Wajib Menjadi Peserta BPJS Untuk WNI

Logo BPJSSejak 1 Januari 2014 lalu status PT. Askes Indonesia sudah berubah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sampai sekarang belum pernah ikut sosialisasi dari PT. Askes atau Jamsostek. Hanya pernah dengar dari teman kalau BPJS itu ternyata gabungan dari Askes dan Jamsostek.

Yang saya tangkap dari konsep BPJS ini, pemerintah berusaha untuk menjamin seluruh rakyatnya agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Seluruh rakyat di sini berarti bukan hanya yang kaya saja, atau pekerja saja. Tentunya ini membawa angin segar bagi masyarakat kurang mampu. BPJS ini pun wajib dimiliki oleh seluruh rakyat Indonesia.

Wajib Menjadi Peserta BPJS Untuk WNI

Kalau anda sebelumnya adalah peserta dari Askes atau Jamsostek, maka otomatis sudah menjadi peserta dari BPJS ini. Tapi kalaupun sebelumnya anda belum mejadi peserta maka anda berhak dan wajib menjadi peserta BPJS. Nantinya anda akan menjadi peserta dengan jenis keanggotaan BPJS umum.

Cara untuk mendaftar menjadi peserta BPJS pun sepertinya mudah. Anda tinggal datang ke kantor BPJS terdekat dengan rumah anda. Bahkan dengar-dengar saat musim kampanye jelang pemilu saat ini, Banyak dari para caleg ataupun pihak partai politik memberikan fasilitas kemudahan.

Tapi perlu diwaspadai oleh masyarakat jangan sampai karena iming-iming kemudahan pengurusan BPJS suara dan nasib anda selama 5 tahun ke depan tergadaikan. Kalau murni tidak ada syarat dari pihak pemberi fasilitas kemudahan pengurusan BPJS, anda bisa ikut mendaftarkan diri. Tapi kalau ada syarat tertentu, baiknya perlu anda pikirkan kembali, bahkan bisa anda batalkan. Lebih baik mengurus sendiri daripada nasib selama 5 tahun menjadi tergadaikan.

Kembali ke topik, pendaftaran peserta BPJS. Anda harus melengkapi syarat administrasinya sebelum datang ke kantor BPJS terdekat. Syarat tersebut adalah:

  1. Foto berwarna ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar
  2. Fotokopi KTP 1 lembar
  3. Fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar
  4. Fotokopi Surat Nikah 1 lembar (untuk yang sudah berkeluarga)
  5. Fotokopi Akta Kelahiran 1 lembar (untuk anak yang belum memiliki KTP).

Kepesertaan BPJS umum ini pun harus membayar iuran per orang per bulan yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan. Pilihan iuran yang bisa dipilih yaitu:

  1. Kelas I: Rp. 59.500,-
  2. Kelas II: Rp. 42.500,-
  3. Kelas III: Rp. 25.500,-.

Perbedaan itu tentunya berdampak terhadap fasilitas yang akan diberikan kepada peserta. Tapi jangan khawatir semua peserta akan mendapatkan pelayanan. Pelayanan bagi peserta BPJS mencakup rawat inap, rawat jalan, tindakan medis, obat-obatan, dan konsultasi dokter. Informasi lebih jelas dan lengkap anda dapat datang kantor BPJS terdekat atau telpon ke  021-500 400.

Sumber gambar: google

30 thoughts on “Wajib Menjadi Peserta BPJS Untuk WNI

  1. Cukup Sedih sekaligur bersyukur.
    Sedih karena ini harusnya jadi kewajiban pemerintah/ penguasa untuk mensejahterakan masyarakat – dengan kekayaan alam yang amat sangat ini.,,
    Bersyukur karena ada kemajuan dan kemauan dari pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warganya.

    Saya masih penasaran dengan metode sehat cara Nabi, karena dengan Nabi melakukan preventif bukan penyembuhan.

  2. Saya belum mendaftar mas..beberapa waktu lalu juga ada diberita tentang pasien yg pakai kartu BPJS yg ditolak kartunya oleh pihak rumah sakit. Jadi ragu2 saya. Tapi memang agak membingungkan dan mencengangkan pergantian dr ASKES ke BPJS ini, sedangkan kita tahu untuk urusan kartu yang beginian di negeri ini sangat sulit diurus dan banyakan ngak berfungsinya..
    Semoga BPJS ini lebih baik dari yg sebelumnya..:D

    • Pernah dengar ada beberapa yg ditolak, tapi katanya itu pegawai Pemda DKI katanya yang ditolak. Tidak tahu juga yah kalau seperti itu :). Tapi semoga ke depannya lebih baik

  3. Baru tahu Mak, ada caleg ataupun pihak partai politik memberikan fasilitas kemudahan? Di sini saya belum dengar …

    Hmm, ini program bagus ya Mak biar ada “perlindungan kesehatan”
    Oya selamat, blognya sudah ganti nama rupanya :)

    • Sepertinya iya, nantinya semua WNI wajib menjadi anggota BPJS. Jadi secara bertahap saat ini masyarakat diwajibkan mendaftar baik secara offline maupun online ke BPJS

  4. mbak anak saya telah terdaftar di bpjs.sekarang anak saya mau dirawat di rumah sakit dengan bantuan bpjs untuk persyaratannya kk ama akte lahir yang mau saya tanyakan apakah bisa menggunakan bpjs tanpa akte lahir (akte lahir rusak karna banjir)trima kasih

    • Setahu dan sepengalaman saya kalau dulu menggunakan askes ya. Tidak perlu pakai akte kelahiran kalau sdh ada kartu askesnya. Tinggal kasih saja kartu askes ke rumah sakit dengan dilampirkan surat rujukan dari puskesmas. Kecuali kalau masuk IGD atau UGD tidak perlu pakai rujukan, hanya tunjukan kartu askesnya saja.

      Sepertinya cara kerja bpjs sama dengan askes.

      Mohon maaf saya belum ada pengalaman menggunakan kartu bpjs di puskesmas atau rumah sakit.

      Dicoba saja dulu tanpa bawa akte kelahiran, kalau pun ditanya bilang saja kondisi sebenarnya.

      Semoga lekas sembuh anak tercintanya

  5. saya juga mendaftarkan anak saya untuk menjadi peerta BPJS dan allhamdulilah, dari segi pengobatan tidak kecewa karena memang di layani dengan baik oleh pihak rumah sakit,

    • Kalau berumur 25 tahun sudah tidak bisa ikut ASKES/BPJS dari orang tua, karena sudah dianggap mandiri dan sudah bekerja. Syaratnya masih ikut orang tua adalah sebelum berumur 17 tahun. Kalau sudah berumur 17 tahun dan sudah menikah harus stop. Atau kalau masih ikut orang tua karena masih kuliah harus ada surat keterangan dari kampusnya, ini pun syaratnya hanya sampai umur 21 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>