Sayur Babanci Khas Betawi di Cafe Historia

Instal OpensnapIndonesia negeri tercinta ini sungguh sangat cantik. Tidak ada negeri lainnya yang bisa menandinginya. Bila diibaratkan boleh Indonesia sebagai seorang wanita. Dimulai dari alamnya yang luar biasa, aneka suku dan bahasa, sampai dengan makanan dan minumannya. Setiap suku memiliki makanan khasnya sendiri. Tidak jarang dilengkapi dengan minuman khasnya sebut saja bandrek dan bajigur dari Jawa Barat dan wedang jahe dari Jawa Tengah.

Jujur saya bukan seorang pecinta kuliner sejati, jadi jarang sekali pergi keluar untuk mencari makanan atau berkuliner ria. Tapi tidak pernah menolak kalau mendapatkan ajakan makan di luar rumah. Kalau pun pergi makan dan kulineran ke suatu tempat suka lupa foto-foto, soalnya serius sama makan. Suka iri juga kalau dengar teman-teman yang senang kulineran, bisa pergi keberbagai tempat dan makan-makan enak. Apalagi menyebut aplikasi yang dipasang di ponsel untuk melengkapi acara kulineran. Selanjutnya bisa ditebak selfie, welfie sertaupload foto makanan minuman dan tempat yang disambangi tentu tidak akan ketinggalan.

Cari makanan di OpenSnap

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk mengunjungi Kota Tua. Sekedar untuk memuaskan rasa penasaran untuk berkuliner di siang hari. Sekaligus ingin mencoba sebuah aplikasi baru di ponsel android yang namanya OpenSnap. Sebuah aplikasi social dining guide yang sangat berguna bagi para penggila makanan (foodies) yang ingin berburu makanan minuman enak sekaligus tempat makannya. Berhubung baru dipasang aplikasi OpenSnapnya, jadi kasih kesempatan ya untuk woro-woro nih akun saya Catcilku. Modus supaya bisa saling follow. Yuk lihat apa saja yang bisa dilakukan dengan OpenSnap ini:

  1. Personalized Your Food App by Bookmark : kamu dapat bookmark restoran, jenis masakan atau makanan favoritmu. Selain itu  juga dapat filter Restoran berdasarkan Bookmark yang terbanyak oleh foodies. Semakin restoran / jenis masakan / makanan tersebut di bookmark, maka semakin banyak digemari.
  2. Social Visited: kamu dapat melihat Temanmu (yang kamu follow) pernah berkunjung di restoran mana saja. Jadi kamu dapat melihat restoran mana yg paling banyak atau digemari oleh Teman – Teman.
  3. Map View: kamu dapat melihat berbagai Restoran yg terdekat dari lokasi kamu berada.
  4. Personalize your favorite location: kamu dapat mengatur lokasi yang sering dikunjungi untuk menjadi laman terdepan.
  5. Everyone Tab: kamu akan di update dan terkoneksi oleh seluruh foodie yang berada di Kota tersebut (Misal: Jakarta) apa yang sedang mereka makan.

BookmarkSaya sempat menjajal aplikasi ini untuk menemukan sayur babanci dan tempat makannya. Tapi sayangnya belum ada yang pernah memposting sayur babanci. Kecewa sekaligus peluang nih buat saya untuk membuat tulisan dari hasil berkuliner di siang hari. Pergi ke lokasi di hari Jumat saat jam makan siang bersama teman tetap dilanjutkan. Karena makanan yang akan menjadi sasaran saya berkuliner di siang hari sudah ada. Tempat yang menyediakannya pun hanya ada di satu tempat saja, yaitu CafeHistoria. Saya sudah menuliskan postingannya di blog ini juga dengan judul Cafe Historia di Kota Tua.Feature di opensnap

Sayur Babanci Khas Betawi di Cafe Historia

Tempat makannya sudah saya ceritakan di postingan yang lalu. Postingan sekarang saya ingin menuliskan tentang sayur babanci khas betawi di Cafe Historia. Yang mengaku orang Jakarta asli, kelewatan deh kalau sampai tidak kenal dengan sayur yang satu ini hehe. Saya sendiri yang lahir dan besar di Jakarta belum pernah dengar dan merasakan sayur babanci sebelumnya. Diperkenalkan namanya oleh seorang teman. Sebagai bentuk penghilang penasaran, saya datangi tempatnya.

Sayur babanci di Cafe HistoriaGambar di atas adalah penampakan dari sayur babanci khas betawi di Cafe Historia yang saya katakan tadi. Dari penampilannya sih biasa saja ya hampir sama dengan gulai atau soto betawi. Hanya saja sayur babanci memang menang rasa di rempah-rempahnya. Saat pertama kali saya hirup aromanya, sedikit terhirup bau khas dari bumbu rempah-rempah. Hanya saja saya tidak mengenali apa saja yang dijadikan bumbu. Ada satu yang saya kenali khas baunya yaitu kapulaga. Saat saya browsing dan mendapatkan keterangan di wikipedia, ternyata ada 21 jenis rempah-rempah yang digunakan. Supaya mendapatkan sayur babanci yang asli rasanya. Nah untuk rasa yang benar-benar asli terdiri dari 21 jenis rempah ini saya belum pernah memakannya. Mungkin rasanya berbeda sekali ya dengan yang sudah saya coba.

Menurut sejarahnya, sayur babanci adalah sayur asli buatan orang Jakarta (Betawi) zaman dulu. Sayur babanci sejenis gulai atau makanan berkuah santan, berisikan daging. Membuat spesial makanan ini adalah adanya daging buah kelapa muda di dalamnya. Terbayang kesulitan memasak makanan ini, terutama untuk memberikan rasa dan tampilan daging buah kelapa muda yang tetap lembut dan tidak berubah rasanya. Alasan penamaan sayur babanci ada beberapa versi, salah satunya karena sayur ini tidak jelas apakah soto atau gulai. Ketidakjelasannya itulah yang membuat sayur ini diistilahkan seperti banci.

Sayangnya saat ini sudah sangat sulit ditemukannya karena 21 jenis rempahnya pun sudah sangat sulit mendapatkannya. Padahal menurut cerita dari teman saya yang senang wiskul. Sayur babanci ini dahulunya adalah masakan yang disajikan untuk para orang-orang kaya. Para bangsawan serta para tuan dan nona Belanda. Cara penyajiannya pun lain tidak seperti restoran pada umumnya. Yaitu dengan disajikan menggunakan cara penyajian rijsttafel. Rijsttafel sendiri adalah cara menyajikan makanan dengan begitu mewahnya, yang diperuntukan bagi orang-orang kaya pada zaman itu. Makanan yang disajikan di meja pun yang istimewa dan berkelas. Beberapa jenis makanan siap disajikan oleh para pelayan yang selalu siap sedia untuk melayani.

Mudah-mudahan setelah saya upload foto dan tulisan sayur babanci khas betawi di Cafe Historia ini di OpenSnap. Akan membuat sayur babanci mudah ditemukan oleh para foodies sekaligus dibookmark supaya bisa dikunjungi terus. Jangan lupa anda bisa ikutan juga mengupload foto makanan dan minuman yang sudah anda coba, pakai hastag saya ya #Catcilku. Tumben saya senarsis ini, sampai meminta untuk menggunakan hastag #Catcilku :) biarlah. Kalau sekali sekali tidak apa ya.

17 thoughts on “Sayur Babanci Khas Betawi di Cafe Historia

  1. 21 rempah?? WOW!! Pasti rasanya nikmat. Saya pecinta makanan yang rasa rempahnya kuat :)

    Btw aplikasi zaman sekarang macam2 dan canggih pula ya …. sesama foodies bahkan bisa saling terhubung … wow

Leave a Reply to Mukhofas Al Fikri Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>