Terjebak Sebagai Seorang PNS

Terjebak sebagai seorang PNSApa yang ada di pikiran anda saat saya menyebutkan kata PNS? tentunya anda langsung menyebutkan itu sebuah singkatan. Ya betul, itu adalah sebuah singkatan dan kepanjangannya adalah Pegawai Negeri Sipil. Banyak orang menganggap menjadi seorang PNS pastinya sangat menyenangkan. Kerja santai dapat gaji dan anti pemecatan atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Salah satu alasan itulah yang membuat hingga kini posisi sebagai PNS banyak diminati. Baik oleh orang-orang yang pandai dan cerdas maupun yang biasa saja bahkan bisa dikatakan lemah dalam bidang akademik. Banyak orang yang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk mendapatkan pekerjaan sebagai PNS. Entahlah apakah dengan keluarnya uang hingga puluhan juta itu, mengharapkan balik modal atau tidak. Kalau saya perkirakan pastinya mereka yang menggunakan cara itu akan mengharapkan balik modal.

Jadi nantinya setelah bekerja dapat dibayangkan akan seperti apa tindak tanduk mereka untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan di awal. Yang jelas kalau pendapat saya tidak akan bisa untuk mengembalikan modal itu. Kalau hanya berharap dari gaji semata seorang PNS.

Kembali lagi posisi sebagai PNS, ternyata tidak semua orang juga bahagia berada dalam posisi tersebut. Terlebih kalau selama ini orang yang pintar dan bodoh dihargai sama. Tentu saja ini menjadi tidak menarik bagi si pintar. Tidak ada tantangannya dalam bekerja. Semua serba rutinitas belaka, yang semua orang pun dapat melakukannya.

Terjebak Sebagai Seorang PNS

Bahkan ada orang yang merasa terjebak sebagai seorang PNS. Biasanya orang-orang seperti ini adalah orang yang pintar dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Yang kemudian menjadi PNS karena awalnya mencoba-coba ikut tes masuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Mencoba sebuah tantangan baru untuk mencoba peruntungan dalam menaklukan beribu-ribu saingan. Istilahnya adalah iseng-iseng berhadiah, kalau diterima ya syukur kalau tidak diterima ya sudah tidak ada rugi apa-apa. Adapula yang awalnya adalah para mahasiswa di universitas negeri pilihan. Karena alasan taat dengan perintah orang tua akhirnya ikut tes masuk pendidikan kedinasan. Setelah tamat para mahasiswa ini langsung di tempatkan sebagai seorang CPNS di Kementerian yang menaungi tempatnya kuliah pendidikan kedinasan.

Berada dalam posisi merasa terjebak sebagai seorang PNS tentunya sangat tidak mengenakan. Pekerjaan yang begitu ringan malah terasa menjadi semakin menjemukan untuk dikerjakan. Tapi tidak berani juga untuk keluar dari PNS karena alasan yang sempat saya sebutkan di atas. Salah satunya adalah karena taat kepada orang tua, yang menginginkan anaknya menjadi seorang PNS dengan alasan keamanan dari PHK. Awalnya mereka menjadi PNS berharap mendapatkan pekerjaan yang menantang sesuai dengan keahlian dan kepandaian yang dimiliki. Tapi ternyata yang diharapkan tidak didapatkan, melainkan hanya di tempatkan pada posisi yang melakukan pekerjaan rutin yang membosankan. Pekerjaan yang tidak memerlukan otak yang encer, melainkan hanya kerjaan administrasi yang mudah dan dapat dikerjakan oleh tamatan SMA//SMK saja.

Tinggal sekarang anda yang menduduki posisi menjadi seorang PNS, apakah benar anda merasa terjebak sebagai seorang PNS? Anda silahkan jawab dalam hati. Kalaupun memang anda merasakan terjebak sebagai seorang PNS tinggal pilihan ada di tangan anda. Bisa pilih untuk keluar dan mencari pekerjaan lain yang lebih anda sukai. Atau anda berusaha menerima dan mensyukuri dengan posisi anda saat ini yang sebagai seorang PNS. Berusaha untuk bekerja sebaik mungkin mungkin itu yang lebih bisa diterima.

Berusahalah untuk mewarnai di mana anda berada saat ini, dengan warna yang baik tentunya. Jangan sampai sebaliknya, malah anda yang terwarnai dengan keadaan lingkungan yang jelek. Jadi masihkah anda merasa terjebak sebagai seorang PNS?

Postingan ini terinspirasi dari sebuah status di WA seorang teman. Yang kebetulan saat ini masih berada dalam posisi CPNS.

Incoming search terms:

  • ingin keluar dari pns

8 thoughts on “Terjebak Sebagai Seorang PNS

  1. Tidak dipungkiri bahwa citra PNS sudah terpuruk di mata masyarakat… tapi sebenarnya banyak (sekali) PNS dengan kualitas yang baik dan etos kerja dan dedikasi yang tinggi namun tidak terekspos secara umum… sistem (lingkungan) kerja yang baik sangat mempengaruhi bagaimana karakteristik PNS itu terbentuk, selain faktor internal
    Sistem rekrutmen yang baik, transparansi dan berbasis kompetensi langkah awal menuju reformasi birokrasi dan perbaikan mutu PNS

  2. Mereka yang merasa terjebak menjadi PNS selayaknya meluruskan niat yaitu bekerja untuk ibadah. Dengan cara itu maka dia akan dapat bekerja dengan baik, barokah dan tetap on the right track.
    Dia seharusnya bisa mempengaruhi lingkungannya agar menjadi lebih baik. Banyak hal yang bisa dia perbuat kok. Jika dia merasa terjebak maka sesungguhnya mentalnya juga nggak bagus-bagus amat. Apalagi jika merasa dirinya pintar, jagoan, dll

    Salam hangat dari Surabaya

    • Iya Pakdhe, mungkin karena masih muda jadi dia membuat status seperti itu di WA. Mudah2an para PNS yang merasa seperti itu bisa berubah menjadi lebih baik, atau paling tidak berani keluar dari statusnya yang seorang PNS

  3. Alhamdulillah… saya sangat bersyukur menjadi PNS.. meskipun seringkali harus menghadapi pernyataan nyinyir ataupun pendapat sinis… Tak perlu sakit hati atau membalas dg kata2 sama sinisnya… berusaha membuktikan lewat karya nyata saja… orang-orang toh tidak buta..dan yg terpenting : Allah Maha Tahu..
    Dan setuju sekali bahwa semua itu berdasarkan niatnya..klo dari awal sdh salah niat yaa..gak akan ada nikmat :)

  4. Temenku ada tuh yang merasa spt itu.. Karena sebelum masuk kelihatannya tpt kerjanya ideal banget, sampe akhirnya dy dikuliahin di luar negeri, jd tau kalau yg tjd di kantornya banyak yg berjalan tdk semestinya. Tapi temenku itu malah semangat bertahan, supaya cpt jd atasan & memperbaiki sistem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>