Tidak Perlu Sidang untuk Mengambil SIM Akibat Ditilang

Seperti janji saya Jumat kemarin, kalau akan buat tulisan lanjutan dari datang ke tempat sidang yang sudah pindah alamat. Jadi Jumat pagi dengan ojek daring yang sudah dipesan saat berada di dalam kantor Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saya pun menuju ke kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang beralamat di Kemayoran. Tepatnya di jalan Merpati, Blok B XII No. 5, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Hindari calo karena mengambil SIM mudah

Sampai di depan kantor Kejaksaan, saya pun bertanya ke petugas yang ada. Di mana tempat sidang tilang? Lalu diarahkan untuk ke sisi samping gedung. Saya pun berjalan ke arah yang ditunjukan tersebut dan tidak sengaja pandangan ini tertuju pada spanduk yang ada di pagar. Bertuliskan: HINDARI PENGURUSAN TILANG MELALUI CALO dengan ukuran besar. Saat tiba di tempat yang dimaksud, sudah banyak orang yang berkerumun di depan gedung. Saya membatin, antrean banyak berarti akan lama nih di sini. Karena bingung harus bagaimana menjalani “sidang” saya merasa seperti orang hilang πŸ˜…. Supaya tahu apa yang harus dilakukan, akhirnya mendekati kerumunan orang yang berada di bawah pohon. Melihat dan mengamati apa yang harus dilakukan lebih dulu.

Ternyata di bawah pohon yang terletak di atas trotoar ini ada sebuah meja kecil dengan seorang petugas. Di atas mejanya ada setumpuk surat tilang yang sudah digabungkan dengan bukti setor pembayaran denda tilang. Milik orang-orang yang akan mengikuti “sidang”. Sampai sini, persepsi saya tentang penyelesaian kasus atas pelanggaran lalu lintas masih belum juga berubah. Yang ada dalam pikiran ini cara penyelesaiannya adalah melalui sidang. Berarti akan ada hakim, terdakwa, jaksa, dan panitera.

Saya pun penasaran dan bertanya kepada petugas yang ada. Dengan menyodorkan surat tilang berwarna biru yang ada. Tanpa menerima surat tilang itu, petugas malah balik bertanya: “sudah bayar denda tilangnya belum?” Di sini kebingungan saya bertambah. Karena belum bayar denda tilang, mau tidak mau saya pun mencari informasi di mana bayarnya dan apa yang dilakukan selanjutnya.

Setelah menjalani dan mengikuti urutan prosesnya baru paham. Kalau kemarin itu ternyata saya tidak perlu sidang untuk mengambil SIM akibat di tilang atas perkara pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Melainkan hanya membayar sejumlah uang untuk denda tilang 😁. Pembayarannya pun dilakukan melalui bank, untuk mengurangi kemungkinan adanya calo-calo yang masih berusaha cari mangsa. Walau begitu kesempatan menggunakan jasa calo sepertinya masih ada. Padahal di depan kantor Kejaksaan sudah ada peringatan untuk tidak menggunakan jasa calo.

Selalu ada celah dan kesempatan orang untuk melakukan percaloan. Masih suburnya percaloan, biasanya karena ketidaktahuan dari para korbannya. Baik tentang cara atau prosedur, waktu yang harus diluangkan, dan biaya. Bisa jadi ketidaktahuan tersebut karena minimnya informasi yang disediakan, sehingga membuat masyarakat ingin cari jalan pintas yang cepat. Di situlah para calo akan beraksi menjerat korbannya. Kemarin pun sepertinya masih ada para calo yang berkeliaran. Tapi mereka sudah bermain cantik dan lebih berhati-hati. Tidak terlalu berani menawarkan jasanya secara terbuka. Namun menggunakan cara halus, diawali dengan menawarkan bantuan.

Salah satu caranya bisa jadi seperti yang terjadi pada saya. Pengalaman kemarin, saat sedang kebingungan, bagaimana cara membayar denda tilang di ATM. Sampai bolak balik sebanyak 2 kali hanya untuk bertanya caranya. Ada orang berasal dari kerumunan yang di sekeliling meja di bawah pohon. Melambaikan tangannya ke arah siapa saja yang baru datang termasuk kepada saya. Lalu menunjukan supaya ke arah meja kecil yang ada petugasnya. Saya pun bertanya kepada orang itu dan hanya ditunjukan kalau bayar di bank Mandiri (bisa ke kasir atau ATM). Malah menawarkan bantuan, kalau memang saya tidak punya ATM Mandiri dia bersedia mentransferkan lebih dulu. Selanjutnya saya diminta mengembalikan uangnya. Dengan memberikan lebihan sebagai imbalan buat dirinya.

Kebetulan saya memiliki ATM Mandiri, jadi bisa menolak tawarannya. Sambil langsung pergi ke ATM yang berada di halaman kantor Imigrasi. Sesampainya di ATM, ternyata sudah ada orang di dalamnya. Sepertinya sama kebingungannya, terlihat dari gerak geriknya yang tidak yakin dalam memencet tombol perintah di mesin ATM. Saking penasaran dan ingin tahu, saya beranikan mengetuk pintu dan menjulurkan kepala ke dalam. Untuk bertanya apakah mereka juga ingin membayar denda tilang? Apakah sudah tahu cara membayarnya? Benar dugaan awal saya, kalau mereka pun ingin membayar denda tilang. Tapi sama tidak tahu caranya πŸ˜….

Setelah 2 kali mencoba kami akhirnya menyerah. Saya pun kembali untuk kedua kalinya, ke meja kecil tempat petugas dan kerumunan orang berada. Ingin bertanya lebih detail langkah yang harus dilakukan saat berada di ATM. Belum sempat petugas itu menjawab pertanyaan, sudah ada orang lain yang juga bertanya. Alhamdulillah, ada seorang pria yang sedari tadi berada dan meramaikan kerumunan di bawah pohon. Bersedia menyebutkan caranya langkah demi langkah. Barulah saya mendapatkan pencerahan bagaimana cara membayar denda tilang.

Akan saya sampaikan kembali kepada anda sekarang. Berbagi ilmu tidak ada salahnya bukan? Barangkali ada yang masih belum mengerti bagaimana cara membayar denda tilang di mesin ATM Mandiri:

  1. Masukan kartu debit bank Mandiri ke mesin ATM
  2. Masukan nomor PIN
  3. Pilih menu beli/pembayaran
  4. Pilih multi payment
  5. Masukan kode pembayaran: 50019
  6. Masukan nomor registrasi tilang yang bisa dilihat di pojok kiri bawah dari surat tilang berwarna biru
  7. Periksa data diri anda dan jumlah denda yang terlihat di layar
  8. Bila data sudah sesuai dan benar maka masukan angka 1. Yang berarti data sudah benar dan beralih ke langkah selanjutnya
  9. Lanjutkan proses pembayaran hingga keluar tanda buktinya. Yang akan dijadikan lampiran dari surat tilang.

Tidak Perlu Sidang untuk Mengambil SIM Akibat Ditilang

Beres urusan bayar dan transfer melalui ATM, saya segera menyerahkan surat tilang berwarna biru dan bukti transfer. Kepada petugas di meja kecil yang berada di bawah pohon. Petugas menuliskan nomor urut antrean di atas surat tilang, sama dengan angka pada kertas kecil yang diserahkan kepada saya. Tinggal menunggu nomor antreannya dipanggil satu persatu. Walaupun antrean yang menunggu cukup banyak, tapi pemanggilan nomor oleh petugas cukup cepat. Sehingga tidak terlalu lama saya dan yang lainnya menunggu.

Saat dipanggil, saya maju hingga ke depan loket. Nomor antrean pun diserahkan kepada petugas yang ada untuk ditukar dengan SIM atau STNK. Saya pun mendapatkan SIM kembali, yang sempat ditahan polisi. Jadi tidak perlu sidang untuk mengambil SIM akibat ditilang, cukup membayar denda tilang di bank atau ATM. Semudah itu.

SIM sudah di tangan, tinggal pesan ojek daring untuk pulang. Sambil duduk dan selesai menyimpan SIM di dompet. Saya sibuk mencari promo atau harga termurah di aplikasi ojek daring. Entah kenapa supir yang sudah mengambil pesanan saya tidak juga datang. Cukup lama saya menunggu, tapi yang ditunggu tidak kunjung tiba. Sampai saya sempatkan ngobrol dengan ibu-ibu yang duduk persis di sebelah kanan. Mau tidak mau, pesanan ojek daring dibatalkan.

Karena masih asik ngobrol dan saya ingin melihat proses yang harus dijalani oleh ibu-ibu yang menjadi kenalan baru. Tertarik, karena ibu ini membayar denda tilang melalui ATM BRI sebesar 500 ribu. Ditilang akibat melanggar aturan ganjil genap, saat hendak mengantar anaknya ke sekolah. Bahkan saya sampai minta izin untuk memoto dan mevideokan si ibu. Alhamdulillah diberi izinnya.

tidak perlu sidang untuk mengambil sim

Berdasarkan pengalaman kemarin, menyelesaikan kasus tilang atas pelanggaran lalu lintas yang saya jalani sendiri. Sekarang tidak perlu sidang untuk mengambil SIM akibat ditilang. Berikut tips yang bisa anda lakukan untuk mengambil SIM akibat ditilang:
1. Bayar denda tilang di bank atau ATM yang ditunjuk
Ada 2 bank yang ditunjuk sebagai tempat setoran denda tilang, yaitu BRI dan bank Mandiri. Cara membayar pun bisa setor langsung di kasir, melaui ATM, dan melalui mobile banking atau internet bangking. Jangan lupa cetak dan dibawa bukti bayarnya. Saran saya bila anda ingin bayar, melalui bank Mandiri saja. Karena ada 2 alasan:

a. Jumlah yang harus dibayarkan bukanlah denda yang tertinggi
Seperti saya yang kena tilang saat mengendarai motor. Kemarin denda yang harus dibayar sudah tertera di mesin ATM hanya Rp. 70.000,- . Akan beda jumlah yang harus dibayarkan, apabila melalui BRI. Anda akan dikenakan titip denda tilang, ini sama juga dengan jumlah denda yang tertinggi sebesar: Rp. 500.000,-.
b. Hemat waktu
Karena membayar hanya jumlah denda tilang yang terendah. Jadi tidak perlu kembali ke Kejaksaan untuk mengambil pengembalian uang dari titip denda tilang. Selesai ambil SIM yang ditahan polisi, berarti selesai sudah urusan. Akan beda kalau anda di awal bayar melalui BRI dengan bayar denda tilang tertinggi. Maka anda harus menyediakan waktu di lain hari untuk mengambil sisa uang dari titip denda tilang di Kejaksaan. Misalnya anda dibebankan 500 ribu sementara denda tilang untuk mobil hanya 200 ribu. Maka sisa 300 ribu itulah yang harus diambil. Kalau dari jadwal yang sempat saya izin untuk lihat milik seorang ibu, tiga hari ke depan

2. Menyerahkan surat tilang berwarna biru dan bukti bayar denda tilang
Untuk kasus tilang sepeda motor, tidak perlu ada yang difotokopi. Sementara untuk kasus tilang mobil-melanggar ganjil genap-maka selain bukti bayar, harus ada yang difotokopi. Surat tilang berwarna biru dan yang berwarna putih, masing-masing disiapkan 2 lembar fotokopinya.

3. Minta nomor urut antrean kepada petugas
Saat menyerahkan surat tilang dan bukti bayar kepada petugas di meja kecil depan. Anda akan diberikan nomor urut antrean. Kalau tidak diberi maka jangan lupa dimintakan kepada petugas

4. Menunggu antrean di kursi yang disediakan
Setelah mendapatkan nomor urut antrean, anda bisa masuk ke depan loket tempat mengambil SIM atau STNK yang ditahan polisi saat ditilang. Tunggu dengan sabar hingga nomor antrean dipanggil

5. Maju ke loket
Maju ke loket dan serahkan nomorurut antrean yang anda pegang kepada petugas setelah nomor urut antrean dipanggil. Selanjutnya petugas akan mengembalikan SIM atau STNK milik anda

6. Selesai.

Jadi mulai sekarang tidak perlu menggunakan jasa calo untuk menyelesaikan kasus tilang atas pelanggaran lalu lintas. Lagipula sekarang tidak perlu sidang untuk mengambil SIM akibat di tilang. Cukup luangkan waktu sedikit untuk datang ke Kejaksaan. Tanpa ribet dan tidak susah.

48 thoughts on “Tidak Perlu Sidang untuk Mengambil SIM Akibat Ditilang

  1. Pingback: Datang ke Tempat Sidang yang Sudah Pindah Alamat | Catatan KecilkuBlog Catcilku

  2. Jadi intinya lngsung aj ya.. byr ditmpat tanpa persidangan. Pantas bnyk calo gntayangan dsna krn memanfaatkan momentum orang2 yg awam akan hal ini.

    Info yg sangat bermanfaat sekali. Trims !

  3. Waw,sangat bermanfaat kak informasinya. Tapi yang bikin males kalo yang bayar lewat bri ya. Kenapa gak bisa pencet sesuai yang di dendakan ya kak? Harus batas terendah dan tertinggi gitu. Semoga gak sampe ditilang yak.

  4. banyaknya calo yang bermunculan itu karena sistem kita masih rada ribet sih ya.. meskipun sebenarnya kalau ikut alur mah gampang aja.

    masalahnya orang kita pada malas ikut alur dan maunya langsung selesai aja. Jadinya ya gitu deh..

    mudah-mudahan ke depannya alur pembayarang tilang ini bakal lebih dipermudah ya..

    • Kadang memang sistem dan prosedur ribet. Tapi ada juga yang mudah. Cuma karena sudah punya anggapan sulit jadinya malas untuk urus sendiri. Tipsnya cuma satu, luangkan waktu dan sabar untuk mengikuti prosesnya 😊

  5. Naaah ini dia. Aku harus ngasih link artikel ini ke temenku yang hobi bawa motor dan kadang suka kena tilang. Kalo aku, baru banget mau belajar mengendarai motor wkwk. Walopun belum punya motor/mobil dan baru mau belajar mengendarai, perlu juga punya wawasan kayak gini.

  6. Lah rumahku sama pengadilan Jaksel dekat lho kalau hari Jumat macetnya luar biasa dengan pemandangan calo calo.yang berjejer menawarkan jasanya. Buat gantiin ini kali ya hahaha

  7. Wah ternyata mudah ya prosesnya
    Aku kirain harus lewat sidang dulu trus ditentuin besarnya denda yang harus kita bayar, baru ke atm trus balik lagi buat ngambil SIM yang ditahan itu
    eh tapi, meskipun mudah begini, bukan berarti lantas kita bisa nyatai berkendara tanpa SIM/STNK
    Tetap harus lengkapi surat-surat yang diwajibkan deh

    • Mungkin kalau melalui sidang seperti itu ya mbakk prosesnya. Alhamdulillah kemarin tidak pakai sidang proses yang saya lalui

    • Sekarang ini pembayaran sudah melalui bank saja, tidak melayani bayar melalui loket lagi. Namanya juga oknum akan selalu ada

  8. alhamdullilah sampai sekarang belum pernah kena tilang selama membawa kendaraan, tapi ini bermanfaat banget deh tulisannya buat yang belum pernah kena tilang seperti saya jadi tahu harus bayar dimana dan seperti apa.

    untuk pembayaran sepertinya harus bank bumn yah, bri, bni dan mandiri ?

    • Cuma BRI dan Mandiri saja yang saya tahu mbak untuk tempat pembayarannya, kalau bank BUMN yang lain kurang tahu bisa atau tidak

  9. Iyes, pembayaran lewat atm, online gitu bisa meminimalkan praktek percaloan ya. Tapi memang kenyataannya pasti masih ada aja calo-calo berkeliaran.. Semoga aman-aman ya kita di jalan jadi nggak perlu kena tilang lagi.. :)

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>