Sopan Santun Yang Perlu Diperbaiki

Sopan santun yang perlu diperbaikiTidak sedang menyamaratakan kondisi. Hanya ingin menuliskan kondisi dari sebagian anak-anak jaman sekarang. Asumsi yang dipakai untuk anak-anak di sini adalah yang sudah duduk di bangku sekolah setingkat menengah umum.

Kekurangan anak-anak jaman sekarang adalah kurangnya sopan santun. Kalau pernah dengar istilah selonong boy. Istilah selonong boy disematkan kepada orang yang kurang, tidak mengerti bahkan tidak memliki sopan santun.

Sopan Santun Yang Perlu Diperbaiki

Kepada orang yang usianya lebih tua dengan dirinya, anak-anak sekarang sangat kurang sopan santunnya. Ada 3 tindakan saya anggap kurang sopan santunnya dan perlu diperbaiki:

  1. Tidak menegur dan menyapa. Kalau bertemu dengan orang yang lebih tua usianya dengan mereka, anak-anak itu enggan untuk menyapa dan menegur. Hanya melihat kemudian diam saja, bahkan ada yang malah pergi menjauh dan berusaha menghindar
  2. Tidak tersenyum. Sebenarnya senyum ini satu paket dengan tegur dan sapa. Kalau sampai senyum saja tidak mau, jangan harap tegur dan sapa akan keluar dari mulut anak-anak jaman sekarang. Padahal senyum adalah hal yang termudah dilakukan sebagai bentuk komunikasi (tegur dan sapa) kepada orang lain
  3. Tidak membiasakan untuk izin terlebih dulu. Sesungguhnya izin sangat diperlukan, sehingga orang lain mengetahui kondisinya. Misalkan ingin keluar rumah, maka perlu izin kepada orang tua atau orang yang ada di dalam rumah. Tujuannya agar dapat diketahui ke mana, dengan siapa, sampai kapan, dan untuk apa pergi keluar rumahnya. Bahkan izin sangat diperlukan saat ingin meminjam barang dari orang lain. Tujuannya agar tidak terjadi salah paham. Jangan sampai dituduh mencuri gara-gara memakai (meminjam) barang orang lain tanpa izin
  4. Tidak mengucapkan terima kasih. Ini yang paling parah menurut saya. Sering kali anak-anak tidak mengucapkan terima kasih. Baik setelah diberi sesuatu maupun saat setelah dibantu. Entah karena tidak terbiasa atau merasa memang sudah menjadi haknya diberi dan dibantu.

Sikap sopan santun yang perlu diperbaiki tersebut selayaknya menjadi perhatian para orang tua di rumah. Sejak kecil seharusnya anak-anak sudah diajarkan bagaimana bersopan santun. Selain diajarkan tapi juga harus dipraktekkan. Untuk masalah praktek, orang tualah yang seharusnya memulai terlebih dulu. Dengan contoh anak akan lebih cepat meniru apa yang diperbuat oleh orang tuanya.

Selain orang tua tentu diri sendirilah yang harus mempraktekkannya. Karena tidak jarang, orang tua telah mengajarkan dan mempraktekkannya di rumah. Tapi anaknya tetap tidak mau mencontoh. Kalau begini kondisinya, maka yang disalahkan adalah anak itu sendiri.

Masalah sopan santun yang perlu diperbaiki agaknya harus menjadi perhatian semua pihak. Jangan lagi ada sikap acuh dan tidak mau peduli. Semua harus dapat bersikap dengan sopan dan santun.

Incoming search terms:

  • sopan santun

6 thoughts on “Sopan Santun Yang Perlu Diperbaiki

  1. Keempatnya pernah saya temui Bun, di lingkungan sekarang, di kosan saya. Mohon maaf, bukan berlagak benar sendiri. Tapi ada yang berlaku demikina. Kadang saya ngebatin sendiri, gak mengenakkan diperlakukan begitu. Entah mungkin sudah karakter dianya. Jadi saya berusaha tidak seperti itu, karena saya merasa diperlakukan begitu tidak mengenakkan. Makasih Bun, sudah mengingatkan tuk semakin memperbaiki sikap diri dalam perlgaulan di sekitar :)

    Salam saya Bun :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>