketahuan setelah tagihan membengkak. Atau karena ada penagih (debt collector) yang datang ke rumah, bahkan ke alamat orang terdekat. Atau karena mulai ada “teror” mau menagih utang yang dilakukan melalui telepon. 

Harta habis

Akhirnya utang tetap harus dibayar, segala cara dilakukan termasuk ada yang utang ke tempat lain. Iya, kalau ada orang tua, saudara, teman, atau lembaga yang mau memberi bantuan tanpa riba. Kalau tidak ada, jalan akhir gali lobang tutup lobang. Bagi yang memiliki harta lain, memutuskan untuk menjual kendaraan bermotor yang dimiliki bahkan rumah yang ditinggali. Bila rumah yang terjual, mau tidak mau masalah baru muncul lagi. Yaitu harus mengontrak rumah karena sudah tidak memiliki tempat tinggal lagi. Akibatnya, harta habis.

Pisah dan cerai 

Yang lebih tragis dan mengenaskan adalah sudah harta habis, tapi utang belum terlunasi. Masih berpotensi dikejar-kejar penagih utang. Eh, pasangan minta pisah dan cerai. Karena sudah tidak sanggup lagi menghadapi kesulitan karena terlilit utang tidak berkesudahan. Sudah jatuh tertimpa tangga. 

Begitu ngerinya terlibat pinjol, yuk hindari!. Jadi jangan sampai anda tergiur untuk melakukan pinjaman melalui aplikasi pinjol. Beri peringatan kepada anak-anak sejak dari kecil, tentu disesuaikan dengan usia. Sehingga mereka memiliki imunitas di kemudian hari ketika dewasa. Selanjutnya, saya tuliskan cara terhindar dari pinjol, lanjut ya bacanya. 

Cara Terhindar dari Pinjol

Sadar bahwa praktek riba adalah terlarang dan diharamkan, terutama bagi muslim

Semua muslim seharusnya sudah tahu soal hukum dari praktek riba adalah haram. Karena telah diharamkan oleh Allah SWT., pasti ada hikmah dibaliknya untuk kebaikan manusia. Jadi sebaiknya, semua muslim menjauhi dari praktek riba. Kalau ada kesulitan, sebaiknya cari solusi yang lain. Misalnya pinjam ke orang tua, adik, kakak, teman, atau saudara. Patut diingat, selalu amanah bila sudah dibantu. Jangan sampai orang yang sudah membantu menjadi kapok, karena ulah yang dibuat sendiri. Misalnya selalu nunggak dan tidak menunjukkan itikad baik untuk membayar. Tetap jaga etika dan adab dalam utang piutang.

Hidup apa adanya

Hulu dari ngerinya terlibat pinjol, karena kita sebagai manusia selalu melihat ke atas. Melihat rumput tetangga lebih hijau daripada milik sendiri. Jadi hati dan pikirannya resah dan susah. Ketika orang lain mendapatkan kelebihan. Bahkan ingin mendapatkan hal yang sama. Walau tidak memiliki kemampuan untuk mewujudkannya. Akhirnya, segala cara dilakukan. Termasuk salah satunya adalah melalui pinjol. 

Karenanya, yuk hidup apa adanya. Ikut bahagia ketika orang lain mendapatkan kelebihan. Semoga kelak kita mendapatkan kelebihan yang sama. Jadi hidup tenang tanpa khawatir dan resah dengan tagihan utang. Kuncinya, jangan pernah melihat harta orang atau ingin menyenangkan pandangan orang lain. 

Bersyukur atas apa yang dimiliki

Dengan hidup apa adanya, seperti yang sudah diterangkan di atas. Berarti kita sudah bersyukur atas apa yang dimiliki. Percaya saja, dengan firman-Nya, bila bersyukur maka nikmat pasti akan ditambah. Begitu sebaliknya, akan diazab bila tidak bersyukur. Iya, susah banget melaksanakan firman tersebut. Saya pun sering terpeleset dan lupa. Astagfirullah. 

Jangan besar pasak daripada tiang

Maksudnya di sini adalah terlalu banyak pengeluaran yang dilakukan padahal pemasukan tidak mencukupi. Banyak sekali orang saat ini melakukan hal tersebut. Tidak tua tidak muda, tidak kaya tidak miskin. Di mana, terlalu banyak keinginan namun uang tidak ada. Pesannya adalah jangan besar pasak daripada tiang. Supaya kehidupan kita tidak ambruk di tengah jalan.

Saling tolong menolong

Saya percaya, ada cara yang paling mudah untuk menghilangkan praktek riba modern berupa pinjol. Yaitu saling tolong menolong. Betul, setelah melakukan empat cara terhindar dari pinjol. Terakhir adalah saling tolong menolong. Jangan hanya dibudayakan, tapi tidak dipraktekkan. Ketika melihat ada orang yang kesulitan, tanpa diminta oleh yang bersangkutan. Yuk, langsung dibantu. Sementara yang sedang kesulitan, harus mau berusaha. Jangan terus menerus ngandelin bantuan orang lain. 

Ngerinya terlibat pinjol, yuk hindari!

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

38 Responses

  1. Buat Aku pribadi sangat takut perkara pinjam meminjam uang ini. Tapi namanya kita hidup ya, ada aja kebutuhan yang mendadak diluar kesanggupan finansial. Tapi mencoba untuk tidak tergoda pinjol. Melihat keseraman yang ada sekarang itu, yaampun takut banget asli! Mana iklannya dimana-mana.

  2. Memang pinjol ini begitu mengerikan dan biadab Kak dalam memeras dan memanfaatkan kesulitan orang lain. Kalau nggak salah ada surveynya juga yang bilang kebanyakan yang makai pinjol itu dari kalangan guru.

    Miris banget deh pokoknya, lebih parah dari minjam ke Bank. Tanpa regulasi yang jelas, memang para pinjol ini jadi leluasa untuk mencari mangsanya. Semoga kita semua nggak sampai masuk ke jeratan pinjol ini ya Kak.

    Terima Kasih artikelnya Kak.

  3. NgeRiBanget deh kloo uda urusan ama pinjol. Ada cerita temen yang kena pinjol akhirnya malah makin numpuk2 karena bunganya ga aturan banget mencekiknya. Naudzubillah. Bener pokoknya jangan besar pasak daripada tiang deh. Semoga kita dijauhkan yaa.

  4. baru-baru kemarin ada temen gak tau apa-apa terkena imbas relasinya yang punya utang pinjol. agak horo sih terornya yang ga kenal jadi kebawa-bawa. ngeri banget. hidup apa adanya ajalah sekrang mah.. takut…

  5. Ngeri banget dah klo urusannya udh sama pinjol2 ga jelas gini. Paling nyebelin itu hp diteror mulu ma pinjol,pdhl pinjem jg kagak. Ada saran utk ngebasmi mereka ga sih? Menjengkelkan

    1. Loh mbak kena teror ya? berarti ada teman atau kerabat yang pakai nama dan nomor ponsel mbak. Sebagai penjamin atau apa gitu namanya. Kebayang sih gimana jengkelinnya. Sabar ya mbak 😊

  6. Waduh kok sama ama cerita tetanggaku terlibat pinjol sampai divorce gegara diteror terus serem emang ya kak dan sebaiknya emang hindari pinjol deh

    1. Nah, beneran ada kan ya. Sedihnya, pisah dan bubar rumah tangga karena pinjol.

      Semoga kita dihindarkan dari utang dan jeratannya, aamiin 😊

  7. Jangan sampai lah terlilit pinjol, kalau gak ada uang atau dana jangan sampai pinjam. Apalagi kalau sampai gali lubang tutup lobang kan

  8. Emang pinjol ini bahaya sekali, apalagi yang ditawarkan dengan platform tinggi dan mudahnya pencairannya. Khusus anak generasi sekarang juga harus paham ini, bahaya juga sudah kenal pinjol

  9. Absolutely benar dan setuju sama isi bahasan artikel ini, dan korban itu nyata ada disekitar kita. Contohnya adalah tetangga saya yang hutang pinjol 2 jt, sekarang telah berbunga menjadi 30 JT. Hanya Allah tempat kita berlindung dari hutang dan melunasi hutang.

  10. Ngeri juga ya misal menggunakan pinjol tapi tidak bisa bijak dalam mengelolanya. Sebaiknya kalau butuh dana darurat jangan ke pinjol ya. Masih ada cara lain mungkin misal membutuhkan dana talangan

  11. Emang mesti banyak-banyak doa ya mba, supaya terhindar dari segala bentuk hutang apapun. Banyak bersyukur dan apa adanya. Insyaallah selalu dimampukan.

  12. Duh beneran deh, sebisa mungkin hindari banget yang namanya pinjol. Udah banyak contoh nyata orang-orang yang terjebak pinjool dan akhirnya gak sanggup bayar lalu hidup gak tenang karena dikejar-kejar tagihan. Udah kayak penjahat aja jadinya. Semoga kita semua bisa terhindar dar pinjol ya

    1. Takut ketemu orang dan tidak tenang ya mbak hidupnya.

      iya, semoga kita semua terhindar dari utang dan jeratannya. Semoga dipermudah dan dilancarkan rezekinya, aamiin 😊

  13. Di satu sisi keberadaan pinjol tu membantu yang kesusahan banget. Kadang orang mikirnya daripada gak enak minjem saudara atau teman yawda pinjol aja.
    Tapi yang jadi masalah kalau minjem ke pinjol cuma buat hal hedon2, abis itu bingung balikinnya.
    Trus masalah pinjol ilegal jg masih menjadi problem ya mbak.
    Semoga rezeki kita selalu ada jadi terjerat dari jerat pinjol aamiin 😀

  14. Ulasan menarik yang mesti jadi reminder bagi siapa saja agar bisa menghindari pinjol…
    Kapan hari skeluarga sahabat saya kena juga. Anak sulungnya – baru aja kerja, nyoba” trading tapi pakai uang pinjol…gagal..rugi,,,hutang numpuk di kemudian hari. Ayah Ibunya sampia jual macam-macam, cari pinjaman ke teman dan keluarga…duh habis-habisan pokoknya. Hiks

  15. Setuju. Aku anti pinjol kalau mau pinjem aku milih pinjem ama adek aku hahaha. Yang ga berbunga dan bisa dicicil semampunya tp tetep aku amanah dong

  16. Sekarang ini keren banget tentang pinjam dulu 100 padahal, mungkin aja tetangga itu memerlukan bantuan untuk keperluannya, cuma sudah dijadikan bahan bercandaan mereka jadi takut tapi memang perlu sih sifat sering tolong-menolong itu kita galakkan lagi yang sudah mulai menipis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright ©dinti 2022 | All Rights Reserved