Tipe Suami Dalam Memberikan Setoran Bulanan Kepada Istri

Sepekan ini sudah dua kali saya terlibat dalam obrolan santai di sore hari, dengan beberapa bapak-bapak. Menjadi tema obrolan sebenarnya setiap hari dialami oleh setiap orang yang telah berkeluarga. Tema obrolannya  tipe suami dalam memberikan setoran bulanan kepada istri. Dibilang ringan ya memang ringan, karena dikemas dalam obrolan santai. Tapi kalau dianggap serius bisa juga sih, obrolan ini menjadi serius, terlebih sebagai sarana untuk belajar secara diam-diam. Belajar diam-diam di sini maksudnya mendengarkan dari pengalaman orang lain untuk diambil hikmahnya. Yang baik-baik diambil dan diterapkan dalam kehidupan, yang buruk tentu harus ditinggalkan sejauh-jauhnya.

Dari obrolan santai di sore hari itu saya membuat kesimpulan sendiri kalau ada beberapa tipe suami, dilihat dari caranya memberikan setoran ke istri. Saya pakai kata “setoran” untuk menjadikan lebih santai saja. Sebenarnya setoran yang saya maksud di tulisan ini adalah jumlah uang jatah yang diberikan suami kepada istri setiap bulannya. Uang dari penghasilan suami tersebut akan dipergunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga. Bisa untuk bayar sekolah anak, makan minum setiap hari, membayar tagihan (listrik, air, telepon), membayar cicilan hutang, zakat, infaq sedekah, dan menabung.

Kenapa yang dibahas hanya setoran dari suami ke istri bukan sebaliknya? karena yang wajib menghidupi adalah seorang suami, bukan istri. Jadi walaupun istri bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, tentu saja penghasilan itu tetap milik istri. Kalaupun istri dengan ikhlas membantu suami untuk menghidupi pengeluaran rumah tangga, maka akan terhitung menjadi sedekah baginya. Para peserta dari obrolan santai itu kebetulan memang para bapak yang notabene adalah para suami di keluarganya. Sementara yang berstatus sebagai istri hanya saya seorang. Jadi saya yang banyak belajar dari hasil obrolan santai itu, alhamdulillah dapat ilmu gratis.

Uang jatah (setoran) pemberian dari suami sejatinya harus dapat dikelola oleh istri bila memang diberikan kuasa penuh untuk mengelolanya. Ada pula istri yang tidak diberikan uang jatah (setoran) dari suaminya. Ada berbagai alasan suami tidak memberikan uang dari penghasilan mereka kepada istrinya. Diantara alasan tersebut adalah istri yang tidak mampu mengelola uang dengan baik, boros dalam membelanjakan uang. Karenanya suami akhirnya yang menglola keuangan rumah tangga.

3 Tipe Suami Dalam Memberikan Setoran Bulanan Kepada Istri

  1. Memberikan seluruh penghasilan: jenis suami seperti ini yang paling disenangi kaum hawa :). Karena istri diberi kewenangan penuh sebagai manajer keuangan rumah tangga. Yaitu untuk mengatur arus uang yang ada di rumah tangga. Tapi di sini istri haruslah orang yang pandai dalam mengatur keuangan. Jangan sampai kepercayaan diberikan uang dari suami disalahgunakan untuk kepentingan pribadi. Kalau sampai diberikan kepercayaan penuh seperti ini istri haruslah pengertian kepada suami. Maksudnya uang untuk keperluan suami selama sebulan. Perlu ada kesepakatan antara suami dan istri apakah suami akan diberikan uang untuk pengeluarannya pribadi langsung selama sebulan atau akan diberikan per hari untuk transportasi dan makan siang
  2. Memberikan sebagian dari penghasilan: tipe suami seperti ini hampir sama seperti tipe pertama di atas. Bedanya hanya suami sudah memotong sendiri penghasilannya sebelum diberikan ke istri. Pemotongan di sini untuk kebutuhan pribadi suami selama sebulan seperti untuk transportasi dan makan selama jam kerja. Istri tetap diberitahu jumlah penghasilan total yang diterima oleh suami sebelum dilakukan pemotongan
  3. Tidak memberikan penghasilan: nah tipe suami seperti ini yang tidak begitu disukai oleh para istri :). Alasannya karena istri merasa tidak dipercaya untuk memegang dan mengatur uang. Setiap hari suami hanya memberikan jatah sekian rupiah saja dan dituntut untuk cukup. Istri juga merasa kesulitan bila ingin belaja untuk kebutuhan sehari-hari. Ada kalanya suami menuntut untuk mendapatkan pelayanan makanan dan minuman yang enak-enak. Sementara uang untuk memenuhi permintaan tersebut tidak diberikan, suami juga tidak memperhatikan apakah uang yang diberikannya cukup atau tidak. Bahkan ada juga suami benar-benar tidak memberikan penghasilannya karena alasan istrinya sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri.

Dari ke tiga tipe suami dalam memberikan setoran bulanan kepada istri bisa jadi dapat menimbulkan perselisihan. Utamanya untuk jenis tipe ketiga, karena istri meras tidak dipercaya sementara suami juga tidak memperhatikan. Yup masalah uang memang sangat rawan dan dapat menimbulkan perselisihan. Harus ada saling pengertian diantara pasangan suami istri. Juga buatlah kesepakatan awal bagaimana cara pengelolaannya, siapa yang akan mengelolanya. Yang jelas harus ada keterbukaan dan saling pengertian dalam mengatur keuangan dalam rumah tangga.

Bagi suami yang tidak memberikan penghasilannya kepada istri, sebaiknya mulai meninjau ulang kebijakannya tersebut. Kalau memang ingin memberikannya per hari dengan alasan istri tidak dapat mengatur, harap disesuaikan. Disesuaikan antara apa yang dituntut untuk disediakan dengan apa yang diberikan kepada istri. Sesekali tanyalah kepada istri apakah cukup atau tidak. Bila diperlukan suami dapat memantau harga-harga barang dan kebutuhan di toko atau di pasar terdekat.

Untuk suami yang selama ini tidak pernah memberikan penghasilan kepada istrinya dengan alasan istri telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Perlu juga meninjau ulang apa yang dilakukannya tersebut. Biar bagaimana pun suami haruslah yang menanggung semua kebutuhan istri dan anak-anaknya. Jangan sampai lagi istri tidak mendapatkan setoran dari suaminya.

Bagaimana menurut anda? Anda termasuk tipe suami atau istri yang mana? yuk diskusi

Incoming search terms:

  • suami tidak memberi uang bulanan
  • suami tidak pernah memberi uang

15 Comments

  1. saya sih pilih yang nomer dua aja
    bukannya apa-apa, karena saya juga bekerja dan kita juga tahu bahwa suami juga perlu uang untuk kebutuhannya

    Dan saya setuju,
    para suami yang tidak menyerahkan penghasilannya sama sekali kepada istri itu sungguh keterlaluan ya

    1. Hehe iya keterlaluan… Walau istri tidak bekerja di luar rumah. Tetap saja istri adalah seorang manajer keuangan di rumah

  2. suamiku tipe ke-3 bahkan aku nggak tiap hari dikasih uang belanja dengan alasan aku bekerja, kalaupun di beri uang ya seperti pembantu diulurkan uang disaat aku mau ke pasar atau belanja, jika belanja bulanan pun aku hanya memilih belanjaan di supermarket dan dia yang bayar …. Jika uang penghasilanku tak mampu mencukupi kebutuhanku dan dapurku aku sering kebingungan …. jika saya minta uang …..dia katakan klo pusing dengan berbagai setoran dia yang tanggung ….. aku kadang bosan , tapi herannya dia sering memberi uang pada keluarganya tanpa ngomong apalagi ijin padaku ….. Ini Nasibku …..

  3. kalau suami sy tipe pertama dia sangat percaya kpd sy walau pernah mengecewakan tp dia selalu percaya kpd sy. Tp dgn begitu sy jd semakin berhati2 takut mengecewakan kpercayaanya

  4. Suami saya tipe ketiga…dy sangat jarang memberikan uang kesaya krna alasan saya bkerja n penghasilan sya lbh bsr driny kdng sya merasa kesal dng dy stiap bln sya sllu brtngkar dngn ny membahas mslh ni pi dy tdk peka..bgmna mnghadapi suami sprti ini??

    1. Seorang suami yang baik pasti akan memberikan nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan tidak akan mengandalkan dari istrinya. Karena memberi nafkah adalah kewajiban suami sebagai kepala bagi keluarganya. Sementara sekecil apapun pemberian suami kepada istri pasti akan diterima oleh istri yang baik.

      Coba dikomunikasikan terlebih dahulu dengan suami bu. Kalau bisa minta pendapat dari orang yang lebih bijak misalnya orang tua dan mertua untuk membantu menasehati suami. Pahala yang besar akan ibu dapat bila bersabar dengan suami yang seperti itu 🙂

      Somoga masalah ibu cepat selesai ya

    2. Sama nasibnya denganku. Nggak pernah diberi uang karena aku bekerja dan punya penghasilan sendiri. Aku sering bertengkar dgn suami karena hal ini. ?

  5. Dari pertama menikah gak ada namanya duit jajan duit belanja awalnya sih bodo aja yah karna gw kerja kan gaji juga gedean gw. Yang ada gw suka beliin di makan, kadang jalan juga gw yang bayar, gw juga suka beliin dia baju dll lah, nah udh hampir 3 bulan gw berhenti kerja karna gw pikir keuangan dia kan udh bagus penghasilan dia udh lebih besar 3x lipat dari gaji gw yang dulu. Sekarang jd kebawa kasih gw duit kalo gw minta doang. Pernah sekali gw omongin kasih duitnya begini. Ni mi aku kasih kamu 300rb kamu aturin yah terus paginya mi aku pinjem duit dulu 150 gak ada cash. Munggu depannya gw minta lagi dikasih lagi tuh 150 besoknya pinjem mi 50rb duit aku kurang buat bayar tutup siang aku baru ke bank. Tp uang yang di pinjem gak pernah di ganti. Akhirnya gw marah. Baru di kasih duit 1.000.000. Bulan depannya masih begitu dan sejujurnya gw paling gak bisa minta2 walaupun dia laki gw. Dan bulan ini gw udh emosi berat gw ada tagihan kartu kredit yang belum gw bayar 2bln. Akhirnya gw ngomong karena dia kasih gw duit juga gak jelas gw gak bernai pake duit yang dia kasih buat pribadi gw. Akhirnya dia mau bayarain tagihan gw sekitar 2.3jt tp gw malah kesel banget sama dia. Karena mau gw itu kalo kasih duit ada omongongannya. Ni misal 500rb buat belnja sayur misal 500 buat kamu jajajn nah mau gw itu ya g 500rb kan hak gw dan gw ngerasa bebas buat pake itu duit. Mau gw itu bulanan ada bahasa ni buat kamu jajan. Kan gw gak ngerasa jd beban pakenya. Kalo menurut kalian gmn apa gw terlalu egois buat minta kaya gtu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.