Tidak Usah Menjadi Muslim untuk Membela Palestina, Cukup Menjadi Manusia

Tidak usah menjadi muslim untuk membela Palestina cukup menjadi manusia

Tidak usah menjadi muslim untuk membela Palestina, cukup menjadi manusia. 

Saya suka dengan kalimat tersebut di atas. Di mana mengajak kepada semua orang di dunia ini untuk membuka mata dan sadar. Tidak usah menjadi muslim. Bahwa telah terjadi genosida di sebuah negeri bernama Palestina. Akibat penjajahan yang dilakukan oleh israel, sejak tahun 1948. Cukup menjadi manusia, untuk memberikan suara dan pembelaan. 

Sebagai manusia, kita telah dibekali oleh akal dan hati untuk bisa membedakan baik dan buruk. Perang, bukanlah kondisi yang dapat diterima oleh akal dan hati manusia normal. Apalagi perang akibat dari sebuah penjajahan, yang dilakukan oleh tamu kepada tuan rumahnya. Seperti yang dilakukan oleh israel kepada rakyat Palestina.

Sudah 21 hari perang berlangsung di Palestina. Sejak penyerbuan pejuang Hamas ke israel. Tanda-tanda akan berhenti sepertinya belum ada. Korban terbanyak tentu saja ada di pihak Palestina. Tepatnya di kota kecil Gaza. Di mana kota ini sudah mengalami pemblokiran. Sehingga akses untuk air, makanan, listrik, dan bantuan kemanusiaan tidak bisa masuk. 

Para pejuang kemerdekaan di Palestina melancarkan serbuan ke israel pada tanggal 7 Oktober yang lalu. Karena merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh manusia di dunia. Padahal rakyat Palestina masih ada dan mereka sangat menderita. Akibat dari penjajahan dan berbagai kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh israel. 

Serbuan oleh pejuang Hamas yang ditujukan ke kamp militer. Benar-benar memporakporandakan kesombongan zionis yahudi israel dan para sponsor utamanya. Dengan perlengkapan dan kecanggihan peralatan yang dimiliki. Namun tidak berhasil mendeteksi serangan para pejuang. Bahkan penjajah itu mengalami kegagalan. 

Dengan sandi operasi: Pertempuran badai Al-Aqsa, telah membuka mata seluruh manusia di dunia. Bahwa siapapun yang dijajah pasti akan melawan, walau dengan segala keterbatasan yang ada. Kini seluruh pandangan mata di dunia tertuju ke Gaza, Palestina. Sebab penjajah israel telah kalap melakukan balasannya dengan melakukan serangan membabi buta. Sasaran mereka bukan lagi kepada para pejuang Hamas, melainkan ke masyarakat sipil. Tindakan yang disebabkan rasa kepanikan dan ketakutan luar biasa terhadap Hamas. 

Dengan menghalalkan segala cara israel melakukan serangan, termasuk mengebom rumah sakit dan gereja. Bahkan tanpa rasa perikemanusiaan penjajah itu menembaki para tenaga medis kemanusiaan yang sedang bertugas. Semua tindakannya melanggar hukum internasional tentang perang. Korban terbanyak adalah anak-anak dan wanita. Kekejaman terus saja dilakukan bahkan semakin meningkat. Namun negara-negara lain hanya diam tidak membantu. Bahkan negara AS dan sekutunya masih saja memberikan bantuan kepada penjajah israel. Termasuk PBB yang tidak memiliki kuasa sedikit pun untuk menghentikan perang dan mengusir penjajah israel dari bumi Palestina.

Tidakkah kita ingin melakukan sesuatu? Tidakkah hati kita ingin memberontak? Melihat ketidakadilan dan kekejaman yang terus menerus dipertontonkan. Tidak usah menjadi muslim untuk membela Palestina, cukup menjadi manusia. Karena setiap manusia pasti tidak akan setuju dengan peperangan dan pembantaian massal. Tidak usah takut dicap menjadi muslim yang taat, karena membela Palestina. Lihat saja para korban yang berjatuhan, bukan lagi melihat agama. Bukan hanya muslim yang meregang nyawa, tapi juga umat kristen pun menjadi korban. 

Kita patut bersyukur, pemerintah Indonesia telah memberikan sikap tegas sesuai dengan UUD 1945. Bahwa segala bentuk penjajahan di muka bumi harus dihentikan. Alhamdulillah, rakyat Indonesia pun mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka, sejalan dengan sikap pemerintah. Dengan terus memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Palestina. Bentuk bantuan bermacam-macam, sekecil apapun bentuknya. Tulus kita persembahkan sebagai bentuk memberikan semangat kepada para pejuang untuk mengusir para penjajah dari muka bumi.

Saya sempat merasa kecil hati, karena di negara lain yang jelas-jelas bukan mayoritas rakyatnya beragama Islam. Mereka sudah melakukan aksi solidaritas untuk mendukung pergerakan perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka dari penjajahan. Bahkan rakyat dari negara yang para pemimpinnya mendukung dan menjadi pembantu utama dari penjajah. Sementara di Indonesia, yang mayoritas rakyatnya beragama Islam dan terbesar jumlahnya di dunia, belum juga melakukan aksi. Alhamdulillah, di hari Jumat saya mendengar dari suami kalau akan ada aksi solidaritas di sekitar Monas. Berarti rakyat Indonesia masih ingat kepada saudaranya. Pun masih punya akal sehat untuk mau menolak aksi penjajahan.

Aksi Solidaritas Pemuda Indonesia Lawan Pembantaian di Palestina

Tanggal 28 Oktober 2023 bertepatan dengan perayaan dan peringatan hari Sumpah Pemuda. Dimulai dari pukul 06.00 sampai dengan 09.00 WIB, rakyat Indonesia menggelar aksi solidaritas untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mengusir penjajah dari negerinya. Di depan Kedubes AS, sebanyak kurang lebih 1 juta  rakyat Indonesia. Mengambil bagian dalam aksi untuk menuntut pemerintah AS menghentikan dukungannya kepada penjajah israel. Aksi solidaritas ini dihadiri oleh para pemuda Indonesia yang siap memberikan bantuan sekecil apapun kepada rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya. Seperti dulu rakyat Palestina memberi bantuan dan dukungannya ke rakyat Indonesia untuk merdeka. 

Aksi solidaritas yang dilakukan secara damai ini diisi oleh orasi dari berbagai tokoh dan juga mahasiswa. Dua tokoh yang hadir yang saya ingat dan kenali namanya yaitu Ustadz Bachtiar Nasir dan Hidayat Nurwahid. Diselingi dengan yel-yel dan nasyid perjuangan yang menggugah semangat. Yel-yel nya berikut ini: Palestina Melawan, Palestina Merdeka, yahudi terlaknat, yahudi hancurkan. Dilengkapi dengan pembacaan puisi yang dibawakan oleh Helvy Tiana Rosa. Membawa semangat Sumpah Pemuda, para pemuda yang hadir dari berbagai kota di Indonesia dan dari berbagai elemen kemasyarakatan bersatu. Pemuda masa kini yang hadir dalam aksi damai untuk solidaritas kepada Palestina, melakukan ikrar melawan pembantaian di Palestina. 

Ikrar Sumpah Pemuda Indonesia Lawan Pembantaian di Palestina:

  1. Kami pemuda Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina 
  2. Kami pemuda Indonesia memperjuangkan kedaulatan Palestina
  3. Kami pemuda Indonesia menuntut keadilan untuk Palestina
  4. Kami pemuda Indonesia memuliakan kemanusiaan bangsa Palestina.

Wahai pemuda Indonesia, jangan berpangku tangan melihat kondisi saudaramu rakyat Palestina. Ayo bergerak lakukan sesuatu, sekecil apapun bentuknya. Lakukan dan tunjukan posisimu berada di sisi mana. Tidak perlu sampai datang ke medan pertempuran untuk membela Palestina. Berikut ini yang bisa kita lakukan untuk membela perjuangan rakyat Palestina melawan penjajah:

  1. Gunakan jari-jemarimu dari rumah untuk memberitakan rakyat palestina yang terjajah
  2. Berikan bantuan dana semampunya 
  3. Kirimkan doa untuk para pejuang dan rakyat palestina
  4. Hindari penggunaan produk-produk yang pro mendukung penjajah zionis israel semampunya 
  5. Jangan nyinyir kepada pejuang Hamas dan rakyat Palestina, atau malah menjadi bagian yang membela penjajahan
  6. Selemah-lemahnya, lakukan penolakan dalam hatimu terhadap penjajahan yang dilakukan oleh zionis israel kepada rakyat Palestina.

Sekali lagi saya mengingatkan kepada anda yang membaca postingan ini, “tidak usah menjadi muslim untuk membela Palestina, cukup menjadi manusia.” Ayo menjadi bagian 1 juta dari Indonesia untuk Palestina. Karena penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. 

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

38 Responses

  1. Baik di Palestina, atau di belahan negara manapun perang hanya menyisakan duka. Saya hanya mendukung seruan “hentikan perang di mana pun, hentikan juga kekerasan kemanusiaan di mana pun dan kepada siapapun”. Menjadi manusia beragama juga berarti menjadi manusia yang saling menjaga sesamanya. Salam damai ❤️❤️❤️

  2. Tulisan yang sangat provokatif. Saran saya lebih baik di hindari tulisan seperti ini. Saran: banyak riset sebelum menulis.

    1. Terima kasih sarannya.

      Memang saya sedang ingin mengajak semua yang membaca supaya berpihak kepada rakyat Palestina yang tertindas. Tapi bukan menghasut 😊

    2. Halo mas, menurut aku ini udah cukup riset dan tulisan ini tidak provokatif, hanya menunjukkan keberpihakan pada pihak yang tersakiti.

      Semoga tulisan seperti ini makin banyak dan tersebar luas agar dunia tau kita berpihak pada kemanusiaan dan semoga peperangan (lebih ke genosida) segera berhenti dengan banyaknya yang menyebarluaskan sikap kemanusiaan seperti ini 🙂

      1. Makasih mbak untuk dukungannya. Betul sekali tulisan ini memang ingin menunjukkan keberpihakkan dan menjadi kewajiban saya untuk membela saudara-saudara muslim (khususnya) dan bangsa Palestina pada umumnya yang sedang dijajah. Kalau riset, sudah dilakukan kecil-kecilan sesuai kemampuan saya. Selain itu, tulisan ini pun dari hasil pengalaman saya langsung mengikuti aksi bela Palestina di hari Sumpah Pamuda tahun 2023.

        Kalau kita mau jujur, pada dasarnya semua tulisan apapun bentuknya pasti bersifat provokatif dalam arti untuk mencari dukungan, memberikan pengaruh, dan menyebarkan ide penulisnya. Bukankah begitu?

        Aamiin, semoga makin banyak blogger yang mau menuliskan tentang Palestina dan rakyatnya yang sedang berjuang melakukan perlawanan kepada penjajahnya. Tinggal gunakan saja nurani kita sebagai manusia

  3. Saya paham semangatnya. Akan tetapi, ini gaya bahasanya provokatif dan malah berpotensi disalahpahami. Terlebih ditulis cuma dari satu sudut pandang.

    Menurut saya, judulnya pun terasa kurang tepat. Kata USAH lebih baik diganti HARUS sehingga feel-nya sesuai.

    Tidak HARUS Menjadi Muslim untuk Membela Palestina.

    1. Hehe. Terima kasih masukannya.

      Semoga dapat dipahami kalau saya sedang mengajak semua yang membaca untuk peduli kepada rakyat Palestina.

      Begitupun menunjukkan posisi saya ada di mana 😊

  4. Sejujurnya saya gak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi antara Israel – Palestina. Entah bagaimana sejarahnya hingga permusuhan ini terus menerus terjadi dalam waktu yang panjang, tapi apapun itu, perang tak pernah memberi kesan manis, perang hanya meninggalkan luka dan kesedihan.

    Maka dari itu, saya mengecam peperangan yang terjadi. Korban bukan hanya di satu pihak saja. Baik palestina maupun Israel, yang jadi korban sama-sama manusia. Hentikan saling menyakiti sesama

    1. Betul. Perang sudah menjadi masalah kemanusiaan. Dimanapun perang itu terjadi maka akan terjadi pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Apalagi perang karena alasan menjajah

  5. Peperangan Palestine dan Israel bukan perang tentang agama tetapi sudah berkaitan dengan humanisme. Banyak warga muslim dan kristiani yang menderita akibat peperangan ini. Sebagaimana manusia yang beragama tentu saja saya mengecam kekerasan dalam bentuk apapun, jadi semoga peperangan segera berhenti dan berakhir damai. Pengadilan dunia memberikan tanah Palestine kepada yang berhak sesuai dengan sejarah yang ada, dan kita semua sudah tahu itu milik siapa itu. Semoga semuanya segera berakhir dan dunia kembali damai. Mari kita berdoa bersama-sama untuk mereka semua

    1. Pengadilan dunia itu maksudnya Deklarasi Balfour? Memberikan kepada yang berhak maksudnya juga siapa? Seharusnya komunitas Yahudi ada di Palestina tanpa perlu mendirikan negara. Bukannya berterima kasih sudah diterima malah merebut tanah milik tuan rumah

  6. Saya paham dengan artikel ini karena juga mengabarkan tentang aksi solidaritas pemuda Indonesia lawan pembantaian di Palestina. Semoga pembantaian makin mereda, masyarakat di Gaza terlindungi dengan baik, mendapat pasokan bantuan yang melimpah. Dunia kembali membaik dan damai.

  7. Semoga perang ini antara Palestina dan Israel segera berakhir dan bisa damai. Ngerihnya kalau terus berlanjut bisa perang dunia

  8. Sedih melihat rakyat Palestina tidak bisa menikmati tanahnya sendiri hingga sekarang. Tapi, saya akan berada di pihaknya, meskipun hanya bisa membantu lewat doa dan pesan semangat medsos. Lebih baik jadi semut ketimbang cicak

    1. Setuju, lebih baik jadi seperti semut Ibrahim daripada jadi cicak. Dengan cara seperti ini kita jadi bisa menunjukkan posisi kita berada di pihak mana

    1. Betul mbak, cukup pakai hati nurani kita saja sebagai manusia. Apakah rela melihat begitu banyak penderitaan terhadap manusia yang dilakukan oleh manusia

  9. Turut berduka untuk saudara-saudara kita yang berada di Palestina, semoga bantuan kecil yang kita berikan kepada mereka bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan semoga peperangan ini bisa segera dihentikan.

  10. Setuju sekali mbak. Banyak banget yang mengira ini soal sentiment agama. Lha gimana wong wilayah Yerusalem aja kota 3 agama.
    Memang hanya butuh hati sih buat melihat konflik berkepanjangan ini ya. Minimal kalau gak mau dukung yawda gak usah beropini aneh2 yang bisa memecah belah pendapat orang 2.

  11. Alhamdulillaah akupun turut mendoakan dari rumah semoga Palestina merdeka dan bebas dari penjajahan Israel aamiin. Suamiku yang berpartisipasi dalam aksi damai bela Palestina di Monas, Minggu, 5 November 2023 lalu, mbak, bersama tetangganya. Mari kita doakan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright ©dinti 2022 | All Rights Reserved