Catatan Iduladha 1444 Hijriyah

Catatan iduladha 1444 Hijriyah

Saya sebagai admin sekaligus pemilik dari blog catcilku mengucapkan Selamat Iduladha 1444 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum. 

Iduladha

Sabtu ini masih hari tasyrik ketiga, bagi anda yang merayakannya dimulai hari Kamis. Karena ada pula yang mulai perayaan Iduladha di hari Rabu. Seperti sudah sering terjadi di tahun-tahun sebelumnya di Indonesia. Tahun 1444 H/2023 M kali ini pun terjadi perbedaan dalam penetapan tanggal 10 Dzulhijjah. Yang dilakukan oleh 2 ormas besar Muhammadiyah dan NU. Di mana kedua ormas tersebut memiliki landasan hukan dan keilmuan yang sedikit berbeda dalam hal menetapkan beberapa hari penting bagi umat Islam. 

Sehingga kita umat Islam akan sering mengalami perbedaan dalam hal penetapan awal Ramadhan, sholat Idulfitri, dan sholat Iduladha. Sebagai umat, yang tidak memiliki kapasitas keilmuan. Kita tinggal menikmati saja perbedaan tersebut, tanpa harus saling curiga dan marah. Toh para ulama yang lebih berilmu dan sholeh dari kita pun baik-baik saja dalam menyikapi perbedaan tersebut. Karena Islam adalah rahmatan lil alamin.

Catatan Iduladha 1444 Hijriyah

Menurut saya, tahun 2023 ini sepertinya menjadi hari Iduladha yang sepi. Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada beberapa catatan Iduladha 1444 Hijriyah yang sempat saya buat, diantaranya yaitu:

  1. Penjual hewan qurban berkurang banyak. Bahkan dibandingkan Iduladha tahun lalu. Tahun lalu masih terlihat beberapa penjual berjejer. Di sekitar wilayah kecamatan tempat saya tinggal. Sekarang hanya ada satu saja. Bahkan di jalan Jend. A. Yani saja tidak terlihat satu pun. Apakah ini imbas dari kondisi pandemi virus korona yang belum juga membaik. Tahu sendirikan, akibat pandemi ini banyak sekali memakan korban. Baik korban nyawa maupun dari sisi ekonomi. Di mana banyak sekali usaha yang gulung tikar, bangkrut tak terselamatkan. Jangankan UMKM, usaha yang sudah besar pun mengalami kemunduran
  2. Di tanggal 23 saya menghadiri wisuda tahfidz juz 30 nona dan gadis kecil di sekolahnya. Semoga bisa saya tuliskan ceritanya di blog catcilku
  3. Saya sempat melakukan perjalanan keluar kota 3 hari sebelum hari raya. Untuk datang ke sebuah acara open house di kota Semarang. Cerita sudah saya buat di postingan berjudul rekomendasi hotel nyaman di Semarang
  4. Dari perjalanan ke Semarang, menjadi kesempatan pertama mencoba kereta api agro bromo anggrek. Semoga perjalanan itu bisa dituliskan juga di blog ini
  5. Kami sekeluarga sholat Iduladha di hari Kamis. Karena masjid yang biasanya mengadakan sholat Iduladha lebih awal, karena mengikuti penetapan dari Muhammadiyah. Untuk tahun ini tidak melaksanakan sholat lebih awal. Melainkan mengikuti penetapan dari pemerintah
  6. Suami saya pun melakukan perjalanan ke luar kota. Di hari kedua tasyrik, untuk menghadiri undangan pernikahan anak temannya di Salatiga. Bersama rombongan teman-teman kantornya, mereka menginap di kota Semarang
  7. Tidak membuat masakan atau membeli kue lebaran haji. Alhamdulillahnya tidak ada tamu atau saudara yang datang. Jadi tidak bingung harus menyuguhkan apa. Padahal sih tidak perlu menyuguhkan repot-repot makanan berat. Cukup air minum dan kue-kue seadanya. Tapi biasanya pasti mengolah makanan. Biasalah orang tua
  8. Tidak ada saudara yang kumpul di rumah. Biasanya ada adik-adiknya Ibu yang datang ikut merayakan Iduladha. Kali ini hanya ada satu keponakannya yang datang di hari kedua Iduladha
  9. Untuk pertama kalinya saya menuliskan postingan tentang rekomendasi hotel nyaman di Semarang. Sebagai oleh-oleh dari perjalanan ke sana
  10. Kami tidak nyate di rumah. Karena capek dan entah kenapa tidak semangat. Untungnya anak-anak juga tidak minta untuk membakar sate seperti tahun lalu
  11. Keluarga besar kami, satu keturunan dari mbah. Pada tanggal 2 Juli, akan mulai pembukaan arisan untuk pertama kalinya. Diadakan di Ciputat, sekalian menengok Om yang habis dirawat. Mungkin karena alasan inilah, jadi adik-adiknya Ibu tidak datang ke rumah di hari iduladha.
  12. Tetangga menyembelih qurban sapi di jalanan depan rumahnya. Ceritanya saya tuliskan di bawah ini, sebagai catatan Iduladha 1444 Hijriyah.

Tetangga Menyembelih Qurban

Pagi tadi sekitar pukul 6, saya yang sedang santai di tempat tidur. Sambil menyelesaikan postingan rekomendasi hotel nyaman di Semarang, dihebohkan oleh putri kecil. Sambil berlari ke balkon menginfokan. Bahwa tetangga sebelah (selisih satu rumah) akan memotong sapi. Ternyata saya tidak salah dengar, karena mbak asisten segera menyusul ke balkon. Sambil menginfokan tentang hal yang sama. Mereka berdua sudah heboh di balkon dan meminta saya untuk melihatnya. 

Untuk mengobati rasa penasaran, saya pun segera mengenakan mukena. Supaya cepat, bisa segera bergabung dan ikut nonton di balkon. Benar saja, terlihat sapi sedang diikat kakinya. Sebagai persiapan untuk direbahkan sebelum disembelih. Tetangga sebelah (selisih satu) rumah memang akan berqurban. Tapi kami para tetangganya tidak ada yang tahu. Karena memang tidak ada pemberitahuan sebelumnya. 

Sapi jenis limosin–hanya menebak–yang berwarna coklat muda itu masih berdiri gagah melintang di jalan. Karena tubuhnya yang besar dan panjang, jadi memenuhi lebar jalan. Karena hampir menutupi keseluruhan jalan, menyebabkan para jamaah masjid dekat rumah, yang baru pulang dari kajian Subuh tidak bisa lewat. Akhirnya mereka menunggu sambil ikut menonton proses penyembelihan. 

Sesaat kemudian sapi itu dijatuhkan oleh 4 orang yang bertugas sebagai penjagal. Setelah tenang, barulah penjagalnya mulai menyembelih sapi itu. Terdengar iringan takbir dan tahmid saat penyembelihan. Selesai disembelih, saya pun kembali masuk ke dalam rumah. Sayup-sayup masih terdengar gerungan dari sapi yang sudah disembelih. Sepertinya belum mati atau bagaimana gitu. Kasihan sekali mendengarnya, semoga sapi itu tidak merasakan kesakitan. .

Proses menguliti, mencacah, menimbang, menempati ke kresek hingga membagikan terus dilakukan oleh panitia kecil yang dibuat oleh pequrban sendiri. Para tetangga lain hanya satu dua orang yang ikut mendekat dan membantu. Entah karena inisiatif sendiri atau memang diminta untuk ngumpul dan membantu. Sementara dari keluarga kami tidak ada yang ikut membantu. Alasannya, karena tidak disuruh dan kebetulan suami sedang pergi keluar kota. Tapi putri kecil sempat ditanya oleh yang punya hajat, saat memfoto sapi yang sedang dikuliti. Apakah ayahnya ada di rumah. Mungkin ingin diajak untuk ngumpul dan bantu-bantu juga. Ternyata kami juga ikut kebagian diberi daging qurbannya. Yang diantarkan oleh tetangga di belakang rumah. Ah, jadi malu, padahal kami tidak ikut membantu, maaf dan terima kasih ya. Semoga berkah rezekinya dan diterima ibadah qurbannya. 

Alhamdulillah, pada Iduladha tahun 2023  tradisi menyembelih hewan qurban di Indonesia masih bisa berjalan seperti biasanya. Jadi syiar terhadap agama Islam tetap berjalan dengan baik. Di mana penyelenggaraan penyembelihan di masjid-masjid, sekolah, pesantren, kandang, dan sebagainya. Bukan di rumah potong hewan. Seperti yang sempat diusulkan oleh seorang pejabat beberapa tahun lalu. Bahkan ada masyarakat yang menyelenggarakan penyembelihan mandiri. Salah satunya apa yang tetangga sebelah (selisih satu) rumah. Sudah diceritakan di atas. 

Terima kasih telah membaca postingan ini, semoga bermanfaat bagi Anda. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar dan bantu share ya, terima kasih 😊.  |  -Titi Bdy-

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Catcilku

Hai selamat datang di blog catcilku. Blog ini adalah catatan kecilku untuk saling berbagi macam-macam cerita dan cita. Semoga bermanfaat.

-Titi Bdy-

Yang Menarik
Baca Juga yang Ini
Komunitas
Site Map

Copyright ©dinti 2022 | All Rights Reserved