Perlu Tidak Sih Ikut Rapid Test?

Sehat yuk sehat. Semoga kita semua dalam keadaan sehat. Sekarang sudah mulai memasuki masa peralihan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tetap harus waspada ya, bila ingin melakukan aktivitas di luar rumah. Sebisa mungkin mengurangi kegiatan ke luar. Apalagi sampai melakukan kegiatan berkumpul dengan orang banyak. Lebih baik jangan dulu. Tapi mau gimana ya, susah juga kalau harus di rumah terus. Kegiatan banyak yang tertunda dan batal. Roda perekonomian tidak jalan. 

Satu-satunya jalan adalah selalu waspada. Di manapun dan kapan pun. Jangan pernah meremehkan apalagi sampai mengabaikan pandemi virus covid-19 ini. Bagi anda yang ingin keluar rumah harus selalu melakukan protokol kesehatan. Ribet, iya begitu deh. Tapi sebenarnya tidak ribet sih. Buat anda yang sudah bersihan, melakukan protokol kesehatan biasa saja. Nah, buat anda yang selama ini agak jorok. Perlu sedikit usaha, pasti akan terbiasa juga pada akhirnya. 

Gunakan Masker

Selama masih dalam kondisi pandemi, keluar rumah harus pakai masker. Walau keluar hanya untuk beli gula ke warung tetangga. Jangan sekali-kali tidak memakai masker. Selain nanti akan dikenakan sanksi sosial oleh Satpol PP. Menggunakan masker sebagai antisipasi supaya tidak terkena cipratan liur dari orang lain.

Cuci Tangan

Sediakan sabun di depan pagar rumah atau di depan pintu, bila memungkinkan. Jadi memudahkan siapapun yang ingin masuk ke rumah sudah mencuci tangannya. Sebelum pandemi, kegiatan cuci tangan setelah dari bepergian. Sudah menjadi kebiasaan di keluarga kami. Tapi biasanya tidak menggunakan sabun. Kini kebiasaan menjadi berubah sedikit. Cuci tangannya harus menggunakan sabun. Dalam perjalanan sebaiknya bawalah penyanitasi tangan. Bisa juga diganti dengan tisu basah. Untuk yang satu ini, masih  menjadi pekerjaan rumah buat saya. Karena sering lupa untuk membawanya. 

Mandi Bersih

Tidak cukup dengan cuci tangan. Baiknya langsung mandi bersih. Termasuk di dalamnya, rambut dicuci menggunakan sampo. Sebelum bercengkrama dengan keluarga di rumah. Apalagi sampai duduk lebih dulu. Nah, untuk yang satu ini saya pernah kena marah 😁. Karena habis pergi tidak langsung mandi bersih. Di sinilah perlunya saling mengingatkan dan saling menjaga.

Tidak Keluar Rumah 

Seperti sudah saya tuliskan di atas, sebaiknya mengurangi kegiatan di luar rumah. Tidak keluar rumah bila sedang sakit, menjadi tindakan yang bijak untuk dilakukan. Sebab saat sakit, berarti tubuh kita sedang rendah atau tidak memiliki imunitas. Kondisi tersebut akan memudahkan berbagai bibit penyakit untuk mendekat. Termasuk salah satunya virus korona.

Perlu Tidak Sih Ikut Rapid Test

Perlu tidak sih ikut rapid test? Apalagi sekarang lagi ramai dibicarakan. Eits tunggu dulu, jangan suka latah ikut-ikutan. Tidak semua orang perlu melakukan rapid test (tes cepat). Tes dilakukan sebagai upaya pencegahan dari kemungkinan tertular. Hanya orang yang beresiko tertular yang harus melakukan tes. Yaitu yang pernah kontak langsung dengan penderita sakit akibat virus korona. Pernah berkunjung ke negara yang memiliki penularan covid-19 tinggi. Atau memiliki gejala penyakit seperti demam tinggi dan mengalami gangguan pada sistem pernafasannya. Kalau anda memiliki dana berlebih tidak dilarang melakukan rapid test. Hitung-hitung membantu upaya pemerintah menekan peningkatan penularan virus korona. 

Sekarang sudah banyak rumah sakit yang memberikan pelayanan rapid test. Bila tidak ingin antre di rumah sakit. Anda dapat menggunakan aplikasi Halodoc, untuk membuat janji melakukan rapid test. Beberapa rumah sakit sudah bekerja sama dengan Halodoc. Jadi anda akan lebih mudah memilih rumah sakit langganan yang akan dituju. Halodoc adalah satu aplikasi kesehatan yang akan membantu kebutuhan anda. Dalam mengakses layanan kesehatan. Baik layanan untuk ke dokter, rumah sakit, atau apotik. Jangan khawatir tentang kerahasiaan, pastinya sistem Halodoc akan menjaganya dengan baik. 

Paling penting dari semua tindakan pencegahan supaya tidak tertular virus korona adalah dengan menjaga kesehatan kita dan keluarga. Salah satunya dengan berolahraga. Tapi kalimat terakhir itu pengingat buat saya juga. Karena termasuk orang yang malas bergerak. Baru satu kali berolahraga, semenjak adanya pandemi virus korona. Yaitu jalan santai berdua suami, lumayan jaraknya 5,7 kilometer. Masih punya mimpi untuk bisa gowes sepeda lagi bersama anak-anak. Jangan lupa untuk terus saling mengingatkan dan saling menjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.