Ajari Anak Adab sebagai Literasi Budaya di Rumah

Ajari anak adab sebagai literasi budaya di rumah

Daftar Isi

Semua kebiasaan yang dilakukan di rumah. Bisa kebiasaan baik, maupun tidak sengaja ada yang buruk. Mulai dari bangun hingga mau tidur lagi, bisa jadi sebuah budaya. Karenanya, ajari anak adab sebagai literasi budaya di rumah. 

Budaya

Bila bicara tentang budaya, tidak melulu soal budaya daerah. Yang berhubungan dengan tari-tarian, pakaian, adat istiadat, dan lain-lain. Tapi setiap pengajaran yang diberikan kepada anak di rumah. Yang dilakukan setiap hari, hingga menjadi kebiasaan. Bisa disebut dengan budaya.

Pengertian budaya bila dilihat di KBBi daring. Adalah sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah. Kalau dilihat dari pengertian tersebut. Setiap adab yang diajarkan bisa disebut sebagai budaya.

Ajari Anak Adab yang Baik

Adab tidak dapat dipisahkan dari literasi dan pendidikan. Sebab itu, kebiasaan yang dilakukan di rumah, bisa jadi literasi budaya di rumah. Orang tua sebagai ujung tombak pendidikan anak. Wajib mengajari anak-anaknya adab yang baik di rumah.

Dalam Islam, banyak sekali adab yang diajarkan kepada seluruh umatnya. Mulai dari bangun hingga mau tidur lagi. Komplet dan paripurna. Jadi bagi orang tua, tinggal mengikuti saja ajaran tersebut. Kemudian diajarkan kembali kepada anak di rumah.

Adab harus dimulai dari orang tua, yang pertama kali mengamalkannya. Supaya anak akan dengan mudah melihat contoh nyata. Tanpa orang tua bicara berbusa-busa tentang adab. Anak akan lebih mudah menjadikan adab sebagai kebiasaan. 

Rumus dalam Mendidik Anak

Setiap orang tua memiliki latar belakang yang berbeda. Baik dari segi pendidikan sampai dengan pola asuh. Dipengaruhi oleh pola asuh orang tuanya dulu. Sehingga ikut memengaruhi gayanya dalam mendidik anak-anaknya sekarang. 

Gunakan rumus berikut dalam mendidik anak. Apa yang baik dari orang tua kita disimpan. Kemudian dipraktekkan dalam mendidik anak. Yang kurang baik diperbaiki, disesuaikan dengan kondisi kekinian. Sementara yang buruk harus dibuang. 

Adab yang Perlu Diajarkan

Mengajari anak tentang adab di rumah supaya dilaksanakan sehari-hari. Menjadi tanggung jawab orang tua. Adab yang sudah menjadi kebiasaan bagi anak, akan menjadi identitas dirinya. Di sini berarti literasi budaya sudah dilaksanakan.

Berikut ini beberapa adab yang dapat diajarkan kepada anak di rumah:

Bangun Pagi

Halo, apa kabar pagi hari? Masih banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya. Kalau mereka tidak bisa bangun di pagi hari. Bagi yang muslim, seharusnya kebiasaan bangun di pagi hari sudah tidak menjadi masalah. 

Karena setiap muslim pasti sholat Subuh. Kebiasaan melaksanakan ibadah ini harus diajarkan dan dibiasakan oleh orang tua. Tapi pada kenyataannya, banyak anak muslim kesulitan bangun pagi. Mungkin tidak dibiasakan bangun pagi sejak kecil. 

Minta Izin

Tidak semua anak diajarkan untuk meminta izin oleh orang tuanya. Kebiasaan ini pun akhirnya terbawa hingga dewasa. Bahkan setelah menikah dan memiliki anak. Sehingga ada istilah ‘slonong boi’.  

Keluar Masuk Kamar 

Tidak setiap waktu anak bebas keluar masuk kamar orang tua. Ada waktu-waktu tertentu di mana anak “terlarang” memasuki kamar orang tuanya. Menjadi penting untuk mengajarkan adab untuk minta izin. Saat memasuki kamar orang tuanya. 

Keluar Masuk Rumah

Ini yang lebih parah, ada saja anak yang keluar masuk. Tanpa izin dari orang tuanya. Belum lagi anak membawa teman-temannya masuk ke rumah. Gizag gizig tidak beraturan. Bahkan ada yang tidak sopan masuk ke kamar. 

Senyum, Salam, dan Sapa

Senyum, salam, dan sapa adalah kebiasaan yang mulai menghilang. Dari kehidupan kita di Indonesia yang dikenal sebagai orang Timur. Baik dengan orang tua dan keluarga sendiri di dalam rumah. Apalagi dengan tetangga kanan kiri rumah dan orang lain. 

literasi budaya senyum salam dan sapa

Fenomena yang ada sekarang, bukannya senyum, salam, dan sapa. Melainkan malah membuang muka saat bertemu orang lain. Atau malah menghindarkan diri saat ketemu dengan tetangga. Ajarkan anak untuk menjadi ramah. 

Memang saat ini sangat mengkhawatirkan dan menjadi dilema. Antara ingin mengajarkan anak agar menjadi ramah. Namun di sisi lain, banyak sekali orang jahat yang memanfaatkan kebaikan dan keramahtamahan orang Indonesia. 

Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah adalah semua kegiatan yang dilakukan. Agar rumah menjadi bersih dan rapi. Sehingga nyaman untuk ditinggali. Jadi anak laki-laki dan perempuan tetap harus diajarkan. Sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah. 

  • Mencuci Piring
  • Menyapu dan Mengepel
  • Merawat Hewan Peliharaan
  • Memasak 
  • Mencuci dan Menyetrika

Dalam melakukan pekerjaan rumah tersebut tidak ada perbedaan antara anak laki-laki dan perempuan. Jadi jangan ada lagi perbedaan gender. Semua anak harus melakukan pekerjaan yang sama. Tinggal diatur kapan akan dikerjakannya. 

Sebaiknya sih dibuat jadwal dan dibagi sama rata. Sehingga tidak ada anak yang merasakan ketidakadilan. Mengajarkan pekerjaan rumah ini bisa dimulai dari anak kelas empat sekolah dasar. Enaknya sih dibiasakan untuk dikerjakan di pagi hari 

Tidak ada salahnya kita tetap mengajarkan adab yang baik kepada anak-anak. Lelah iya, tapi memang tugas kita sebagai orang tua. Jadi, terus dilakukan walau belum membuahkan hasil. Mari berharap agar anak-anak menjadikan adab yang diajarkan sebagai kebiasaan. 

Anda punya pengalaman mengajarkan adab kepada anak? Yuk, berbagi cerita pengalaman Anda di kolom komentar. Jangan lupa untuk membaca tulisan dengan tema literasi lainnya di blog ini.

blog catcilku

Terima kasih sudah membaca postingan di blog catcilku.com. Semoga dapat memberi pencerahan dan bermanfaat buat Anda.

12 Tanggapan

  1. Bener banget ini. Sangat penting mengajarkan etika pada anak agar kelak menjadi pribadi yang sopan dan santun. Kalau sudah terbiasa maka akan terbawa sebagai kepribadian yang baik kelak di masa depan dan dalam pergaulan dengan orang lain juga

  2. Sebenarnya sepele ya tapi kalau tidak dibiasakan nanti bakal jadi habitts di usia dewasa nanti. Tapi aku percaya sih anak adalah cerminan org tua, jadi kitapun harus Melakukannya sehari-hari, jadi terekam di kepala anak oh kalau ketemu yg lebih tua harus salim misalnya

  3. Literasi budaya. Jujur aku belik banyak mendalami soal ini mbak. Tapi kalo soal adab aku sepakat sekali. Alhamdulillah di sekolah anakku nanti mengedepankan pembelajaran adab, selain tentunya di rumah juga.

  4. Seneng banget baca tulisan mba, setuju sekali anak harus diajarkan adab terkecil untuk bersosialisasi di manapun plus kemampuan untuk hidup mandiri terlepas dari gendernya. Kadang orang tua satu punya aturan beda dari orang tua lainnya tapi sepertinya kalau poin poin yang kaka tulis di postingan ini seperti standar untuk semua hehe cmiww

  5. Sepakat, adab di atas adalah dasar budaya sosial yg pondasinya disiapkan oleh orangtua di rumah dan itu sebuah keharusan yg jadi kebiasaan anak-anak.

  6. Setuju sekali ini, adab Harus diajarkan kepada anak sedini Mungkin dan dari lingkungan keluarga. Apalagi Banyak hal-hal kecil yang terjadi di rumah. Salah satunya izin dulu kalau mau apa-apa. Sama permisi juga wajib diterapkan.

  7. Wah terima kasih Kak sudah dimotivasi lagi utk mempersiapkan diri semakin baik ketika menjadi orang tua kelak. Tapi setuju banget kalo adab, sopan santun harus diajarkan dari kecil dg memberi contoh dalam rumah. Alhamdulillah dulu aku tumbuh di keluarga yg sangat menjunjung tinggi adab dg mengajarkanku dalam keseharian di rumah 🙂

  8. Huhu… betul ini mbak, perlu mengajarkan adab ke anak terutama usia 7 tahun ke atas sudah bisa ditegur yah
    Soalnya aku lihat ada teman anakku yang kalau main ke rumah orang dengan santainya dia buka kulkas … lha itu kok berasa rumah sendiri. Atau intip-intip kamar tidur, duh kok risih yah.

  9. Adab-adab penting dalam keseharian dalam islam sudah ditetapkan sedemikian rupa, mulai adab mau tdur, bangun tidur, ke kamar mandi, adab makan. Ini adalah hal, pentingyang perlu diperhatikan oleh orang tua di rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

catcilku.com

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat

- Titi Bdy -

PROGRAM
Peserta BRT Network Growth Organic Periode April - Agustus 2024
KOMUNITAS

Copyright ©dinti 2024 | All Rights Reserved