Persiapan Sebelum Pelihara Kucing

Akhirnya ada keluarga baru yang tinggal di rumah. Hewan berbulu yang lucu dan menggemaskan. Pemberian dari teman kantor suami. Siapakah keluarga baru itu? Betul, dia adalah kucing kecil berwarna cokelat kekuningan. Kucing campuran antara persia dengan kucing kampung. Diberi nama lengkap Cikocik, lebih sering dipanggil Ciko. Yang kami pelihara di rumah sejak November 2019. Cerita lengkapnya, bisa dibaca pada kiriman berjudul pelihara kucing di rumah. Melanjutkan kiriman tersebut, kali ini saya mau menulis persiapan sebelum pelihara kucing di rumah.

Memiliki peliharaan di rumah baik itu hewan atau tumbuhan tidaklah mudah. Akan ada akibat yang harus dilakukan oleh si pemelihara. Yaitu dituntut untuk bertanggung jawab. Kenapa begitu? Sebab peliharaan yang dimiliki, diibaratkan sebagai anggota keluarga baru. Peliharaan adalah makhluk bernyawa layaknya manusia, membutuhkan makan, minum, dan perawatan. Namun begitu peliharaan tidak memiliki akal, melainkan hanya insting. Jadi ketika peliharaan butuh makan dan minum, mereka tidak bisa menyediakannya sendiri. Akibatnya, kitalah sebagai manusia yang memeliharanya harus menyediakan kebutuhan tadi.

Kebutuhan Hewan Peliharaan

Layaknya manusia, peliharaan juga mempunyai kebutuhan dasarnya. Paling tidak untuk bertahan hidup. Tidak jauh beda dengan manusia, kebutuhan hewan diantaranya makanan, minuman, tempat tinggal, kasih sayang, dan perawatan kesehatan. Namanya juga makhluk hidup, pastilah membutuhkan kasih sayang. Tidak terkecuali hewan dan tumbuhan yang menjadi peliharaan. Sudah pernah membaca, tumbuhan saja akan lebih subur. Bila 

Orang yang memeliharanya mau sesekali mengajaknya bicara. Walau tidak dapat mendengar apalagi bicara. Tumbuhan juga bisa merespon rasa sayang yang manusia berikan. Responnya tentu dalam hal tumbuh menjadi lebih subur salah satunya. Begitu pula dengan hewan, akan sangat setia dengan tuannya. Bila mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Untuk yang terakhir disebut maksudnya memerlukan perawatan yang benar agar tidak sakit. Kalaupun sampai sakit, segera diberi obat atau dibawa ke dokter hewan untuk diobati. 

Persiapan Sebelum Pelihara Kucing di Rumah

Saat sebuah keluarga sudah memutuskan ingin memelihara hewan di rumahnya. Berarti harus siap mental dengan segala akibat dan tanggung jawab yang ditimbulkan dari memelihara hewan. Yaitu memenuhi kebutuhan dari hewan peliharaan masing-masing. Berhubung kami belum pernah memelihara kucing sebelumnya. Jadi sebelum Ciko datang, saya sudah lebih dulu memberikan pertanyaan kepada anak-anak. Apakah mereka sanggup untuk bertanggung jawab atas kucing peliharaannya nanti. Supaya tidak kejadian seperti kelinci peliharaan. Yang tidak mereka urus, kecuali kalau ingat saja. Jadi kasihan sama Caca, kelinci peliharaan kami itu. Mau tidak mau untuk menghindari kejadian serupa, saya melakukan persiapan sebelum pelihara kucing di rumah. Seperti berikut ini: 

Memberikan Tugas kepada Anak 

Ini penting dan harus dilakukan sebelum hewan peliharaan datang. Pemberian tugas dilakukan setelah anak-anak menyatakan kesanggupannya. Untuk bertanggung jawab kepada hewan peliharaan mereka. Walau anak-anak setuju melaksanakan tugasnya, tetap saja sebagai orangtua, harus selalu mengingatkan. Sebagai bentuk latihan untuk bertanggung jawab. Berikut ini adalah beberapa tugas yang saya berikan kepada anak-anak:

Membuang kotoran, baik BAB maupun BAK

Biasanya tugas membuang kotoran sangatlah berat dan susah untuk dikerjakan. Alasannya tentu saja karena anak-anak merasa jijik. Saat melihat dan tercium bau kotoran kucing. Tapi justru tugas ini yang sangat penting untuk dilakukan oleh anak. Sebab kotoran merupakan barang najis. Dari kotoran pula akan timbul penyakit. Jadi sangat penting untuk memastikan kotoran kucing peliharaan segera dibuang. Jangan sampai ditunda hingga lama dan kering. Supaya tidak menjadi penyakit yang merugikan anak-anak sendiri maupun anggota keluarga lainnya.

Memberi makan dan minum

Karena sudah merasa sanggup untuk pelihara hewan. Berarti sudah dipikirkan soal pengeluar tambahan yang harus dikeluarkan untuk membeli makanan hewan. Tidak main-main, untuk kebutuhan makan kucing ternyata sama besarnya dengan kebutuhan makan manusia. Bahkan bisa lebih mahal pengeluaran untuk makanan kucing dibandingkan makanan manusia. Disebabkan oleh kekhususan makanan yang diberikan. Yang paling murah harga makannya adalah makanan untuk kucing kampung. Diberi campuran nasi dengan ikan cuek pun lahap dimakan. Tidak lengkap rasanya kalau sehabis makan tidak minum. Makanya hewan peliharaan selain makan juga membutuhkan minum. Pasangan ini tidak bisa dipisahkan sampai kapan pun.

Membersihkan wadah 

Wadah yang dimaksudkan di sini adalah tempat untuk makanan, minuman, pasir untuk kotoran, dan kandang. Kebersihan wadah harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kotor, karena akan mengundang penyakit. Baik untuk kucingnya sendiri, maupun kita yang pelihara. Paling tidak 1 pekan sekali wadah itu dibersihkan dengan cara dicuci. Kalau terlalu lama, bisa 3 hari sekali atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Memandikan

Memandikan termasuk pada usaha untuk menjaga kebersihan kucing peliharaan. Akan sangat tidak lucu, bila wadahnya saja dibersihkan. Tapi justru tubuhnya kotor dan bau. Karena tubuh yang kotor juga mengundang kuman penyakit untuk datang. Atau parasit yang akan mengganggu, seperti kutu. Setidaknya 1 pekan sekali kucing juga perlu dimandikan. Menggunakan sabun dan sampo, biar bulunya wangi dan badannya sehat. Termasuk di sini membersihkan telinga dan hidung dari peliharaan. Khusus telinga, dibersihkan menggunakan kapas pembersih telinga dan minyak untuk bayi. Jadi kotoran bisa dengan mudah terangkat.

Persiapan sebelum pelihara kucing: memandikan

Menyediakan Tempat Tinggal

Seluruh rumah kita sudah menjadi tempat tinggal yang sama bagi kucing peliharaan. Tergantung pemiliknya, apakah ada bagian rumah tertentu yang dikhususkan. Sebagai tempat tinggal dari kucing yang dipelihara. Ada pemilik kucing yang menyediakan kamar tersendiri untuk kucing peliharaannya. Menyediakan kandang khusus untuk kucingnya. Terbuat dari berbagai jenis bahan. Bisa kayu, besi, aluminium, dan sebagainya. Termudah membiarkan seluruh rumah menjadi tempat tinggal kucing. Seperti di rumah, kandang sudah disediakan. Tapi Ciko lebih senang tidur di mana saja. Bisa di kursi, di bawah meja komputer, tempat tidur di kamar, di keset depan kamar mandi, di lantai. Seenak dan semaunya Ciko sendiri. Tapi kalau malam hari, saya tidak memperbolehkan Ciko tidur di dalam kamar bersama anak.

Membawa ke Dokter Hewan

Untuk yang ini masih dibimbing dan dipandu oleh orangtua. Memastikan kesehatan kucing dengan membawanya ke dokter. Apabila diperlukan untuk dilakukan vaksin, maka lakukanlah. Untuk masalah vaksin, Ciko selalu gagal bila ingin di vaksin. Saat dibawa ke dokter mau di vaksin, tubuhnya dalam keadaan panas. Padahal kalau dilihat sehari-hari, dalam kondisi sehat dan lincah. Dua kali ke dokter, 3 kali pula suhu tubuhnya mencapai 39 derajat. Entah sampai kapan Ciko bisa di vaksin. 

Pelihara hewan di rumah memang tidak mudah tapi tidak sulit juga. Asalkan bersedia untuk bertanggung jawab, beres. Tentunya butuh kerja sama dari seluruh anggota keluarga. Itulah perlunya dilakukan persiapan sebelum perlihara kucing di rumah. Supaya rumah tetap bersih, anak senang punya peliharaan. Hewan yang dipelihara pun tidak stres. Eh iya, tapi yang saya sampaikan ini untuk pelihara kucing campuran atau yang memiliki ras. Bukan kucing kampung yang biasa berkeliaran.

Entah kenapa, pelihara kucing ras atau campuran sedikit lebih repot. Dibandingkan pelihara kucing kampung. Bukan rahasia lagi, kalau kucing kampung lebih bertahan hidup di luar rumah. Sementara kucing campuran seperti Ciko, kelihatannya akan sangat sulit. Mungkin karena sifatnya yang lebih manja, jadi tidak bisa berjuang. Lah, kok jadi seperti manusia manja gitu πŸ˜….

46 thoughts on “Persiapan Sebelum Pelihara Kucing

  • Saya juga pernah piara kucing, campuran kampung dan Persia (?) ekornya lebat mirip tupai tapi lincah bgt kayak kucing kampung. Karena dilarang ortu ya terpaksa kucing diberikan pada kenalan, hmm kangen juga. Tapi mungkin sudah mati karena sudah lama sekali, sebelum saya menikah.

  • Kalau lihat kucing lucu rasanya mau pelihara, tapi kalau lihat postingan temen tentang perawatan kucing kok jadi mundur lagi. Ga kuat dompetkuuuu

  • Untunglah, kesadaran kepada kesejahteraan hewan sudah meningkat banyak di masyarakat kita. Kalau dahulu, memelihara kucing sih asal aja miara. Kalau sekarang, udah banyak SOP baku yang dipenuhi oleh majikan kucing.

  • di rumahku ada 11 kucing ras dan 9 kucing kampung yaa otomatis kucing kampungku tidur di luar sedangkan yang ras di dalam rumah agak rasis tapi mau bagaimana lagi pasti nanti akan bertengkar, soal perawatan wuuu jangan tanya kucing ras yang paling mahal daripada kucing kampung apalagi makanannya…

    Harus mempunyai modal yang lebih untuk segala kerperluan memelihara kucing jika sanggup

  • Saya belum siap untuk mengajarkan si kecil memelihara kucing. Dulu pernah pelihara sewaktu kuliah, dan rasanya seperti mengurus anak juga. Tidak terbayang repotnya mengurus balita sekaligus kucing hihi. Tapi gak tahu kalau nanti

    • Iya mbak, ternyata repot juga. Kebetulan anak-anak di rumah sudah bisa diajak kerja sama. Makanya disiapkan dulu anak-anak sebelum pelihara kucing

  • Saya juga punya kucing di rumah, saya senang karena kucing juga salah satu hewan kesayangan Rasulullah Muhammad SAW. Benar harus terampil sebelum memutuskan memelihara kucing.

    • Nah itu masalah kalau tidak ada orang di rumah. Eh tapi kucing bisa kok ditinggal sendirian. Asal sudah disiapkan makan, minum, dan tempat buang kotorannya

  • Punya hewan peliharaan itu gak cuma pas enak-enaknya doang dijaga. Harus tanggung jawab mulai dari kebutuhan makan, kandang, perawatan harian/ bulanan, check up, juga karantina jika terjangkit sebuah penyakit. Kadang pemilik hewan cuma mau pas enak-enaknya saja. Pas pulang kampung lebaran misalnya, hewan peliharaannya ditelantarkan begitu saja. Ini juga yang bikin saya mikir-mikir jika ingin mempunyai hewan peliharaan.

  • Saya juga punya kucing di rumah. Yang bawa ibu, padahal awalnya ga suka sama kucing. Ayah juga ikut2 suka. Semenjak ada kucing jadi berubah kebiasaan kami. Dari mulai rutin bersihin tempat bab bak kucing, nyiapin makan pagi2, dll. Hehe

  • Wah enak ya kak, klo kucing diperhatikan tapi kucingnya pengertian ..kucing tetangga tak kasih mkn malah pup di kaca depan mobil saya ..jd sy kyk tom en Jerry deh klo sama kucing bawaannya mau nyambut wkwk

  • Saya pernah piara kucing campuran. Tapi sejak dia kepengen kawin (jantan) jadinya sering saya lepas aja ke luar rumah..

    Eh, gitu berkawan sama kucing kampung jadi tabiat alamiah dia keluar..
    Pipis yang tadinya di pasir, jadi disemprot kemana-mana..
    Ibarat punya anak lajang, dia pulang kalo udah lapar kali . Kalo kenyang pergi lagi .

    Sayang, ternyata dia gak tahan lama hidup di luaran. Gak lama sakit, sehari kemudian mati… Hikssss

  • Pelihara kucing ras, ataupun campuran, memang banyak ini dan itunya Mbak. Secara mereka itu manja dan gak sekuat kucing kampung (Moggy). Tapi ya, looknya bagus kucing ras ini.

    Jadinya mesti sediakan pos anggaran tambahan untuk hewan peliharaan, hhe

  • Waktu aku kecil sih pelihara hewan. Pernah SMP malah anjing dan kucing. Engga berantem tuh. Giliran udah berkeluarga males banget pelihara hewan. Ngurus anak aja deh…
    Paling yang ada sekarang aquarium doang. Walaupun anak seneng banget kucing tuh…

  • Lengkap…jadi punya kucing tidak semata mata hanya perlu niat baik saja ya.. perlu melakukan usaha lainnya… kalau yg hanya mau2 an punya kucing tapi ga mau ribet ngurusnya ada baiknya dipikirkan ulang ya…

  • Sekarang ini sudah banyak yang mau melihara dan merawat kucing. Meski saya termasuk fobia kucing. Tapi seneng kasih makan mereka. Jadi, pas kucingnya masih jauh udah saya tuang makanannya. Tinggal panggil aja. Yang agak bikin mengkeret itu pas momen harus ke dokter hewan. Entah karena sakit atau mau disteril biar ga dikeluhin banyak orang karena beranak mulu. Soalnya biaya ke dokter hewan ini lumayan ya. Jadi harus prepare bener-bener. Oiya yang biasa bantu bawa ke dokter hewan itu security di rumah. Jadi saya ga perlu gelagepan harus bawa

  • Jadi pengen pelihara kucing deh, inget dulu temen kuliahku tuh punya banyak banget kucing dirumahnya. Kalo kita lagi main ke rumahnya itu kucing pasti langsung ndusel-ndusel. Gemesin banget dan gak ribet yaa meliharanya.

    • Kalau dibilang ribet ya memang agak ribet karena harus urus buang kotorannya, kasih makan, dll. Tapi kalau dibawa santai ya bisa 😊

  • kalau melihat lucunya, jadi pengen memelihara kucing lagi. tapinanpaknya harus dipersiapkan dulu segala sesuatunya. selain prasarana juga harus mempersiapkan waktu. jangan sampai kucing kita mati gara-gara kita terlalu sibuk sehingga lupa memberi makan

  • Saya juga pelihara kucing di rumah. Sejak kecil saya emang suka kucing. Bagi saya hewan tersebut lucu dan menggemaskan. Apalagi jika warnanya unik dan menarik.

    Karena saya tinggal di kampung, maka lebih bebas. Tak pernah di mandikan karena tabiat kucing memang gak pernah mandi, tapi tetap sehat.

    Untuk makanan, saya kasih ikan, kadang di campur nasi. Kemudian Ada yang bilang, bahwa kucing itu pembawa rejeki.

  • Sepertinya kalau kucing ‘kota’ memang lebih susah. Ya mungkin karena kebiasaan keturunan atasnya yang menurun ke dia. Ini keren sih tapi pembagian tugasnya, melihara kucing gini jadi bisa bikin bonding keluarga lebih asyik karena ada pembagian tugas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.