Pencarian Informasi Dalam Proses Pinjam Meminjam

Dalam bermuamalah dengan sesama manusia, sepertinya masalah hutang piutang akan ada. Selama manusia memiliki nafsu, masalah hutang piutang (pinjam meminjam) pasti akan ada. Perbuatan untuk berhutang dalam Islam sendiri diperbolehkan. Yang tidak diperbolehkan adalah adanya lebihan. Lebihan yang dimaksud adalah bunga yang harus dibayarkan pula saat membayar pokok. Sudah jelas ya lebihan (bunga) jatuhnya riba dan haram hukumnya.

Menurut saya pribadi hutang (meminjam) pun kalau memang terpaksa boleh saja, asalkan mampu untuk mengembalikannya dan memiliki niat untuk mengembalikannya. Niat mengembalikan pinjaman ini haruslah kuat ditanamkan dalam hati dan pikiran. Utamanya ketika ingin melakukan pinjaman, baik kepada individu maupun organisasi (koperasi, bank, sebagainya). Karena ternyata ada saja orang yang senang berhutang (meminjam), tapi tidak senang untuk mengembalikan. Saat ditagih hutangnya ada saja alasan yang diberikan. Sampai pada akhirnya, yang memberikan pinjaman malah yang malu sendiri dan akhirnya pasrah kalau tidak dikembalikan. Nah sikap ini lah yang jarang dimiliki oleh para penghutang (peminjam). Pada akhirnya tidak ada lagi kepercayaan dan membuat suatu hubungan (teman, saudara, anak, dan orang tua) menjadi rusak.

Kepercayaan dalam sebuah hubungan yang terjalin adalah modal yang paling utama. Terlebih dalam hal pinjam meminjam. Bagi si peminjam tentu harus menunjukan kalau dirinya dapat dipercaya. Dengan cara membayar pinjamannya hingga lunas dan tepat waktu. Bila tidak dapat memberikan kepercayaan tentu saja pihak yang meminjamkan akan merasa dikecewakan. Akibatnya tentu saja tidak akan diberikan pinjaman lagi dikemudian hari. Kedua belah pihak, yaitu peminjam (penghutang) atau pemberi pinjaman (yang menghutangkan) sama-sama berhak mencari info. Walau bukan sebagai organisasi, melainkan hanya individu. Gunanya tentu untuk kehati-hatian, agar tidak terjadi kredit macet akibat hutang yang tidak dibayar-bayar.

Pencarian Informasi dalam Proses Pinjam Meminjam

Dengan kata lain perlu adanya pencarian informasi dalam proses pinjam meminjam. Apa saja informasinya, silahkan baca terus sampai akhir postingan ini. Pihak peminjam sebelum melakukan pinjaman tentu akan mencari informasi yang sebanyak-banyaknya, antara lain:

1. Siapa orang yang dapat memberikan pinjaman: tentunya dimulai dari pihak keluarga terdekat. Bisa orang tua, kakak, adik, saudara, teman dan tetangga. Di sini dibutuhkan pemberi pinjaman yang dapat menjaga rahasia. Jangan sampai urusan pinjam meminjam ini menjadi rahasia umum. Alias semua orang mengetahuinya
2. Cara pengembalian pinjaman: yang biasa dicari adalah bisa dicicil dengan tanpa bunga serta dalam jangka waktu panjang. Dengan begitu mencicil dengan jumlah yang kecil

Sementara pada pihak pemberi pinjaman juga aktif mencari informasi tentang orang yang akan berhutang, diantaranya:

1. Layak tidaknya diberikan pinjaman: kelayakan ini juga berhubungan dengan penggunaan uang yang akan dipinjamkan. Para pemberi pinjaman biasanya sudah memiliki batasan masing-masing. Yang tentunya akan berbeda-beda. Biasanya akan memberikan pinjaman, kalau memang dibutuhkan untuk orang sakit, membayar iuran sekolah, dan kebutuhan penting dan mendesak lainnya. Kalau untuk kebutuhan konsumtif tentu jangan berharap akan mendapatkan pinjaman. Dibutuhkan kejujuran dari pihak peminjam. Jangan mencari alasan supaya mudah diberikan pinjaman
2. Riwayat pinjam meminjam: untuk yang satu ini saya baru tahu kalau ternyata ada si pemberi pinjaman yang memang menyelidiki dengan seksama calon peminjam. Dengan cara bertanya ke kiri kanan (teman atau tetangga) bagaimana riwayat pinjam meminjamnya. Seberapa sering pinjamnya, jumlah pinjaman, kredit macet, dan siapa saja yang pernah memberikan pinjaman
3. Pekerjaan yang dimiliki: ini sering ditanyakan karena menyangkut kemampuan mengembalikan pinjaman
4. Agunan: kemungkinan ada pemberi pinjaman yang mengharapkan tersedia agunan. Sebagai jaga-jaga apabila terjadi kredit macet.

Postingan di atas terinspirasi dari obrolan saya dengan seorang teman, belum lama ini. Tentang serba serbi dalam proses pinjam meminjam kepada teman. Ternyata masalah pinjam meminjam antar individu pun tidak sesederhana yang saya duga selama ini. Bahkan bisa dikatakan membuat repot dan pusing. Baik bagi pemberi pinjaman atau bagi peminjam. Yaitu harus mencari informasi dengan bertanya ke sana ke mari. Sampai, kalau boleh dibilang pada saat pencarian informasi dalam proses pinjam meminjam, bisa jadi akan membuka aib seseorang. Bila tidak dilakukan dengan hati-hati.

Tapi tidak semua orang akan melakukan pencarian informasi dalam proses pinjam meminjam. Semua tergantung dari masing-masing orang. Ada pihak pemberi pinjaman yang tidak membutuhkan informasi tentang peminjamnya. Yang terpenting niatnya ikhlas membantu keluarga, saudara, teman atau tetangga yang sedang kesulitan. Tentunya pemberi pinjaman ini sudah mengetahui resiko yang mungkin terjadi yaitu kredit macet. Resiko itulah yang nantinya dianggap sebagai sedekah. Besarnya tentu saja sudah ada takarannya sendiri dan disesuaikan dengan kemampuan. Bagi peminjam tentu akan sangat menyenangkan bila sampai bertemu dengan pemberi pinjaman seperti ini. Rahasia akan tetap terjaga, aib tidak akan terungkap, dan mudah mendapatkan pinjaman. Walau nantinya akan mengalami kredit macet.

Pada akhirnya semua kembali kepada niat awal dari semua pihak yang terlibat dalam proses pinjam meminjam itu. Jangan sampai ada niat sedikit pun untuk memanfaatkan orang lain. Paling penting didahulukan adalah diniatkan untuk membantu orang lain. Serta menjaga kepercayaan dan hubungan silaturahim yang sudah terjalin erat selama ini. Perlu diingat dan ditanamkan dalam diri, yaitu sedapat mungkin hindari untuk berhutang. Sesuaikanlah gaya hidup dengan pendapatan yang dimiliki. Jangan mengikuti gaya hidup orang lain di luar kemampuan keuangan yang dimiliki. Pandai memilah mana keinginan dan mana yang benar kebutuhan. Utamakan menabung daripada membeli barang konsumtif yang biasanya tidak dibutuhkan. Yang terakhir itu lebih kepada mengingatkan diri saya sendiri :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>