Sedapnya Sop Daging Masakan Betawi di Rumah Makan Berkah

Tulisan ini merupakan postingan lanjutan dari tulisan senam dan jalan sehat di milad ke-20 PKS.

Rumah makan berkah masakan betawi.jpg

Kami berlima: saya, suami, nona kecil, gadis kecil, putri kecil melanjutkan perjalanan. Tujuannya mencari makan, kebetulan suami sudah merasakan lapar. Beliau belum sempat sarapan pagi sebelum berangkat ke monas. Menghindari makanan cepat saji seperti diminta oleh anak-anak, dipilih lah tempat makan di daerah Jakarta Selatan. Tepatnya di daerah pasar santa, Kebayoran Baru. Saat suami berkantor di Cisanggiri, beliau sering makan di tempat yang dikenal dengan nama warung bang boim. Dipromosikan bagaimana enaknya sambal untuk bebek atau ayam yang menjadi salah satu menu yang ditawarkan. Sayang di sayang, warungnya tutup pada Ahad itu.
Anak-anak mulai membujuk ayah bundanya supaya mengabulkan permintaan mereka makan di restoran cepat saji. Tapi kali ini ayahnya tidak mengabulkannya. Saya yang tidak mengenal daerah Jakarta Selatan, cuma bisa bilang tidak tahu dan diam. Ketika dimintai pendapat oleh suami, untuk tujuan makan kali ini. “Gimana kalau makan sop?” ucap suami. Sebagai pertanyaan sekaligus ajakan yang menggiurkan. Bersyukur, tidak ada penolakan dari anak-anak. Meluncurlah mobil yang kami tumpangi menuju tempat makan yang direkomendasikan. Saya dan anak-anak diajak melewati jalan layang bukan tol antasari. Terus terang ini pengalaman pertama melewati jalan layang ini 😅. Keluar-keluar posisinya sudah ada di jalan TB. Simatupang.

Sedapnya Sop Daging Masakan Betawi di Rumah Makan Berkah

Rumah makan berkah nama tempat yang menyediakan masakan betawi yang kami jadikan jujukan untuk makan siang. Sedapnya sop daging masakan betawi di rumah makan berkah ini rekomendasi dari suami. Terlihat kecil dan sederhana layaknya warteg, bila rumah makan berkah ini dilihat dari luar. Jujur, pada awalnya ada perasaan sanksi terhadap kebersihan dan rasa makanannya. Namun seper sekian menit kemudian perasaan itu lenyap dengan sendirinya. Ternyata di dalam rumah makan berkah lumayan luas. Menempati lahan persis di samping gedung ratu prabu 1. Awalnya mungkin memang rumah tinggal yang dialih fungsikan menjadi rumah makan berkah. Bentuknya masih dibiarkan seperti rumah,dari terlihatnya bekas sekatan ruang-ruang. Mungkin supaya terkesan sederhana dan layaknya makan di rumah sendiri.

Tempat makan di rumah makan berkah

Rumah makan berkah.jpg

Setelah memilih tempat duduk yang nyaman, kami langsung didekati oleh bapak pelayan. Yang menanyakan dan mencatat pesanan yang akan dibuat. Di rumah makan berkah ini, pengunjung diharuskan membayar dulu pesanannya sebelum disajikan. Kami memesan 4 porsi sop daging dan nasi seperti yang direkomendasikan oleh suami. Ditambah 1 porsi sop ayam dan nasi untuk adek. Tidak menunggu lama, pesanan kami pun datang. Berhubung kami memang sedang lapar setelah mengikuti jalan sehat. Pesanan yang baru saja disajikan langsung dihabiskan tanpa menunggu aba-aba.

Sedapnya sop daging masakan betawi di rumah makan berkah memang terbukti. Setiap porsinya diberikan 4 potong daging. Dagingnya bisa milih bagian sengkel (ada uratnya) atau daging tanpa urat. Karena saya baru pertama kalinya ke rumah makan berkah ini, jadi tidak membuat pilihan. Berarti kalau tidak ada permintaan untuk bagian mana, akan langsung diberikan campur. Bagian sengkel dan daging tanpa urat. Sop ayam yang dipesan untuk adek ternyata tidak dimakan. Jadilah dimakan bareng-bareng, rasanya sama enaknya. Baru pertama kalinya juga saya makan sop ayam yang potongannya itu berukuran besar dan digoreng tepung. Jadi di dalam mangkuk sop ayam nanti akan ada tepung kremesnya. Walau ada tepungnya, sop ayam masakan betawi di rumah makan berkah tetap enak rasanya. Tidak terasa amis, bahkan kuah sopnya tetap terlihat bening tidak mengental akibat tepung.

Sop daging masakan betawi rumah makan berkah.jpg

Sop ayam masakan betawi.jpg

Generasi Ketiga Pemilik Rumah Makan Berkah

Menurut cerita dari bu Sari yang merupakan generasi ketiga pemilik rumah makan berkah. Generasi pertamanya adalah neneknya bu Sari. Rumah makan berkah sudah ada sejak tahun 1950-an terletak di dekat lampu merah dekat universitas tarumanegara (Jaksel). Pada awalnya yang menjadi menu andalan adalah nasi uduk, sayur jengkol, semur tahu dengan rasa khas masakan betawi. Selain masakan juga menjual kue bugis buatan sendiri. Di tahun 1982 kena gusuran dan dipindahkan ke lokasi yang sekarang ini. Di sinilah mulai dikembangkan jenis masakan. Dicoba-coba memasak dan menjual sop daging. Ternyata respon dari pembeli dan pelanggan sangat baik, kemudian diputuskanlah kalau rumah makan ini menjadikan sop daging sebagai menu unggulan untuk dijual. Sementara menu yang dijual di awal merintis usaha justru ditinggalkan. Fokus kepada sop daging dan ayam masakan betawi. Walau masih ada kue bugis hanya sebagai pelengkap saja, itu pun titipin dari saudaranya bukan buatan sendiri.

Kasir rumah makan berkah.jpg

Mau mengingatkan anda yang tertarik untuk mencoba sedapnya sop daging masakan betawi di rumah makan berkah . Kalau anda sedang lapar, porsi nasinya akan terasa sedikit 😁. Karena kuah dan dagingnya masih akan tersisa. Tapi kalau tidak terlalu lapar, maka porsi nasinya pas dan cukup. Gimana penasaran belum nih untuk mencoba sendiri sedapnya sop daging masakan betawi di rumah makan berkah? Bagi anda yang penasaran dan ingin segera mencoba, silakan datang atau pesan lewat aplikasi ojek online juga bisa. Alamatnya berikut ini:

Rumah Makan Berkah
Jl. Jeruk Purut No. 22
Jakarta Selatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>