Sensasi Makan Kepiting Digelar di Meja Ada di Dancing Crab

Masih di bulan Syawal, Rabu malam ada yang mengajak dan minta ditemani untuk pergi ke Bandung. Akhirnya tanpa persian pergi juga kemarin-Kamis-pagi, perjalanan mulai jam 8.30 kurang lebihnya. Masuk tol masih lancar tanpa macet sampai km 20. Sudah merasa senang, berarti akan cepat sampai di tujuan.

Sayangnya harapan perjalanan lewat tol lancar dan cepat masih belum terkabul. Antrean panjang mengular dari kendaraan yang melalui tol tidak bisa dihindari. Jam 11 lewat kami baru mengaspal di Bandung melalui pintu tol Pasir Koja. Menyelesaikan beberapa urusan lebih dulu di daerah Pasir Koja dan Suropati dekat Pusdai. Baru selesai sekitar jam 13, langsung mencari tempat makan.

Saya diajak ke tempat makan baru yang belum pernah dikunjungi. Di daerah Braga lokasi yang menjadi tujuan kami makan, yaitu makanan hidangan laut. Sengaja diajak ke Dancing Crab biar saya bisa mencoba sensasi makan kepiting. Dengan cara yang berbeda dari biasanya. Begitu kata yang mentraktir.

Makan kepiting bukanlah sesuatu yang baru buat saya, pernah walau tidak sering. Tapi kalau merasakan sensasi makan kepiting yang digelar di meja belum pernah. Karena tahu saya belum pernah merasakan sensai makan seperti itu. Makanya sengaja diajak dan ditraktir makan di Dancing Crab.

Dancing crab di Bandung

Selesai parkir mobil, kami langsung masuk dan disambut oleh pelayannya. Mojang Bandung berjilbab yang geulis. Karena sepi, kami sampai bertanya untuk memastikan apakah Dancing Crab sudah buka atau belum 😁. Mungkin karena hari dan di jam kerja jadi pengunjung tidak banyak.

Memasuki Dancing Crab, kami disuguhi dengan berbagai macam hiasan interior yang menarik. Walau terlihat sepi dari luar, tidak tahunya di dalam sudah ada pelanggan yang lebih dulu tiba. Ada 2 meja yang terpakai. Meja pertama adalah sepasang turis bule entah berasal dari negara mana. Sementara meja yang kedua diduduki oleh satu keluarga kecil. Terdiri dari bapak, ibu, dan anak perempuan kecil.

Kami tidak memperhatikan mereka lebih jauh dan saya pun asik serta sibuk mengambil foto ruangan. Setelah memilih tempat duduk yang nyaman, berbeda ruangan dengan kedua pelanggan tadi. Kami disodorkan buku menu, untuk dilihat dan dipilih menu di dalamnya.

Sudah menjadi kebiasaan saya kalau ditraktir, pasti akan mengikuti atau menerima apa saja menu yang diberikan oleh yang mentraktir. Kemarin pun, demikian adanya. Saya hanya duduk menunggu pesanan makanan. Hanya untuk minuman, saya memang memilih. Sambil menunggu menu pilihan disiapkan dan disajikan untuk kami. Saya memilih melihat-lihat seluruh ruangan yang ada dan memotonya lagi. Selagi tidak ada yang melarang, jadi manfaatkan sepuasnya.

Ruangan tertutup

Ruangan terbuka yang bisa dipilih

Ruangan tertutup bisa dipilih bila ingin lebih khusus

Kami duduk di sini dan di belakangnya ada kasir

Ruang terbuka di Dancing Crab

Ruang depan Dancing Crab

Hasil melihat-lihat, saya jadi tahu kalau ruangan di Dancing Crab terbagi menjadi beberapa tempat. Ada yang terbuka di dalam ruangan dan ada juga yang terpisah khusus. Disediakan pula area makan di luar ruangan yang cukup luas. Sepertinya memang disediakan untuk kegiatan yang menyajikan makan dengan prasmanan. Saya sangat menikmati desain interiornya. Sederhana tapi cantik sehingga menimbulkan kesan nyaman dan menyenangkan.

Penasaran dengan sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab seperti apa? yuk baca sampai habis tulisan ini.

Cukup lama juga kami menunggu hingga hidangan siap disajikan. Harus sabar juga kalau ingin merasakan sensasi makan kepiting yang digelar di meja. Sebelumnya saya membayangkan, kepiting akan disajikan dengan menggunakan piring atau wadah di atas meja. Ternyata kepitingnya benar-benar digelar di atas meja tanpa menggunakan piring atau wadah lainnya.

Sensasi Makan Kepiting Digelar di Meja Ada di Dancing Crab

Pantas saja, sesaat setelah selesai mencatat menu pilihan kami. Teteh pelayan menggelar plastik di atas meja sebagai alas. Kemudian memberikan alat pemecah cangkang dan 2 celemek plastik yang akan dipakai saat makan kepiting. Ternyata plastik yang digelar di atas meja menjadi pengganti piring. Maklum sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab kemarin adalah pengalaman pertama buat saya. Semoga tidak jadi norak dan memalukan ya 🙈😅.

Combo bag dituang ke atas meja

Setelah menunggu akhirnya menu yang kami pesan dihadirkan dan siap dihidangkan. Akang pelayannya membawa panci isi masakan kepiting, selanjutnya sambil berdiri pancinya diaduk dengan menggoyangkan pancinya. Diaduk tidak pakai lama, kemudian dituanglah masakan kepiting yang ada di dalam panci. Digelar di atas meja yang sudah dialasi plastik putih bersih. Kepiting siap disantap.

Saya sendiri tidak langsung memakannya, tapi diam dulu lalu memotonya hehe. Selesai memoto pun diam dulu, menyesuaikan diri dan mempersilakan yang mentraktir untuk memulai memakan untuk pertama kali.

Tepatnya saya bingung mau makan kepiting yang sudah digelar di meja itu. Gimana mulainya, ahay 😅. Jadi mulai dengan makan jagung, rasanya enak manis ditambah pedes pol kalau pakai bumbunya. Jagung manis sudah masuk ke perut, lanjut makan kerang. Barulah coba ambil kepitingnya malu-malu, takut mental atau nyiprat dan belepotan bumbunya. Belum-belum saya susah minta tisu ke teteh pelayan yang berdiri dekat pintu dan siap melayani. Diprotes nanti saja minta tisunya oleh orang yang duduk disebelah saya. Yang sedang makan dengan asik dan santai tidak peduli kalau belepotan.

Melihatnya berani belepotan membuat saya jadi berani untuk ikut belepotan juga. Langsung ambil kepiting lalu menyedot dan memakannya. Berhubung alat pemecah cangkang hanya disediakan satu unit saja. Tidak lupa minta tolong untuk dipecahkan cangkangnya hingga mudah untuk disedot atau langsung dimakan. Supaya bisa merasakan sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab dengan asik. Saya kasih tahu tipsnya ya, yaitu jangan malu dan berani untuk belepotan. Biar saja belepotan, kan sudah pakai celemeknya jadi tidak akan kena baju. Kalaupun sampai ada yang nyiprat ya nikmati saja. Kan tidak setiap hari ini kecipratan bumbu kepiting.

Kepiting combo bag digelar di atas meja

Kesan dari mencoba sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab enak, pedes, dan belepotan. Sayangnya ada yang kurang, yaitu kurang banyak dan kurang panas saat menyajikan masakan kepitingnya. Atau memang khas makan kepiting digelar di meja seperti itu? tidak panas? Entahlah, saya belum pernah mencoba di restoran lain. Terbayang kalau digelar masih panas kemepul, pasti makin seru makannya.

Kalau ingin merasakan pengalaman seperti saya mencoba sensasi makan kepiting yang digelar di meja ada di Dancing Crab. Anda bisa memilih menu Combo Bag dengan membayar 665 ribu per porsinya. Walau satu porsi tapi isinya banyak sekali. Cukup untuk makan 3-5 orang. Nah, kemarin kami makan hanya berdua saja, jadilah kekenyangan.

Pastinya akan tambah keseruan merasakan sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab–combo bag–bila dimakan tidak hanya berdua saja. Kalau makan dengan 3-5 orang pasti seru untuk rebutan kepiting dan belepotannya. Tidak digelar dimeja saja sudah cukup seru kalau makan kepiting. Apalagi ini digelar dimeja dan pakai berebutan serta belepotan. Yang ada banyak ketawa dan tidak terlupakan.

Di dalam satu porsi combo bag akan ditemui isinya berupa potongan kentang, jagung manis, sosis yang dapat dimakan sebagai pengganti nasi. Selain itu isinya ada makanan lautnya, namanya juga makan di restoran hidangan laut. Tidak mungkin tidak ada isi makanan berasal dari hewan lautnya. Seekor kepiting dari Irian yang berukuran besar, kerang bukan hijau cangkangnya tapi berwarna hitam. Sejenis kerang dara tapi bukan kerang dara (tidak tahu jenis dan namanya). Terakhir adalah udang sebagai pelengkap menu combo bag.

Berani mencoba sensasi makan kepiting digelar di meja ada di Dancing Crab?

7 thoughts on “Sensasi Makan Kepiting Digelar di Meja Ada di Dancing Crab

Leave a Reply to Hastira Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>