Wakaf Semudah Tersenyum

Islam adalah agama yang memiliki konsep sebagai rahmat untuk seluruh alam. Itu berarti Islam diturunkan membawa kebaikan, kedamaian, dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi. Di mana ada Islam maka di situ akan ada kebaikan, kedamaian, dan keselamatan. Banyak contoh yang dapat dilihat, tidak perlu jauh-jauh ke seberang benua. Cukup di negeri sendiri, ketika terjadi bencana alam di suatu wilayah. Maka bantuan dari umat Islam akan hadir dari berbagai wilayah lainnya. Akan dibagi ke seluruh warga yang terkena bencana. Tanpa membedakan suku, ras, dan agamanya. Itulah salah satu bukti bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh alam.

Wakaf semudah tersenyum

Berbagi, merupakan salah satu perbuatan baik dan termasuk ajaran yang mulia. Karena fitrahnya manusia itu senang berbagi dan saling menolong dengan sesamanya. Manfaat berbagi bisa membuat hati menjadi lembut dan timbul rasa sayang. Dalam hal berbagi, Islam banyak mengajarkan kepada umatnya melalui tindakan nyata. Bentuknya bisa berupa zakat, infaq, dan sedekah. Barangsiapa yang melakukan perbuatan baik tersebut. Tentu akan mendapatkan ganjaran kebaikan berupa pahala di sisi-Nya. 

Dalam zakat, infaq, dan sedekah ada semangat untuk berbagi. Selain persamaannya itu, ada pula perbedaan dari ketiganya. Dilihat dari sisi waktu dan penerimanya, yaitu:

  1. Zakat: hukumnya wajib yang harus ditunaikan oleh seluruh muslim. Mengeluarkan harta tiap tahun untuk zakat fitrah. Sementara zakat maal ditunaikan setiap tahun saat sudah mencapai batas harta yang terkena kewajiban zakat (nisab). Pemberian zakat oleh muzakki (yang mengeluarkan) kepada penerima (mustahiq) dikhususkan hanya bisa kepada 8 asnaf.
  2. Infaq : hukumnya sunnah. Tidak ada batasan jumlah harta yang diinfaqkan. Dapat dikeluarkan kapan pun, karena tidak ada ketentuan waktunya kapan dan di mana tempatnya. 
  3. Sedekah: sama dengan infaq yang hukumnya sunnah, hanya saja sedekah cakupannya lebih luas. Sedekah diberikan tidak hanya berbentuk harta, tapi semua perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang muslim dapat disebut sebagai sedekah. Antara lain berbagi tumpangan kendaraan dengan teman, memberikan senyuman kepada teman, dan menyingkirkan batu di jalan. 

Tahukah anda, seorang sahabat yang menjadi khalifah ketiga. Sekaligus menantu Rasulullah yang paling dermawan dan terkaya? Benar, bila jawaban anda adalah Utsman bin Affan. Apakah anda juga tahu kalau hingga hari ini terdapat hotel dan rekening atas nama Utsman bin Affan? Bahkan harta peninggalan itu masih dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi umat sampai detik ini. Didasari karena ingin berbagi dengan masyarakat Madinah, yang ketika itu mengalami kesulitan mendapatkan air. Karena mengalami kekeringan di musim kemarau. Utsman kemudian membeli sumur dari orang yahudi, untuk dimanfaatkan airnya secara gratis bagi. Hingga di kemudian hari, diwakafkanlah sumur yang dikenal dengan nama Bi’rul Utsman (sumur Utsman) itu untuk kepentingan umat. Itulah yang dinamakan sebagai sedekah jariah. Yang pahalanya akan terus mengalir walaupun pelakunya sudah meninggal dunia. Masyaallah.

Sebuah hadits berbunyi: Jika seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya. Kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i). Tidakkah anda ingin mendapatkan pahala yang akan terus mengalir seperti yang disebutkan dalam hadits tersebut? Pastinya kita semua mau dong dapat pahala yang terus mengalir walaupun sudah meninggal. Caranya mudah saja, yaitu dengan memberikan sedekah dalam bentuk wakaf.

Kenapa Wakaf?

Karena wakaf adalah perbuatan sunnah yang dikategorikan sebagai sedekah jariah. Secara bebas wakaf dapat diartikan, sebagai perbuatan menyerahkan harta. Untuk dimanfaatkan dan dikelola oleh pengelola (nazhir). Untuk jangka waktu tertentu atau selamanya bagi kepentingan umat. Satu catatan penting dan perlu diingat bagi para calon wakif. Yakni, ketika sebuah harta sudah diwakafkan, maka harta tersebut tidak boleh dijual atau diwariskan. 

Penggunaan tanah wakaf

Wakaf bukanlah sesuatu yang baru, tapi sudah sangat dikenal dalam kehidupan kita. Tidak jarang kita mendengar kalimat semacam ini: “…madrasahnya dibangun di atas tanah wakaf…” atau “..makam wakaf…” Memang benar, praktek yang paling sering dilakukan oleh masyarakat adalah wakaf tanah dan gedung untuk dijadikan sarana ibadah dan pendidikan. Atau wakaf tanah dijadikan tempat pemakaman umum. Praktek tersebut ternyata tercatat dan dapat dilihat pada situs resmi Bimas Islam Kemenag. Dari 49.633,40 Ha luas tanah wakaf di seluruh Indonesia, peruntukan terbanyak digunakan sebagai masjid dan urutan kedua mushollah.

Tidak heran kalau akhirnya tertanam dalam pikiran masyarakat umum, kalau wakaf haruslah memberikan sesuatu yang mempunyai nilai tukar (aset) dalam jumlah besar. Seperti berbentuk tanah atau gedung. Akibatnya banyak yang merasakan kesulitan dan keberatan untuk melakukan perbuatan baik yang bernama wakaf. 

Ternyata pendapat umum tersebut keliru. Karena saat ini para lembaga pengelola aset wakaf, sudah mengembangkan layanannya. Sehingga memudahkan bagi masyarakat yang berkeinginan ikut wakaf. Diantaranya adalah dengan adanya program wakaf uang dan wakaf melalui uang. Di mana akhir-akhir ini sedang naik daun, dikarenakan kemudahannya. Jadi siapapun anda, sekarang bisa ikut wakaf dan menjadi seorang wakif. Tanpa menunggu memiliki aset berupa tanah atau bangunan. Dimulai dengan nominal terkecil, sejumlah 10 ribu rupiah saja. Sangat ringan dan mudah ya. Dari uang yang anda wakafkan kemudian akan dikelola oleh nazhir, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat (mauquf alayh).

Mungkin anda akan bertanya, apa beda wakaf uang dengan wakaf melalui uang? Saya coba jelaskan menggunakan contoh saja ya. Misalkan anda memiliki uang senilai 17 juta rupiah yang diniatkan untuk wakaf dan diserahkan ke nazhir, maka akan disebut sebagai:

  1. Wakaf Uang: bila uang itu sendiri yang menjadi harta (aset) wakaf. Maka yang akan dikelola adalah nilai uang yang anda wakafkan tersebut. Wakaf uang lebih fleksibel untuk dikelola, karena dapat dialokasikan sesuai dengan kebetuhan penerima manfaat dalam jangka waktu tertentu.
  2. Wakaf Melalui Uang: bila dikelola sesuai keinginan wakif, antara lain untuk membuat sumur air sebagai irigasi/bendungan/infrastruktur air bersih, membeli ambulan, membangun klinik/rumah sakit, dan sebagainya.

Dari uang yang diwakafkan sesuai keinginan wakif, nazhir akan mengelola sesuai peruntukkannya, yang dapat dibedakan menjadi:

  • Wakaf uang
  • Wakaf pendidikan
  • Wakaf kesehatan
  • Wakaf infrastruktur
  • Wakaf ekonomi

Harta (aset) yang dihimpun dari uang masyarakat yang telah diwakafkan dan dikelola dengan baik oleh nazhir. Akan menjadi aset yang produktif dan dapat mendatangkan hasil serta manfaat yang sangat besar. Manfaat yang dapat dirasakan di dunia adalah adanya pemberdayaan, kebangkitan ekonomi umat, dan kebaikan yang terus berlanjut. Sementara manfaat di akhirat, hanya Allah swt. yang akan memberikan ganjaran pahalanya. Karena wakaf merupakan sedekah jariah yang pahalanya tidak akan terputus. Sesuai dengan janji-Nya dalam surat Ali Imran:92, yang berbunyi: kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.

Gimana, sudah tidak sabar ingin wakaf?

Wakaf Semudah Tersenyum

Tenang, sekarang ini anda bisa wakaf semudah tersenyum, jadi jangan terburu-buru. Sebelum mewakafkan harta, anda sebaiknya ketahui dulu yang menjadi unsur dari wakaf. Sesuai dengan UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, unsur wakaf yang harus dipenuhi adalah: wakif, nazhir, harta benda yang akan diwakafkan, ikrar wakaf, peruntukkannya, dan jangka waktu wakaf.

Yang disebut nazhir atau pengelola harta wakaf bisa perorangan, organisasi, atau badan hukum. Jadi anda dapat memilih salah satu nazhir yang dipercaya untuk diamanahi mengelola harta yang ingin diwakafkan. Ada Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang merupakan lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan Indonesia. Seperti yang diamanahkan dalam undang-undang tentang wakaf. BWI sudah mengadakan kerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU). Sehingga memudahkan dalam memantau arus uang wakaf yang disetorkan oleh wakif. Selain itu anda juga dapat memilih layanan dari nazhir lainnya, yang sudah mendapatkan pembinaan dari Menteri dan BWI.

Wakaf semudah tersenyum sekarang ini sangat dimudahkan dengan perkembangan teknologi internet dan dunia digital. Yang juga semakin memudahkan kehidupan manusia modern sekarang ini. Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh para nazhir untuk berlomba-lomba. Dalam memasarkan dan memberikan pelayanannya yang prima serta terbaik bagi para wakif dan mauquf alayh. Diantaranya dengan menyediakan situs, yang berisikan serba serbi informasi tentang wakaf. Untuk memperkaya masyarakat dengan literasi zakat dan wakaf. Dilengkapi dengan menggunakan aplikasi pengiriman pesan untuk memberikan kemudahan dan kesempatan dalam berkomunikasi dengan wakif. Tidak lupa pula menyediakan beberapa alternatif cara pembayaran. Semuanya serba elektronik dalam dunia digital dan dapat diakses melalui daring. 

Alur wakaf

Bagi para wakif dengan perkembangan teknologi tersebut, dapat digunakan untuk mencari informasi lebih banyak tentang wakaf. Sekaligus mencari referensi daftar nama nazhir yang terbaik dan dapat dipercaya. Untuk mengelola harta (aset) yang diwakafkan. Jangan sampai tertipu dengan lembaga yang mengaku ngaku sebagai nazhir, tapi ternyata bohong. Caranya tentu saja dengan membandingkan nazhir yang satu dengan yang lainnya. Kalau menurut saya pribadi nazhir yang baik, secara sekilas dapat dinilai dari melihat situs yang dimilikinya. Di mana di dalamnya akan terdapat informasi komplet, rinci, dan terbuka tentang nazhir, antara lain:

  1. Logo dan profil
  2. Legalitas
  3. Program yang dijalankan
  4. Cara pengelolaan
  5. Pengalokasian/penggunaan aset
  6. Nomor-nomor rekening untuk penyaluran wakaf
  7. Pilihan cara wakaf
  8. Informasi terkini dan penting tentang wakaf

Dengan berbagai kemudahan tersebut, wakif sangat dimanjakan dalam proses mewakafkan hartanya. Semua dikendalikan hanya dari tempat duduk dengan bermodalkan sebuah ponsel. Alur wakaf bisa diselesaikan dengan cepat, mudah, dan tanpa ribet. Investasi dunia akhirat pun ditunaikan, wakaf semudah tersenyum sukses dilakukan.

Wakaf semudah tersenyum?

Alasan saya bilang wakaf semudah senyum adalah, dengan proses cepat dan mudah tapi pahala yang didapat insyaallah akan membuat kita tersenyum kelak. Tidak akan terputus dan terus menemani walau sudah meninggal. Karena menjadi amal jariah buat pelakunya, seperti bunyi hadits di atas itu. Yuk ah cobain wakaf, mulai dari sedikit saja dulu. Dengan wakaf harta yang paling kita sukai akan dibawa mati. Serius.

Terus sekarang gimana caranya mau wakaf semudah tersenyum?

Anda yang memiliki niat untuk wakaf tinggal tuliskan kata kunci “mau wakaf” atau wakaf di mesin pencari. Dalam hitungan detik akan muncul beberapa alternatif pilihan yang disarankan. Diantaranya pasti ada salah satu nazhir yang menurut anda dapat dipercaya dan dapat dipilih. Selanjutnya tinggal masuk dan berselancar di situs milik nazhir tersebut. Bila sudah memiliki informasi yang lengkap tentang wakaf dan program yang ditawarkan oleh nazhir. Tinggal memilih program yang diinginkan dan bagaimana pengelolaannya. Selanjutnya ikuti alur yang sudah disediakan di dalam situs milik nazhir itu. Bila diminta lakukan pendaftaran lebih dulu, jangan lupa untuk mengisikan data dengan lengkap dan benar. 

Selanjutnya lakukan penyetoran uang sejumlah yang ingin diwakafkan ke rekening bank yang sudah disediakan. Bisa setor tunai atau melalui transfer antar rekening. Nazhir yang baik biasanya akan menyediakan berbagai nomor rekening dari berbagai bank. Untuk memberikan kemudahan bagi wakif dalam melakukan penyetoran uang. Karena penyetoran uang melalui bank yang sama akan lebih cepat dan tanpa biaya. Terakhir lakukan konfirmasi, uang sudah selesai disetorkan. Selanjutnya wakaf yang sudah anda lakukan akan dikelola oleh nazhir sesuai dengan amanah yang diberikan. 

Dengan wakaf semudah tersenyum harta bisa dibawa mati.

————–

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Festival Literasi Zakat dan Wakaf 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Foto dan gambar yang ditampilkan dalam artikel ini berasal dari koleksi pribadi penulis dan situs penyedia gambar gratis Freepik. Olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.

8 thoughts on “Wakaf Semudah Tersenyum

  1. Wakaf adalah jariyah yang pahalanya akan terus mengalir selama harta yang diwakafkan masih dimanfaatkan. Sekarang memang berwakaf menjadi lebih mudah ya..siapa saja bisa berwakaf sesuai kemampuannya :)

Leave a Reply to Hastira Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>