Serba Serbi Transjakarta

Antrian di shelter Transjakarta

Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan mencoba naik Transjakarta lagi. Kali ini rute yang diambil cukup panjang, yaitu dari Tanjung Priok sampai Sudirman.

Sebenarnya saya kurang suka naik Transjakarta. Alasannya bus ini selalu penuh dan tidak tahu rute serta bus nomor berapanya dan harus transit beberapa kali.

Tapi karena mengejar waktu, jadilah saya mencoba “kehebatan” Transjakarta yang katanya anti macet di jalan ibukota. Akhirnya saya pilih menggunakan Transjakarta. Untuk menerobos kepadatan lalu lintas Jakarta saat jam pulang kantor di sore hari.

Berhubung saya termasuk orang yang tidak kuat berdiri lama dalam posisi diam dan kurang oksigen. Sengaja saya memilih naik Transjakarta dari terminal Tanjung Priok, karena ingin mencari tempat duduk kosong yang bisa diduduki. Postingan kali ini sengaja saya tulis tentang serba serbi Transjakarta.

Serba Serbi Transjakarta

Memasuki shelter Transjakarta di terminal ada kejadian sedikit aneh. Lubang loket tempat membeli tiket tiba-tiba ditutup dengan sebuah benda, buku sepertinya. Sementara masih ada petugas penjual tiket ada di sana. Padahal sebelum saya ada seorang pria yang dilayani membeli tiket. Melihat masih ada petugasnya saya pun bertanya, untuk mencari informasi. Tidak peduli lubang loketnya ditutup. Namun petugas sepertinya enggan untuk menjawab dan melayani saya :D.

Sempat terpikir untuk membatalkan naik Transjakarta. Tapi karena tidak ada pilihan lain untuk “anti macet” di lalu lintas sore yang padat. Akhirnya menetapkan diri untuk tetap menggunakannya.

Cukup lama juga saya dan penumpang lainnya harus menunggu hingga Transjakarta yang saya naiki berjalan. Di sini saya mulai berpikir, Transjakarta kok ngetem seperti bus dan angkot lainnya. Benar juga setelah penuh karena mulai ada beberapa penumpang yang berdiri, barulah bus ini jalan.

Transit TransjakartaMemulai perjalanan bus ini menurut saya cukup pelan kalau tidak ingin dikatakan ‘lelet’. Pernah ada tempelan yang berbunyi maksimal kecepatan hanya 40 km/jam.

Jadi sepertinya sangat tidak layak untuk dipilih bila anda ingin buru-buru dan mengejar waktu. Sempat tergelitik juga, saat teringat beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas. Yang melibatkan bus Transjakarta dengan kendaraan lain.

Seringnya sih motor yang tabrakan atau ditabrak oleh bus Transjakarta. Bahkan sempat ada juga orang yang tertabrak Transjakarta. Kok bisa ya, padahal kecepatan maksimalnya hanyan 40 km/jam. Seharusnya masih dengan mudah mengerem walau dengan kondisi mendadak sekalipun. Mudah-mudahan ke depan tidak akan terjadi lagi kecelakaan yang menyebabkan jatuhnya korban.

Setibanya di shelter Pramuka, saya pun turun untuk transit dan berpindah bus ke arah Sudirman, Dukuh Atas. Jalan panjang harus ditempuh oleh para penumpang yang ingin mengganti dengan bus Transjakarta tujuan lainnya. Sesampainya di shelter bus, antrian panjang dari para calon penumpang terlihat memadati shelter yang tidak begitu luas tersebut. Kebayang juga kalau harus mengalami antrian seperti itu, pastinya harus memiliki tenaga dan energi yang begitu besar. Belum lagi harus berdiri di dalam bus yang sudah penuh sesak dipenuhi oleh penumpang dari shelter-shelter sebelumnya.

Shelter bus TransjakartaBegitulah kondisi setiap hari shelter dan bus Transjakarta, yang sering saya perhatikan. Bahkan setelah beberapa kali mencoba sendiri bus Transjakarta ini terasa jauh dari rasa aman dan nyaman. Padahal kalau saja jumlah bus ditambah lebih banyak lagi, pasti akan mengurangi kepadatan dan antrian penumpang. Jadwal kedatangan dan keberangkatan bus pun sebaiknya diperbaiki lagi. Sehingga ada kepastian terhadap waktu yang harus disediakan oleh tiap penumpang bila ingin bepergian dengan Transjakarta.

Setahu saya proyek Transjakarta ini digadang-gadang sebagai proyek besar yang bagus dan baik. Untuk menarik para pengguna kendaraan pribadi agar bersedia pindah menggunakan kendaraan.umum. Dari serba serbi Transjakarta yang saya tuliskan ini nampaknya proyek ini jauh dari harapan semula, entah salahnya di mana. Semoga pelayanan Transjakarta segera diperbaiki. Sehingga apa yang menjadi harapan di awal saat memulai proyek ini dapat dicapai, semoga!

13 thoughts on “Serba Serbi Transjakarta

  1. betul banget, males kalau antre dan harus berdiri lama ya! duh emoga engga ada lagi kejadian Trans Jakarta yang menabrak kendaraan lain aammiinn!

    • Maklum buat tulisannya dari telepon pintar, jadi agak kesulitan untuk edit gambar dan lihat penampakannya :D. Makasih masukannya ya, sekarang sudah diperbaiki

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>