Perawan Hampir Punah (PHP)

Di tahun 2014 yang baru berlalu dua hari ini. Saya pernah melihat sebuah tulisan di angkutan umum (mikrolet). Terus terang tulisan di badan mikrolet itu menggelitik saya untuk membuat sebuah tulisan. Tapi belum juga saya tulisankan, hingga hari ini. Alasannya saya menunggu agar memiliki kesempatan untuk memfoto tulisan itu. Sebagai pelengkap tulisan yang akan saya buat di blog ini. Tapi sayangnya hingga kini saya belum berhasil untuk memfotonya.

Kelamaan dan khawatir tidak akan pernah ketemu lagi dengan mikrolet itu. Jadilah saya tetap membuatkan tulisan di blog ini sekarang. Tulisan dalam warna biru dongker di badan samping mikrolet yang saya lihat adalah: Perawan Hampir Punah (PHP).

Perawan Hampir Punah (PHP) 

Tulisan di badan mikrolet itu cukup membuat saya marah dan kesal dalam diri. Tapi kok ya ada benarnya juga, apa yang dituliskan itu. Kalau melihat kondisi pergaulan para muda mudi zaman sekarang. Bahkan saya pada akhirnya ikut mengiyakan dan mebenarkan apa yang ditulis di badan mikrolet itu.

Benarkah Perawan Hampir Punah? Mungkin ada benarnya. Coba lihat kondisi sekeliling, lingkungan rumah, sekolah, kampus, kantor. Pergaulan muda mudi sudah begitu mengerikan. Di tempat umum berani mengumbar kemesraan. Dengan pegang-pegangan tangan, ciuman, raba sana sini, panggil papa mama. Sudah layaknya suami istri yang memiliki hubungan halal.

Di depan umum saja sudah berani menampakkan kemesraan yang diharamkan. Apalagi kalau di tempat sepi yang tidak ada manusia lain yang melihat. Tidak terbayangkan apa yang akan dilakukan. Sampai akhirnya ada yang tekdung (hamil) duluan sebelum menikah, na’udzubillah.

Kalau zaman saya kecil dulu sekitar tahun 80-an. Bila ada seorang perawan sudah hamil di luar pernikahan, maka kabar itu sudah bagai petir. Menyambar di tengah hari kepada orang tua, sebagai aib besar. Jangan berharap perawan yang sudah kehilangan keperawanannya itu akan dinikahkan. Bisa dipastikan akan diusir jauh-jauh, dibuang dan tidak dianggap sebagai anak lagi oleh orang tuanya.

Kondisi sekarang sungguh bertolak belakang. Bila mendapati ada anak perawan yang hamil di luar nikah. Maka orang tua akan bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa. Anak akan tetap diurus untuk melakukan pernikahannya. Bahkan tanpa malu membuatkan pesta pernikahan besar-besaran. Walau pengantin wanitanya sudah hamil besar dan terlihat.

Perawan Hampir Punah (PHP) tentu saja akan benar-benar terjadi di negeri ini. Kalau saja para orang tua, guru, masyarakat sudah tidak ada yang peduli lagi. Pergaulan sudah begitu bebasnya hingga tidak ada lagi batasannya mana yang boleh (halal) dan yang dilarang (haram). Relakah kalau Perawan Hampir Punah? Tentu tidak rela. Karenanya semua harus ikut bertanggung jawab. Untuk mencegah kepunahan tersebut.

Semua haruslah diawali dari rumah. Kewajiban para orang tualah untuk membatasi pergaulan anak dengan lawan jenisnya. Selain itu tentu saja diberikan pondasi agama yang kuat. Guru serta masyarakat juga memiliki peran. Ikut “mengawasi” pergaulan para muda mudi. Pemberian sangsi sosial menjadi amat penting dan dibutuhkan. Bila melihat ada muda mudi yang bergaul sudah melewati norma-norma yang berlaku. Jangan sungkan untuk menegurnya. Berikan pengertian agar tersadarkan, tentu dengan cara yang baik.

Jangan sampai  terjadi kepunahan akan perawan di negeri ini. Mari saling menjaga diri dan keluarga. Terutama para anak perawan, benar-benar harus dijaga. Tapi bukan untuk membatasi pergaulan dan pendidikan.

Incoming search terms:

  • perawan hampir punah
  • cerita perawan hampir punah

12 thoughts on “Perawan Hampir Punah (PHP)

  1. Betul mak.. dulu, berita semacam itu sungguh suatu yang luar biasa. kadang yang bersangkutan dan keluarganyapun sampai tidak sanggup keluar rumah karna malu. Tapi sekarang, sudah biasa saja.. miris memang.. tapi itu kenyataannya

    • Kenapa takut? Kalau bisa menundukan pandangan pasti bisa. Salurkan energinya kepada kegiatan yang bermanfaat. Tetap semangat jadi anak muda ya:mrgreen:

  2. Perawan Hampir Punah (PHP)?

    kalimat bernada konotatif yang menjurus
    saya kira awalnya pemberi harapan palsu :)

    tapi bener pada paragraf lima, saya sering lihat “penampakan” kemesraan dua insan di depan umum.
    selain peran orangtua dan sekolah, lingkungan masyarakat juga penting.
    bebas asal jangan kebablasan…

  3. Naudzubillahi min dzalik… Tidak bisa dipungkiri, teknologi juga berperan banyak dlm hal menghampir-punah-kan perawan mak. Selalu kuatkan iman, pertebal rasa takut kita pd Allah… Dan terus tularkan semangat ini pd siapa aja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>