Pengalaman Cari Tiket Kereta Api

Tiket kereta api online

Seumur-umur belum pernah memesan tiket kereta api dengan sistem online. Terakhir naik kereta api jarak jauh ke Jawa Tengah tahun 2007. Waktu itu pembelian tiket kereta api masih manual seingat saya. Pun masih ada pedagang yang berjualan dan lalu lalang di dalam kereta api bisnis yang saya tumpangi.

Jadi dengan sistem baru belum pernah memiliki pengalaman cari tiket kereta api sama sekali, hanya dengar dari saudara dan teman. Bagaimana susah dan sulitnya mendapatkan tiket kereta api. Baik secara online maupun dengan datang antri ke stasiunnya langsung. Pernah dengar cerita teman yang harus begadang atau sejenak terjaga dari pukul 00.00 sampai dengan pukul 03.00. Hanya untuk mendapatkan satu buah tiket kereta api.

Lain pula cerita teman yang hendak menghabiskan liburan di Jawa Tengah saat Idul Fitri. Dia antri di loket pembelian tiket di stasiun sebelum jam buka loket. Bersama puluhan orang lainnya yang memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan tiket untuk mudik. Teman saya dan para pencari tiket lainnya, harus menelan kekecewaan. Sebabnya saat loket dibuka pukul 07.00, ternyata baru ada pengumuman di papan peraga elektronik kalau tiket sudah habis. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari petugas. Tentu saja yang para pengantri ada yang marah atau hanya bisa ngedumel sendiri dalam hati. Mereka hanya berharap seharusnya petugas memberi pengumuman sebelumnya. Jadi tidak perlu berlelah-lelah antri hanya untuk mendapati kekecewaan kalau tiket telah habis.

Kali ini saya baru merasakan pengalaman cari tiket kereta api. Bagaimana sulitnya untuk mendapatkan tiket kereta api. Terlebih tiket yang ingin saya beli adalah tiket di saat musim liburan Idul Fitri. Adalah ibu dan mbah saya yang ingin mudik dan liburan di Jawa Tengah. Beliau berdua berniat untuk berangkat di hari kedua Idul Fitri yaitu tanggal 18 Juli 2015. Sebelum saya mencarikan tiket secara online, ibu ternyata sudah lebih dulu ke sebuah mini market dekat rumah untuk memesan tiket. Tapi ditolak oleh petugas mini market, karena memang belum bisa membeli tiket untuk tanggal yang dimaksud.

Dari petugas mini market itulah akhirnya ibu dan saya jadi mengetahui kalau memesan tiket online itu dimulai sejak pukul 00.00. di tanggal yang sama untuk keberangkatan kemudian. Untuk tiket tanggal 18 Juli sudah dapat dipesan tanggal 18 April 2015 pukul 00.00, yang berarti hari sudah berganti menjadi tanggal 19 April 2015. Sesuai pengalaman cari tiket kereta api kemarin terasa sangat sulit, terlebih mengandalkan jaringan internet yang sangat tidak stabil.

Langkah pemesanan tiket kereta api

Saya terbangun pukul 00 lewat dan mulai mencari alamat pembelian tiket kereta api milik PT. KAI di browser melalui telepon genggam. Terbukalah kemudian alamat http://tiket.kereta-api[dot]co[dot]id. Karena ini merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk cari tiket kereta api secara online, jadi sedikit bingung juga. Tapi kemudian saya ikuti saja prosesnya. Dimulai dari mengisi tanggal keberangkatan, stasiun asal, stasiun tujuan, dan jumlah tiket. Selanjutnya mengklik tombol tampilkan untuk menampilkan pilihan jenis kereta, jam keberangkatan, jam kedatangan, harga tiket, serta keterangan masih tersedia atau sudah habis.

Kalau tiket kereta masih tersedia maka akan ada tombol booking, yang bila diklik maka akan membuka halaman baru. Untuk mengisi beberapa data lain yang dibutuhkan yang akan tercantum di dalam tiket. Data tersebut adalah nama dan nomor KTP yang akan menggunakan kereta api dan akan dicantumkan di tiket. Selain itu juga harus mengisikan nama, alamat, nomor telepon, alamat email orang yang melakukan pemesanan tiket secara online. Email dibutuhkan untuk menerima informasi kode pemesanan tiket kereta api, yang nantinya dibutuhkan saat akan melakukan pembayaran.

Pengalaman cari tiket kereta api untuk mudik Idul Fitri yang pertama kali ini benar-benar membuat deg-degan. Saya harus bersaing dengan mungkin ribuan orang. Untuk memperebutkan 1 tiket, sementara saya membutuhkan 2 lembar tiket. Jadi persaingan dan perebutan tiket semakin sulit. Terbukti pada tanggal 19 April dini hari, saya harus berusaha selama kurang lebih 2,5 jam. Tapi belum berhasil juga, padahal tinggal selangkah lagi. Hampir saja menyerah, tiba-tiba teringat kalau ada call center PT. KAI.

Akhirnya minta bantuan suami yang kebetulan ikut terbangun, karena terkejut dengan suara benda terjatuh. Saya yang sempat menjatuhkan beberapa barang saat mencari nomor KTP ibu dan mbah. Suami akhirnya menelpon ke 121 untuk mencari informasi. Ternyata baru tahu juga kalau bisa langsung memesan tiket melalui petugas call center. Kami hanya tinggal menyiapkan nomor KTP yang akan menggunakan jasa kereta api. Selanjutnya petugas yang akan mencarikan melalui komputernya. Alhamdulillah langsung dapat tiket yang diinginkan, yaitu kereta Jaka Tingkir tujuan Jakarta – Kutoarjo. Dengan membawa kode booking dan kode pembayaran dari petugas. Suami langsung pergi ke mini market untuk membayar tiket. Karena ternyata hanya diberi waktu 3 jam saja untuk membayar tiket, sebelum menjadi hangus.

Tiket mudik ke Jawa Tengah sudah di tangan, saya masih harus berjuang untuk mendapatkan tiket balik ke Jakarta. Ibu meminta dicarikan tanggal 22 Juli untuk kembali ke Jakarta. Seperti pengalaman sebelumnya, saya bangun pukul 00.00 di tanggal 21 April.  Ternyata pada tanggal 21 April belum terbuka kesempatan untuk membeli tiket untuk tanggal 22 Juli. Saya salah tanggal, terpaksa mengulang lagi ke esokan harinya. Sayangnya keberuntungan belum berpihak pada kami. Jaringan internet yang saya andalkan di android untuk mencari tiket sama sekali tidak berfungsi. Menghubungi call center 121 pun sibuk terus. Akhirnya minta tolong suami untuk ke mini market yang 24 jam. Ternyata mini market tidak dapat mencarikan tiket kereta api. Komplit sudah, hari itu usaha yang dilakukan gagal total.

Bingung gimana caranya mendapatkan tiket kembali ke Jakarta untuk ibu dan mbah. Sempat juga memutuskan untuk meminta tolong tante mencoba cari informasi travel. Tapi rasa penasaran untuk mendapatkan tiket balik ke Jakarta tetap ada. Dengar dari cerita teman yang juga memburu tiket balik ke Jakarta.

Teman itu sempat tidak mendapatkan tiket yang diinginkannya. Tapi terus mencoba membuka situs tiket kereta api berulang kali, akhirnya berhasil mendapatkan tiket balik ke Jakarta sesuai tanggal yang diinginkannya. Mendengar pengalaman teman, saya pun penasaran untuk segera mencobanya. Memang tidak mudah, karena usaha ini belum tentu berhasil, tapi saya punya keyakinan harus mencobanya sampai titik akhir.

Bukti pemesanan kereta

Sejak Jumat sore saya membuka dan bertahan di depan telpon genggam android, hanya untuk membuka situs tiket kereta api. Terbukti memang masih ada banyak peluang untuk mendapatkan tiket kereta api. Tapi sayangnya hanya untuk 1 tiket saja, sementara saya membutuhkan 2 tiket. Sempat terpikir untuk memisahkan hari keberangkatan atau memisahkan kereta api antara ibu dan mbah. Tapi rasanya kok tidak tega ya, sama mbah yang sudah tua kalau harus sendirian di kereta api. Kalau ibu say percaya pada beliau masih mampu untuk bepergian sendiri. Baiklah rencana pemisahan itu urung dilakukan, jadi masih terus mencoba.

Hingga pada hari Sabtu sore jelang malam, tepatnya saat maghrib saya tetap mencoba terus. Sambil menunggu antrian ke kamar mandi untuk berwudhu, saya tiba-tiba mendapatkan peluang. Ya, tersedia 2 buah tiket kereta api untuk ke Jakarta di tanggal 24 Juli 2015. Entah peluang tersebut karena ada calon pemudik yang membatalkan tiket tyang telah dibelinya atau memang ada tambahan kursi dari PT. KAI. Tidak ambil pusing, yang terpenting saya langsung melakukan pengisian data atas nama ibu dan mbah. Setelah hampir menyerah juga, karena internet atau karena apa tiba-tiba tidak dapat membuka ke langkah selanjutnya.

Alhamdulillah akhirnya saya berhasil mendapatkan 2 tiket kereta api dari Kutoarjo ke Jakarta (Pasar Senen). Plong dan lega pengalaman cari tiket kereta api seperti mendapat undian jutaan rupiah. Karena berhasil mengalahkan ribuan pencari tiket kereta api. Sekarang hanya tinggal mencetak tiket-tiket itu di stasiun terdekat dengan rumah, saya pun sudah pernah menuliskan pengalaman mencetak tiket di mesinnya di sini. Terakhir semoga ibu, mbah dan para pemudik lainnya diberi keselamatan, kelancaran dan kemudahan.

8 thoughts on “Pengalaman Cari Tiket Kereta Api

  1. Iya sekarang koq malah jadi puyeng ya klo mau beli tiket kereta api hehehee… maklum saya ga sabaran banget harus ngikutin prosedur gitu, penginnya sekali pesen langsung dapet 😀 Matur nuwun untuk share infonya ya mba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>