Persiapan Supaya Santai dengan Balita Selama Perjalanan

Jalan-jalan bersama para balita, kenapa tidak? Lakukan persiapan supaya santai dengan balita selama perjalanan.

Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga keinginan saya jalan jalan bersama suami dan anak-anak. Kesempatan itu datang bersamaan dengan datangnya undangan menghadiri pernikahan, salah satu anak dari pak leknya suami. Tidak tanggung-tanggung, kami malah pergi secara rombongan. Iya, empat keluarga sekali jalan. Kebayang dong ramainya seperti apa. 

Memang sudah jauh-jauh hari terdengar kabar dari keluarga suami. Kalau salah satu pak leknya yang tinggal di Wates akan ngunduh mantu. Tapi belum ada informasi kapan tanggal dan hari acara itu akan berlangsung. Makanya seusai Idul Fitri tahun ini, sudah mulai ada sedikit-sedikit obrolan sambil lalu saja. Soal rencana untuk wisata bersama keluarga besar sekaligus menghadiri (kondangan) acara ngunduh mantu itu. Demi menghemat pengeluaran, diusulkan untuk melakukan wisata perjalanan darat (road trip). Pilihannya adalah konvoi dua mobil menuju Wates, Yogyakarta. Pada awalnya saya menolak rencana menggunakan mobil itu. Alasannya, lebih karena takut. Mengingat, suami belum pernah memiliki pengalaman untuk nyetir jarak jauh. Paling jauh baru ke Bandung, itu pun sekali jalan saja. Pinjam istilah para supir angkot, cuma satu rit saja.  

Setelah diketahui kapan acara ngunduh mantunya akan dilaksanakan. Semakin sering juga suami dan adik-adiknya ngobrolin rencana perjalanan darat kami. Semakin deg degan juga buat saya, ikut perjalanan ini. Tapi adiknya suami malah meyakinkan, dengan kalimat ini. “Kita akan jalannya pelan-pelan saja mbak”, “santai saja jalannya, tidak ngebut”, dan ini “Kalau capek ya berhenti dulu di pinggir jalan, glosor.” Sementara suami saya meyakinkan soal anggaran yang dapat dihemat. Kalau sudah bicara soal uang, yang namanya perempuan pasti langsung mikir 😅. Jadinya ngalah dan setuju dengan ide konvoi dengan mobil untuk wisata perjalanan darat kami. Bismillah, usahakan dulu siap di jalan supaya tetap santuy bersama para balita.

Undangan akhirnya sampai juga di Jakarta, berarti kami kondangan ke Wates tanggal 22 Juli 2019. Sesuai kesepakatan bersama, perjalanan santai  akan kami mulai tanggal 18 Juli. Menyesuaikan dengan izin cuti yang didapatkan para suami yang bekerja. Tidak lama persiapan yang harus saya lakukan. Karena ingin praktis, hanya membawa dua tas besar untuk kebutuhan pakaian lima orang. Ini juga menyesuaikan bawaan dari adik ipar yang akan ikut di mobil. Supaya cukup di bagasi bagian belakang kursi dan di atap. Maklum satu mobil akan diisi dengan dua keluarga. Total berisi sembilan orang, terdiri dari dewasa dan anak-anak. Perjalanan darat dengan menggunakan mobil kali ini, menjadi perjalanan bersama keluarga yang terpanjang bagi kami. Walau sebelumnya anak-anak sudah beberapa kali melakukan perjalanan darat dengan mobil juga. Tapi kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Perjalanan kali ini terdiri keluarga inti kami, ibu mertua, dan adik ipar beserta anak istrinya. . 

Kalau dalam perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya tidak pernah terlalu memusingkan bawaan. Cukup dengan membawa tas isi pakaian ganti. Semua aman terkendali, anak-anak pun tidak rewel macam-macam selama perjalanan. Perjalanan berlangsung dengan menyenangkan. Sebenarnya perjalanan kali ini, persiapan yang saya lakukan inginnya seperti biasa saja. Santai, tidak mau repot macam-macam. Tapi ibu sempat mengingatkan kalau perjalanan kali ini tidak sama seperti biasanya. Akan banyak anak-anak yang ikut dalam perjalanan yang lumayan panjang ini. Ada 2 anak sekolah dasar, 1 anak TK, 4 balita, dan 1 batita. Mau tidak mau harus nurut apa kata ibu, biar siap di jalan supaya tetap santuy bersama para balita. Jadi dua hari sebelum keberangkatan, saya mulai melakukan persiapan untuk mencatat apa saja barang yang harus dibawa. Supaya melakukan perjalanan darat bersama para balita bisa tetap santuy dan menyenangkan. 

Konvoi mobil santai dengan balita selama perjalanan

Persiapan supaya santai dengan balita selama perjalanan, antara lain: 

Pakaian ganti dan perlengkapannya

Bawa pakaian ganti secukupnya disesuaikan dengan musim. Bila melakukan perjalanan saat musim kemarau, pastikan pakaian yang berbahan ringan dan meresap keringat. Sebaliknya pakaian dengan bahan tebal atau membawa jaket saat musim hujan. Usahakan untuk memanfaatkan jasa cuci pakaian saat di kota tujuan. Penting nih: pakaian dalam jangan sampai ketinggalan, bakal repot cari di mana 😅. Seperti celana dalam, kancut, kutang, dan singlet

Perlengkapan mandi

Saya menyiapkan perlengkapan untuk anak: sikat gigi, pasta gigi, sabun, shampo, hand and body, sisir, dan bedak.

Ponsel dan kabel charger

Orang kebanyakan termasuk saya, kalau pergi tanpa membawa ponsel gimana gitu rasanya. Ibarat sayur tanpa garam, jadi kurang sedap. Dengan asumsi ponselnya adalah ponsel pintar. Salah satu kegunaan dari ponsel pintar sebagai penunjuk arah. Tentu saja dengan menggunakan salah satu aplikasi peta. Ini penting sekali buat kami yang sedang melakukan wisata perjalanan darat

Pulsa

Zaman sekarang, hampir semua orang memiliki ponsel pintar. Untuk dapat digunakan maksimal ponselnya, tentu saja butuh diisi pulsa untuk internet. Akan menjadi percuma bawa ponsel pintar kalau tidak ada jaringan internetnya

Obat-obatan atau P3K

Berjaga-jaga kalau di perjalanan dibutuhkan. Biasanya saya menyediakan yang standar saja, seperti minyak tawon/kayu putih/balsem. Bila ada yang kurang sehat sebelum perjalanan dimulai siapkan obat yang didapat dari dokter. Berhubung ada balita dan anak-anak, jangan lupa untuk menyediakan kantong plastik. Berjaga kalau ada yang mabuk dalam perjalanan

Terpal atau bagasi atas

Jauh hari sebelum keberangkatan, adiknya suami sudah menalangi untuk membelikan bagasi yang akan dipasang di atap mobil. Bentuknya hanya rangka besi saja, yang penting bisa sebagai penahan untuk menaruh tas dan barang bawaan lainnya. Juga untuk menghindari basah dan melindungi dari air bila hujan turun tiba-tiba. Sediakan terpal dan tali tambang untuk menutup dan mengikat tas dan barang bawaan yang ditaruh di bagasi. Diperlukan keahlian tali temali yang baik untuk mengikat bagasi di atas. Karena kalau diikat secara asal saja, pasti akan terlepas. Bahkan tas dan barang bawaan bisa jatuh tertiup angin. Bila melakukan konvoi, jangan lupa untuk saling menjaga. Kami sempat berhenti dua atau tiga kali saat di tol Cipali menuju Brebes. Karena terpal yang ada di bagasi mobil yang kami kendarai terlepas

Makanan dan minuman

Poin ini sengaja saya letakkan paling akhir. Walau sebenarnya menjadi poin paling penting untuk dibawa, saat melakukan perjalanan darat yang lama dan panjang. Apalagi kami sekeluarga berangkat sangat pagi. Pukul setengah empat pagi sudah mengaspal menuju Pondok Ranggon. Ke rumah mertua untuk mengangkut adik ipar dan anak istrinya. Awalnya sih inginnya beli saja, tapi saat diingatkan akan ada delapan anak yang menyertai. Demi alasan penghematan, akhirnya bawa bekal makanan dari rumah. Untuk makanan dan minuman ini, saya tidak menyiapkan macam-macam sih, yakni:

  • Makanan ringan: sore hari sebelum hari H keberangkatan, sempat membeli makanan ringan kesukaan anak-anak. Lumayan sebagai pengganjal kalau lapar tapi belum ingin makan berat. Bisa pula dijadikan sebagai penghibur, bila ada anak yang mulai merasa jenuh dalam perjalanan
  • Air mineral dalam kemasan botol: tanpa diminta, suami sudah membeli dan menatanya di bagasi belakang kursi. Tidak tanggung-tanggung, beli langsung dua karton
  • Nasi dan lauknya: untuk yang terakhir ini, berkat bantuan dan kebaikan ibu kami bisa memiliki bekal nasi lengkap dengan sayur dan lauknya. Kebetulan ada persediaan rendang di kulkas dan sayur orek tempe. Semua dibungkus dan disiapkan oleh ibu untuk menjadi bekal kami, terima kasih ya bu 😘.

Poin terakhir ini harus dijadikan paling penting dibawa kalau melihat pengalaman kami kemarin. Selain untuk alasan menghemat, ada satu lagi yaitu untuk menghindari terlalu sering berhenti. Tahu sendiri kan kalau sering berhenti, pasti akan menambah lama waktu perjalanan. Siap di jalan supaya tetap santuy bersama para balita, memang menjadi keharusan. Jadi sewaktu-waktu anak ada yang rewel karena lapar dan bosan. Saya sudah siap dengan bekal makan, makanan ringan, dan minuman yang sudah dibawa dari rumah. 

Praktis selama perjalanan di bulan Juli kemarin, kami tidak terlalu banyak berhenti. Berhenti, tiidak lain untuk memenuhi keinginan anak-anak yang ingin buang air kecil. Selebihnya, jalan terus. Hanya sempat berhenti lagi di daerah tegal untuk makan bakso, pengusir kantuk dan lapar. Alhamdulillah, selama perjalanan dan selama berwisata kami tetap sehat. Anak-anak pun bahagia, karena bisa kumpul bersama para sepupu. Ternyata persiapan supaya santai dengan balita selama perjalanan bisa dilakukan dan mudah. 

 

28 thoughts on “Persiapan Supaya Santai dengan Balita Selama Perjalanan

  1. Hal lainnya yang harus dipersiapkan matang kalau bawa batita adalah penanganan pas anak BAB. Kalau bisa dari awal kita ketahui letak-letak rest area/spbu. Sehingga ketika anak batita tsb BAB, kita bisa berhenti di rest area/spbu terdekat untuk bersih-bersih.

  2. ya ampun seru banget roadtrip rame-rame sama keluarga. Ga kebayang itu banyak balita/anaknya… gak ada yang rewel ya? biasana anak kecil suka rewel kalo jalan jarak jauh. Atau sebelum jalan nenggak obat anti rewel kah mereka? hahahahha

  3. Saya baru paham sulitnya perjalanan jauh dengan balita setelah ponakan lahir tahun lalu.

    biasanya yang simple cuma bawa satu atau dua tas aja, sekarang nambah jadi sekoper gede khusus perabotan lenong si bayi euy..

    Ku salut lah sama bu ibu yang bisa tetap jalan-jalan keceh bersama anak-anaknya.

    saya yang cuma bantuin aja rasanya kok ribet banget yaa.. apalagi kalau nanti udah punya bayi sendiri. entahlahhhhh…

  4. Memang membawa balita untuk perjalanan cukup jauh memang harus sabar dan mempersiapkan segala sesuatunya ya. Mulai dari memastikan kenyamanan, makanan minuman, sampai mainan untuk mengalihkan perhatian ketika mereka jenuh atau lelah…

    Thanks for sharing ya

  5. Seru banget ya mbak, bepergian bareng rombongan. Anak2 ga rewel, kalau sedikit bad mood bisa ditangani segera.

    Btw, jd inget waktu masih punya balita, kalau bepergian musti dipersiapkan secara khusus (termasuk bawaan)

    Khusus buat anak memang harus ektra preapare, dipusah tas yg kerap dibuka utk ambil keperluaan dadakan sama yg tas dibuka ditempat tujuan. Semua bisa dibuat simpel, jd perjalanan bisa menyenangkan.
    Ayah dan ibu, musti kerjasama dan kompak sepanjang perjalanan.
    .

  6. yuhuuu, 1 mobil banyak anak nih. pasti ramenya puolll. cocok lah dan mesti bawa cemilan dan makanan emang. buat penunda lapar dan hiburan di dalam mobil. dan anak2 emang paling suka kan kalo liburan bisa dibeliin jajanan kesukaan. uwuwuw

  7. mantap kakanya, aku jadi makin banyak ilmu tentang nanti kalau udah punya anak itu mesti gimana.. aku aja yang baru berdua sama suami suka ribet nyiapin barang-barangnya 😀

  8. Topik yang menarik yang patut di antisipasi oleh bunda2 yang bawannya pengen traveling tapi punya anak bayi. Kalau sudah baca artikel ini mungkin bisa jalan-jalan tanpa ragu lagi nih. thnks infonya kak

  9. Jalan bawa balita itu emang super ribet ya mba bawaannya. Tapi jadi cerita tersendiri yang selalu diinget.
    Klo bawa bekal nasi dan lauk, mama mertuaku selalu tuh nyiapin bekal setiap kali kita mudik. Biar hemat dan pasti kenyang. Hahahaha

Leave a Reply to Samleinad Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>