Tradisi Mengantarkan Anak di Hari Pertama Sekolah

Pagi ini, hari pertama anak sekolah masuk kembali untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Saya pun tadi mengantarkan nona dan gadis kecil di hari pertama sekolah ke SDIT Permata Bunda, Jakarta. Seperti para orang tua lainnya yang menyempatkan diri untuk mengantarkan anak-anak mereka di hari pertama masuk sekolah.

Aktivitas pagi sekitar pukul 6.30, di SDIT Permata Bunda terlihat lumayan ramai. Sedikit berbeda dibandingkan hari-hari biasanya. Wajah-wajah baru banyak saya lihat. Terutama para orang tua dan anaknya yang baru saja masuk ke kelas satu. Selain itu ada juga orang tua yang jarang mengantar sekolah karena memang bekerja. Kali ini terlihat mengantarkan anaknya ke sekolah. Geliat semangat orang tua untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama ini. Memang terasa sekali di SDIT Permata Bunda tadi pagi.

Tradisi Mengantarkan Anak di Hari Pertama Sekolah

Kapan tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah dimulai? tepatnya sejak tahun 2016. Mendikbud yang dijabat oleh Anies Baswedan kala itu mengeluarkan Surat Edaran nomor 4 tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah. Tradisi baik yang dimulai Mendikbud diapresiasi oleh para orang tua dan banyak kalangan. Diantaranya pihak sekolah, psikolog, dan pemerhati pendidikan. SE yang dikeluarkan oleh Mendikbud diikuti oleh SE lain dari Kementerian lain. Yang mengizinkan para ASN datang terlambat untuk mengikuti tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Bukan hanya para ASN, pihak swasta pun memudahkan pegawainya. Untuk melakukan tradisi mengantarkan anak di Hari Pertama sekolah. Suasana mengantarkan anak di Hari pertama sekolah di SDIT Permata BundaTidak sulit untuk ikut serta dalam tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Sudah difasilitasi, tinggal ada kemauan atau tidaknya. Kalau alasan sibuk kerja, wasalam deh. Kerja kan tidak ada habisnya 😁. Yuk dukung tradisi mengantarkan anak di hari Pertama sekolah. Buat anak percaya diri dan bahagia di hari pertamanya masuk sekolah.

Untuk kami sendiri, tidak banyak persiapan yang dilakukan. Dalam rangka menyambut tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Bahkan tadi perubahan mendadak dilakukan. Awalnya mereka akan ikut bareng ayahnya, karena kalau menunggu saya cenderung mepet dengan waktu masuk kelas. Berubah jadi minta diantarkan bunda. Alhamdulillah, tadi si bungsu belum bangun. Jadi saya yang biasanya bersiap-siap harus menunggu putri kecil beres dan rapi dulu. Pagi tadi bebas, bisa siap dengan cepat. Bahkan saat kami bertiga pergi menuju ke SDIT Permata Bunda, adek masih tidur. Tas baru di hari pertama sekolahSelesai menyarap, nona dan gadis kecil pun menyiapkan bawaan mereka. Ada tas dan peralatan bekal (termos minum dan wadah bekal). Naik motor saya antar kakak dan adek mengikuti tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Mendekati sekolah antrean motor dan mobil mulai terlihat. Orang tua menggandeng putra putrinya untuk memasuki sekolah di hari pertama. Sesudah libur panjang saat Lebaran disambung dengan libur kenaikan kelas. Maupun yang baru masuk kelas satu. Biasanya kalau antar anak ke sekolah, saya tetap berada di atas motor. Kali ini berbeda, selesai memarkirkan motor. Saya antar adek dan kakak sampai di depan gerbang.

Ketika ingin pamit, kakak malah minta diantar benar-benar sampai gerbang. Baiklah, saya pun memenuhi permintaannya. Sambil mendekati papan pengumuman yang dikerubuti para orang tua lainnya. Ternyata ada daftar nama kelas beserta nama anak muridnya. Memanfaatkan kamera yang ada di ponsel pintar, saya pun memoto daftar tersebut. Kakak dan adek ikut melihat ke papan pengumuman sambil mencari nama mereka masing-masing. Selesai melihat dan mencari nama dan kelasnya, saya pun mengantarkan ke pintu gerbang. Di mana telah menunggu ibu guru yang bertugas menyambut murid-murid yang baru masuk sekolah.

Tunai sudah saya mengikuti tradisi mengantarkan anak di hari pertama sekolah tahun 2018 ke SDIT Permata Bunda, Jakarta.

10 thoughts on “Tradisi Mengantarkan Anak di Hari Pertama Sekolah

  1. Saya jadi kebawa baper, saat saya sekolah dulu, boro-boro diantar. Rasanya hanya diumbar saja. Semoga anaknya bisa menjadi anak pintar dan soleh, tercapai segala cita-citanya.

  2. Waktu anak saya dulu masuk SD, malah diwajibkan ortu anterin dan ikut masuk kelas di hari pertama, bahkan nemani sampai pulang.

    Alhamdulillah anak jadi senang ortunya bisa ikutan :)

  3. aq juga kemarin ikutan tradisi ini, nganter anak di hari pertama sekolah, tapi nggak nungguin walaupun baru tk, karena anakku di tunggui malah jadi cengeng jadi mending aq tinggal anteng dia..

    • Iya mbak, ada anak yang manja kalau dekat ibunya. Lebih enak kalau sekolah juga mengatur orang tua dilarang menunggui anak. Cukup antar sampai gerbang sekolah, jadi mengajarkan kemandirian dan keberanian anak

Leave a Reply to Djangkaru Bumi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>