Tradisi Berbagi Uang Tanggokan

Lebaran belum selasai, sekarang sudah hari ketiga. Masih ada kunjungan balik ke rumah adik-adiknya ibu menanti. Biasanya baru selesai setelah sebulan nanti. Hari ini kunjungan balik yang pertama, rencananya kami akan ke Ciputat. Sebelum pergi masih ada waktu buat postingan dulu.

Saat lebaran anak-anaklah yang paling senang, di manapun mereka berada. Karena akan menerima uang tanggokan/angpao/salam tempel. Apalagi yang punya banyak saudara dan rajin silaturahim. Seperti janji Allah akan banyak rezeki siapa yang menyambung silaturahim.

Kebetulan setiap hari pertama lebaran, di rumah pasti ramai. Padahal tidak secara sengaja menggelar griya. Hanya karena ibu anak pertama dan sebagai ganti orang yang dituakan. Jadilah tempat kumpul adik-adik dan keponakan serta saudara lainnya.

Tradisi Berbagi Uang Tanggokan

Seperti ketupat dan rendang, terasa ada yang kurang kalau tidak ada berbagi uang tanggokan. Karena anak-anak pun menunggu-nunggu kapan waktunya mendapatkan tanggokan. Entah kapan dimulainya tradisi berbagi uang tanggokan ini dan siapa yang memulainya. Seingat saya, pas masih anak-anak seneng banget bisa dapat uang tanggokan di hari lebaran. Semakin banyak pergi silaturahim uang tanggokan yang didapatkan pun semakin banyak 😁. Zaman tahun 80-an sampai 90-an bisa dapat 500 ribu, itu besar sekali nilainya.

Tradisi berbagi uang tanggokan biasanya dilakukan oleh masing-masing orang yang sudah punya penghasilan untuk menyisihkan sebagian rezekinya. Berbagi kepada para keponakanny yang masih kecil atau belum bekerja. Tidak memaksa dan jumlahnya pun disesuaikan dengan kemampuan. Bisa 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu, 50 ribu, 100 ribu dan sebagainya. Kalau saya sendiri selain disusuaikan dengan uang yang ada. Juga melihat umur berapa yang akan dikasih uang. Selanjutnya akan disesuaikan jumlah memberinya.

Semakin ke sini tradisi berbagi uang tanggokan ini semakin kreatif. Kalau dulu langsung diberikan uangnya, sekarang ada yang dimasukan ke dalam amplop aneka warna dan gambar yang menarik. Atau wadah lainnya, separti dompet dari kain flanel. Tidak masalah jumlahnya yang penting keikhlasan. Namanya juga berbagi kebahagiaan. Selamat menghitung uang tanggokannya ya 😅.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>