Salon Lokal Bersaing Dengan Salon Impor dari Thailand, Mungkinkah?

salon lokal bersaing dengan salon impor dari thailand Bagaimana kalau di sekitar perumahan kamu banyak berdiri salon-salon Thailand yang profesional dan mempunyai sertifikat tingkat internasional apakah akan menggeser salon lokal?

Bila pertanyaan di atas diajukan kepada saya, maka jawabannya ada dua, pertama yaitu tidak mungkin dan jawaban kedua adalah boleh-boleh saja berdiri dan membuka salon.

Yang menjadi alasan untuk mengatakan kalau salon-salon Thailand tidak mungkin berdiri di sekitar perumahan saya, karena apa yang ada di benak tentang salon di sekitar perumahan adalah salon kampung. Yaitu salon dengan para tenaga kerja yang hanya memiliki sertifikat kursus dari pengajar dari dalam negeri. Sementara dari pertanyaan dapat disimpulkan kalau pemilik salon-salon Thailand memiliki sertifikat tingkat internasional.

Tentunya dengan perbedaan tersebut tidak mungkin salon-salon Thailand akan membuka salon (bisnis) nya di sekitar perumahan–perkampungan–karena tentunya akan salah sasaran. Hanya akan menjadi bisnis dengan investasi yang berbiaya tinggi, sudah begitu tidak akan laku. Masyarakat sekitar tentunya akan lebih memilih salon biasa-biasa saja yang memang sudah ada sebelumnya yang lebih ramah dengan kantong, namun masih bisa memenuhi kebutuhannya untuk menata rambut maupun kecantikannya.

Akan menjadi bisa dan boleh berdiri jawabannya bagi salon-salon Thailand di Indonesia, bila salon-salon itu dibuka di daerah yang startegis. Daerah yang memang ditujukan sebagai sentra niaga (bisnis), perkantoran atau dekat dengan perumahan mewah. Alasannya tentunya lebih karena pangsa pasar dengan pendapatan kelas menengah ke atas. Kelas inilah yang mampu untuk membeli jasa yang ditawarkan oleh salon-salon Thailand dengan tenaga profesional bersertifikat internasional. Selera dan gengsilah yang akan bermain dalam memilih pelayanan dari tenaga profesional.

Profesional (sertifikat tingkat internasional) sama dengan harga mahal.

Menggeser salon-salon lokal, tentu tidak akan semudah itu. Alasannya lagi-lagi lebih kepada daya beli dari masyarakat Indonesia yang masih cukup rendah, karena belum meratanya kesejahteraan. Dengan asumsi masyarakat yang berpendapatan menengah ke bawah lebih banyak dibandingkan masyarakat dengan pendapatan menengah ke atas. Maka salon-salon lokal masih akan (lebih) menjadi pilihan bagi masyarakat banyak, dibandingkan dengan salon impor dari Thailand.

Namun tidak menutup kemungkinan salon-salon impor dari Thailand atau negara lain menjadi lebih laku bila harga yang ditawarkan lebih murah atau sama dengan salon lokal. BIla sudah begini tinggal selera dan kenyamanan yang bermain dalam memilih salon, semuanya dikembalikan lagi kepada masyarakat yang akan menggunakan jasanya.

 

Sumber gambar: http://www.bobcrowe.com/Thai-Cam_lao/pages/Hair_Salon_Chaing_Mai.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>