Pedagang Bakso Diserbu Pembeli

Pedagang bakso di Cilangkap yang diserbu pembeli

Di hari kedua lebaran idul fitri 1440 H, saya mengucapkan Taqobbalallahu Minna Wa Minkum, mohon maaf lahir dan batin. Apa kabar? Semoga anda dan keluarga dalam keadaan sehat ya.

Sudah hari kedua lebaran nih, anda sudah silaturahim ke mana saja? Berapa banyak rumah dan saudara yang sudah dikunjungi? Kalau saya sendiri baru ke empat rumah saudara dari pihak suami di Kemayoran. Malam hari ba’da isya baru ke rumah mertua dan sepupu suami saja. Kebetulan jarak rumahnya tidak jauh, sama-sama di Pondok Ranggon. Cuma beda rukun warga saja.

Tiap tahun di hari lebaran, ritualnya selalu sama. Ibu biasa gelar griya (padanan open house), maklum ibu adalah anak tertua dan jadi yang dituakan. Dengan begitu di hari pertama lebaran, saya dan ibu tidak pernah bisa keluar rumah. Karena di rumah pasti penuh dengan keluarga besar. Barulah di hari kedua lebaran biasanya kami baru bisa keluar untuk mengunjungi saudara yang lainnya. Yang lebih dituakan oleh ibu.

Semenjak bersuami, siang hari di 1 Syawal pasti saya menyempatkan atau “melarikan diri” dari rumah yang masih penuh dengan saudara. Untuk pergi ke Kemayoran tempat saudara dari pihak suami. Dilanjutkan ke Pondok Ranggon sore harinya.

Lebaran identik dengan ketupat, sayur godog pepaya, rendang, dan opor ayam. Hampir semua yang disebutkan barusan berkuah santan. Otomatis tinggi kalori dan lemaknya, walau begitu tetap nikmat untuk disantap bersama keluarga di hari raya. Sama seperti keluarga lainnya, kami pun menyediakan hidangan yang tidak jauh berbeda.

Bosan dengan makanan yang berkuah santan? Pastinya sih kalau saya. Mungkin ada juga dari anda yang merasakan hal yang sama. Bosan dengan makanan yang berkuah santan, inginnya makanan yang segar-segar. Hanya satu makanan yang bisa mengimbangi kenikmatan dari rendang dan konconya. Apalagi kalau bukan bakso. Dimakan saat panas-panas dibubuhi dengan sambal pedas, dijamin kemepyar rasanya. Membuat kantuk dan pusing hilang.

Pedagang Bakso Diserbu Pembeli

Sementara pedagang lainnya ikut tradisi mudik lebaran, tapi tidak halnya untuk pedagang ini. Yup benar, para pedagang bakso diserbu pembeli karena tetap buka di hari lebaran. Memanfaatkan dan mengambil peluang yang ada untuk mengumpulkan rezeki. Dengan memilih tetap berjualan daripada mudik. Mereka tahu, kalau orang akan mencari makanan yang membuat kemepyar. Karena seharian sudah disuguhi dengan makanan berkuah santan ketika bersilaturahim.

Hampir semua kios bakso penuh dengan pembeli. Pedagang bakso diserbu pembeli yang silih berganti datang untuk menikmati panas dan mungkin pedasnya kuah bakso.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>