Senangnya Bisa Mendonorkan Darah

Senangnya Bisa Mendonorkan Darah

Alhamdulillah, senangnya bisa mendonorkan darah. Begitulah timbul rasa senangnya tanpa bisa ditutupi karena mendonorkan darah. Setelah beberapa kali berturut-turut, gagal mendonorkan darah. Padahal sudah niat dari rumah ingin donor, tapi sesampainya di PMI Pusat ditolak. Padahal sudah di ambil darah di jari untuk di tes hbnya. Sayang hasilnya hb darah rendah hanya 11. Sementara untuk jadi pendonor hb minimal harus 12. Kalau lolos di tes hb masih ada lagi tes yang harus dilalui, yaitu tensi darah. Kalau agak rendah tensinya, akan disarankan untuk minum air teh hangat. Seperti pengalaman saya kemarin. Begitulah nasib untuk kaum wanita yang ingin mendonorkan darahnya. Tidak serta merta langsung berhasil.

Kantong darah 350 ml yang baru saja di donor dan siap untuk diproses

Ada saja halangan yang dapat membatalkan niatnya seorang wanita untuk menjadi pendonor darah. Sebabnya bisa karena hb yang rendah, sedang haid, belum lewat sepekan setelah haid, sedang puasa (kalau ini tergantung kekuatan masing-masing), setelah melahirkan, setelah dikuretase, kelelahan, dan lain sebagainya. Jadi harus benar-benar berbadan sehat dan bugar kalau ingin menjadi pendonor darah. Dapat bocoran dari dokter yang memeriksa tensi di PMI, ada baiknya sebelum berangkat untuk berdonor. Satu, berikan asupan makanan dan minuman yang bergizi pada tubuh anda. Kedua, jangan beraktivitas yang menguras tenaga sehingga membuat anda terlalu letih.

Berdasarkan pengalaman saya, kalau kondisi lapar dan kelelelahan dapat mempengaruhi hb dan tensi. Akibatnya hb jadi rendah dan berakhir penolakan. Tensi tinggi akan mengakibatkan pusing selama menjalani donor darah. Bahkan kalau sampai parah bisa pingsan. Jadi disarankan setelah donor jangan langsung bangun kalau terasa pusing. Diam sebentar dan bilang ke petugas untuk meminta air minum. Biasanya akan diberikan teh manis hangat untuk memberikan tenaga. Jadi benar apa yang dikatakan bu dokter itu, ikuti anjurannya ya. Supaya bisa donor dengan rasa nyaman dan aman. Juga anda akan bisa bilang senangnya bisa mendonorkan darah.

Perubahan warna kartu donor darah sesuai standar WHO

Oh iya ada yang baru juga nih, sebagai pendonor kita biasanya diberikan kartu donor. Yang isinya nomor kartu, identitas pendonor (nama, alamat rumah, alamat kantor, tanggal lahir, golongan darah dan tanggal kedatangan saat melakukan donor darah). Masing-masing kartu berwarna mewakili golongan darah. Seperti saya yang golongan darahnya A biasanya mendapatkan warna kartu putih. Kali ini kartunya berubah menjadi warna kuning. Tidak tahu sejak kapan adanya perubahan warna kartu itu. Menurut informasi yang saya dengar warna kartu disesuaikan atau mengikuti warna kartu bagi pendonor secara internasional. Jadi standar WHO.

Sambil diambil darahnya, saya sempatkan bertanya kepada petugas. Ngobrol adalah salah satu cara untuk mengalihkan perhatian saat darah disedot untuk masuk kantong. Berapa banyak darah saya diambil? Ternyata saat ini kantong darah yang tersedia hanya 350 dan 450 ml. Bagi pendonor dengan berat badan di bawah 70 kilogram akan mendonorkan darah sebanyak 350 ml. Sementara pendonor dengan berat badan di atas 70 kilogram akan mendonorkan darahnya sebanyak 450 ml. Ini juga informasi yang baru, karena selama ini yang saya pernah tanya diambilnya hanya 250 ml. Kata petugas sekarang kantong 250 ml sudah tidak ada, diganti dengan 350 ml dan 450 ml saja.

Tempat informasi di PMI Pusat

Ruang menyerahkan formulir pendonor, tunggu, dan pemeriksaan HB

Ada pula perubahan dari tempat nya di PMI. Kali ini ruangan donor darah berada di lantai 1. Sepertinya selama saya donor darah di PMI Pusat sudah ada 4 kali perubahan tempat. Dari posisinya awal di lantai 1 lalu pindah ke lantai 4 kalau tidak salah. Lalu pindah lagi ke lantai 1. Di lantai 1 saja sudah berapa kali perubahan layout dari tempat donor darah. Saya lebih suka yang layout pada tahun 2015. Lebih bersih, luas dan nyaman buat pendonor. Kalau yang sekarang terbuka sekali ruangannya. Jadi kesan menurut saya, para pendonor layaknya tontonan, saking terbukanya. Jadi kurang nyaman dan risih dengan layout yang sekarang. Semoga ke depannya bisa diperbaiki lagi layout dari yang ada sekarang. Saya mengusulkan, supaya dipisahkan antara pendonor pria dan wanita. Banyak juga pendonor dari wanita yang berhijab. Dengan area yang begitu terbuka dapat dilihat oleh semua orang calon pendonor yang sedang antre giliran. Karena saat donor akan ada bagian tubuh wanita yang tersingkap. Dari pergelangan tangan sampai ke atas sikut. Bagian yang tersingkap itu merupakan aurat wanita dan tidak boleh diperlihatkan ke orang lain yang bukan mahramnya.

Sabtu kemarin saya juga membuat kartu anggota pendonor darah. Untuk kartu yang berbentuk seperti ATM ini sepertinya tidak semua pendonor mendapatkannya. Terasa aneh juga sih. Karena seperti saya saja harus meminta dulu di bagian informasi untuk dibuatkan. Kemungkinan ada banyak pendonor yang juga tidak memiliki kartu ini. Saya saja tahu dari melihat milik orang lain yang sempat saya lihat beberapa waktu lalu. Jadinya kepingin memiliki kartu berwarna merah itu. Dengan ukuran layaknya ATM, memudahkan untuk disimpan di dompet. Semoga tidak ada kejadian lagi saat akan mendonorkan darah, kartunya tertinggal di rumah. Saya banget deh, tiap kali mendonorkan darah tiap kali itu pula saya selalu mendapatkan kartu baru. Karena kartunya tidak nyaman ditaruh di dompet 😁. Yang penting niatnya berdonor bukan niat menghitung sudah berapa kali donor biar dapat penghargaan dan terpenting punya rasa ini: senangnya bisa mendonorkan darah.

Yuk ah, anda ikut jadi pendonor darah juga. Manfaat jadi pendonor banyak banget untuk tubuh. Biar tambah yakin apakah aman menjadi pendonor, simak terus ya tulisan ini.

Manfaat donor darah

Donor darah adalah orang memberikan darah secara sukarela untuk maksud dan tujuan transfusi darah bagi orang lain yang membutuhkan. Semua orang dapat menjadi donor darah jika memenuhi syarat:
1. Sehat jasmani dan rohani
2. Usia minimal 17 tahun. Pendonor pertama kali dengan umur >60 tahun dan pendonor ulang >65 tahun dapat menjadi pendonor dengan perhatian khusus berdasarkan pertimbangan media kondisi kesehatan
3. Berat badan minimal 45 kilogram
4. Tekanan darah: sistole 90-160 mmHg, diastole 60-100 mmHg
5. Haemoglobin 12,5-17 g/dl
6. Denyut nadi 50-100 kali/menit dan teratur
7. Suhu tubuh 36,5-37,5 °C
8. Lolos proses seleksi kesehatan oleh dokter PMI yang bertugas.

Jangan menyumbangkan darah jika:
1. Mempunyai penyakit jantung dan pembuluh darah
2. Menderita kanker
3. Menderita tekanan darah tinggi
4. Menderita kencing manis (diabetes melitus) jika mendapatkan terapi insulin
5. Polycythaemia vera
6. Menderita epilepsi
7. Menderita atau pernah menderita hepatitis B atau C
8. Mengidap sifilis
9. Ketergantungan narkoba
10. Mengidap atau berisiko tinggi HIV/AIDS
11. Dokter menyarankan untuk tidak menyumbangkan darah karena alasan kesehatan.

Ada juga nih ketentuan yang dibuat supaya anda menunda untuk menyumbagkan darah, yaitu:
1. Sedang sakit demam atau influenza
2. Setelah cabut gigi, tunggu 1 pekan jika tidak ada keluhan
3. Setelah operasi, tunggu 4-6 bulan
4. Setelah transfusi, tunggu 4-6 bulan
5. Setelah tatto, tindik, tusuk jarum, dan bekam, tunggu 4-6 bulan
6. Sedang hamil, tunggu 6 bulan setelah melahirkan atau penghentian kehamilan
7. Setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria
8. Setelah berkunjung dari daerah endemis malaria, tunggu 6 bulan
9. Setelah pengobatan tuberculosis dan dinyatakan sembuh, tunggu 2 tahun
10. Bila sakit tipus, tunggu 1 bulan setelah sembuh
11. Ada infeksi kulit pada daerah yang akan ditusuk.

Banyak syarat penundaan bagi seseorang yang ingin mendonorkan darahnya. Tapi jagan khawatir itu semua dilakukan untuk menjaga kesehatan si pendonor sendiri. Utamanya untuk kualitas darag yang akan diberikan sebagai donor bagi pasien nantinya. Jadi pendonor haruslah jujur dengan kondisi kesehatan dan riwayat kesehatan dirinya sendiri. Anda setuju buka, kalau hanya yang terbaik yang aka diberikan untuk orang lain.

Supaya tidak khawatir, baca deh tips untuk para calon donor darah. Ini berlaku, bagi yang donor sudah berulang kali maupun yang baru pertama kalinya.
1. Tidur minimal 4-5 jam sebelum donor
2. Makanlah 3-4 jam sebelum menyumbangkan darah. Jangan menyumbangkan darah dengan perut kosong
3. Minum lebih banyak dari biasanya pada hari mendonorkan darah (paling sedikit 3 gelas)
4. Setelah donor istirahatlah paling sedikit 10 menit sambil menikmati makanan donor, sebelum kembali beraktivitas
5. Kembali bekerja setelah donor darah tidak berbahaya bagi kesehatan
6. Untuk emnghindari bengkak di lokasi bekas jarum, hindari mengangkat benda berat selama 12 jam
7. Banyak minum sampai 72 jam ke depan untuk mengembalikan sepenuhnya volume darah
8. Bagi anda yang berpuasa, sahurlah dengan makanan yang bergizi dan minum air putih dengan cukup.

Sudah mantabkan untuk jadi donor darah? Tinggal datang ke PMI terdekat dengan rumah anda atau tempat-tempat yang sedang mengadakan acara donor darah untuk umum.

20 thoughts on “Senangnya Bisa Mendonorkan Darah

  1. aq juga selalu ikutan donor darah di kantor yang rutin mengadakan 4 bulan sekali, sempet juga punya pengalaman nggak enak setelah donor darah jadi kliyengan, pusing sampe pengen muntah tapi untungnya gak jadi bikin kapok ttp ikutan donor

  2. Aku gagal melulu donor darah. Bener babget, awal karena mens. Lalu coba lagi karena tekanna darahku rendah tapi emanggg ku selalu rendah tekanna darahnya. Walhasil smape sekarang belum pernah donor. Padahal pengen. Tapiii liat darah sekantong gitu, rada gimanaaaa gitu. Lol

    • Yang di Kramat itu PMI Pusat setahu saya 😁. Kalau salah, tidak tahu juga di mana. Kapan ke sana lagi semoga ingat untuk tanya

Leave a Reply to maya rumi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>