Sikap Penjual yang Kurang Baik kepada Calon Pembelinya

Bukankah pembeli adalah raja? Jadi wajib bagi penjual untuk melayani pembeli dengan baik. Tahu sendirikan bagaimana raja. Pastinya raja tidak suka dong t8dak diberikan pelayaTapi kenapa ya, masih ada saja penjual yang menyepelekan prinsip itu. Padahal para penjual, pasti pernah juga menjadi pembeli. Setidaknya pernah membeli untuk kebutuhannya pribadi. Maupun untuk dijual kembali sebagai barang dagangannya. Pembeli atau calon pembeli bahkan sampai kesal. Menghadapi sikap penjual yang tidak menghargai calon pembelinya. Kita sebagai calon pembeli, bukannya minta dihargai atau gila hormat. Tapi setidaknya berikanlah pelayanan yang baik kepada pembeli. Supaya merasa puas dan siapa tahu, akan menjadi pelanggan setia di kemudian hari.

Saya sendiri beberapa kali harus mengalami kekecewaan dan tidak jadi membeli. Pindah ke penjual lainnya, karena tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Ya namanya pembeli bebas dan sah saja, menentukan mau membeli dari penjual yang mana. Pastinya masih ada penjual lain yang menjual barang yang sama. Namun dengan pelayanan yang ramah dan baik. Berikut ini adalah beberapa sikap penjual yang kurang baik kepada calon pembelinya. 

Berkata Ketus 

Baru saja bertanya, “barang ini berapa harganya?” eh, penjual menjawab dengan ketus. Padahal wajar saja kan sebagai calon pembeli bertanya harga. Sebagai pembicaraan awal supaya terjadi transaksi jual beli. Ada pula yang menghalau pembeli agar tidak pegang-pegang dagangannya. Jangan berharap diberitahu dengan senyuman. Yang ada ketus dan jutek kasih tahunya. 

Menganggap calon pembeli tidak mampu membeli dagangannya

Pandangan mata seseorang, seringkali mengandung banyak arti. Termasuk rasa suka dan tidak suka, meremehkan, menghina dan menghargai. Begitu pula dengan pandangan mata dari penjual kepada calon pembelinya. Sebagai pembeli bisa juga merasakan dan mengartikan pandangan mata tersebut. Ada loh penjual yang memandang remeh calon pembelinya. Seakan-akan tidak mempunyai uang dan tidak mampu membeli dagangannya. Biasanya pandangan mata ini, mengikuti sikap ketus dan jutek dari penjual. Ada pula sikap ini yang betul-betul terlihat jedanya. Karena pelayan yang diberikan kepada calon pembeli satu dengan calon pembeli lainnya terlihat bedanya. Kalau kepada pembeli satu tidak ramah, sedikit ketus, ogah-ogahan. Sementara kepada pembeli lainnya sangat ramah dan banyak dihiasi dengan senyuman. Hmmm, kok bisa penjual bermuka dua seperti itu dalam waktu bersamaan.

Membuat Calon Pembeli Menunggu

Nah, untuk yang satu ini belum lama saya merasakannya. Tepatnya sehari sebelum lebaran Idul Adha kemarin. Ceritanya, saya bersama saudara mencari bebek di pasar, di daerah Pulogadung. Kami datangi salah satu penjual bebek. Sejak awal bertanya tentang bebek, penjualnya masih asyik dengan pekerjaannya menyelesaikan pesanan. Hanya diberitahu harga bebeknya ada yang seharga 50 ribu, 65 ribu, dan 70 ribu. Ketika diminta diambilkan salah satu bebek untuk dilihat. Penjualnya menjawab, sebentar ini tanggung. Selesaikan pesanan ini dulu ya. Dengan sabar kami bersedia menunggu. Tapi, setelah ibu penjual itu selesai mengerjakan pesanannya. Kami masih juga belum dilayani. Saat itu kami coba untuk menawar dan masih meminta untuk diambilkan salah satu bebek dagangannya. Tapi tawaran kami tidak diluluskan. Kami pun setuju dengan harga yang diberikan oleh penjual dan ingin membeli 6 ekor bebek. Sayangnya si ibu penjual malah mengatakan, “tunggu sebentar ya, saya masih mau hitung-hitungan dulu. Sudah ditunggu karena mau bayar ke orang itu di sana.” Sambil mencari bangku panjang dan posisi nyaman untuk duduk. Dengan santainya duduk dengan kaki dinaikan ke atas bangku. Hingga terlihat jari jemari kakinya berubah warna menjadi lebih putih. Akibat terlalu lama terendam air.

Sementara kami masih tetap disuruhnya menunggu dan dibiarkan saja. Bebek yang kami minta untuk diperlihatkan pun tidak diambilkan. Si ibu penjual malah sudah asyik menulis angka dan hitungan di sebuah buku dan kertas. Saya dan saudara tidak bisa berkata-kata lagi, hanya berpandang-pandangan. Masih juga sabar menunggu ūü§ĒūüėÖ. Setelah saya meminta lagi diambilkan bebek yang ingin kami beli. Namun tetap tidak diambilkan, jelas saja kami tidak sabar dan merasa dianggap hanya sebagai patung. Dengan alasan bertanya di mana masjid untuk sholat. Kami pun pergi meninggalkan penjual itu dan tidak pernah kembali lagi sampai hari ini. Bisa-bisanya si ibu penjual bebek membuat kami menunggu begitu lama. Menganggap kami bagaikan pengemis, padahal ingin membeli 6 ekor bebek jualannya.

Melakukan Aktivitas Lain

Kalau yang ini setali tiga uang dengan poin sebelumnya. Penjual melakukan aktivitas lainnya, membuat calon pembeli harus menunggu. Ada saja yang dilakukannya, entah tiba-tiba mengangkat telepon dan mengobrol. Kalau mengangkat telepon untuk memberitahukan orang di ujung telepon sana. Untuk menyudahi dan akan ditelepon balik. Sebagai pembeli biasanya masih bisa memaklumi. Lain halnya kalau justru ngobrol semaunya, tentu saja membuat calon pembeli jadi kesal. 

Melayani Pembeli Lain 

Pengalaman tidak enak ini saya alami saat membeli buah kelapa muda. Datang sebagai pembeli kedua. Pembeli pertama sedang dilayani pembelian buah kelapa hijau dan es kelapanya. Saya pun menunggu hingga pembeli pertama dilayani. Giliran saya dilayani dan penjualnya sedang membelah kelapa. Datanglah pembeli lain, eh si penjual melayani pembeli barunya itu. Buah kelapa yang sudah dibelah itu diletakan dan ditinggalkan begitu saja. Tentu saja saya meradang dan protes, “Bang jangan melayani yang lainnya dulu dong. Selesaikan dulu pesanan saya. Biar saja yang baru datang menunggu.” Si abang menjawab apa, tapi saya sudah malas mendengarkannya. Untungnya saat menyerahkan pesanan saya, si abang tukang es kelapa meminta maaf. Tapi saya tidak menjawabnya, hanya mengucapkan terima kasih untuk pesanan yang sudah diserahkan.

Ngedumel Tentang Harga

Akad jual beli sudah dilakukan, penjual sudah memberikan harga dan calon pembeli sudah setuju dengan harganya. Tiba saat membungkus dagangannya, penjual ngedumel. Kalau harga yang diberikan kemurahan dan penjual merasa rugi. Contoh lain saat tawar menawar tarif bajaj. Calon penumpang dan supir sudah menyepakati tarif di awal, untuk tujuan tertentu. Kesepakatan biasanya dilakukan sebelum penumpang naik bajaj. Tapi di tengah perjalanan, ada saja supir bajaj yang ngedumel. Merasa tarif yang diberikan terlalu murah. Sementara dia merasa rugi karena harus mengantar ke tujuan yang terlalu jauh. Akibatnya penumpang bisa ditembak oleh supir. Untuk memberikan uang lebih yang tidak ada dalam kesepakatan awal. Atau supir tidak berani meminta uang lebih, tapi mengemudikan bajajnya dengan ugal-ugalan.

Sepertinya semua sikap penjual yang kurang baik kepada calon pembelinya, sudah pernah saya alami. Kalau masih bisa diterima ya diamkan saja. Tapi kalau sudah keterlaluan, tentu saja saya tinggal pergi. Caranya dengan menawar sadis, yang pasti tidak akan diberikan. Atau langsung saja pergi meninggalkan si penjual. Alasannya untuk memberi pelajaran kepada si penjual. Kalau mereka harus melayani sepenuh hati. Gimana, apakah anda pernah mengalami sikap penjual yang kurang baik kepada calon pembelinya? Kalau pernah mengalaminya, apa yang anda lakukan? 

Wakaf Semudah Tersenyum

Islam adalah agama yang memiliki konsep sebagai rahmat untuk seluruh alam. Itu berarti Islam diturunkan membawa kebaikan, kedamaian, dan keselamatan bagi seluruh penduduk bumi. Di mana ada Islam maka di situ akan ada kebaikan, kedamaian, dan keselamatan. Banyak contoh yang dapat dilihat, tidak perlu jauh-jauh ke seberang benua. Cukup di negeri sendiri, ketika terjadi bencana alam di suatu wilayah. Maka bantuan dari umat Islam akan hadir dari berbagai wilayah lainnya. Akan dibagi ke seluruh warga yang terkena bencana. Tanpa membedakan suku, ras, dan agamanya. Itulah salah satu bukti bahwa Islam adalah rahmat untuk seluruh alam.

Wakaf semudah tersenyum

Berbagi, merupakan salah satu perbuatan baik dan termasuk ajaran yang mulia. Karena fitrahnya manusia itu senang berbagi dan saling menolong dengan sesamanya. Manfaat berbagi bisa membuat hati menjadi lembut dan timbul rasa sayang. Dalam hal berbagi, Islam banyak mengajarkan kepada umatnya melalui tindakan nyata. Bentuknya bisa berupa zakat, infaq, dan sedekah. Barangsiapa yang melakukan perbuatan baik tersebut. Tentu akan mendapatkan ganjaran kebaikan berupa pahala di sisi-Nya. 

Dalam zakat, infaq, dan sedekah ada semangat untuk berbagi. Selain persamaannya itu, ada pula perbedaan dari ketiganya. Dilihat dari sisi waktu dan penerimanya, yaitu:

  1. Zakat: hukumnya wajib yang harus ditunaikan oleh seluruh muslim. Mengeluarkan harta tiap tahun untuk zakat fitrah. Sementara zakat maal ditunaikan setiap tahun saat sudah mencapai batas harta yang terkena kewajiban zakat (nisab). Pemberian zakat oleh muzakki (yang mengeluarkan) kepada penerima (mustahiq) dikhususkan hanya bisa kepada 8 asnaf.
  2. Infaq : hukumnya sunnah. Tidak ada batasan jumlah harta yang diinfaqkan. Dapat dikeluarkan kapan pun, karena tidak ada ketentuan waktunya kapan dan di mana tempatnya. 
  3. Sedekah: sama dengan infaq yang hukumnya sunnah, hanya saja sedekah cakupannya lebih luas. Sedekah diberikan tidak hanya berbentuk harta, tapi semua perbuatan baik yang dilakukan oleh seorang muslim dapat disebut sebagai sedekah. Antara lain berbagi tumpangan kendaraan dengan teman, memberikan senyuman kepada teman, dan menyingkirkan batu di jalan. 

Tahukah anda, seorang sahabat yang menjadi khalifah ketiga. Sekaligus menantu Rasulullah yang paling dermawan dan terkaya? Benar, bila jawaban anda adalah Utsman bin Affan. Apakah anda juga tahu kalau hingga hari ini terdapat hotel dan rekening atas nama Utsman bin Affan? Bahkan harta peninggalan itu masih dikelola dengan baik dan bermanfaat bagi umat sampai detik ini. Didasari karena ingin berbagi dengan masyarakat Madinah, yang ketika itu mengalami kesulitan mendapatkan air. Karena mengalami kekeringan di musim kemarau. Utsman kemudian membeli sumur dari orang yahudi, untuk dimanfaatkan airnya secara gratis bagi. Hingga di kemudian hari, diwakafkanlah sumur yang dikenal dengan nama Bi’rul Utsman (sumur Utsman) itu untuk kepentingan umat.¬†Itulah yang dinamakan sebagai sedekah jariah. Yang pahalanya akan terus mengalir walaupun pelakunya sudah meninggal dunia. Masyaallah.

Sebuah hadits berbunyi:¬†Jika seorang manusia meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya. Kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang selalu mendoakan (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i).¬†Tidakkah anda ingin mendapatkan pahala yang akan terus mengalir seperti yang disebutkan dalam hadits¬†tersebut? Pastinya kita semua mau dong dapat pahala yang terus mengalir walaupun sudah meninggal. Caranya mudah saja, yaitu dengan memberikan sedekah dalam bentuk wakaf.

Kenapa Wakaf?

Karena wakaf adalah perbuatan sunnah yang dikategorikan sebagai sedekah jariah. Secara bebas wakaf dapat diartikan, sebagai perbuatan menyerahkan harta. Untuk dimanfaatkan dan dikelola oleh pengelola (nazhir). Untuk jangka waktu tertentu atau selamanya bagi kepentingan umat. Satu catatan penting dan perlu diingat bagi para calon wakif. Yakni, ketika sebuah harta sudah diwakafkan, maka harta tersebut tidak boleh dijual atau diwariskan. 

Penggunaan tanah wakaf

Wakaf bukanlah sesuatu yang baru, tapi sudah sangat dikenal dalam kehidupan kita. Tidak jarang kita mendengar kalimat semacam ini: “…madrasahnya dibangun di atas tanah wakaf…” atau “..makam wakaf…” Memang benar, praktek yang paling sering dilakukan oleh masyarakat adalah wakaf tanah dan gedung untuk dijadikan sarana ibadah dan pendidikan. Atau wakaf tanah dijadikan tempat pemakaman umum. Praktek tersebut ternyata tercatat dan dapat dilihat pada¬†situs resmi Bimas Islam Kemenag. Dari 49.633,40 Ha luas tanah wakaf di seluruh Indonesia, peruntukan terbanyak digunakan sebagai masjid dan urutan kedua mushollah.

Tidak heran kalau akhirnya tertanam dalam pikiran masyarakat umum, kalau wakaf haruslah memberikan sesuatu yang mempunyai nilai tukar (aset) dalam jumlah besar. Seperti berbentuk tanah atau gedung. Akibatnya banyak yang merasakan kesulitan dan keberatan untuk melakukan perbuatan baik yang bernama wakaf. 

Ternyata pendapat umum tersebut keliru. Karena saat ini para lembaga pengelola aset wakaf, sudah mengembangkan layanannya. Sehingga memudahkan bagi masyarakat yang berkeinginan ikut wakaf. Diantaranya adalah dengan adanya program wakaf uang dan wakaf melalui uang. Di mana akhir-akhir ini sedang naik daun, dikarenakan kemudahannya. Jadi siapapun anda, sekarang bisa ikut wakaf dan menjadi seorang wakif. Tanpa menunggu memiliki aset berupa tanah atau bangunan. Dimulai dengan nominal terkecil, sejumlah 10 ribu rupiah saja. Sangat ringan dan mudah ya. Dari uang yang anda wakafkan kemudian akan dikelola oleh nazhir, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan oleh penerima manfaat (mauquf alayh).

Mungkin anda akan bertanya, apa beda wakaf uang dengan wakaf melalui uang? Saya coba jelaskan menggunakan contoh saja ya. Misalkan anda memiliki uang senilai 17 juta rupiah yang diniatkan untuk wakaf dan diserahkan ke nazhir, maka akan disebut sebagai:

  1. Wakaf Uang: bila uang itu sendiri yang menjadi harta (aset) wakaf. Maka yang akan dikelola adalah nilai uang yang anda wakafkan tersebut. Wakaf uang lebih fleksibel untuk dikelola, karena dapat dialokasikan sesuai dengan kebetuhan penerima manfaat dalam jangka waktu tertentu.
  2. Wakaf Melalui Uang: bila dikelola sesuai keinginan wakif, antara lain untuk membuat sumur air sebagai irigasi/bendungan/infrastruktur air bersih, membeli ambulan, membangun klinik/rumah sakit, dan sebagainya.

Dari uang yang diwakafkan sesuai keinginan wakif, nazhir akan mengelola sesuai peruntukkannya, yang dapat dibedakan menjadi:

  • Wakaf uang
  • Wakaf pendidikan
  • Wakaf kesehatan
  • Wakaf infrastruktur
  • Wakaf ekonomi

Harta (aset) yang dihimpun dari uang masyarakat yang telah diwakafkan dan dikelola dengan baik oleh nazhir. Akan menjadi aset yang produktif dan dapat mendatangkan hasil serta manfaat yang sangat besar. Manfaat yang dapat dirasakan di dunia adalah adanya pemberdayaan, kebangkitan ekonomi umat, dan kebaikan yang terus berlanjut. Sementara manfaat di akhirat, hanya Allah swt. yang akan memberikan ganjaran pahalanya. Karena wakaf merupakan sedekah jariah yang pahalanya tidak akan terputus. Sesuai dengan janji-Nya dalam surat Ali Imran:92, yang berbunyi: kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.

Gimana, sudah tidak sabar ingin wakaf?

Wakaf Semudah Tersenyum

Tenang, sekarang ini anda bisa wakaf semudah tersenyum, jadi jangan terburu-buru. Sebelum mewakafkan harta, anda sebaiknya ketahui dulu yang menjadi unsur dari wakaf. Sesuai dengan UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf, unsur wakaf yang harus dipenuhi adalah: wakif, nazhir, harta benda yang akan diwakafkan, ikrar wakaf, peruntukkannya, dan jangka waktu wakaf.

Yang disebut nazhir atau pengelola harta wakaf bisa perorangan, organisasi, atau badan hukum. Jadi anda dapat memilih salah satu nazhir yang dipercaya untuk diamanahi mengelola harta yang ingin diwakafkan. Ada Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang merupakan lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan Indonesia. Seperti yang diamanahkan dalam undang-undang tentang wakaf. BWI sudah mengadakan kerja sama dengan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) Penerima Wakaf Uang (PWU). Sehingga memudahkan dalam memantau arus uang wakaf yang disetorkan oleh wakif. Selain itu anda juga dapat memilih layanan dari nazhir lainnya, yang sudah mendapatkan pembinaan dari Menteri dan BWI.

Wakaf semudah tersenyum sekarang ini sangat dimudahkan dengan perkembangan teknologi internet dan dunia digital. Yang juga semakin memudahkan kehidupan manusia modern sekarang ini. Hal tersebut pun dimanfaatkan oleh para nazhir untuk berlomba-lomba. Dalam memasarkan dan memberikan pelayanannya yang prima serta terbaik bagi para wakif dan mauquf alayh. Diantaranya dengan menyediakan situs, yang berisikan serba serbi informasi tentang wakaf. Untuk memperkaya masyarakat dengan literasi zakat dan wakaf. Dilengkapi dengan menggunakan aplikasi pengiriman pesan untuk memberikan kemudahan dan kesempatan dalam berkomunikasi dengan wakif. Tidak lupa pula menyediakan beberapa alternatif cara pembayaran. Semuanya serba elektronik dalam dunia digital dan dapat diakses melalui daring. 

Alur wakaf

Bagi para wakif dengan perkembangan teknologi tersebut, dapat digunakan untuk mencari informasi lebih banyak tentang wakaf. Sekaligus mencari referensi daftar nama nazhir yang terbaik dan dapat dipercaya. Untuk mengelola harta (aset) yang diwakafkan. Jangan sampai tertipu dengan lembaga yang mengaku ngaku sebagai nazhir, tapi ternyata bohong. Caranya tentu saja dengan membandingkan nazhir yang satu dengan yang lainnya. Kalau menurut saya pribadi nazhir yang baik, secara sekilas dapat dinilai dari melihat situs yang dimilikinya. Di mana di dalamnya akan terdapat informasi komplet, rinci, dan terbuka tentang nazhir, antara lain:

  1. Logo dan profil
  2. Legalitas
  3. Program yang dijalankan
  4. Cara pengelolaan
  5. Pengalokasian/penggunaan aset
  6. Nomor-nomor rekening untuk penyaluran wakaf
  7. Pilihan cara wakaf
  8. Informasi terkini dan penting tentang wakaf

Dengan berbagai kemudahan tersebut, wakif sangat dimanjakan dalam proses mewakafkan hartanya. Semua dikendalikan hanya dari tempat duduk dengan bermodalkan sebuah ponsel. Alur wakaf bisa diselesaikan dengan cepat, mudah, dan tanpa ribet. Investasi dunia akhirat pun ditunaikan, wakaf semudah tersenyum sukses dilakukan.

Wakaf semudah tersenyum?

Alasan saya bilang wakaf semudah senyum adalah, dengan proses cepat dan mudah tapi pahala yang didapat insyaallah akan membuat kita tersenyum kelak. Tidak akan terputus dan terus menemani walau sudah meninggal. Karena menjadi amal jariah buat pelakunya, seperti bunyi hadits di atas itu. Yuk ah cobain wakaf, mulai dari sedikit saja dulu. Dengan wakaf harta yang paling kita sukai akan dibawa mati. Serius.

Terus sekarang gimana caranya mau wakaf semudah tersenyum?

Anda yang¬†memiliki niat untuk wakaf tinggal tuliskan kata kunci “mau wakaf” atau wakaf di mesin pencari. Dalam hitungan detik akan muncul beberapa alternatif pilihan yang disarankan. Diantaranya pasti ada salah satu nazhir yang menurut anda dapat dipercaya dan dapat dipilih. Selanjutnya tinggal masuk dan berselancar di situs milik nazhir tersebut. Bila sudah memiliki informasi yang lengkap tentang wakaf dan program yang ditawarkan oleh nazhir. Tinggal memilih program yang diinginkan dan bagaimana pengelolaannya. Selanjutnya ikuti alur yang sudah disediakan di dalam situs milik nazhir itu. Bila diminta lakukan pendaftaran lebih dulu, jangan lupa untuk mengisikan data dengan lengkap dan benar.¬†

Selanjutnya lakukan penyetoran uang sejumlah yang ingin diwakafkan ke rekening bank yang sudah disediakan. Bisa setor tunai atau melalui transfer antar rekening. Nazhir yang baik biasanya akan menyediakan berbagai nomor rekening dari berbagai bank. Untuk memberikan kemudahan bagi wakif dalam melakukan penyetoran uang. Karena penyetoran uang melalui bank yang sama akan lebih cepat dan tanpa biaya. Terakhir lakukan konfirmasi, uang sudah selesai disetorkan. Selanjutnya wakaf yang sudah anda lakukan akan dikelola oleh nazhir sesuai dengan amanah yang diberikan. 

Dengan wakaf semudah tersenyum harta bisa dibawa mati.

————–

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blog Festival Literasi Zakat dan Wakaf 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Foto dan gambar yang ditampilkan dalam artikel ini berasal dari koleksi pribadi penulis dan situs penyedia gambar gratis Freepik. Olah grafis dilakukan secara mandiri oleh penulis.

Manasik Haji Siswa TK se Jakarta Timur

Sudah hari Jumat saja, semoga kita semua mendapatkan keberkahan di hari ini, Aamiin. Senin kemarin tanggal 14 Oktober 2019 saya berkesempatan ikut mengantar rombongan anak-anak taman kanak kanak. Ke Asrama Haji di Pondok Gede untuk mengikuti rangkaian acara manasik haji siswa TK se Jakarta Timur. Kebetulan sekali kali ini bisa ikutan. Karena biasanya kalau ada kegiatan apapun di sekolah anak, orangtuanya tidak diperkenankan ikut. Senin kemarin, dimintai tolong untuk menjadi supir mengantar sampai ke Asrama Haji, jadi saya ikut. Lumayan bayarannya¬†ūüėÖūüėÖ.

Hari Kamis atau Jumat pekan sebelumnya ada pemberitahuan di grup kelas, kalau seluruh murid TK A dan B akan mengikuti acara manasik haji. Di pengumuman ditulis harus kumpul di sekolah pukul 05.00 pagi. Beneran deh itu pengumuman, bikin deg degan. Sanksi juga sih apa iya anak-anak TK bisa disuruh kumpul jam 05.00 pagi hehe. Soalnya adek termasuk yang agak sulit dibangunkan dan mandi pagi-pagi. Makanya saya sudah sosialisasikan soal keberangkatan pagi ini ke anaknya langsung. Sekaligus memintanya untuk bangun pagi pukul 04.00 untuk persiapan di hari Senin. Alhamdulillah adek mengerti dan mau bekerja sama.

Betul saja di Senin pagi kurang lebih pukul 04.00 adek sudah saya bangunkan untuk bersiap-siap. Pada awalnya sih seperti biasanya, ada rengekan dan penolakan. Tapi saat dibilang “kan adek mau manasik haji…” dia mau mengerti dan bisa bekerja sama. Mandi pagi tanpa air hangat dan memakai baju seragam hari Jumatnya yang kebetulan berwarna putih putih. Selesai sarapan pagi dan berkemas, pukul 05.10 diantar suami kami pun segera menuju sekolah. Agak telat kalau sesuai pengumuman. Ternyata saat sampai di sekolah adek menjadi murid yang pertama kali datang. Yeay adek keren.

Adek ikut dalam rombongan mobil yang diberangkatkan pertama kali pada pukul 05.40 bersama teman-teman dan gurunya. Keseluruhan ada empat mobil yang membawa rombongan anak anak TKIT sekolah Permata Bunda. Rombongan sampai sekitar pukul 06.50 pagi di Asrama Haji Pondok Gede. Dari parkiran anak-anak yang sudah siap dengan pakaian ihromnya dibariskan untuk memasuki area manasik. Sudah banyak juga peserta dari sekolah taman kanak kanak lainnya. Semua peserta, pembimbing (guru), dan pengantar (orangtua) manasik haji siswa TK di Pondok Gede. Diwajibkan menggunakan tanda pengenal yang sudah ditentukan dan pakaian serba putih. Dijamin tidak diperbolehkan masuk, bila ada yang menggunakan warna lain.

Dari¬†termpat parkir menuju tempat penyelenggaraan manasik, terlihat panitianya kurang sigap menyambut para peserta cilik dan gurunya. Tidak ada petunjuk harus kemana dan melalui mananya. Hanya ada beberapa petugas tapi itupun tidak mengarahkan kemana arahnya. Kami hanya disuruh masuk saja dan mengikuti arus peserta yang lainnya. Saya yang baru pertama kali ikut kegiatan manasik haji untuk anak, jadi sedikit bingung ūüėĀ. Tapi mau gimana lagi, ya ikuti arus saja ke mana jalannya.

Manasik Haji Siswa TK se Jakarta Timur

Ternyata kami menuju sebuah masjid, tapi saya kok tidak melihat nama masjidnya ya. Tidak ngeh sepertinya, karena asik membantu ibu guru mengabadikan kegiatan anak-anak. Masjid yang bernama Al-Mabrur menjadi area manasik haji siswa TK se Jakarta Timur. Peserta manasik haji masih harus mengantre di depan area masjid, karena acara manasik ini belum resmi dibuka. Setelah seremoni peresmian acara, maka masing-masing rombongan TK yang dianggap satu keloter jamaah. Mulai memasuki halaman masjid yang begitu luas. Setiap sekolah akan diberikan bendera kecil berwarna hijau yang bertuliskan nomor keloternya. Rombongan siswa sekolah Islam terpadu Permata Bunda mendapat nomor keloter 15.

Manasik haji siswa TK se Jakarta Timur

Ternyata acara manasik haji ini diberikan penilaian oleh panitia, entah apakah dilombakan atau tidak. Dimulai dari tenda yang digunakan sebagai tempat seremoni peresmian acara. Tiap barisan dicatat asal sekolahnya dan diminta untuk berbaris yang rapi. Selanjutnya proses manasik haji dimulai. Layaknya jemaah haji sungguhan, para peserta yang sudah mengenakan kain ihrom dari rumah melewati padang Arofah menuju masjid Al-Mabrur yang dianggap sebagai Masjidil Haram. Di dalam masjid rombongan anak anak ini dipisahkan shafnya, muslim berada di barisan kiri sementara muslimah berada di barisan kanan. Setelah rapi duduk semua, mereka kemudian dibimbing untuk melakukan sholat Subuh (ceritanya masih waktu Subuh). Dipimpin oleh seorang imam, anak-anak peserta manasik menjadi makmumnya. Mengikuti gerakan imam sesuai urutan sholat Subuh dalam shaf shafnya. Saking banyaknya rombongan peserta, kegiatan sholat Subuh harus dibagi menjadi beberapa kali penyelenggaraan. Karena masjid tidak menampung jumlah jamaah manasik haji siswa TK se Jakarta Timur.

Sholat Subuh berjamaah di Masjid Al Mabrur

Informasi bagi para guru dan orangtua yang akan mengikuti manasik haji siswa TK di Pondok Gede, sebaiknya siapkan kantong plastik. Berfungsi untuk menyimpan sepatu atau sendal anak-anak saat memasuki masjid, supaya tidak tertukar atau berebutan saat keluar.

Melempar jumroh manasik haji siswa TK

Selesai sholat, jamaah manasik haji kemudian diarahkan untuk melempar jumroh. Tentunya batu kecil yang digunakan bukan sungguhan, melainkan bola-bola kecil terbuat dari kertas koran. Yang sudah dihancurkan dengan air dan sedikit sagu supaya melekat saat dibentuk. Jamaah kecil peserta manasik pun dengan semangat mengikuti arahan untuk melemparkan kerikil kerikil kecil itu. Selesai melempar jumroh, giliran yang ditunggu tunggu oleh para jamaah. Baik yang baru belajar maupun para jemaah haji sungguhan, yaitu melihat ka’bah dan memutarinya sebanyak 7 kali. Karena ini baru belajar, maka tawaf mengelilingi replika ka’bahnya pun hanya satu kali saja, itupun harus antre. Para jemaah manasik haji siswa TK pun sempat melakukan doa di depan makam Ibrahim dipandu oleh seorang petugas.

Jalur sa'i manasik haji siswa TK

Jemaah manasik haji dari SIT Permata Bunda pun melanjutkan perjalanannya ke bukit shafa dan Marwa. Dari bukit Shafa menuju ke bukit Marwa anak-anak pun diajarkan gerakan sa’i. Yaitu berlari lari kecil di dalam sebuah jalur khusus sa’i, layaknya di tanah haram Mekah. Selesai mendaki replika bukit marwah tidak lupa seluruh jamaah manasik haji melakukan tahalul, yaitu memotong sedikit rambutnya. Dengan dilakukan tahalul, maka selesai sudah rangkaian acara manasik haji yang diikuti oleh anak-anak sekolah Permata Bunda. Keseluruhan kegiatan ini menghabiskan waktu tiga jam lamanya, yaitu mulai pukul 07.00 selesai pukul 10.00 pagi.

Kesan mengikuti acara manasik haji siswa TKIT Permata Bunda adalah rame, lucu, dan gemesin. Ternyata anak-anak itu kalau tidak ada orangtuanya mandiri loh. Hanya dengan gurunya saja nurut dan mau mengikuti semua arahan. Ya ada juga sih anak yang tidak bisa diam dan heboh sendiri. Pokoknya semangat belajar dan mengenal ajaran agamamu ya nak.

Suasana di Asrama Haji Pondok Gede saat ada manasik haji siswa TK, terlihat mirip dengan yang sesungguhnya. Selesai para jamaah mengikuti manasik akan disambut oleh para pedagang. Jadi bagi para orangtua yang ikut siap-siap anaknya minta jajan ya¬†ūüėĀ. Ada yang membuka foto studio dengan replika unta. Sekali foto menaiki unta akan dikenai biaya 25 ribu rupiah, hasil cetakan foto bisa langsung jadi. Dapat diambil di tempat terpisah, menuju pintu keluar. Selain¬†sebagai aksesoris foto, unta dalam bentuk boneka dengan berbagai ukuran juga ada dijual. Pedagang kurma, kacang arab, dan kismis pun banyak yang mencoba peruntungannya berdagang di area Asrama Haji Pondok Gede. Kalau di tempat perkir jangan ditanya, akan lebih banyak ditemui pedagang dengan aneka jualannya.¬†

Gerai foto dengan unta

Pedagang kurma, kacang arab, dan kismis di manasik haji siswa TK

Asap Membawa Duka

Senin datang lagi, pertanda hari baru di awal pekan. Bagaimana kabar anda? Semoga sehat selalu ya. Alhamdulillah, kita yang di Jakarta atau Jawa pada umumnya dalam keadaan sehat. Masih diberi kesempatan untuk bernafas. Menghirup oksigen yang masih bersih dan segar di pagi hari. Dengan jumlah yang berlimpah dan bebas. Sehingga mudah di dapatkan tanpa harus membayar satu sen pun. Setiap detik tanpa dibatasi dengan kuota. Tidakah bersyukur atas itu?

Tidak terbayang bagaimana kalau oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Sudah jumlahnya terbatas dan tercemar, kita pun harus membayar. Ya, untuk bernafas tapi harus bayar. Mungkin dari kita banyak yang meninggal tepat sesaat dilahirkan. Tidak terbayang pula bila oksigen yang dihirup tercemar bahkan beracun. Tentu dalam hitungan detik saja, siapapun yang menghirupnya akan meninggal.

Saya termasuk orang yang sangat sensitif dengan bau-bauan. Yang berasal dari asap, seperti sampah dan rokok yang dibakar. Tidak betah dan langsung sesak, membuat sulit bernafas. Belum lagi mata akan berair dan pedas. Demi membebaskan diri supaya bisa bernafas dengan baik. Biasanya memilih untuk menjauhi sumber asap bila memungkinkan. Bila tidak bisa menjauh, maka tidak akan ragu apalagi sungkan untuk menegur orang yang menjadi sumber asap. Baik itu asap sampah ataupun rokok. 

Asap-membawa-duka

Jadi, tidak mampu membayangkan kalau sampai harus mengalami tragedi asap. Seperti yang saat ini bahkan tiap tahunnya dialami oleh saudara-saudara kita yang ada di sebagian wilayah Sumatera (Riau dan Jambi) dan Kalimantan. Akibat adanya kebakaran hutan yang sengaja dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Jangankan untuk berbulan-bulan, hanya beberapa menit saja pasti sudah tidak kuat. Sepertinya beberapa tahun belakangan ini tragedi kebakaran hutan yang menjadi bencana bagi warga yang terdampak asap terus berlangsung. Korban tentu ada dan sangat banyak yang berjatuhan. Baik orang tua, muda, dewasa, anak-anak, pria, dan wanita semua bisa menjadi korban dari asap. Mungkin ada saja orang yang menganggapnya sepele, dengan ucapan ‚Äúah cuma asap nanti juga hilang sendiri‚ÄĚ.

Iya kalau asapnya sedikit, nah ini yang terpapar asap bukan masyarakat yang berada di sekitar hutan terbakar saja. Melainkan hampir seluruh pulau, menyeberang ke pulau lain, bahkan mengganggu negara tetangga. Gimana bisa hilang kalau tidak ditangani dengan baik, malah beredar di masyarakat luas ada kesan pembiaran. Kesan itu bukan tanpa sebab, karena tragedi asap ini bukan lagi hitungan jam, melainkan sudah hitungan bulan masyarakat terkena asap. Kebakaran masih saja berlangsung hingga hari ini, menambah pekat asap yang dihasilkan. Sementara yang merasakan dampaknya dan menderitanya sudah tidak ada yang mempedulikan. Bahkan menurut Greenpeace belum ada pelaku pembakaran hutan yang ditangkap. Membuat kejadian pembakaran hutan terus berlangsung dan berulang, karena merasa bebas. 

Asap Membawa Duka

Tinggal para korban dari asap membawa duka merasa ditelantarkan. Menyisakan kepedihan dan luka yang dalam. Karena korban sudah semakin banyak, disebabkan oleh asap yang tidak kunjung lenyap. Hanya bisa berdoa dan berharap, masih ada oksigen segar turun dan didatangkan dari langit. Untuk membebaskan anak-anak dan orang tua dari sesak di pernafasan. Mau minta pertolongan ke mana lagi, selain ke Allah, Zat Yang Mahakuasa. Karena manusia yang dimintai dan diharapkan pertolongannya. Ternyata begitu lemah mata hatinya melihat penderitaan akibat asap, tapi tidak juga berempati. Malah membuat sedih dan sakit hati.

 

Daripada hanya menunggu dan berharap bantuan untuk melenyapkan asap membawa duka, tapi entah kapan. Masyarakat sendiri pula yang akhirnya berinisiatif saling bantu membantu. Melakukan penggalangan dana, untuk diserahkan ke para korban asap membawa duka. Walau tidak banyak, sekedar memberikan sedikit senyum untuk saudara-saudara di sana. Penggalangan dana dilakukan oleh perorangan maupun melalui lembaga swadaya masyarakat, lembaga filantropi, lembaga amil zakat, dan sebagainya. Anda tertarik untuk membantu dan memberikan donasi pula? Bisa dilakukan hanya dengan cara mentransfer antar bank saja. Insyaallah, niat untuk membantu dengan donasi yang dilakukan sudah sampai.

Caranya mudah saja kok, anda tinggal pilih lembaga filiantropi yang anda percaya untuk menyalurkan donasi yang akan diberikan. Banyak sekali lembaga yang bisa dipercaya. Salah satunya adalah Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang memiliki tagline care for humanity. Kali ini ACT akan melayarkan kapal kemanusiaan darurat asap, untuk menyampaikan donasi dari para donatur untuk mereka yang terkena asap membawa duka. Anda bisa memilih memberikan donasi dalam bentuk barang kebutuhan, seperti beras, air mineral, susu kemasan, kacang hijau, gula merah, gula putih, masker N95. Catatan bagi anda yang ingin memberikan bantuan berupa barang, sebaiknya diperhatikan tanggal kadaluarsanya yaitu paling cepat bulan Februari 2020. Atau berupa uang yang dapat ditransfer dengan mudah antar bank. Ke rekening BNI Syariah nomor 66 0000 4443 milik Aksi Cepat Tanggap. Jumlah yang akan didonasikan tentu saja terserah, tidak ada batasannya. Semakin banyak tentu saja akan semakin baik. Anda tertarik ikut membantu dalam penggalan dana ini, silakan segera lakukan. Jangan tunda setiap niat untuk melakukan kebaikan.

Tegang dan Mengerikan Suasana di Dalam Persidangan

Menjalani persidangan, takut tidak sih? jelas takut, jawabannya. Kalau pertanyaan itu ditujukan kepada saya. Apalagi kalau memang bersalah, karena telah melakukan kesalahan maksudnya. Pasti tingkat takutnya naik berkali lipat. Jangan sampai ya anda, saya, dan anak keturunan menjalani persidangan. Walau untuk urusan mengambil SIM akibat ditilang oleh polisi. Alasannya karena itu tadi, menjalani persidangan itu menakutkan. Jangankan menjalani persidangan karena terkait sebuah kasus. Hanya data, lihat, dan mengikuti jalannya persidangan saja sudah merasa tegang dan mengerikan. Lagi pula sekarang sudah mudah, tidak perlu sidang untuk mengambil SIM akibat ditilang. Pelanggar lalu lintas tinggal bayar denda saja. Anda bisa membaca pengalaman saya di tautan tadi.

Apa hubungannya ya menjalani persidangan dengan mengambil SIM? Memang tidak ada hubungannya sih ūüėÖ. Cuma saja jadi teringat pengalaman pribadi saat mengambil SIM akibat ditilang belum lama ini. Ketika itu saya penasaran sekali ingin mengikuti dan menjalani sidang pengambilan SIM sendiri. Alhamdulillahnya, waktu itu tidak perlu menjalani sidang. Karena melihat dari pengalaman menemani saudara yang menjadi saksi kemarin. Ternyata menjalani sidang itu mengerikan.

Ceritanya begini, hari Selasa tanggal 17 September kemarin saya diminta menemani saudara. Yang kebetulan diminta kesediaannya menjadi saksi dari pihak penggugat. Atas sebuah kasus penipuan jual beli sebuah rumah di Depok. Jadi saya dan saudara datang ke Pengadilan Negeri Depok, dalam rangka membantu teman yang sedang melakukan gugatan. Berangkat dari Matraman sekitar setengah sepuluh, langsung menuju pengadilan. Untuk mempercepat perjalanan kami bahkan memilih lewat jalan bebas hambatan, tol. Alhamdulillah lancar, kondisi jalan tol ramai lancar dan tidak sampai macet.

Pengadilan negeri Depok

Saat tiba di lobi Pengadilan Negeri Depok, kedatangan kami sudah ditunggu oleh penggugat (disebut principal saat di persidangan), suaminya, pengacara, dan saksi pertama. Ternyata kedatangan kami berdua terlambat satu jam, karena saudara saya lupa. Pukul berapa waktu yang telah ditentukan untuk bersaksi. Sementara sidang tidak akan dimulai, kalau saudara saya (sebagai saksi) belum datang. Karena agenda sidang hari itu khusus mendengarkan keterangan dari para saksi yang diajukani oleh penggugat. Setelah sempat menunggu beberapa menit di lobi, rombongan kecil kami pun akhirnya pindah posisi. Masuk ke dalam, ke ruang tunggu yang letaknya di depan ruang sidang. Cukup lama kami menunggu di sini dan belum ada kepastian kapan sidang digelar. Bahkan kami pun sempat pindah lagi dan masuk ke ruangan sidang yang bernama ruang Candra.

Kesempatan memasuki ruangan sidang ini adalah yang pertama kalinya buat saya. Ada perasaan berbeda saat pertama kali melihatnya. Ruangan sidang yang kami masuki tidaklah seluas yang ada dalam imajinasi saya. Kalau boleh menilai, ruangan itu malah terasa cukup sempit. Karena diisi dengan furnitur berukuran besar. Seperti meja dan kursi hakim, terdiri dari hakim ketua dan 2 hakim anggota. Di samping kanan kiri meja hakim terdapat bendera merah putih dan panji berwarna hijau dengan logo Pengadilan Negeri Depok di tengahnya. Di sudut ruangan, tepat di belakang meja hakim terdapat 2 meja dan kursi untuk panitera. Meja dan kursi untuk penggugat dan tergugat masing-masing 3 unit. Berada di depan kanan kiri meja hakim dan saling berhadap-hadapan. Tepat di tengah antara meja hakim, meja penggugat, dan meja tergugat terdapat kursi panjang. Yang berfungsi sebagai tempat duduk untuk para pihak yang berkepentingan dan berkaitan dengan persidangan. Baik untuk memberikan saksi, tersangka, atau sebagai terdakwa yang nantinya akan ditanya oleh hakim atau memberikan kesaksian.

Ruang sidang

Sementara kursi panjang sebanyak 3 unit, disediakan untuk masyarakat umum. Yang ingin dan diizinkan mengikuti jalannya persidangan. Berada di seberang meja hakim dengan dibatasi oleh pagar. Mungkin berfungsi sebagai pembatas agar yang menyaksikan jalannya persidangan tidak menyerobot masuk. Saat kami duduk menunggu di dalam ruangan sidang ini, tiba-tiba datanglah para hakim. Menduduki tempatnya masing-masing dan bersiap-siap. Saya yang baru pertama kalinya juga melihat hakim, langsung saja mengambil foto mereka yang masih ngobrol dan belum membuka persidangan. Tapi sayang salah satu hakim anggota melihatnya. Dan menegur saya untuk segera menghapus foto yang baru saja saya ambil. Bahkan hakim itu pun mengingatkan dilarang untuk mengambil foto saat persidangan. Saya baru tahu kalau dalam persidangan dilarang untuk mengambil foto. Kecuali sudah ada izin terlebih dahulu.

Kalau berdasarkan ucapan tersebut, sebenarnya masih bisa memoto bukannya? Kan belum dimulai persidangannya ūüėÖ. Tidak ingin memperpanjang dan membuat masalah, saya pun menghapus foto tersebut. Setelah kejadian itu, persidangan pun langsung dimulai. Hakim Ketua membacakan nomor kasus dan nama penggugat, diikuti ketukan palu. Ternyata sidang tersebut bersifat tertutup dan tidak boleh disaksikan oleh masyarakat umum. Jadi yang tidak berkaitan atau tidak berkepentingan harus keluar ruangan sidang. Rombongan kecil kami pun akhirnya keluar dan menunggu lagi, di ruang tunggu di luar. Hingga hampir waktunya istirahat, pengacara baru mendapatkan kabar. Kalau sidang diundur waktunya, disebabkan atas keterlambatan yang kami berdua lakukan. Mundur empat jam dari waktu yang sudah dijadwalkan. Dari awalnya pukul 9.30 pagi menjadi 13.30 siang.

Meleset sudah perkiraan waktu yang dialokasikan untuk menghadiri sidang. Sebelumnya kami berpikir, tidak akan lama untuk bersaksi. Paling tidak sampai batas dzuhur, kira-kira jam 12.00 acara memberikan saksi selesai. Padahal hari itu saudara saya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Mempersiapkan akreditasi sekolah miliknya, ini juga yang menjadi penyebab keterlambatan datang ke pengadilan. Sementara saya sendiri punya tugas untuk menjaga tiga dara di rumah. Selepas mereka pulang sekolah, karena ibu sedang pergi ke Bandung. Bersama teman-temannya sesama pensiunan. Utamanya, menjemput dan menjaga adek yang waktu pulangnya lebih dulu dibanding kedua kakaknya. Jadilah adek harus dititip di sekolah sampai kami kembali dari Pengadilan Negeri Depok. Untungnya, sekolah tempat adek belajar milik saudara sendiri. Jadi aman sentosa soal titip adek ūüėÖ.

Selepas sholat dzuhur kami berdua menunggu di dalam masjid, yang berada di lantai 2 kantor Pengadilan Negeri Depok. Baru pada pukul 13.30 kurang kami turun untuk mencari rombongan kecil kami, yang sempat berpisah tadi. Setelah berkumpul, rombongan pun menuju ruangan sidang. Tapi berbeda dari ruangan sebelumnya, kali ini letaknya lebih dekat dengan lobi. Sayangnya saya lupa melihat apa nama ruangan sidangnya. Saat masuk ke ruangan, di dalam ternyata sudah ada beberapa orang yang tidak kami kenal. Lebih dulu mengisi kursi yang disediakan, juga sedang menunggu. Kami pun mengisi kursi yang masih kosong dan berada di baris ketiga (paling belakang). Kalau dilihat kondisi di dalam, tidak jauh berbeda isinya dengan ruangan sebelumnya. Termasuk tata letak meja dan kursinya. Mungkin memang dibuat seragam. Sambil menunggu, saudara saya dimintai KTP aslinya oleh pengacara. Padahal sebelumnya sudah dimintai fotokopinya. Jadi bagi anda yang suatu hari diminta untuk menjadi saksi, jangan lupa siapkan fotokopi KTP selembar. Antara 5-15 menit kami menunggu di sini, sampai para hakim datang dari pintu yang berada di belakang meja hakim.

Seorang panitera yang lebih dulu datang ke ruangan sidang. Tidak lama, dua orang hakim menyusul memasuki ruangan. Seorang hakim perempuan yang menduduki kursi hakim ketua. Satu lagi, hakim laki-laki duduk di sebelahnya sebagai hakim anggota. Persidangan tidak langsung di mulai. Kedua hakim pun sempat mengobrol, entah apa yang diobrolkan. Tidak terdengar dari tempat saya duduk. Lagi pula kami pun asik ngobrol sendiri ūüėÖ. Tiga sampai lima menit kemudian, datanglah hakim laki-laki satu lagi. Menduduki kursi hakim anggota sambil tangannya sibuk merapikan jubah dan dasi hakimnya. Mungkin karena terburu-buru jadi beliau belum sempat merapikannya dengan sempurna.

Persidangan pun dimulai setelah ketiga hakim yang bertugas, sudah berada di posisinya masing-masing. Saya merasakan suasana berubah,menjadi sedikit tegang dan mengerikan. Entah, apakah hanya saya yang merasakannya atau semua orang yang berada di ruang sidang itu merasakannya. Persidangan kali ini terbuka untuk umum, karena saat hakim ketua mulai membacakan nomor kasus dan mengetuk palu. Sebagai tanda persidangan dimulai, kami yang tidak berhubungan dengan kasus tersebut. Diizinkan tetap berada di dalam ruangan dan mengikuti jalannya persidangan. Tidak lama persidangan untuk kasus yang pertama, setelah selesai hakim ketua mengetukan kembali palunya.

Tegang dan Mengerikan Suasana di Dalam Persidangan

Giliran kasus teman saudara saya disebut oleh hakim. Pengacara yang mendampingi kasus tersebut kemudian memasuki area persidangan. Kemudian duduk di kursi pada area untuk penggugat. Selanjutnya hakim ketua mulai menjalankan tugasnya menanyai pengacara. Karena agenda sidang kali ini memang untuk mendengarkan kesaksian dari para saksi. Maka tidak lama kemudian, dua orang saksi dihadirkan di persidangan. Keduanya diminta untuk masuk dan duduk di kursi yang ada di hadapan hakim. Kemudian hakim ketua mulai menanyai saksi. Dimulai dengan mengecek identitasnya: nama, tempat tanggal lahir, dan pekerjaan. Jawaban disesuaikan dengan fotokopi yang sebelumnya diminta oleh pengacara. Ditanya pula, apakah saksi mengenal tergugat?.

Selesai pengecekan identitas, hakim ketua menanyakan kesediaan dari saksi untuk disumpah berdasarkan agama yang dianut (Islam). Jelas saja para saksi bersedia, karena sumpah berdasarkan agama yang dianut dalam hukum merupakan kewajiban. Tegang dan mengerikan suasana di dalam persidangan makin terasa. Mungkin perasaan saya saja, yang baru pertama kalinya mengikuti persidangan hingga selesai. Walau sebatas saat agenda sidang mendengarkan keterangan saksi.

Para saksi diminta untuk berdiri saat mengucapkan sumpah. Ada petugas yang memegang Al-Qur’an didekatkan ke atas kepala saksi selama sumpah diucapkan. Isi sumpah yang diucapkan saksi dengan dipandu oleh seorang hakim anggota, berbunyi:

“Bismillahirrahmanirrahim, demi Allah saya bersumpah, bahwa saya sebagai saksi akan memberikan keterangan yang benar tiada lain daripada yang sebenarnya”.

Proses sumpah selesai, barulah pertanyaan berikutnya ditanyakan secara maraton. Untuk menggali informasi dan keterangan dari para saksi. Ternyata menjadi saksi itu berat, membuat orang menjadi tiba-tiba gagap, grogi, dan tidak bisa menjawab pertanyaan hakim dengan baik. Isi pertanyaan bisa jadi diulang-ulang dengan formasi yang berbeda. Cenderung membuat bingung. Di sini bisa dilihat dan dinilai, apakah saksi memberikan keterangan atau jawaban itu konsisten. Dan berhubungan satu sama lainnya. Pertanyaan dari hakim bahkan bisa “menjebak”, untuk mendapatkan kesaksian yang benar. Bahkan tambahan bukti untuk memutuskan suatu perkara. Di sinilah pentingnya peranan seorang saksi. Dalam Islam hukumnya adalah fardhu ‘ain bagi orang yang diminta sebagai saksi. Karena dikhawatirkan kebenaran akan hilang, bila tidak ada yang bersedia bersaksi.

Tegang dan mengerikan suasana di dalam persidangan, makin bertambah saat ada saksi yang menjawab ragu-ragu. Bahkan sering mengucapkan lupa saat ditanya oleh hakim. Sekarang saya mulai mengerti kenapa ada tersangka, terdakwa, atau saksi sering menjawab lupa. Dari potongan persidangan yang pernah disaksikan di televisi. Memberikan jawaban lupa, dikarenakan memang lupa. Kondisi diluar niat untuk berbohong dan memberikan kesaksian palsu ya. Bisa jadi karena pertanyaan tentang kejadian yang ditanyakan, berlangsungnya sudah lama waktunya. Jadi mulai sekarang tidak boleh suudzon kalau melihat jalannya persidangan. Seperti kasus penipuan atas jual beli tanah yang menimpa teman saudara saya itu. Kejadian sebenarnya terjadi beberapa yang lalu.

Wajar kalau ada yang terlupa kalau ditanya tentang kejadian sebenarnya. Apalagi kalau tidak bertransaksi langsung. Hanya sebatas mengantar atau menemani saja. Istilahnya, berada dalam kejadian hanya sebatas “sambil lalu” saja. Tidak ada kepentingan di dalamnya dan bukan menjadi urusannya. Hakim bahkan bisa mengingatkan para saksi yang sedang memberikan keterangan, bahwa mereka berada di bawah sumpah. Ada konsekuensi hukumnya bila berani dan terbukti memberikan keterangan dan kesaksian palsu.

Perasaan saya, saat hakim memberi peringatan tersebut. Membuat tegang dan mengerikan suasana di dalam persidangan bertambah berkali lipat ūüėį. Karena saya yakin yang memberikan kesaksian siang hari itu mengucapkan yang sebenarnya. Hanya karena gugup, grogi, lupa, dan takut. Jadi memberikan jawaban yang patah-patah. Belum lagi saat persidangan berlangsung ada pengunjung yang sempat ditegur oleh hakim. Ditegur untuk menurunkan kedua tangannya yang diletakkan di atas sandaran kursi.

Untunglah, pertanyaan yang diberikan hakim tidak terlalu banyak. Jadi tidak harus merasakan tegang dan mengerikan suasana di dalam persidangan lebih lama lagi. Bisa-bisa semakin terasa panas dan pusing berada di dalam ruang sidang yang tanpa dipasang pendingin ruangan itu. Kurang lebih 30-45 menit proses pemberian saksi dari para saksi di persidangan itu. Hakim mengetukan palunya tanda sidang untuk satu kasus ditutup.

Bagi anda yang ingin menjadi saksi, kuatkan mental ya. Jangan sampai ragu-ragu saat menjawab pertanyaan. Pastikan apa yang diucapkan dalam persaksian adalah yang sebenarnya. Jangan sampai berbohong. Tipsnya adalah tenang saja, kan bukan anda yang berbuat salah. Jadi jangan khawatir. Semoga dengan kesaksian yang diberikan dapat membongkar keburukan dan memberikan keadilan. Wallahu’alam.

Beli Rumah Tanpa Riba Mungkinkah?

Kalau ada yang tanya ke saya, punya pengalaman atau tidak. Soal membeli properti, bisa tanah atau rumah dengan skema pembiayaan KPR? Kalau dengan skema pembiayaan syariah bagaimana? Jawabannya mudah, untuk pertanyaan pertama tidak punya pengalaman. Sedangkan pertanyaan kedua, Alhamdulillah sudah punya pengalamannya. Jadi postingan kali ini hanya ingin berbagi pengalaman bagaimana beli properti dengan skema pembiayaan syariah.

Sebelum dilanjutkan, saya akan ingatkan lagi di postingan ini. Bila disebut dengan skema pembiayaan syariah dalam membeli properti. Itu berarti skema pembiayaan tanpa riba dan tanpa bank. Yang saya tahu selama ini, biasanya yang menyediakan skema pembiayaan syariah hanya pihak pengembang perumahan syariah. Maksudnya di sini adalah yang murni 100% syariah.

Perkenalan saya dengan skema pembiayaan syariah belum lama. Sekitar tahun 2014 akhir atau awal 2015, agak lupa. Kala itu seorang teman menginformasikan, kalau ada yang memberikan penawaran tentang properti. Saat itu, properti yang ditawarkan berupa tanah kavling belum ada rumahnya. Awalnya saya hanya ingin tahu saja, belum ingin membeli. Walau memang ada niat untuk nabung, dalam bentuk selain tabungan di bank. Jadi hanya mendengarkan dan menerima informasi seadanya saja dari teman. Saat mengetahui harganya yang murah, tidak ribet prosesnya (tidak menggunakan bank = tidak riba). Ditambah dengan cicilan terjangkau, DP kecil, dan jangka waktu mencicil yang pendek. Saya langsung tertarik untuk membelinya, dengan alasan ingin menabung.

Setelah diskusi dengan suami, tentang rencana dan keinginan saya untuk menabung dalam bentuk lain. Dengan persetujuan beliau, akhirnya saya beranikan diri untuk menabung sekaligus investasi pada properti. Padahal informasi tentang lokasi tepatnya dan developernya siapa tidak tahu sama sekali. Hanya tahu kalau tanah kavling itu berada di Lampung, dekat dengan bandara, dan akan dibangun tol dekat nantinya. Karena niatnya ingin menabung dengan cicilan hanya Rp. 1.500.000. Maka saya beranikan diri investasi properti. Di seberang pulau yang tidak tahu seperti apa ke depannya. Tanpa tanya macam-macam lagi, cuma mengucapkan basmalah saja dan berserah diri kepada Allah Swt. Saat itu tidak terpikir sama sekali kalau nanti akan kena tipu atau tidak. Alhamdulillah, sampai saat ini masih baik-baik saja.

Setelah berjalan setahun kalau tidak salah, saya dan saudara yang ikut ambil tanah kavling di Lampung. Sempat ke Lampung, dalam rangka jalan-jalan. Di sela-sela waktu kami akhirnya menengok lokasi tanah kavling yang kami beli dengan skema syariah. Berbekal alamat yang diberikan oleh marketingnya, kami pun ke sana. Melihat lokasi yang memang ada wujudnya. Bahkan saat itu ada beberapa rumah baru jadi dan sudah mulai ditempati pemiliknya. Alhamdulillah, kami investasi pertama kalinya dalam bentuk properti, tidak dibohongi. Membuat saya lebih yakin dan percaya terhadap skema pembiayaan syariah dan properti murah syariah. Menambah percaya diri bila ingin membeli properti syariah lagi, kelak di masa yang akan datang.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia daring (KBBI daring), bisa dilihat pengertian properti, sebagai berikut: harta berupa tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan/atau bangunan yang dimaksudkan; tanah milik dan bangunan.

Tapi dalam kenyataan sehari-hari, masyarakat lebih senang menyebut properti dengan langsung menyebut obyeknya. Kalau tidak tanah ya rumah, tergantung mana yang diperjualbelikan. Disebut tanah, kalau yang dibeli hanya tanah tanpa ada bangunan rumah di atasnya. Akan disebut rumah, kalau yang dibeli adalah rumah yang didirikan di atas sebidang tanah. Jadi membeli rumah, berarti membeli rumah dan sebidang tanahnya. Sesuai dengan pengertian dari properti yang sudah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Beli Rumah Tanpa Riba Mungkinkah?

Kalau ada pertanyaan mungkinkah beli rumah tanpa riba mungkinkah? Jawabannya tentu sangat mungkin. Seperti pengalaman saya yang masih berjalan hingga kini. Anda hanya siapkan niat ingin beli rumah tanpa riba. Selanjutnya mulai mencari informasi bisa lewat teman, marketing atau konsultan perumahan syariah, website, dan sebagainya. Banyak cara yang bisa anda tempuh bila ingin memulai sesuatu kebaikan, insyaallah akan dimudahkan juga perjalanannya.

Say no to RIBA

Kalau sudah mendapatkan informasinya, tinggal siapkan uang untuk bayar tiket gathering dan DP. Nah, untuk masalah DP, banyak yang suka mengeluhkan mengenai keberadaan DP kalau di perumahan syariah. Iya, butuh DP karena pihak pengembang pun tidak menggunakan dana dari bank untuk membuatkan rumah. Jadi semua uangnya yang digunakan untuk membangun perumahan, murni dari dana calon pemilik rumah. Jangankan berbentuk rumah, yang bisa langsung ditempati setelah dibuatkan oleh pengembang. Pengalaman saya saat beli tanah kavling saja, juga dimintai DP ūüėÖ. Untuk DP tergantung dari pengembangnya, apakah memberikan kemudahan seperti bisa dicicil atau tidak. Bisa dikonsultasikan lebih lanjut dengan pengembang atau penjualnya langsung. Jadi tetap semangat, jangan patah arang. Semua harus dijalani untuk mendapatkan rumah yang anda idamkan.