Ramadhan Ceria Idul Fitri Bahagia

Ramadhan Ceria Idul Fitri Bahagia

Sumber: ibrandify / Freepik dengan modifikasi

Kalau belum sebulan lebih selepas Idul Fitri, rasanya memang masih terasa nuansa Idul Fitri. Semua orang yang baru saling ketemu, mungkin karena mudik pasti akan mengucapkan “Selamat Lebaran, mohon maaf lahir dan batin”. Atau ucapan sejenis yang biasa masyarakat Indonesia gunakan sebagai ucapan saat Idul Fitri.

Aktivitas di Jakarta memang sudah normal, dimulai sejak hari Kamis tanggal 14 Juli kemacetan dan kepadatan lalu lintas sudah terasa. Walaupun anak-anak masih libur dan belum masuk sekolah.

Selama Idul Fitri ada yang paling bahagia di rumah, siapa lagi kalau bukan nona dan gadis kecil. Bahkan sudah sejak Ramadhan mereka punya cita-cita untuk sebanyak-banyaknya ikut berpuasa. Karena mereka berdua mengharapkan untuk mendapatkan suatu barang yang memang sudah diincarnya sejak lama. Biasalah anak-anak pasti untuk diajarkan untuk melakukan ibadah ya harus diiming-imingi dengan hadiah. Walau tidak selamanya menerapkan hal itu ke anak, karena khawatir akibatnya akan keterusan.

Ramadhan Ceria

Untuk kali ini memang nona dan gadis kecil berharap memiliki sepatu roda sebagai hadiah bila berhasil menamatkan puasa Ramadhan. Saya menyetujuinya dengan catatan keduanya harus berhasil menamatkan puasa selama sebulan penuh. Tantangan itu kemudian mereka setujui dan kami pun membuat kesepakatan. Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan ceria bagi anak-anak di rumah. Hari demi hari puasa dijalani oleh keduanya dengan semangat, terutama nona kecil yang sudah mulai besar. Sementara gadis kecil masih ikut-ikutan kakaknya dan setengah hati menjalani pelajaran puasanya.

Melewati beberapa hari penyesuaian dan seiring berjalan akhirnya mereka berdua bisa menjalani puasa dengan ceria, senang, dan semangat. Hingga akhirnya nona kecil berhasil berpuasa sebulan penuh, Alhamdulillah. Sementara gadis kecil hanya kalah empat hari, Alhamdulillah. Keberhasilan keduanya untuk tertib belajar berpuasa tentu saja saya syukuri sekali. Semoga di tahun-tahun berikutnya akan tetap semangat puasanya.

Selama Ramadhan anak-anak sering sekali mengingatkan saya supaya tidak lupa untuk membelikan sepatu roda. Saya pun ikut bersemangat membicarakan tentang sepatu roda yang diinginkan itu. Awal sepatu roda akan saya belikan sebagai hadiah, selanjutnya berubah belinya dengan menggunakan uang tabungan. Di akhir setelah selesai berpuasa dan Idul Fitri berubah lagi akan dibeli dari uang angpao. Karena kebetulan anak-anak mendapatkan uang angpao yang lumayan dan cukup untuk membeli sepatu roda. Saya sebagai orang tua hanya senyam senyum  senang, kalau memang mereka akan menggunakan uang angpao untuk membeli sepatu roda.

Idul Fitri sudah berlalu dua hari, anak-anak sudah tidak sabar supaya dibelikan sepatu roda. Akhirnya saya memutuskan untuk mengajak mereka ke pasar Jatinegara pada hari Sabtu tanggal 9 Juli. Berhubung masih suasana Idul Fitri yang berarti juga suasana mudik, ternyata pasar Jatinegara pun masih tutup. Pedagang di dalam gedung pasar tidak ada yang berjualan karena memang gedung masih terkunci. Yang ada hanya pedagang-pedagang kaki lima di pinggiran di luar gedung pasar. Itu pun ramai oleh pedagang musiman alat sekolah, yang mengambil keuntungan di momen tahun ajaran baru. Di mana anak-anak akan segera masuk sekolah. Kami pun harus balik ke rumah dengan tangan hampa.

Sebelum mendapatkan apa yang diinginkan, hampir setiap hari–bila ingat–anak-anak tetap menagih janji supaya diajak ke pasar membeli sepatu roda. Tidak peduli suasana mudik belum juga selesai dan Jakarta belum sepenuhnya kembali normal setelah Idul FItri. Saya dan suami hanya bisa membujuk agar anak-anak bersabar beberapa hari lagi sampai pasar beroperasi dengan normal. Alhamdulillah mereka masih bisa bersabar dan menurut.

Ramadhan Ceria Idul Fitri Bahagia

Ramadhan ceria Idul Fitri bahagia mungkin bisa disematkan bagi nona dan gadis kecil. Setelah selama sebulan penuh belajar berpuasa dan saat Idul Fitri mendapatkan hadiah. Yeay… asyik… ungkapan itu yang akhirnya nona dan gadis kecil keluarkan sambil senyum sumringah karena senang. Keduanya sudah berhasil mendapatkan apa yang mereka idamkan dalam beberapa bulan ini. Sepatu Roda dari uang angpao lebaran akhirnya dibeli juga di pasar Jatinegara seharga dua ratus delapan puluh ribu rupiah.

Sepatu roda dari uang angpao lebaranSampai di rumah, setelah mengucap terima kasih kepada ayah dan bunda. Sepatu roda berwarna merah jambu dan bergambar little pony langsung dicoba. Tertawa tawa, senangnya bukan main. Dengan berpegangan tembok dan hordeng, mereka berdua bolak balik dengan sepatu roda barunya. Sementara adiknya putri kecil mengikuti kakak-kakaknya dari belakang. Saya yang melihat cukup khawatir sang adik terinjak sepatu roda sang kakak.

Di momen ini langsung saya pakai untuk mengunci pemahaman mereka tentang ibadah dan hadiah. Berpuasa (masih belajar) jangan hanya karena ingin mendapatkan hadiah dunia semata, berupa sepatu roda. Namun berharaplah hadiah yang lebih besar dari Allah Swt, berupa surga.

Mereka berdua manggut-manggut tanda mengerti, tapi entahlah sebatas mana pengertiannya. Setidaknya mereka memang sudah paham kalau orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Yang pertama kebahagiaan saat berbuka puasa dan yang kedua saat bertemu dengan Tuhannya. Karena selama Ramadhan kemarin kalimat ini sering saya ulang-ulang, ketika mereka sedang merengek-rengek bertanya kapan bedug Maghrib.

Yang jelas pelajaran akan beribadah dan keikhlasan masih terus akan berlanjut. Bukan hanya untuk anak-anak saja, melainkan untuk bundanya yang satu ini :). Semoga diberkahi kalian berdua ya nak, bunda hanya bisa mendoakan. Terima kasih sudah menjadi anak yang baik, nurut, dan menjadi penyejuk hati :-*

Hari hijaber nasioanal

Postingan kali ini saya ikutkan dalam blog competition Ceria “Cerita Lebaran Asyik” dari dairyhijaber. Ayo dukung dan nantikan acara puncak Hari Hijaber Nasional, yang digadang oleh Dairy Hijaber. Tanggal 7-9 Agustus 2016 di Masjid Sunda Kelapa.

Blog Ceria Competition DairyHijaber

21 thoughts on “Ramadhan Ceria Idul Fitri Bahagia

  1. Lebaran selayaknya disambut dengan ceria, baik oleh anak-anak, remaja, dan orang tua. Itu sebagawai wujud kemenangan kita setelah berhasil melawan hawa nafsu yang macam-macam.
    Salam hangat dariJ ombang

  2. Wah-wah… dari THR aja, bisa dibelikan sepatu roda gitu. Dua lagi… DUh… keknya banyak banget THR-nya. (Kode minta THR). hahahaha.

    Ya, kalo ini jelas ceria dong.. Namanya juga sudah punya barang baru dari uang THR-nya… Unyu2 lagi..

    • Iya lagi mewabah sejak beberapa bulan lalu, tapi anak-anak baru bisa menadapatkan sepatu rodanya setelah dapat angpao :))

  3. Senangnya dapat hadiah sepatu roda karena puasanya full. Memang ya Mbak Kalau anak-anak diberi motivasi mereka akan kekueh pada niatnya. Jadi inget pada masa kecil saya yang dapat uang Rp50 karena berhasil 30 hari tanpa kendala. Waktu itu Rp50 rasanya gede banget karena saya bisa jajan lontong sayur dan rujak di sekolah dan beberapa makanan kecil lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>