Tiga Cara Membiasakan Diri Supaya Jangan Takut Berbagi

Percakapan pada suatu sore menjelang maghrib di rumah. Ada yang sedang berebut nyaris bertengkar, demi sepotong kue. Adek dan kakak saling bersikeras. Yang besar minta dibagi, sementara sikecil tidak mau berbagi, kecuali dengan sedikit ancaman.

Kakak: “dek, minta sedikit kuenya”
Adek: “tidak”
Kakak: “minta”
Adek: “tidak boleh”
Kakak: “awas ya, kalau kakak punya dan adek minta, tidak dikasih”
Adek: “iya deh, sedikit saja.”

Alhamdulillah, akhirnya suasana rumah tenang kembali, setelah adek mau membagi secuil kuenya.

Berbagi, ternyata tidaklah mudah untuk dilakukan. Jangankan berbagi dengan orang lain, dengan saudara sendiri saja sulit. Baik anak-anak maupun dewasa, sama sulitnya untuk berbagi kepada sesama. Rasa memiliki terhadap kepunyaan masih begitu besar.

Contoh kecilnya saja, bila ingin menyumbangkan apa yang ada di dalam lemari baju. Akan sayang untuk dikeluarkan untuk disumbangkan walau kita sudah membeli baju baru. Koleksi baju yang bertumpuk tetap tidak ingin berkurang. Ada saja alasan yang digunakan untuk menghindari baju itu keluar dari lemari. Beranggapan suatu hari nanti akan dipakai untuk menghadiri satu acara sesuai dengan ketentuan baju yang tertera dalam undangan. Tapi pada akhirnya seperti sudah bisa ditebak, tidak ada satupun undangan menghadiri acara menggunakan baju yang direncanakan sebelumnya.

Jangankan berbagi dalam bentuk lainnya, hanya untuk menyumbang baju bekas layak pakai saja susah dan dipikir lama. Makin sulit lagi mengeluarkan sejumlah uang yang memiliki nilai nominal tertentu. Sudah bawaan orok kali ya, manusia itu memiliki sifat pelit. Nah, sifat tersebut kalau tidak dikikis pelan-pelan akan sulit dihilangkan hingga dewasa. Malah jadi bertambah kadar kepelitan dalam diri seseorang pada saat dewasa. Maka sejak kecil harus sudah diajarkan dan dibiasakan untuk berbagi. Ada kok cara membiasakan diri supaya jangan takut berbagi.

Untuk yang sudah dewasa tidak perlu khawatir tidak bisa menghilangkan sifat pelit dalam diri. Masih bisa belajar perlahan-lahan untuk mengikisnya. Cara membiasakan diri supaya jangan takut berbagi relatif mudah, apalagi kalau bukan berbagi dengan orang lain. Banyak yang bisa dilakukan, intinya adalah jangan takut berbagi. Tidak akan berkurang harta kita hanya karena berbagi. Mulailah dari yang sederhana untuk berbagi. Simak tiga cara membiasakan diri supaya jangan takut berbagi ya:

1. Berbagi makanan: bisa diterapkan pada anak maupun dewasa. Saat menyiapkan bekal makan, lebihkanlah sayur atau lauk ataupun kudapannya. Saat tiba bekal itu dimakan, maka berikan lebihan yang tadi sudah disiapkan kepada teman
2. Traktir kue ringan: sesekali bawalah kue ringan yang bisa dibuat sendiri ataupun beli diwarung untuk teman di sekolah atau di kantor. Lakukan misalnya tiap hari Jumat, yang penuh berkah. Kue bisa diganti gorengan atau satu bungkus asinan betawi lalu bisa dimakan bersama dengan teman
3. Masukan kotak infaq: bagi anada yang pria, saat sholat Jumat niatkan untuk mengganti nilai uang yang dijadikan infaq. Yang biasanya hanya 2 ribuan sekarang mulai ditingkatkan jadi 10 ribuan. Untuk saat istimewa, misalnya habis gajian ganti lagi menjadi warna merah 100 ribuan. Rasakan dan nikmati sensasi yang muncul. Apakah sulit, mudah, degdegan, khawatir, atau bahagia?

Pada awalnya mungkin akan kesulitan untuk melakukan ketiga cara membiasakan diri supaya jangan takut berbagi. Tapi lama kelamaan akan terbiasa juga. Terusa mencoba dan biasakan, apabila masih ada rasa berat di hati. Tanamkan pada diri sendiri kalau berbagi dengan orang lain tidak akan membuat kita jadi miskin. Bahkan akan diganti menjadi lebih banyak lagi oleh Yang Maha Kaya.

Saya cukupkan tiga cara membiasakan diri supaya jangan takut berbagi. Mungkin anda bisa menambahkannya, yuk berbagi komentar di kolom yang disediakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>