Pilah Pilih Minyak Wangi

Untuk wewangian atau minyak wangi atau parfum biasanya saya menggunakan minyak wangi milik ibu. Minta dan pakai minyak wangi ibu, dilakukan selama belum bisa memiliki penghasilan sendiri. Minyak wangi apa yang ibu pakai ya pasti saya ikut pakai juga. Masalah merek, memang tidak terlalu dipermasalahkan. Kalau bisa mendapatkan minyak wangi dengan harga yang murah, kenapa tidak?

Setelah memiliki penghasilan sendiri saya pun masih menggunakan minyak wangi merek yang sama dengan ibu. Hanya kali ini saya beli dengan menggunakan uang sendiri. Memakai minyak wangi dengan merek yang biasa dipakai ibu, wanginya memang saya suka. Lama kelamaan jadi berpikir juga, kok seperti tidak punya jati diri. Ditambah lagi kurang lebih dua tahun belakangan, merek minyak wangi yang biasa dipakai ibu menimbulkan iritasi di kulit. Mungkin ada racikan yang berubah dari pabrik pembuat produknya. Rasanya panas dan perih setiap kali mengenai kulit, apalagi kulit yang terluka. Pernah saya pakai panas dan perihnya itu lama hilangnya, sampai dikipas-kipas juga belum hilang. Ya, ditahan saja sampai akhirnya hilang sendiri.

Pilah Pilih Minyak Wangi

Masih setia sih sebenarnya dengan minyak wangi yang dipakai ibu, tapi tetap mendua juga. Pilah pilih minyak wangi dilakukan dengan membeli dan mencoba aneka aroma di toko penjual minyak wangi isi ulang. Harganya mulai dari sepuluh ribu rupiah per botol kecil. Beberapa aroma sudah pernah saya coba dari beberapa toko minyak wangi isi ulang yang berbeda. Awalnya tidak ada masalah yang berarti yang dialami dengan menggunakan minyak wangi isi ulang. Tapi ternyata minyak wangi isi ulang ini juga menimbulkan iritasi pada kulit yang terkena paparan langsung minyak wangi. Rasa panas dan perih terasa di kulit. Bahkan kulit terkadang berubah menjadi kasar dan menebal seperti bentol-bentol berukuran lebar.

Masalah iritasi di kulit tidak saya pedulikan, yang penting memberikan sensasi wangi dan aroma harum. Kemudian saya menemukan hal lainnya yang dirasakan saat menggunakan minyak wangi isi ulang. Tersadarkan kalau aroma yang satu dengan yang lainnya sama saja, tidak ada lagi perbedaan dan kekhasannya. Padahal sudah berharap mendapatkan aroma harum yang sesuai kepribadian. Ternyata pilah pilih minyak wangi isi ulang malah menemukan  kekecewaan.

Pilah pilih minyak wangi yang cocok di dompet dan sesuai kepribadian. Masih dilakukan hingga bulan September 2014 sampai akhirnya saya menemukan sebuah minyak wangi asli. Yang berasal dari bibit aneka tumbuhan. Kali ini bukan isi ulang dan aromanya banyak pilihan. Tunggu ya di postingan berikutnya, biar penasaran :D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>