Akhirnya Naik Kereta Argo Bromo Anggrek

Akhirnya naik kereta argo bromo anggrek

Meskipun saya suka sekali jalan-jalan, tapi termasuk orang yang jarang pergi. Baik urusan tugas atau hanya sekedar liburan. Alasannya ya tentu saja masalah keuangan yang harus bijak digunakan. Harus betul-betul dipilah mana yang penting dan tidak. Tapi kalau ada yang mengajak untuk pergi dan dibayarin gratis. Tentu tidak akan pernah menolak 100 persen. Jadi kapan nih anda akan mengajak saya pergi jalan-jalan atau liburan?

Bila mengadakan perjalanan selain mengurus hotel juga berurusan dengan transportasi. Ada berbagai moda transportasi yang dapat dipilih seperti transportasi darat, laut, atau udara. Dari Ketiganya akan ada kelebihan dan kekurangannya. Kalau diminta memilih moda transportasi darat untuk perjalanan jarak jauh. Antara naik bus, mobil pribadi, atau kereta. Saya pasti akan memilih kereta. Alasannya tentu saja karena merasa lebih aman dan nyaman. Terserah mau dibilang parno atau penakut, tidak peduli. 

Jika ada kesempatan pergi bersama keluarga naik kereta, untuk jarak jauh hanya sampai stasiun Kutoarjo. Tujuan akhirnya adalah ke rumah almarhum Simbok (panggilan saya ke Mbah). Terakhir kali ke sana naik kereta jarak jauh di tahun 2007. Tahun-tahun berikutnya tidak pernah mudik ke Kutoarjo lagi. Karena Simbok ditarik ke Jakarta tinggal bersama kami. Sebisa mungkin, kereta yang dipilih dengan harga tiketnya paling murah. Menyesuaikan dengan kemampuan kantong. Dulu pilihannya hanya ada 3: kelas ekonomi, bisnis eksekutif. Jadi paling banter ya naik kelas bisnis. Itu saja rasanya sudah senang sekali. Karena di dalam kereta tidak terlalu berisik dan sumpek oleh lalu lalang pedagang. Beda sekali dengan kondisi kereta kelas ekonomi. Maklum masa itu belum ada reformasi yang dilakukan terhadap dunia perkeretaapian di Indonesia. 

Tidak pernah terpikir sekalipun untuk pergi ke Kutoarjo naik kereta–cepat–eksekutif, sekelas Argo Bromo. Sayang uangnya. Karena berprinsip rel yang dilaluinya sama dan tujuan akhirnya juga sama. Kalau ada yang murah kenapa harus cari yang mahal. Lagi pula kereta cepat Argo Bromo tidak ada yang lewat stasiun Kutoarjo. Jadi kami harus puas dengan naik kereta kelas bisnis: Sawunggalih. 

Kereta Cepat Argo Bromo

Kereta cepat Argo Bromo adalah salah satu kereta legendaris. Karena merupakan kereta cepat dengan jarak tempuh terpanjang pertama, yang dimiliki oleh Indonesia tercinta. Selama ini naik Argo Bromo hanya bisa saya impikan. Karena mau naik untuk tujuan ke mana? Ke rumah almarhum Simbok tidak mungkin. Tujuan lain, mau ke mana? Tidak ada saudara yang tinggal di Jawa Timur. Jadi ya hanya tinggal kepingin saja. 

Yuk, tengok ke belakang sebentar, di masa kereta Argo Bromo pertama diluncurkan. Berita tentangnya menjadi headline di hampir semua media massa yang ada saat itu, begitu heboh. Maklum saja, karena Argo Bromo menjadi semacam kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Pada tahun 1995 pertama kalinya Argo Bromo meluncur dengan cepat di atas rel. Pada masa itu, setiap hari saya hanya bisa melihat ular besi berwarna putih itu terparkir di stasiun Manggarai. Saat saya naik KRL (Kereta Listrik, sebelum diganti namanya menjadi commuter line) dari stasiun Cikini dalam perjalanan menuju kampus di Depok. Terkadang malah melihat kereta api itu sedang dicuci dan dibersihkan oleh petugasnya. 

Siapa sih yang tidak ingin naik kereta api tercepat di Indonesia pada masanya itu? (bahkan sampai saat saya menulis postingan ini di bulan Juli 2023) Tentu saja saya ingin. Tinggal menunggu momen dan kesempatannya saja. Entah dengan siapa dan untuk keperluan apa. Bayar sendiri atau dibayari. Ketika datang kesempatan itu kepada saya, pasti langsung tidak menolak. Alhamdulillah, kesempatan yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Saya diajak untuk ikut ke acara open house, di Semarang.

Akhirnya Naik Kereta Argo Bromo Anggrek

Tidak disangka, baru di tahun 2023. Setelah 28 tahun menunggu kesempatan, rezekinya baru datang. Mendapatkan kesempatan untuk bisa merasakan naik kereta Argo Bromo. Jadi boleh dong bilang: ”akhirnya naik kereta argo bromo anggrek.” Rezeki memang tidak ke mana, walau tanpa dikejar akan mendekat sendiri. Seperti yang saya alami kali ini dan rezeki-rezeki lainnya yang Allah Swt. berikan. 

Padahal tidak ada rencana akan menggunakan kereta Argo Bromo. Untuk perjalanan ke Semarang. Karena awalnya akan berangkat menggunakan kereta yang lebih malam. Namun setelah dipikir-pikir, berubahlah rencana. Terpilihlah kereta Argo Bromo anggrek. Loh beda dong dengan kereta Argo Bromo yang saya idamkan. Awalnya saya pikir berbeda, tapi ternyata saya menemukan informasi di wikipedia. Kalau Argo Bromo anggrek ya sama saja dengan Argo Bromo.

Begini isi penjelasan yang dapat dibaca di wikipedia: Kereta api Argo Bromo anggrek (disebut pula sebagai argo anggrek) adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif san luxury yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani relasi Surabaya Pasarturi-Gambir melalui lintasan utara Jawa. Kereta api yang diluncurkan pada 24 September 1997 ini merupakan salah satu kereta api antarkota unggulan. Karena pernah beroperasi menggunakan rangkaian kereta berbogie CL243 bolsterless (K9) bogie yang dikembangkan bersama Alstom menggunakan suspensi udara sehingga dapat melaju hingga 120 km/jam dengan sedikit guncangan.

Kalau ada yang bilang saya norak, hanya naik Argo Bromo anggrek saja sampai dituliskan di blog. Ya wis diamkan sajalah, capek ngeladeninnya. Namanya juga senang, ya bawaannya mau bercerita. Biar blog catcilku ini bertambah isinya. Siapa tahu juga bisa nangkring di halaman pertama google. Kan bisa menambah semangat saya untuk rajin menulis. 

Kereta Cepat Pertama di Indonesia

Kereta Argo Bromo memang layak disebut sebagai kereta tercepat yang dimiliki Indonesia. Perjalanan Jakarta-Surabaya dengan kereta api bukan Argo Bromo Anggrek, ditempuh selama kurang lebih 13 jam. Dengan Argo Bromo Anggrek hanya membutuhkan waktu tempuh 8 jam 30 menit per 1 Juni 2021. Lebih cepat 30 menit dari waktu tempuh sebelumnya yang membutuhkan waktu 9 jam. Anda dapat melihat info tersebut di situs milik KAI. Sangat membantu bagi para pebisnis yang ingin segera sampai di kota tujuan. Menghemat banyak waktu, karena waktu adalah uang. 

Menurut pendapat pribadi nih, tampilan desain kereta Argo Bromo Anggrek ini sederhana, sebagai kereta kelas eksekutif. Baik dilihat dari luar maupun dari dalam. Kebetulan Argo Bromo Anggrek yang membawa kami ke Semarang di hari Sabtu pekan lalu berwarna perak atau stainless steel di seluruh tubuhnya dengan strip gelombang berwarna kuning dan abu-abu. Bukan lagi berwarna putih seperti saat pertama kali diluncurkan. Mungkin perubahan warna ini menghindari warna putih yang cepat kotor atau ada tujuan lain, entahlah. Sementara di dalamnya, kereta ini memiliki empat kursi (2-2) di masing-masing barisnya. Dengan kulit berwarna biru muda, yang memunculkan kecerian dalam perjalanannya. Setiap gerbong mempunyai kapasitas 50 orang. 

Interior argo bromo anggrek

Jadwal perjalanan kereta Argo Bromo Anggrek dari stasiun Gambir, Jakarta menuju stasiun Tawang, Semarang. Dimulai dari pemberangkatan pada pukul 20.30 WIB, berhenti di stasiun Cirebon untuk naik turun penumpang pukul 22.51 sampai 22.58 WIB. Pemberhentian kedua di Pekalongan pukul 00.15 WIB kemudian melanjutkan perjalanan pukul 00.19 WIB. Tiba di semarang pada pukul 01.19 WIB dini hari. 

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright ©dinti 2022 | All Rights Reserved