Pria Di Gerbong Khusus Wanita, Siap-Siap Diusir Ya.

Pria di gerbong khusus wanitaSebenarnya kalau disuruh memilih moda angkutan yang paling disukai untuk digunakan (di darat), maka saya pasti memilih kereta api. Alasannya nyaman, lebih cepat, dan banyak cerita yang bisa dibuat saat menggunakan kereta api.

Soal harga tidak saya masukkan lagi ke dalam alasan untuk memilih kereta dibandingkan dengan moda angkutan lain. Tarif kereta saat ini kurang bersaing dengan moda angkutan lainnya, seperti pesawat yang kini bisa menjadi salah satu saingannya.

Tarif pesawat, karena ada yang bisa menawarkan lebih murah atau paling tidak dengan tarif yang sama dengan kereta api. Bahkan kelebihannya pesawat dapat lebih cepat untuk masa tempuhnya. Mari kembali ke kereta api, angkutan darat yang berbentuk seperti ular berbadan besi ini memang angkutan massal yang seharusnya bisa maju seperti di negara lain. Baiklah kita tunggu saja terobosan dan perbaikan yang terus dilakukan oleh PT. KAI dalam hal ini.

Kereta api dalam hal ini adalah commuter line yang ingin saya ceritakan. Sudah sejak kurang lebih 4-5 tahun terakhir (tolong dikoreksi kalau salah :D), memiliki satu unit gerbong yang dikhususkan untuk wanita di setiap masing-masing rangkaiannya. Sebagai informasi untuk anda yang belum mengetahuinya, letak gerbong khusus wanita ini berada di rangkaian paling depan tepat setelah kepala kereta. Di belakang tempat masinis yang mengoperasikan kereta biasanya menyambung jadi satu, hanya dibatasi oleh sebuah pintu sebagai pemisah.

Bagi saya mewakili kaum wanita, pasti sangat senang dengan disediakannya gerbong khusus ini. Alasannya ya merasa lebih aman saja, karena memang hanya ada wanita saja di sana. Bagi kaum pria, ya mohon maaf saja hehe.

Ada satu kejadian nih yang baru saja alami di hari Sabtu kemari, tanggal 8 Juni 2013. Saya  menggunakan jasa dari commuter line untuk menuju Depok dari stasiun Manggarai dan memilih untuk naik di gerbong khusus wanita. Kondisinya sudah penuh saat itu, tapi baru saya dan satu orang ibu bersama putri kecilnya yang tidak mendapatkan duduk.

Semakin ke arah Depok kereta melaju kereta semakin penuh, karena sudah beberapa stasiun yang harus dilewati untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Pintu commuter line mulai tertutup yang menandakan kereta akan segera berjalan lagi, setelah berhenti di stasiun Pasar Minggu. Belum juga tertutup sempurna, pintu itu kemudian terbuka lagi. Saya sempat melongok keluar, ternyata ada penumpang yang baru datang dan ingin ikut.

Dengan berlari-lari kecil dua penumpang itu akhirnya masuk ke dalam gerbong khusus wanita. Ternyata penumpang yang baru naik ini adalah pasangan suami istri yang ingin kondangan. Melihat ada makhluk berjenis kelamin pria di gerbong khusus wanita, saya sudah kepikiran ingin menegurnya. Untuk meminta bapak itu untuk pindah ke gerbong yang lainnya. Tapi urung saya lakukan karena sedang tidak punya energi lebih untuk siap-siap kalau harus adu argumen bila nantinya si bapak marah.

Tapi sedetik kemudian ada seorang ibu yang melakukan teguran kepada bapak itu dan memintanya untuk pindah gerbong :D. Jadi buat kamu yang pria jangan pernah naik ke dalam gerbong khusus wanita ya, kalau tidak mau diusir atau disuruh turun oleh para wanita di gerbong itu. Lagi juga kamu nantinya jadi seperti alien, karena beda sendiri dan di cap tidak tahu malu dan tidak bisa baca hehe.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 thoughts on “Pria Di Gerbong Khusus Wanita, Siap-Siap Diusir Ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>