Pergi Ke Rumah Si Pitung

Rumah si pitung

Masih dalam rangka liburan lebaran 1435 H, saya dan keluarga menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Kalau kemarin saya jalan-jalan ke Taman Wisata Lebah di Cibubur bersama suami dan anak-anak. Hari ini karena suami sedang terserang migrain tiba-tiba jadilah pergi bersama anak-anak, ibu, dan mbah. Kami berlima pergi dari rumah sejak pukul sebelas. Namun tidak langsung pergi ke tempat tujuan melainkan mengantar ibu terlebih dulu mengurus kartu perdananya yang hilang.

Cukup lama dan panjang antrian yang harus ditunggu hingga ibu dilayani untuk mendapatkan nomor telpon genggamnya yang lama. Jadi baru pukul 12.30 ibu selesai urus kartu perdananya. Kami pun langsung melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan semula. Kali ini tujuannya adalah pergi ke Rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara.

Keinginan untuk pergi ke Rumah Si Pitung ini sudah lama. Sejak melihat liputannya di sebuah saluran televisi swasta beberapa tahun yang lalu. Pernah juga pada bulan Januari yang lalu, saya bersama seorang saudara sudah berada di Marunda. Ingin sekali membelokkan mobil ke arah Rumah Si Pitung. Namun karena terburu-buru dan akan ada agenda kegiatan yang lainnya, akhirnya urung juga. Barulah di hari pertama bulan Agustus ini saya dan keluarga mengunjungi Rumah Si Pitung.

Rumah dengan warna merah bata ini berada di daerah Marunda, Jakarta. Dekat dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Daerah Marunda sering mendengar, tapi letak tepatnya Rumah Si Pitung ini hanya kira-kira. Walau jalan di Jakarta masih sepi, saya tetap memilih jalan tol, alasannya untuk menghindari lamppu merah dan untuk mengejar waktu.

Setelah keluar tol Tanjung Priok saya melajukan mobil terus menuju ke arah pelabuhan tanjung priok. Setelah melewati lampu lalin pertama maka mobil saya belokkan ke arah kanan. mengikuti jalan tol baru yang sedang dibangun. Ketika sampai pertengahan, kebetulan ada posko polisi ada di sebelah kiri jalan. Saya pun meminggirkan mobil dan meminta ibu untuk menanyakan kepada pak polisi ke mana arah Rumah Si Pitung.

Kami hanya tinggal membelokkan mobil ke arah kanan, hinga ketemu pertigaan lalu belok kiri. Selanjutnya tinggal mengikuti jalan hingga melewati jembatan kedua, barulah belok ke kiri sampai mentok hingga ketemu STIP. Untuk menuju ke rumah si pitung tinggal mengikuti jalan hingga ada petunjuk jalan bahwa anda sudah berada di kawasan Rumah Si Pitung.

Karcis parkir

Bagi pengunjung yang membawa mobil pribadi, sudah disediakan area parkir. Entah siapa yang mengelola, yang jelas karcis parkir ada tulisan tarif parkir sebesar Rp. 10.000. Mahal sekali kalau menurut saya. Dari area parkir mobil hingga ke pintu gerbang Rumah Si Pitung, pengunjung harus jalan kaki. Kecuali bagi para pengunjung yang menggunakan motor, yang bisa langsung masuk ke Rumah Si Pitung. Jarak yang harus ditempuh para pengunjung kurang lebih 100+ meter.

Gerbang rumah si pitung

Pergi ke Rumah Si Pitung

Tepat setelah gerbang Rumah Si Pitung, para pengunjung dianjurkan untuk mengisi daftar tamu. Sebenarnya tidak ada biaya, alias gratis untuk masuk ke rumah si pitung ini. Namun saya menanyakan si bapak yang mencatatkan nama para pengunjung apakah ada biaya. Dijawab seikhlasnya, karenanya saya menyerahkan Rp. 20.000,- untuk 5 orang. Entah uangnya masuk atau dikelola oleh siapa. Sayang saja menurut saya kalau dikelola secara sembarangan dan maaf liar.

Pemandangan hari ini cukup kurang mengenakkan, karena para pengunjung bebas menggunakan area Rumah Si Pitung ini untuk tidur-tiduran seenaknya. Mungkin karena terlalu panas dan cukup banyak pengunjung, jadi mereka tidur-tiduran terlebih dulu melepas lelah. Sampah tentu banyak berserakan, sehingga menimbulkan kesan kotor dan kumuh, sayang sekali.

image

Pengunjung akan mendapati 3 bangunan berbentuk rumah panggung. Yang ketiganya berwarna merah bata. Saya sempat salah mengira yang mana Rumah Si Pitung yang menjadi.tujuan kami. Pertama kali yang saya masuki adalah rumah yang posisinya ada di sebelah kanan belakang.Tapi saat sudah berada di lantai 2 barulah sadar kalau rumah panggung ini bukan Rumah Si Pitung. Melainkan sebuah galeri produk unggulan Jakarta Utara. Disebut galeri tapi kok tidak ada barang yang dipajang atau di pamerkan ya. Hanya ada lemari-lemari kecilnya saja.

Karena kebetulan belum sholat Dzuhur akhirnya kami putuskan untuk sholat dulu. Mushollah atau tempat yang disediakan untuk sholat berada di lantai 2 juga, tapi di rumah yang berada di sebelahnya. Kami jadi naik turun untuk menuju ke tempat untuk sholat. Di tempat sholat ini ada pagar yang membatasi rumah. Salah satu pagar ada yang sampai melengkung akibat mungkin sering diduduki.

image

Kali ini saya melihatnya sendiri, anak-anak usia sekolah dasar manjat dan duduk di pagar. Tanpa ada yang mengawasi atau melarangnya. Diharapkan hal ini jadi perhatian pihak pengelola untuk masalah keselamatan pengunjung. Dengan cara memberi peringatan/larangan atau menyediakan seorang penjaga.

Akhirnya kami berhasil juga masuk ke Rumah Si Pitung. Rumah panggung berwarna merah bata ini menjadi benda cagar budaya. Hari ini pengunjung cukup banyak, mungkin termasuk saya memanfaatkan waktu liburan lebaran ini untuk datang. Dalam rumah ini terdiri dari empat bagian rumah, yaitu:
1. Bagian depan
Depan rumah pitung

2. Ruang tamu
Ruang tamu rumah pitung

3. Kamar tidur
Kamar tidur rumah pitung

4. Ruang makan menyatu dengan dapur
Ruang makan dan dapur rumah pitung

Rumah ini berisi benda-benda yang sepertinya bukan isi asli dari rumah. Ada kursi, meja, tempat tidur, patung, lukisan, gerabah, alat masak, dan sebagainya.

Dapur

Lagi-lagi di sini tidak ada petugas yang berjaga untuk memastikan bahwa yang naik dan masuk ke dalam rumah hanya 5 orang. Hanya ada tulisan yang tertempel di dinding. Bertuliskan batas maksimal jumlah orang yang boleh masuk ke dalam rumah. Hari ini batas maksimal tersebut dilanggar.

Batas maksimal pengunjung

Semoga bangunan cagar budaya ini dapat tetap dilestarikan dan terjaga. Sehingga butuh perhatian semua pihak untuk menjaganya. Termasuk pengunjung dan pengelola Rumah Si Pitung ini.

Incoming search terms:

  • karcis parkir mobil

5 thoughts on “Pergi Ke Rumah Si Pitung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>