Tiga Hal Yang Perlu Dihindari Penjual Online

image

Dalam sepekan ini kebetulan saya melakukan tiga kali transaksi secara online. Yaitu berbelanja tanpa bertatap muka dengan penjualnya. Hanya melihat produk lewat situs (blog) yang mereka miliki.

Saya tertarik dan butuh dengan barang yang ditawarkan, setuju dengan harga. Selanjutnya berhubungan dengan penjual hanya melalui whatsapp. Tanya nomor rekening penjual selanjutnya transfer sejumlah uang sebagai bentuk transaksi di awal sebelum barang dikirimkan oleh penjual ke alamat saya.

Atas pengalaman sepekan bertransaksi jual beli secara online kemarin itu. Akhirnya memberikan ide dan menjadikan saya tertarik untuk membuat postingan ini. Ada kalanya mungkin karena begitu banyak pesanan dan sibuknya si penjual sampai mengabaikan hal-hal sepele.

Tiga Hal yang Perlu Dihindari Penjual Online

Dibilang sepele ya tidak juga sih, karena sesungguhnya tiga hal yang perlu dihindari penjual online ini sangat mengganggu bagi pembeli. Sekaligus juga mempengaruhi nama penjual di mata pembeli. Berikut ini adalah tiga hal yang perlu dihindari penjual online:

1. Membungkus dengan kertas koran bekas. Barang yang saya beli terakhir  diterima kirimannya pada hari Jumat tanggal 14 November. Sungguh kecewa saat saya menerima paket kiriman tersebut. Alasannya adalah saya menerima paket itu hanya dibungkus dengan koran bekas. Yang dilapisi plastik dari pihak penyedia jasa pengiriman barang. Kok saya merasa tidak dihargai ya sebagai pembeli. Bukankah ada peribahasa yang berbunyi “Pembeli adalah raja”? Seharusnya si penjual memperhatikan peribahasa tersebut. Jangan karena tidak pernah bertatap muka langsung, jadi bisa seenaknya memperlakukan pembeli. Seharusnya penjual barang secara online memberikan kemasan yang sama baiknya dengan penjual di dunia nyata.

2. Tidak menginformasikan kapan pengiriman barang. Agar lebih dipercaya oleh pembeli, sebaiknya penjual memberikan informasi kapan barang akan dikirimkan. Jangan sampai pembeli menjadi khawatir, barang yang dibelinya tidak sampai.

3. Tidak memberikan apresiasi kepada pembeli. Masih pada pengalaman membeli di pekan ini. Tumben-tumbenan saya pada saat membeli kemarin saya memberikan kabar bahwa barang telah sampai. Sekaligus mengucapkan terima kasih  kepada penjual melalui whatsapp. Tapi sungguh disayangkan pesan singkat saya tersebut tidak mendapatkan jawaban sama sekali dari penjualnya. Seharusnya penjual memberikan apresiasi kepada saya atas pesan singkat yang telah diberikan. Paling tidak penjual memberikan jawaban berupa terima kasih. Bahkan sangat memungkinkan bila si penjual kreatif, memanfaatkannya dengan membuat pesan untuk pembeli. Agar lain kali bisa berbelanja kembali di tokonya.

Itulah tiga hal yang sangat penting bagi anda para penjual online. Agar tidak melakukannya kepada pembeli atau pelanggan anda. Karena akan sangat memungkinkan dari hal yang sepele tersebut pembeli dan pelanggan anda pergi. Beralih kepada penjual lainnya yang dapat memberikan dan memperlakukan pembelinya bagai raja. Semoga bermanfaat :).

5 thoughts on “Tiga Hal Yang Perlu Dihindari Penjual Online

  1. Mendapat pelajaran nih di artikel ini, bagaimana cara mengemas produk, cara komunikasi dan report pengiriman. Terima kasih atas artikelnya. Kebetulan saya sedang usaha toko online dan mendapat pelajaran berharga di artikel ini.
    Salam hangat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>