Sparumpis, Sepuluh Teman Ngerumpi

SparumpisAlhamdulillah saya pernah merasakan kuliah dan yang membiayai kuliah itu adalah ibu tersayang. Barusan baca buku cerita dan dapat ide untuk membuat postingan yang anda baca kali ini. Serius ide bisa dari mana saja datangnya dan akhirnya bisa jadi tulisan di blog ini karena langsung dituliskan dan tidak ditunda-tunda lagi.

Sudah pengalaman beberapa kali, mendapatkan ide tapi tidak langsung dituliskan. Mengandalkan kalimat nanti saja deh, pasti masih ingat. Nyatanya pas ada waktu untuk menulis, idenya sudah meluap entah ke mana. Lupa! Kalau pun akhirnya idenya teringat lagi, tapi sudah jadi garing dan tidak ingat lagi akan menuliskan seperti apa. Payah.

Waktu kuliah beberapa tahun yang lalu, saya kebetulan sering jalan bersama teman-teman sekelas. Bukan genk ya, karena saya memang tidak suka dengan ala ala genk gitu. Alasannya karena ada kesan yang tidak baik yang saya dengar tentang genk baik dari teman ataupun dari media. Tapi kalau dilihat dan kata teman-teman yang lain ya seperti itulah yang namanya genk :). Iya, ternyata saya punya genk juga walau dengan susah payah menghindar untuk tidak masuk atau ikutan ber-genk.

Kami ada sepuluh orang kala itu, banyak ya. Setiap hari kalau kuliah sering pergi ke mana mana bersepuluh. Main ke kosan teman, jalan ke mall, jajan di balsem nunggu kereta KRL/KRD. Oh iya balsem adalah singkatan dari balik semak, sebuah kantin yang letaknya ada di balik semak-semak. Entah sejak kapan istilah kantin balsem ada para senior kali yang menciptakannya. Setelah bertahun-tahun berlalu, balsem sudah tidak ada lagi, tergusur. Digantikan dengan kantin konsep baru yang lebih modern dan mengikuti perkembangan zaman.

Sparumpis, Sepuluh Teman Ngerumpi

Kembali ke cerita tentang ‘genk’ saya di kampus dulu, ada namanya pula. Entah ya teman-teman masih ingat tidak tentang nama itu. Kenapa tiba-tiba jadi kangen banget sama teman-teman sparumpis ya. Seingat saya nama ‘genk’ kami dulu adalah sparumpis. Tidak ada arti macam-macam dari kata itu, hanya pelesetan atau kependekan dari sepuluh anak rumpis. Sepuluh karena kami memang ada sepuluh orang dan rumpis diambil dari istilah ngerumpi yang saat sedang naik daun. Ketahuan deh angkatan berapanya. Akhirnya tercetus nama sparumpis.

Tidak ada tujuan lain, hanya untuk lucu-lucuan saja, saat saya membuat nama itu. Sparumpis, sepuluh teman ngerumpi ini saya sebutkan di depan teman-teman dan akhirnya disetujui. Buatnya pun saat lagi kuliah, di sela-sela mencatat penjelasan dosen dan ngobrol :). Beneran saat itu kok ya bisa ngobrol sambil tetap dengar dosen menerangkan di depan kelas. Lucu juga ya diingat sekarang kebandelan saya dan teman-teman sparumpis. Ah, tapi sekelas kayaknya deh yang ngobrol. Jadi bukan kami saja yang ngobrol. Itu pun dengan suara yang pelan khawatir terdengar dosennya.

Coba ya saya ingat-ingat siapa saja nama mereka satu per satu. Semua hanya saya tulis nama panggilannya, dimulai dari Eka, Azka, Citra, Dewi, Tyas, Devita, dan saya sendiri. Maaf saya lupa nama tiga orang lagi. Jujur saja setelah tamat kuliah kami benar-benar tidak kontak lagi. Eh, mungkin saya ya yang menghilang dari mereka. Baiklah, semoga dengan postingan ini menjadi pengingat bagi saya pentingnya ajang silaturahim. Bismillah, segera memulai mencari kontak teman-teman nih. Berharap ada salah satu teman yang berhasil mengingat nama sparumpis lalu mengetikkan di mesin pencari. Atau paling tidak membaca postingan ini dan kami bisa berkumpul lagi. Kangen!

8 thoughts on “Sparumpis, Sepuluh Teman Ngerumpi

  1. biasanya setelah menikah agak menjauh, karena ada kesibukan sendiri-sendiri dengan keluarga. Allhamdulillah temen kuliah kemarin ini sudah reuni lagi 10 orang juga sama :)

  2. kalau saya dulu gara2 booming lumut ijo,jadi deh nama2n kita jadi genk lumut ijo hehehe…kadang kl di kelas main surat2an juga kalo bosen sama ceramah dosen hahaha..ya ampun,jaman dulu >_<

  3. Seru ya, Mba. 😀 Semoga bisa silaturahim lagi dengan 9 anggota Sparumpis lainnya. Dulu pas zaman kuliah saya juga punya “genk”. Tapi ga sampai 10 orang. 6 orang aja hehehe. Ke mana-mana selalu sama-sama. Yang 3 orang masih kontak sampai sekarang. Yang 2 lagi ga tahu di mana. Kangen juga masa-masa itu! 😀

  4. kalau dulu waktu kuliah berlimaan bikin pHD mbak namanya, cuma lupa panjangannya apa hehe, itu grup jalan sekaligus grup bisnis, kita bikin semacam konsultan sewaktu masih mahasiswa dulu sama temen2, tapi sayang sekarang kami belum pernah bertemu lagi karena kebanyakan di luar pulau jawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>