Saya lupa apakah tulisan berjudul review film Jumbo sudah pernah diunggah di blog ini sebelum menghilang untuk kedua kalinya atau belum. Daripada hanya disimpan di gdrive lebih baik saya manfaatkan untuk mengisi tulisan di blog yang masih banyak kosongnya ini. Dengan melakukan pembaruan dan sedikit penyesuaian sana sini.
Film Jumbo sudah tayang pada tahun 2025 untuk memeriahkan momen Lebaran. Kalau tidak salah, film ini ditayangkan perdana bertepatan di hari Lebaran. Saya dan anak-anak memiliki kesempatan menonton filmnya setelah libur Lebaran.
Film Jumbo Sedang Tayang di Bioskop
Saat libur Lebaran tahun lalu, saya iseng-iseng melihat daftar film yang sedang tayang di bioskop. Sebelumnya sudah sempat mendengar kalau akan ada film animasi berjudul Jumbo akan tayang di hari Lebaran. Rencananya ingin mengajak anak-anak menonton saat liburan.
Saat saya menyebutkan kata Jumbo, anak-anak malah senyam senyum penuh arti. Ternyata mereka sudah mengetahuinya lebih dulu. Bahkan secara aktif mempromosikan supaya saya mengajak mereka menonton di bioskop. Saya malah asyik melihat-lihat judul film lainnya. Ada dua judul film animasi yang sedang tayang di bioskop.
Film pertama adalah Jumbo dan satu lagi film Ne Zha 2. Setelah menonton trailer keduanya, saya justru tertarik untuk menonton Ne Zha 2. Karena teringat pada film seri kartun lawas yang pernah diputar di stasiun televisi swasta, dengan tokoh utamanya bernama Naca.
Gagal Nonton Film Jumbo saat Liburan
Liburan Lebaran bagi saya dan keluarga tidak memungkinkan keluar rumah untuk rekreasi ataupun pergi ke bioskop, belum pernah ada sejarahnya. Lebaran berarti keliling Jakarta untuk silaturahim ke rumah saudara. Rencana menonton film dengan terpaksa harus dilupakan.
Kami sekeluarga gagal menonton film Jumbo saat liburan. Jadinya mengubah rencana, saya kemudian mengantar dan menemani anak berenang bersama sepupu-sepupunya. Lalu melanjutkan silaturahim ke rumah adik ipar di Cimanggis. Namun rencana untuk menonton film tetap masih terpikirkan. Bahkan berharap akan terwujud suatu hari nanti š.
Nonton Film Jumbo Dengan Rombongan
Memang rezeki tidak ke mana, kami akhirnya bisa menonton film Jumbo. Dengan gratis tanpa mengeluarkan uang, karena diajak dan dibayarin oleh teman. Pada tanggal 14 April 2025 saya pergi untuk menonton di bioskop Ciplaz, Klender. Kali ini menonton bersama rombongan, bukan berlima atau berenam tapi sebelas orang.
Isi rombongan terdiri dari teman saya dan satu anaknya, ditambah tiga orang pegawainya. Salah satu pegawainya ada yang mengajak dua anaknya. Sementara saya sendiri mengajak tiga anak haha. Saya dan putri kecil pergi bersama rombongan teman. Sementara dua anak lagi berangkat terpisah, mereka naik ojekāmobilādaring dari rumah. Saat itu kami mengambil jadwal nonton film di sesi sore.
Ikut Bangga dengan Pencapaian Film Jumbo
Sebenarnya sudah mau menulis ulasan sejak pulang dari bioskop. Sayangnya kemalasan lebih mendominasi dan menang, jadi menulisnya tertunda. Sampai satu hari saya diingatkan atas rencana menulis ulasan setelah membaca berita di salah satu media daring yang berjudul: āSelamat, Film Jumbo Tembus 7 Juta Penontonā.
Saya tentu saja ikut bangga dengan pencapaian yang didapat oleh film ini. Pencapaiannya dalam hal mendapatkan jumlah penonton terbanyak. Kemudian menjadi film animasi buatan Indonesia terlaris di Asia Tenggara dengan jumlah penontonnya lebih dari sepuluh juta lebih, bahkan berhasil menembus pasar internasional. Keren!
Film Anak Bercerita tentang Persahabatan, Persaingan, dan Perundungan
Film ini menceritakan tentang keseharian yang sangat mungkin terjadi di dalam kehidupan anak-anak pada umumnya. Di mana akan ditemui cerita tentang persahabatan, persaingan, dan perundungan.
Nama Jumbo berasal dari julukan (ejekan) yang diberikan untuk Don si tokoh utama dalam film tersebut. Don adalah anak laki-laki yatim piatu bertubuh gemuk yang tinggal dan dirawat oleh neneknya. Dengan tubuhnya yang jumbo menjadikan Don lambat dan sering tertinggal bila berlari. Baik saat bermain maupun saat mengikuti lomba.
Mengalami Perundungan
Akibat kelemahannya itu membuat Don sering diremehkan dan mengalami perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya. Dia mendapatkan perlakuan tidak enak yakni dijauhi dan tidak diajak bermain oleh Atta dan temannya yang merasa lebih baik dan hebat.
Bersama kedua sahabatnya Mae (Maesaroh) dan Nurman, Don bertekad mengikuti lomba yang diadakan di lingkungan rumahnya. Lomba yang diikutinya adalah Menampilkan pentas drama dengan ide cerita yang ada dalam buku warisan berharga miliknya peninggalan dari Ayah dan Ibunya sebelum meninggal dunia.
Sebuah buku yang ditulis oleh Ibunya berisi pesan agar Don menjadi anak yang kuat dalam mengarungi kehidupan walau tidak didampingi oleh kedua orang tuanya. Bahwa dalam hidup akan menemukan tawa dan tangis yang dipergilirkan. Untuk melaluinya dengan baik dan terasa lebih ringan hanyalah dengan senyum tulus dari hati.
Persahabatan
Lomba mementaskan drama yang akan diikuti oleh Don yang ditemani oleh Mae dan Nurman pada awalnya bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka bertiga mampu berprestasi. Sehingga tidak bisa diremehkan apalagi dirundung lagi oleh teman-temannya. Malah hampir mengalami kegagalan bahkan hilangnya persahabatan.
Di tengah latihan persiapan untuk mengikuti lomba. Don, Mae, dan Nurman mendapatkan teman baru sekaligus sebagai pelengkap dalam memerankan drama. Seorang makhluk halus (jin) anak perempuan bernama Meri. Keempatnya langsung menjadi akrab dan berjanji untuk saling membantu dan mendukung.
Tapi sayangnya persahabatan mereka berempat yang berbeda dunia justru mengalami ujian menjelang pementasan. Sempat terjadi konflik gara-gara Don lebih memilih untuk mengejar pementasan dan lomba yang akan diikutinya daripada persahabatan.
Kenapa Harus Menampilkan Makhluk Halus?
Walau film Jumbo dikemas cukup apik oleh penulis cerita dan sutradara. Entah kenapa dari awal saat melihat trailernya, saya merasa ada yang kurang sreg.
Ada tanda tanya besar, kenapa Harus menampilkan makhluk halus?
Sosok Meri yang diceritakan sebagai makhluk halus berwujud roh yang sudah berbeda alam dengan manusia. Dia datang menawarkan pertemanan dan bantuan kepada Don dan kedua sahabatnya untuk mengambil kembali buku peninggalan Ayah Ibunya yang dicuri oleh Atta.
Namun dengan imbal balik agar mereka bertiga membantu Meri, supaya bisa bertemu kembali dengan Mama Papanya yang juga sudah meninggal dan menjadi roh.
Akhir Bahagia
Cerita di film Jumbo ditutup dengan akhir bahagia. Di mana Don berhasil memenangkan lomba dan mendapatkan hadiah. Atta pun mengakui kesalahannya dan mau bekerja sama dengan Don. Mereka berlima saling membantu untuk membebaskan kakaknya Atta yang bernama Acil dari cengkraman Pak RT yang menjadi dalang penggusuran dan ingin menguasai tanah makam warga sebagai balas dendam.
Dengan kekalahan Pak RT berarti menandakan Don, Mae, Nurman, dan Atta berhasil membebaskan roh kedua orang tua Meri dan mempertemukan ketiganya kembali. Kemudian membiarkan mereka untuk menuju dunianya di alam sana
Pelajaran dari Film Jumbo
Jujur film Jumbo sangat bagus sekali kualitasnya. Baik dari segi warna, desain, dan ceritanya. Di mana memperlihatkan realitas yang ada dalam kehidupan anak-anak. Dari film ini anak bisa mengambil pelajaran bahwa dalam kehidupan akan ada persahabatan, perundungan, perundingan, pengkhianatan, dan kerja sama. Semuanya mungkin bisa jadi akan datang silih berganti dalam kehidupan.
Kekurangan dari Film Jumbo
Sayangnya di film ini juga menampilkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi dan di luar akal sehat. Yaitu persahabatan dua dunia antar manusia dan makhluk halus. Dikhawatirkan setelah menonton film, anak-anak jadi berpikir bahwa manusia memang dapat berhubungan dengan dunia lain. Padahal dalam Islam sudah jelas, tidak akan mungkin dua dunia akan bertemu dan bercampur.
Harapan kepada Pembuat Cerita
Sebagai manusia yang memiliki agama dan akal, saya sebagai orang tua berharap sekali kepada para pembuat cerita. Agar di masa yang akan datang buatlah cerita yang lebih mendidik bagi anak-anak dan generasi muda. Buatlah cerita tentang mimpi yang bisa diwujudkan dengan usaha, berdoa kepada-Nya, dan menjejakkan kaki ke bumi. Bukan mimpi dengan mengharap kekuatan dari dunia lain.