Skema Pembiayaan Syariah, Menguntungkan di Dunia Selamat di Akhirat

Sebagai perempuan yang merangkap sebagai istri dan ibu anak-anak. Memiliki sebuah rumah merupakan sebuah cita-cita dan menjadi idaman buat saya. Jadi kalau ada sebuah pertanyaan yang jawabannya harus membuat pilihan. Misalnya: pilih mana, beli mobil atau rumah? Pilihan saya pastilah beli rumah.

Rumah adalah kebutuhan primer dan sangat penting. Dibandingkan punya mobil keluaran terbaru, tapi rumah masih kontrak. Tentu pilihan yang terbaik untuk saya adalah memiliki rumah. Pertimbangannya, supaya tidak mengeluarkan uang tiap tahun hanya untuk membayar kontrakan. Yang pastinya uang kontrakan akan selalu naik setiap tahunnya. Beda orang tentu beda pilihan, karena akan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, gaya hidup, dan referensi.

Memang memiliki rumah tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Mengingat harganya yang tidaklah murah. Belum tentu uang tabungan hasil menyisihkan dari penghasilan dapat lansung bisa beli rumah. Kalau pun menunggu tabungan sampai cukup seharga rumah, sepertinya tidak mungkin. Karena harga rumah akan selalu berubah mengikuti harga pasar yang ada. Walau begitu, kita tidak boleh berputus asa untuk meraih impian memiliki rumah sendiri. Seperti kalimat bijak: akan selalu ada jalan untuk pergi ke Mekah😊. Asalkan sudah memiliki niat kuat, rintangan yang ada jadi terasa mudah.

Sebelum membeli rumah, tentunya ada beberapa poin penting yang dipertimbangkan, yaitu:

1. Harga rumah yang ingin dibeli
Setelah ada niat ingin membeli rumah, maka yang harus dipertimbangkan adalah harga rumah. Ini terkait dengan kemampuan membayar dan kondisi keuangan keluarga yang sehat. Dengan harga rumah yang sangat bervariasi tentu akan sangat terkait dengan lokasi, konsep (nilai) perumahan, dan fasilitas yang disediakan oleh developer

2. Anggaran yang harus disediakan
Jadi perlu bijak untuk menetapkan anggaran untuk membeli rumah bagi keluarga. Nomor 1 dan 2 ini bisa secara berurutan atau tidak, saat mempertimbangkannya. Bisa pula bertukar posisi. Pastinya akan selalu berpasangan dalam menentukan besarannya

3. Jangka waktu
Pertimbangkan jangka waktu pembayaran atau pembiayaan yang akan dilakukan. Jangka waktu yang bisa dipilih ada berbagai macam. Pilihannya: 8 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, dan sebagainya. Bila memungkinkan bisa langsung dibayar lunas. Harganya akan lebih murah dibandingkan berjangka waktu

4. Skema pembiayaan
Beli rumah bukan seperti beli kacang goreng yang murah meriah. Harga rumah bisa berkali-kali lipat jumlahnya dari penghasilan. Kalau bisa bayar tunai tentu semua orang akan lakukan itu. Kalaupun ingin membayar secara kredit atau cicilan juga tidak masalah. Yang terpenting pilihlah yang memudahkan bagi keuangan keluarga. Saat ini skema pembiayaan syariah bisa menjadi pilihan bagi anda yang muslim untuk memiliki rumah.

Skema Pembiayaan Syariah, Menguntungkan di Dunia Selamat di Akhirat

Skema pembiayaan syariah, menguntungkan di dunia selamat di akhirat maksudnya gimana? Lanjut dulu bacanya, biar jelas😊. Di postingan tertarik investasi jangka panjang yang lalu, saya sempat menyarankan anda untuk mencari skema pembiayaan syariah bila ingin membeli rumah. Karena, menguntungkan di dunia dan selamat di akhirat. Dalam skema pembiayaan syariah, berarti pembeli melakukan pembayaran secara cicil dan langsung dibayarkan kepada pihak developer. Tanpa ada pihak bank atau pihak ketiga lainnya yang turut campur. Berarti pula tidak ada riba diantara kita.

Skema-pembiayaan-syariah

Dengan skema pembiayaan syariah, menguntungkan di dunia selamat di akhirat. Benar adanya kalau pembeli sangat diuntungkan. Karena pembiayaannya sangat fleksibel, pembayaran cicilan tetap sesuai akad sampai akhir jangka waktu yang dipilih. Ada semangat gotong royong dan kekeluargaan dalam skema pembiayaan syariah. Jadi sekalipun anda sedang mengalami kesulitan dan dengan menyesal harus telat melakukan pembayaran. Maka tidak ada denda yang akan dibebankan. Tapi tentunya harus ada niat baik dan kejujuran dari pihak pembeli, jangan sampai melakukan kebohongan.

Layaknya pergiliran siang malam yang merupakan sebuah keniscayaan. Begitu juga namanya orang hidup, akan ada pergiliran antara susah dan senang. Walau kita semua berharap akan selalu senang. Namun kalau sampai ada masanya mengalami kesulitan dan sampai tidak bisa melanjutkan pembayaran rumah yang sudah diambilnya. Dalam skema pembiayaan syariah, bila ada pembeli yang mengalami gagal bayar. Developer tidak akan pernah melakukan sita rumah. Karena kalau sampai disita, maka pembeli akan mengalami kerugian. Apalagi bila rumahnya itu menjadi tempat tinggal, tentu akan sangat repot dan sedih. Akibat disita jadi tidak punya tempat tinggal lagi.

Bila skema pembiayaan syariah yang dipilih maka pelakunya akan aman atau selamat di akhirat. Karena tidak menerapkan praktek ribawi. Dimana pihak pembeli tidak diberatkan dengan kelebihan pembayaran, yang biasanya ada bila menggunakan KPR. Kelebihan pembayaran tersebut biasanya dibebankan kepada pembeli oleh pihak bank. Kelebihan pembayaran itulah yang disebut riba.

Seperti diketahui, riba merupakan perbuatan yang dilarang dalam Islam. Karena sangat memberatkan dan menyulitkan bagi pelakunya. Di sana tidak ada rasa kasih sayang dan persaudaraan. Yang ada hanyalah si kuat menindas si lemah. Itu sebabnya Islam sangat melarang umatnya melakukan praktek riba. Dengan beralih ke skema pembiayaan syariah, berarti sudah taat pada perintah Allah Swt. Ganjarannya tentu keberkahan di dunia serta aman dan selamat di akhirat kelak.

Sudah ada skema pembiayaan syariah, menguntungkan di dunia selamat di akhirat. Kenapa pilih yang lain?

6 thoughts on “Skema Pembiayaan Syariah, Menguntungkan di Dunia Selamat di Akhirat

  1. Pingback: Tertarik Investasi Jangka Panjang | Catatan KecilkuBlog Catcilku

  2. masya Allah, keren mbak artikelnya. hanya saja, kita kudu ati-ati dengan skema pembiayaan syariah ini. bukan dari sisi riba atau tidaknya. tapi sekarang ini lagi marak sekali penipuan yang mengatasnamakan KPR syariah. padahal itu KPR bodong doang. temen saya ada yang begini sih. kasian dia,

    • Iya, mbak. Memang kudu hati-hati juga. Tapi kalau sudah niat, Bismillah saja insyaallah dimudahkan, dilancarkan, dan diajuhkan dari yang suka tipu-tipu :)

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>