Problem Sampah Berserakan

problemSampahBerserakanProblem sampah berserakan sepertinya memang sulit diatasi di negeri ini. Entah siapa yang harus disalahkan, karena tentunya tidak ada yang mau disalahkan ataupun dengan rela hati mengakui kesalahan.

Diakui atau tidak sebenarnya kita semualah yang bersalah. Dimulai dari pemilihan wadah, hingga perilaku tidak baik–membuang sampah sembarangan–yang juga tidak dapat ditinggalkan dengan mudah.

Anda pasti sering dong berbelanja, baik itu ke warung, super market ataupun swalayan. Saat berbelanja itu sangat jarang membawa wadah sendiri, karena lebih mengandalkan wadah plastik pemberian dari pihakĀ warung, super market ataupun swalayan. Alasan kemudahan dan sudah disediakan gratis menjadi pilihan dari kita saat berbelanja dan malas membawa wadah sendiri. Padahal ini bisa menyumbangkan sampah yang tidak sedikit bagi lingkungan.

Yang terburuk adalah perilaku yang sangat tidak baik, yaitu membuang sampah sembarangan. Alasan yang paling ringan adalah karena tidak disediakannya tempat sampah di setiap tempat. Padahal kalau bisa berpikir lebih bijak kita bisa membawa wadah sampah sendiri berupa kantong plastik bekas pakai. Bila hal itu sangat sulit dilakukan karena alasan tidak praktis, maka bisa loh anda tahan dulu membuang sampah yang anda miliki, hingga menemukan tempat sampah. Bisa juga anda bawa sampahnya sampai ke rumah, lalu di buang ke tempat sampah yang telah ada.

Bukan hal mudah memang merubah perilaku ini, tapi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Dimulai dari diri sendiri dulu saja, baru tularkan ke anak, orang tua, dan saudara. Ajari anak untuk membuang sampah hanya pada tempatnya, tentu dengan contoh dari anda sebagai orang tuanya. Pengajaran ini sungguh sangat penting, karena anak akan menjadi generasi penerus di masa yang akan datang.

Jadi pastikan anda dan kita semua memiliki anak-anak yang sadar untuk menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar. Mari bersama kita putus satu generasi buruk untuk digantikan dengan generasi baru yang lebih baik, dengan cara pengajaran dan contoh yang baik dari perilaku kita sebagai kakak ataupun orang tua.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>