Pedagang Bunga dan Air Mawar Musiman

Seperti biasa kegiatan rutin yang pasti ada tiap tahun, jelang Ramadhan dan Idulfitri. Pemakaman umum akan selalu ramai oleh aktivitas para keluarga yang masih hidup. Untuk berziarah ke makam anggota keluarganya yang sudah meninggal lebih dulu. Sepekan sebelum puasa Ramadhan, jalanan yang melalui makam akan mengalami kepadatan kendaraan. Tidak jarang malah akan mengalami kemacetan panjang. Akibat antrean kendaraan yang keluar masuk ke makam. Bisa pula dikarenakan kendaraan yang berhenti dan parkir sembarangan. Sepanjang pinggiran jalan.

Kegiatan pergi ke makam jelang puasa Ramadhan dan Idulfitri sepertinya sudah menjadi budaya. Sayangnya, banyak orang melakukan kegiatan tersebut walau tidak ada tuntunan dalam Islam. Hanya sekedar ikut kebiasaan yang dilakukan oleh kebanyakan orang dan turun temurun. Entah siapa yang pertama kalinya memulai kegiatan tersebut zaman dahulu kala. Hingga akhirnya jadi budaya yang mengakar dan sulit sekali untuk ditinggalkan. Bahkan untuk orang yang tidak melakukan ziarah ke makam jelang puasa Ramadhan akan dianggap aneh. Semoga ke depannya kebiasaan yang tidak ada tuntunannya ini dapat dikurangi. Sedikit demi sedikit sampai akhirnya hilang sama sekali.

Ada ziarah ke makam jelang jelang puasa Ramadhan dan Idulfitri berarti akan ada peluang bisnis. Yang terbuka dan mengikuti, yaitu bisnis bunga dan air mawar. Kedua komoditas tersebut meningkat permintaannya. Efeknya tentu saja terjadi perputaran uang yang begitu cepat dan besar. Mungkin ini salah satu penyebab budaya ziarah ke makam jelang puasa Ramadhan dan Idulfitri tidak bisa hilang.

Pedagang Bunga dan Air Mawar Musiman

Ada permintaan akan ada penawaran, yang datang dari peluang bisnis. Membuat pedagang bunga dan air mawar musiman banyak bermunculan. Bak jamur di musim hujan tiap tahunnya. Tidak mengenal usia, tua dan muda. Yang berjualan bunga dan air mawar musiman di pinggiran jalan menuju ke makam. Kalau hari biasa hanya ada satu dua pedagang saja yang menggelar lapaknya. Terlihat bedanya mulai sepekan jelang Ramadhan, yaitu bertambah jumlah lapak yang digelar. Tidak lain oleh pedagang bunga dan air mawar musiman.

Lapak pedangang bunga dan air mawar musiman di TPU Pondok Ranggon

Adanya pedagang bunga dan air mawar musiman itu tidak membuat pedagang tetapnya marah. Walau harus bersaing dengan para pendatang. Mereka bersedia berbagi rezeki dengan pedagang musiman. Bukan hanya dari ujung ke ujung yang harga jual bunga dan air mawar dipatok sama. Tapi juga harga jual di area pemakaman yang berbeda. Satu kantong plastik kecil bunga dan satu botol ukuran air mineral 600 ml air mawar. Masing-masing dihargai lima ribu rupiah. Mungkin dengan menetapkan harga yang sama, membuat para pedagang merasa tidak tersaingi satu sama lainnya.

6 thoughts on “Pedagang Bunga dan Air Mawar Musiman

Leave a Reply to admin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>