Pasar Baru Kini Sangat Beda

Pasar baru kini sangat beda, bagaimana pendapat anda apakah sama dengan apa yang saya tuliskan di bawah ini?

Teringat waktu masih kecil, masa SD sampai SMA sekitar tahun 80-an sampai 90-an. Zamannya saya masih suka diajak ibu mendatangi rumah sahabatnya untuk silaturahim. Sengaja datang saat anaknya sedang berulang tahun, entah awalnya bagaimana sampai kegiatan silaturahim itu berulang setiap tahunnya. Berkeliling bergantian ke rumah tiga sahabat itu. Tidak hanya ulang tahun saja sih, tapi juga saat lebaran Idul Fitri. Ada cerita sedih dan senang kalau mengingat masa itu. Kebetulan dari ketiga sahabat itu, cuma kami yang kondisi ekonominya biasa saja. Namun begitu alhamdulillah, kami tidak pernah kekurangan dan masih bisa berbahagia. Sementara dua sahabat ibu yang lainnya, merupakan orang mampu dan berada.

Tiap kali menjelang hari silaturahim ke rumah sahabatnya, tentu saja ibu harus mempersiapkan kado untuk anak sahabatnya itu. Sering sekali kami kebingungan bila ingin membeli kado. Karena biasanya kalau saya yang berulang tahun, pasti mendapatkan hadiah yang bagus. Tentu dengan merek-merek terkenal. Entah itu sepatu, tas, baju, jam pokoknya ada mereknya. Sementara kami tidak tahu di mana belinya dan jelas tidak mampu. Mungkin masih mampu beli kalau memaksakan diri. Tapi itu tidak dilakukan oleh ibu, jadi Disesuaikan dengan kondisi ekonomi kami.

Sesuai kemampuan, belinya pun tidak pernah di pasar swalayan atau di toko bermerek. Hanya beli di pasar tradisional, tanpa merek terkenal. Dibilang menyesuaikan dengan kondisi, karena kalau mau ikut dengan gaya kedua sahabatnya, tentu ibu tidaklah sanggup 😊. Perbedaan ekonomi memang tampak sekali terlihat. Namun begitu kami tidak pernah minder, begitu juga dengan sahabat ibu tidak pernah merasa malu memiliki teman yang berbeda tingkat ekonominya. Dari hubungan persahabatan ibu ini, saya mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang hubungan sosial.

Suatu kali saat ingin mencari kado dan mungkin ibu sedang memiliki uang lebih. Beliau mengajak saya ke Pasar Baru, pertama kalinya di tahun 90-an. Itu pun setelah saya yang mengajukan terlebih dulu untuk mencari ke Pasar Baru. Saat ibu menanyakan, kadonya akan beli apa dan di mana. Perkenalan saya dengan Pasar Baru, jauh sebelum kami akhirnya pergi ke sana. Melainkan saat ngobrol dengan anaknya sahabat ibu, yang kemudian menceritakan tentang sebuah pasar, tempatnya membeli sepatu baru. Hasilnya membuat rasa penasaran saya muncul. Dan berharap suatu saat bisa pergi mengunjungi Pasar Baru itu berada. Alhamdulillah, akhirnya terwujud juga pergi ke Pasar Baru dengan ibu.

Kagum, perasaan yang muncul saat pertama kali datang dan menginjakkan kaki di pasar ini. Kondisi Pasar Baru di tahun 90-an dan image yang terbangun saat itu memang tergolong sangat bergengsi. Yang berkunjung dan mampu membeli di sana hanya dari golongan masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas. Pasar Baru memang merupakan komplek toko-toko yang didominasi oleh penjual alas kaki. Seperti sepatu, sandal, kaos kaki, semir. Namun ada juga toko yang menjual bahan kain milik orang keturunan India. Ada pula toko yang menjual alat musik dan olahraga, jam, dan tas. Kebanyakan yang dijual di toko-toko sepatu yang ada di Pasar Baru adalah sepatu dan sandal yang terbuat dari kulit. Untuk harga dan merek yang dijual di setiap toko hampir sama. Walau ada beberapa toko menjual koleksi sepatu dari merek serta tipe yang berbeda dan tidak ada di toko lainnya. Bicara kualitas sepatu dan sandal cukup bisa diandalkan, karena kuat dan awet hingga beberapa tahun. Pengunjung tinggal memilih akan membeli di toko mana saja, akan sama. Yang membedakan adalah suasana dan pelayanan yang diberikan.

Saya menilainya, saat itu sekitar tahun 90-an sampai awal tahun 2000-an Pasar Baru semacam pasar sepatu, yang boleh dibilang sebagai trendsetter persepatuan. Pengunjungnya pun sangat ramai, bahkan pernah mengalami sampai berdesakkan saat berkunjung menjelang hari raya Idul Fitri. Kalau ada teman bercerita beli sepatu dan ditanya beli di mana, jawabnya pasti di Pasar Baru. Ada semacam kebanggan tersendiri bila berhasil membeli dan menenteng sepatu atau sandal dari sana. Saya pun pernah merasakan betapa bangganya bisa mendapatkan sepatu baru yang dibelikan ibu di Pasar Baru 😁. Kalaupun tidak membeli dan hanya jalan jalan dan cuci mata saja, suasana di sana enak untuk dijadikan sebagai tempat wisata belanja. Toko-toko masih tertata rapi, di lorongnya pun tidak banyak pedagang kaki lima dan bebas dari parkir kendaraan. Terlihat suasana yang cerah dan bergairah, membuat nyaman pengunjung yang datang.

Pasar Baru Kini Sangat Beda

Beda dulu beda sekarang ceritanya, karena semakin ke sini kondisi Pasar Baru kini sangat beda, semakin memprihatinkan. Pendapat pribadi saya sendiri saja sih yang menilainya dengan melihat kondisi terakhir di hari Ahad kemarin. Sudah sejak lima tahun ke belakang, banyak sekali pemilik toko yang sudah menutup tokonya. Entah gulung tikar atau pindah ke lokasi lain yang masih memungkinkan. Bahkan ada sebuah gedung yang memiliki nama pasar baru juga. Hanya tinggal beberapa toko yang dibuka di lantai satu saja. Padahal gedung ini memiliki beberapa lantai. Pengunjung pun terlihat sangat sedikit dan terkesan sepi. Kondisi seperti itu, diamini oleh pramuniaga di beberapa toko yang sempat saya ajak bicara.

Banyak toko yang tutup di gedung pasar baru

Kondisi toko yang sudah tua dan tidak terawat. Di sepanjang lorongnya banyak sekali pedagang kaki lima dan kendaraan parkir dengan bebas tidak teratur. Jalannya tidak rata dan banyak yang rusak, awning rusak dan lepas tidak dipasang lagi. Membuat Pasar Baru kini sangat beda, sekarang kondisinya tidak rapi, terlihat kumuh, dan tidak nyaman. Belum lagi koleksi sepatu dan sandal yang dijual tidak banyak perubahan, terkesan ketinggalan zaman. Iya sih, model sepatu dari dulu ya gitu-gitu saja 😁. Entah kenapa terasa beda sekali dengan yang dulu, sedih juga sih melihat kondisi Pasar Baru kini sangat beda, jadi seperti sekarang. Padahal sampai kemarin Ahad, saya dan suami masih mengandalkan untuk membeli sepatu dan sandal di Pasar Baru.

Kondisi lorong Pasar Baru Kini sangat beda, menjadi kumuh

Kondisi awning yang rusak

Satu yang menarik dari Pasar Baru walau kondisinya sekarang sudah sangat beda. Yaitu keberadaan dari pedagang uang-uang lama, yang tidak berubah sejak dulu hingga kini. Dari tahun ke tahun pedagang yang berjenis kelamin laki-laki itu semakin berubah usianya. Semakin bertambah tua seperti benda yang menjadi jualannya. Pedagang uang-uang lama itu masih bertahan, dengan cara berjualan yang sama yaitu sebagai kaki lima. Hanya mengandalkan sebuah meja kecil sebagai alas dari tas koper yang digunakan sebagai etalase. Tempat memajang koleksi uang yang dijualnya. Mereka berjualan menempel di pintu keluar sebuah toko sepatu, yang posisinya sepertinya tidak pernah berubah. Hanya di situ saja bertahun-tahun, betah 😁.

Walau tidak sering belanja di Pasar Baru, ya iyalah belanja sepatu kan tidak tiap hari. Bisa lama dan hitungan tahun, tergantung dari awet tidaknya sepatu yang dibeli sebelumnya. Atau sudah bosan atau belum dengan modelnya, kalau alasan terakhir ini sih bisa tiap bulan belanja. Saya termasuk yang suka memperhatikan juga kondisi pasar yang berlokasi di seberang kantor Pos Besar ini. Diantaranya sudah saya ceritakan di atas, ada satu lagi yang diperhatikan, yaitu gerbangnya. Kalau tidak salah ingat di tahun 90-an sampai pertengahan tahun 2000-an, belum memiliki gerbang.

Gerbang Pasar Baru kini sangat beda

Namun kemudian, saat saya mengunjungi lagi sekitar tahun 2010. Pasar Baru kini sangat beda sudah dibangun gerbangnya. Mungkin salah satu cara dari pengelola pasar untuk menarik minat pengunjung. Seingat saya, untuk gerbang hingga sekarang sepertinya sudah mengalami dua kali perubahan bentuk. Awalnya terbuat dari besi, sekarang dibuat dari batu dan semen dan lebih megah. Tapi sama-sama mencantumkan tulisan berukuran besar yang dapat dibaca dari jarak kurang lebih 100 meter. Tulisan Batavia di baris paling atas, diikuti dengan tulisan Passer Baroe di bawahnya, dan terakhir angka 1820.

Tapi rupanya dengan pembangunan gerbang, yang menyambut kedatangan para pengunjung. Belum dapat mengembalikan jumlah pengunjung seperti dulu. Harus ada terobosan baru untuk membangkitkan keinginan pengunjung. Supaya datang ke Pasar yang merupakan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta ini. Mungkin pihak pemerintah daerah DKI Jakarta sebaiknya dapat mengambil alih atau mengkoordinasikan perbaikan kondisi Pasar Baru yang berada di Jakarta Pusat ini. Saya sebagai warga Jakarta juga amat menyayangkan kalau sampai pasar ini sampai tutup semua. Karena menurunnya minat masyarakat untuk berkunjung dan belanja di Pasar Baru. Padahal kalau ada yang mengurus dan mengembalikan kejayaannya seperti dua puluh tahunan yang lalu. Akan mendongkrak Pasar Baru menjadi tujuan wisata belanja yang amat diminati. Setidaknya bagi warga Jakarta sendiri.

Jalan-jalan ke Turki 2018

Jalan-jalan ke Turki

Seperti ngimpi bisa jalan-jalan ke luar negeri. Serius jangan diketawain, tidak ada rencana sebelumnya bahkan tidak pernah punya cita-cita bisa pergi jalan-jalan ke Turki. Kalau cita-cita ke luar negeri sih ada. Pertama kali negara yang ingin dikunjungi berturut-turut adalah Jepang, Belanda, dan Inggris. Entah kenapa ketiga negara yang masing-masing berada di benua Asia dan Eropa itu lebih dulu membuat hati ini kesengsem. Sayangnya belum kesampaian hingga paspor kedaluwarsa dan harus diperpanjang 😅.
Alhamdulillah, akhir September lalu Allah kasih rezeki tidak terduga. Bisa mengunjungi dua benua sekaligus, selama 10 hari termasuk perjalanan pulang pergi ke Turki. Walau hanya satu negara saja, tapi Turki adalah negara yang berada di dua benua. Yaitu benua Asia dan Eropa, hanya dipisahkan oleh sebuah selat yang namanya selat Boshporus. Sebelum pergi ke Turki, saya sudah mengurus perpanjangan paspor untuk pertama kalinya. Walau mepet waktu memproses perpanjang paspor demi bisa jalan-jalan ke Turki dengan jadwal keberangkatan. Bila anda tertarik untuk membaca dan membutuhkan info tentang proses perpanjangan paspor silakan di klik tulisan ini.

Tidak banyak yang dipersiapkan untuk perjalanan saya ke Turki. Uang juga cuma bawa alakadarnya, selain irit ya memang tidak ada uang yang bisa untuk dibawa 😁. Istilahnya hanya bawa diri saja, toh semua sudah dipersiapkan oleh travel. Mulai dari hotel tempat menginap, makan dan minum, serta transportasi selama di Turki. Yup betul perjalanan ke luar negeri kali ini ikut rombongan dari sebuah travel yang ada di Matraman. Info jalan-jalan ke Turki saya dapatkan pun cukup mendadak dan mepet. Kebetulan ada saudara yang mengabarkan kalau sebuah tour travel mengadakan open trip ke Turki dengan harga yang kata beliau cukup murah. Mengingat saudara saya ini sudah beberapa kali ke Turki. Jadi sudah lebih tahu mengenai harga untuk tiket pesawat, yang katanya kurang lebih 28 juta. Nah biaya untuk keseluruhan jalan-jalan ke Turki 2018 dengan tour travel kali ini bahkan jauh di bawah angka itu.

Awalnya ragu untuk pergi, karena sepuluh hari adalah waktu yang cukup lama untuk meninggalkan tiga dara di rumah. Belum lagi paspor yang sudah hampir habis masa berlakunya di bulan Oktober tahun ini. Sempet ngeri-ngeri sedap juga, apa bisa berangkat atau tidak. Usaha dulu memperpanjang paspor dan ikut didaftarkan oleh saudara saya ke tour travel. Ada juga yang lebih penting dan harus dirayu untuk mendapatkan izin bepergian. Bahkan ada dua orang, yakni suami dan ibu di rumah. Kalau izin suami keluar maka dari ibu sudah tidak terlalu susah. Paling ya gitu deh 😅.

Alhamdulillah, nasib lagi beruntung. Jadi segala urusan dipermudah dan dilancarkan. Izin bepergian dikeluarkan dan paspor pun berhasil diperpanjang dan tidak ada masalah. Akhirnya saya bisa juga pergi ke luar negeri. Yeay, jalan-jalan ke Turki 2018, sepuluh hari perjalanan pulang pergi dari tanggal 29 September sampai 8 Oktober.

Untuk jalan-jalan ke Turki 2018 ini rencananya akan saya jadikan beberapa tulisan yang saling berhubungan. Perginya kan cukup lama jadi ada banyak juga yang akan dituliskan dan diceritakan. Kalau cuma jadi satu tulisan pastinya akan terlalu panjang. Kali ini cerita awalnya dan dengan siapa saya pergi. Seperti yang sudah ditulis di atas, kalau saya pergi ikut rombongan tour travel. Sudah lumayan penasaran dong apa nama tour travelnya? Yuk baca terus sampai habis ya tulisan ini.

Jalan-jalan ke Turki Bersama Mitra Wisata Tour and Travel

Memuaskan pelayanan dari tour travel yang mengadakan open trip jalan-jalan ke Turki 2018. Kebetulan pengurus atau bisa dibilang pemilik modalnya saya sudah kenal. Jadi percaya dan tenang untuk mendaftarkan diri ke Mitra Wisata Tour and Travel. Percaya tidak akan gagal berangkat dan tenang karena sudah ada yang dikenal (saudara) dalam perjalanan ke luar negeri kali ini. Peserta yang ingin ikut open trip jalan-jalan ke Turki 2018 hanya cukup mendaftarkan diri dan membayar sejumlah uang. Selebihnya tour travel yang urus, pengalaman perjalanan kemarin, ya seperti itu. Setelah daftar dan bayar selanjutnya diberikan itenerary dan dimasukan ke grup wa untuk memudahkan koordinasi.

Sebelumnya hanya menyetorkan foto paspor lama, untuk memesan tiket. Pihak tour travel hanya mengingatkan kalau tiket sudah tercetak nama saya sesuai dengan nama yang tercantum pada paspor lama. Jadi saat perpanjangan jangan sampai ada kesalahan, misalnya namanya berbeda. Dua hari jelang keberangkatan, paspor asli baru diminta. Mungkin karena saya paspornya baru selesai diperpanjang. Diminta untuk memudahkan proses check in pada maskapai penerbangan.

Sesampainya di Turki, rombongan kami yang terdiri dari 16 orang telah dijemput oleh guide lokal. Dengan menggunakan bus tanggung seukuran metromini kami berkeliling dua benua di Turki. Walau dengan harga yang murah tapi jadwal jalan-jalan yang ada di itenerary cukup padat merayap. Perjalanan benar-benar sesuai itenerary yang sudah diberikan. Malah ada tambahan satu tempat tujuan yang tidak tercantum di itenerary. Benar-benar Mitra Wisata Tour and Travel memanjakan para peserta yang doyan belanja. Ada peserta yang minta untuk diajak ke Eminonu market (gipsy market) yang dibangun oleh Sultan Mehmet untuk rakyatnya.

Penginapan juga sangat diperhatikan oleh Mitra Wisata Tour and Travel. Dipilihkannya hotel yang sangat layak sebagai tempat merebahkan diri para peserta rombongan jalan-jalan ke Turki 2018. Bayangkan saja, selama di Turki kami sampai enam kali pindah hotel. Kalau tidak dimanjakan dengan hotel-hotel pilihan terbaik tentu rasa lelah akan semakin menumpuk. Pemilihan hotel oleh Mitra Wisata Tour and Travel paling greget deh. Berikut adalah daftar hotel tempat rombongan kami menginap selama di Turki.

Hari pertama kami tiba di Turki, selepas jalan-jalan kami tinggal di hotel Ramada yang terletak di kota Bursa. Hotelnya terasa masih baru, karena furniture yang ada di dalam kamar masih tercium bau khas barang baru.

Ramada Hotel

Hari kedua menginap di hotel Carina di kota Efasus. DI hotel ini para penghuni hotel bisa mendapatkan pemandangan sunset keren. Hotelnya juga berada di depan laut.

Hotel Carina

Saat berada di kota Pamukkale, pada hari ketiga disediakan hotel Ninova.

Sementara di hari keempat dan kelima kami tinggal di Burcu Kaya Hotel. Di hotel “batu” ini menurut saya yang paling menarik, karena kita seperti tinggal dan berada di masa the flintstone.

Burcu Kaya Hotel

Hari keenam menurut saya yang paling spesial, karena kami tidur di hotel berbintang enam. Keren kali ya kan. Nama Hotelnya adalah Hampton, terletak di kota Bolu. Terakhir rombongan menginap di hotel Clarion, di kota Istanbul.

Kesimpulannya puas bisa jalan-jalan ke Turki bareng Mitra Wisata Tour and Travel. Oh iya ada informasi pada bulan April, akan ada open trip jalan-jalan ke Turki lagi nih. Pada bulan April adalah masa bunga tulip bermekaran, pastinya seru dan penuh bunga warna warni yang cantik. Buat anda yang ingin mendapatkan info menarik tentang open trip jalan-jalan ke Turki berikutnya bisa hubungi Mitra Wisata Tour and Travel atau bisa melalui saya melalui kolom komentar.

Cerita selama jalan-jalan di Turki bisa anda dibaca pada postingan berikut:

Perjalanan hari pertama ke Busra, Turki

Tempat untuk Mengunduh Huruf Keren dan Kekinian Gratis

Huruf keren dan kekinianJumat ceria 🙂

Semoga anda merasakan keceriaan, saya juga sedang merasakan keceriaan siang hari Jumat ini. Pasalnya tadi menemukan sesuatu yang sudah beberapa bulan ini dicari-cari. Nah keceriaan itu tentunya tidak boleh disimpan sendirian. Supaya bermanfaat dan berkah, maka akan dibagikan dalam postingan kali ini.

Menemukan sebuah tempat untuk mengunduh huruf keren dan kekinian gratis, adalah bentuk keceriaan saya Jumat ini. Betul huruf atau dalam bahasa orang Londo sana disebut font. Jenis dan bentuk huruf (font) sangatlah penting bagi beberapa profesi. Diantaranya para desainer grafis atau web). Dengan pemilihan dan permainan bentuk huruf yang menarik akan membuat disain jadi tampak lebih bagus. Walau bukan berprofesi sebagai seorang desainer grafis atau pembuat web. Tapi saya terkadang membutuhkan berbagai jenis huruf. Sebagai yang mengaku blogger, pasti sedikit banyak membutuhkan berbagai jenis dan bentuk huruf. Kegunaannya tentunya sudah pada tahu dong. Apalagi kalau bukan untuk membuat gambar dan ditampilkan disebuah postingan. Karena dengan sebuah gambar, postingan akan menjadi tambah menarik.

Tempat untuk Mengunduh Huruf Keren dan Kekinian Gratis

Situs tempat untuk mengunduh huruf keren dan kekinian gratis ini saya temukan secara tidak sengaja. Karena kalau sengaja dicari seperti yang sudah-sudah, kok ya tidak ketemu-ketemu :D. Sebelumnya saya sedang mencari vector dari sebuah tempat yang juga penyedia gratisan. Akhirnya dicoba klik gambar iklan yang terpampang. Terbuka dan ketemulah apa yang selama ini dicari. Tempat untuk mengunduh huruf keren dan kekinian gratis, yang sekarang ini sedang ngetren dan sering terlihat bertebaran di dunia maya. Di situs ini ada huruf yang berbayar ada pula yang gratis. Sebagai penyuka gratisan, tentu saja saya mencari huruf keren dan kekinian gratis untuk diunduh. Alhamdulillah berhasil diunduh dan langsung dipasang di komputer.

Baiklah, anda sepertinya sudah tidak sabar untuk segera mengetahui alamat atau linknya. Ini dia–fontbundles.net–nama tempat untuk mengunduh huruf keren dan kekinian gratis. Di fontbundles anda akan menemukan huruf keren dan kekinian gratis (=istilahnya sedang naik daun). Jadi bisa anda gunakan dalam desain sesukanya. Hanya tinggal imajinasi dan kreativitas yang dapat membatasi anda. Namanya gratisan tentu saja ada syarat dan ketentuan yang berlaku, silahkan anda baca sendiri apa saja di fontbundles.

Karena saya baru saja menemukan fontbundles, jadi sedikit ketinggalan untuk mengoleksi huruf-huruf yang disukai. Maksudnya ada beberapa (baca: banyak) jenis huruf yang disuka, tapi sudah kadaluarsa. Tidak bisa diunduh lagi secara gratis, entah kalau harus membayar. Yang jelas hanya bisa melihat dan membuat kepingin saja huruf-huruf yang terpajang di sana.

Anda penasaran dan tidak sabar untuk membeli atau sekedar melihat-lihat koleksi huruf keren dan kekinian? silahkan kunjungi fontbundles.

Fat Bubble Sensasi Es Kolak Ala Taiwan

Es kolak ala TaiwanNamanya es krim saya pasti suka, asalkan jangan tercium bau susunya. Kalau sampai kecium bau susunya sudah pasti tidak ketelen. Yang ada bisa balik lagi itu yang masuk ke mulut. Makanya saat ditawarkan dan diundang oleh Open Rice untuk datang ke grand opening Fat Bubble Dessert House and Cafe, sempat khawatir juga. Apakah es krim dan minuman lainnya tercium bau susu atau tidak? Berhubung lagi ingin mencari dan mencoba sesuatu yang baru, jadilah mengiyakan tawarannya. Sambil berharap nanti menu yang disajikan tidak akan ada berbau susu yang sampai tercium.

Tidak sampai satu jam dengan diantar suami, saya sampai di Cilandak Town Square (Citos). Sayangnya suami tidak mau ikut ke dalam dan lebih memilih untuk menunggu di kantornya yang kebetulan memang dekat posisinya. Jadilah saya diturunkan di depan Citos dan masuk ke dalam sendirian. Sambil tengak tengok mencari teman blogger yang mungkin saya kenal, supaya bisa masuk bersama. Nyatanya tidak ketemu satu pun juga teman blogger yang saya kenal :D. Mau tidak mau mencari tempat yang dituju sendirian dengan bantuan bertanya kepada petugas kebersihan di dalam mall.

Ketemu tempatnya, bernama Fat Bubble Dessert House and Cafe letaknya di lantai dasar. Sampai di sana baru saya ketemu teman blogger yang telah datang lebih dulu dan sudah duduk santai bersama anak lelakinya. Ikutan juga akhirnya duduk di seberang mereka dalam satu meja. Acara belum dimulai, alhamdulillah berarti saya belum telat datang ke acara pembukaan Fat Bubble Dessert House and Cafe yang ke-7 ini. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya acara segera akan dimulai. Para pemilik kepentingan akan tempat ini sudah berdiri dan mempersiapkan diri. Mereka ternyata adalah para pemilik dari Fat Bubble Dessert House and Cafe di Citos ini ketiganya dari kiri ke kanan adalah William Wongso, Herbert Tanudjaja, Reynald Tanudjaja.

Pemotongan pitaUntungnya acara seremonialnya tidak lama, hanya pidato sepatah dua patah kata dilanjutkan dengan pemotongan pita 😀 dan saat yang ditunggu untuk mencoba es krim pun tiba. Saya dan tamu undangan lainnya langsung kembali ke tempat duduk masing-masing. Selanjutnya memesan makanan dan minuman.

Fat Bubble Sensasi Es Kolak Ala Taiwan

Selama menunggu pesanan disiapkan, saya pun ngobrol dengan teman blogger lainnya. Akhirnya pesanan datang juga, sudah tidak sabar rasanya untuk mencicipi. Yang datang pertama kali adalah chocolate series. Baiklah, mari lihat apa isi dan rasa dari es krim ini. Kalau boleh diumpamakan, es ini seperti kolak. Namanya kolak tentu saja isinya macam-macam, tidak hanya es krim. Pantas saja disajikan dalam porsi besar di sebuah mangkuk. Untuk menghilangkan rasa penasaran apa saja isi di dalam es chocolate series. Ya dengan mencobanya satu persatu tentunya. Ternyata isinya ada moci, puding, taburan susu bubuk, coco crunch, dan es krim. Enak dan tidak eneg. Cocok buat saya dan juga anda yang tidak susu hehe. Jadi cocoklah kalau disebut es kolak, tapi di Fat Bubble sensasi es kolak ala Taiwan, bukan es kolak seperti ubi, pisang, kolang kaling ya :D.

Fat Bubble Dessert House and CafeFat Bubble Dessert House and Cafe ini ternyata pertama kali dibuka pada tahun 2012 di Pantai Indah Kapuk. Pada awalnya mengkhususkan untuk menyediakan minuman yang berbahan dasar teh ala Taiwan. Pada perkembangannya juga menyediakan makanan dan hidangan penutup untuk memenuhi perminataan pasar. Tempat ini asyik untuk santai bersama teman atau keluarga. Cocok juga untuk menghilangkan lelah setelah berputar-putar belanja di mal. Di Fat Bubble anda bisa mencoba sensasi es kolak ala Taiwan dan makanan minuman lainnya. Untuk harga masih terjangkau di kantong, antara 17 ribu sampai dengan 49 ribu rupiah. Penasaran mencoba sensasi es kolak ala Taiwan ini? Silahkan datang ke Fat Bubble Dessert House and Cafe terdekat dari tempat anda.

Berbagi Tulisan Perjalanan Wisata

image

Pada dasarnya saya penyuka jalan-jalan atau pelesiran, walau jarang juga melakukan aktivitas tersebut. Beberapa kali melakukan jalan-jalan sudah lama juga dan belum pernah dibuatkan postingan. Karena saat itu belum menjadi blogger juga saya tidak mempunyai bukti foto-foto saat saya jalan-jalan. Menyesal adalah karena saat itu memang pergi tidak membawa kamera, sementara telepon genggam masih belum ada kameranya. Jadi ketahuankan ya kalau saya pergi jalan-jalannya sudah lama sekali.

Beberapa tahun ini pun kalau jalan-jalan masih belum menuliskannya di blog, karena memang masih jarang. Alasannya karena anak masih kecil-kecil atau tidak ada dananya :D. Terakhir hanya ke Anyer sekitar bulan September tahun lalu dan masih juga belum mendapatkan inspirasi untuk menuliskannya menjadi sebuah postingan. Akhirnya untuk memenuhi dahaga atas keinginan jalan-jalan yang belum kesampaian. Saya penuhi dengan cara membaca pengalaman orang lain yang sudah lebih dulu jalan-jalan.

Apalagi sekarang sudah banyak tersedia media online yang menyajikan tulisan tentang perjalanan atau tempat-tempat wisata yang bagus dan layak untuk dikunjungi. Baik dari media arus utama maupun dari blog yang memang pemiliknya mengaku sebagai blogger yang senang jalan-jalan. Ada salah satu situs yang sekarang ini sering saya kunjungi untuk melihat tulisan-tulisan tentang perjalanan yang pernah dilakukan oleh penulisnya.

Berbagi tulisan perjalanan wisata

Adalah breaktime.co.id yang menyajikan tulisan tentang gaya hidup dan salah satunya ada tulisan dengan katagori travel. Tulisan yang disajikan di sini adalah yang ditulis oleh para kontributor yang sudah pernah melakukan perjalanan ke suatu tempat. Para kontributor berbagi tulisan perjalanan wisata, hasil dari perjalanannya dituliskan di breaktime.co.id. Sehingga semua orang dapat membacanya sekaligus mempromosikan tempat-tempat yang telah dikunjunginya. Dari satu tulisan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Yaitu mempromosikan suatu tempat yang bagus dan layak dikunjungi tidak hanya tempat wisata dan mempromosikan Indonesia secara tidak langsung.

Siapa pun dapat menjadi kontributor untuk menuliskan perjalanannya, baik orang biasa, blogger, wartawan maupun wisatawan. Yang terpenting adalah siapa pun anda harus mendaftarkan diri terlebih dulu untuk menjadi kontributor tulisan di breaktime.co.id. Ayo kalau anda senang jalan-jalan jadilah kontributor tulisan tentang perjalanan anda. Berbagi cerita kepada pembaca seperti saya yang belum kesampaian untuk jalan-jalan. Indahnya   berbagi dengan tulisan tentang perjalanan dan tempat wisata.

Waktu Istirahat Ya Waktunya Breaktime

BreaktimeSaat senggang atau istirahat enaknya melakukan kegiatan apa? kalau saya lebih senang jalan keluar. Itu dilakukan kalau memang waktu yang dimiliki cukup banyak dan luang. Tapi kalau waktu yang diberikan hanya sedikit maka pilihannya tetap berada di tempat dan menjelajah di dunia maya.

Pilihan untuk menjelajah di dunia maya, karena banyak hal yang akan didapat, antara lain informasi, hiburan, dan kesenangan. Adalah dunia maya dapat membuat orang yang masuk ke dalamnya bisa menjadi kecanduan. Ah, tapi jangan melihat dari sisi kecanduannya ya dalam menyikapi, karena tidak semua orang sama. Orang yang satu bisa begitu kecanduannya sementara orang lainnya belum tentu. Bahkan ada yang tidak suka untuk menjelajah di dunia maya.

Waktu Istirahat Ya Waktunya Breaktime

Siapa yang tidak suka dengan kata breaktime (=waktunya untuk istirahat)? kalau saya pasti langsung tunjul jari duluan kalau ditawari :D. Iyalah semua orang pastinya akan sangat suka dong ditawari breaktime. Yuk simak tulisan saya kali ini tentang breaktime. Waktu istirahat ya waktunya breaktime. Jujur saya sendiri baru tahu kalau ada situs dengan nama breaktime, baru buka dua hari yang lalu di android. Tapi merasa belum puas melihat tampilan situsnya kalau hanya melalui telepon genggam saja. Jadilah kemarin, ya hari Rabu kemarin saya membuka lagi situs ini.

Barulah terlihat penampakan sebenarnya dan apa saja yang ada di dalam situs ini. Tentunya penampakan ini membuat saya menjadi nyaman, alasannya tulisannya besar-besar. Hehe harap maklum soalnya mata saya memang terkadang sudah berkurang kemampuannya untuk beradaptasi dengan huruf-huruf yang super imut. Kalau sudah begitu pastilah melihat jejeran huruf itu harus dengan cara menjauhkannya dari mata. Mari balik lagi ke cerita tentang breaktime, yang baru saja saya kenal dalam dua hari ini.

Breaktime adalah sebuah situs yang berisikan tentang gaya hidup dengan cara penyajian yang beda dari situs sejenisnya. Breaktime mengajak pembacanya untuk lebih dekat dan merasa memiliki ikatan batin lebih dalam dengan penyajian artikel yang begitu menarik. Situs ini mengajak para pengunjung tidak sekedar membaca informasi apa saja yang disajikannya sekaligus mengajak pengunjung untuk berkontribusi mengirimkan artikel yang menarik sekaligus informatif. Dengan begitu ada keterikatan batin antara breaktime dan pengunjung sekaligus pembacanya. Jadi waktu istirahat ya waktunya breaktime dulu.