Pasar di Masa Peralihan PSBB menuju Kenormalan Baru

Sudah bosan di rumah? Atau malah tidak pernah di rumah dan tetap keluar rumah? Walau ada PSBB, karena harus bekerja. Semoga sehat selalu ya. Pastinya kondisi masing-masing keluarga tidak sama. Ada yang memilih tetap bekerja atau berjualan seperti biasa. Demi memenuhi kebutuhan dapur, supaya tetap ngebul. Yang penting selalu jaga kebersihan dan kesehatan. Salah satunya dengan mematuhi protokol kesehatan. 

Untuk para ibu, sepertinya tidak ada yang belum pernah keluar rumah sama sekali. Ibu rumah tangga sekalipun. Setidaknya para ibu pergi ke warung atau ke pasar untuk membeli kebutuhan. Buat dijadikan makanan atau minuman. Minimal sepekan sekali ke pasar. Kondisi pasar tradisional tidak ada yang berubah sama sekali. Tetap ramai pengunjung. Tidak ada jaga jarak antara pengunjung satu dengan lainnya. Yang dijual pun tetap sama sayuran, aneka ikan, daging sapi, dan ayam. Bedanya tentu saja pada penampilan para pengunjungnya. Masing-masing menggunakan masker, bahkan ada yang menggunakan sarung tangan. 

Itulah pemandangan sehari-hari dari masyarakat kita. Virus korona tidak menghalangi untuk beraktivitas. Entah karena ketidaktahuan, kebutuhan mencari nafkah, atau abai terhadap bahayanya. Yang jelas kalau saya karena ada kebutuhan. Kalau tidak terpaksa tidak akan keluar rumah. Ke pasar tradisional untuk beli sayuran sepekan sekali. Sekarang malah sudah tidak ke pasar lagi. Karena sudah ada tukang sayur keliling yang lewat depan rumah. Ke mall, nah untuk yang satu ini belum pernah. Dalam kondisi sebelum virus korona menyerang saja jarang ngemall, apalagi sekarang 😁. 

Mulai tanggal 15 Juni, pasar-pasar di Jakarta mulai dibuka kembali. Tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku bagi pedagang dan pengunjung. Jumat pekan lalu dan Rabu kemarin saya sempat ke Pasar Baru dan ke Pasar Asemka. Ada kebutuhan yang tidak bisa dihindari untuk dibeli. Dari dua pasar yang saya datangi, ada hal menarik yang mau diceritakan di blog ini. Karena ada hal yang baru bahkan bisa jadi kedepannya akan menjadi satu kebiasaan baru. Akan selalu ada cerita menarik dari pasar di masa peralihan PSBB menuju kenormalan baru.

Penjual Masker

Sebenarnya masker bukanlah suatu yang baru. Penjual masker sudah ada dan bertebaran di pinggir-pinggir jalan raya. Dengan target penjualan mereka adalah para pengemudi motor. Biasanya tidak hanya masker yang dijual, tapi juga sarung tangan. Semenjak ada anjuran agar selalu memakai masker saat di luar rumah. Jadinya sekarang penjual masker tambah banyak. Dengan beraneka bentuk, jenis bahan, dan warna yang bagus. 

Penjual Face Shield

Sebenarnya face shield bukanlah produk baru. Hanya saja biasanya dijual untuk kebutuhan tertentu saja. Tapi kini face shield banyak dijual bebas dengan aneka ukuran yang lengkap dengan hiasannya. Baik berupa tulisan saja ataupun gambar kartun. Harganya bervariasi, tergantung ukurannya. Saat saya tanya di salah satu penjual face shield di Pasar Baru. Ukuran kecil buat anak-anak dihargai Rp25.000,-. Sementara ukuran untuk dewasa dihargai Rp35.000,- per satuannya.

Menyediakan Air dan Sabun Pencuci Tangan

Kegiatan mencuci tangan, merupakan hal yang baru. Masyarakat sedang diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan tangannya. Karena dari tangan yang sering memegang sesuatu. Tanpa sadar bisa memegang barang yang sudah terkena virus. Makanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, sering-sering cuci tangan. Tujuannya untuk menghindari penularan virus korona. Di Pasar Baru tepatnya di Metro Atom dan di Pasar Asemka. Setiap pengunjung harus cuci tangan terlebih dulu. Di tempat cuci tangan yang sudah disediakan di depan pintu masuk. Selanjutnya diperiksa suhu tubuhnya, baru boleh masuk ke pasar.

Satu Pintu Akses

Di Pasar Asemka, pintu masuk dan pintu keluar dibedakan. Hanya disediakan satu pintu masuk dan satu pintu keluar. Akses masuk dari lorong-lorong lain ditutup dan dikunci. 

Dijaga oleh ABRI

Baik di Pasar Baru maupun di Pasar Asemka. Yang memeriksa suhu pengunjung adalah satpam yang didampingi oleh anggota ABRI. Selain untuk menjaga obyek vital. Kenapa perlu dijaga ABRi ya? Mungkin mengantisipasi, supaya masyarakat tertib. Mentaati perintah untuk cuci tangan dan ukur suhu tubuhnya. Siapa coba yang berani melawan ABRI?😅. Yang ada sudah ngacir duluan lihatnya. Jadi jangan macam-macam ya, taati saja perintah untuk cuci tangan. Tidak ada ruginya kok, malah jadi bersih terus tangannya. 

Ganjil Genap

Penerapan nomor ganjil genap berlaku juga untuk pemilik toko. Pemilik toko dengan nomor toko ganjil boleh membuka tokonya di tanggal ganjil. Berlaku hal yang sama kepada para pemilik toko dengan nomor genap. Mereka hanya diperbolehkan berjualan di tanggal genap. Tapi sepertinya penerapan ganjil genap ini belum berlaku di semua pasar. Atau para pengelola pasarnya yang bandel. Padahal sudah ada peraturannya bagi semua pasar yang dikelola oleh Pasar Jaya. Karena saya baru berkunjung di kedua pasar, jadi belum tahu penerapan di pasar-pasar lainnya. Metro Atom Pasar Baru diterapkannya pun tidak sepenuhnya. Di lantai bawah basement, tempat para penjahit. Tidak diberlakukan ganjil genap, semua toko buka. Tidak pengaruh tanggal ganjil genap, bahkan waktu buka pun bebas tidak dibatas. Seperti toko-toko yang berada di lantai atasnya. Lain lagi untuk di Pasar Asemka. Semua toko juga buka, tanpa menerapkan ganjil genap. Padahal dilihat dari plang nama pasar yang dipasang. Pasar Asemka berada di bawah koordinasi Pasar Jaya.

Waktu 

Sebelum pergi ke Metro Atom Pasar Baru, saya sempat telepon lebih dulu ke pemilik toko. Kebetulan pernah menyimpan nomornya. Jadi tahu kalau waktu buka pasar dibatasi. Sangat singkat, hanya dari pukul 11.00 sampai pukul 14.00 WIB saja. Lewat dari jam yang sudah ditentukan, lampu-lampu mulai dimatikan. Jadi tidak ada lagi pemilik toko yang bandel membuka tokonya melebihi waktu yang telah ditentukan. 

Jadi gimana, anda tetap ingin ke pasar? Jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan dan tubuh dalam kondisi fit dan sehat ya. Kalau ada di pasar coba lihat sekeliling anda, temukan hal menarik yang bisa anda ceritakan juga. Karena akan  selalu ada cerita menarik dari pasar di masa peralihan PSBB menuju kenormalan baru. Temukan cerita menarik versi anda dan tuliskan di kolim komentar ya😁. 

12 thoughts on “Pasar di Masa Peralihan PSBB menuju Kenormalan Baru

  • Seperti nya di tempat tinggal ku pasarnya tidak sampai seperti itu. Pernah kejadian, kebetulan aku kepasar dan menyaksikan sendiri. Ada penjagaan dari aparat kepolisian dan TNI, namun tidak lama karena setiap melakukan pengingatan malah dimarah sama para Mak Mak yang mau belanja.

  • Kalau di kota Sukabumi, di pasar tradisionalnya, banyak sekali pedagang yang tidak mengikuti protokol kesehatan, minimal masker pun tidak. Sungguh disayangkan, meskipun baru saja mendapatkan pengakuan sebagai zona hijau, tetap saja merisaukan jadinya.

  • Aku belum pernah ke pasar besar sih mbaa. Kalau ke pasar krempyeng deket rumah iyaa setiap hari dan disediakan tempat cuci tangan juga dan jadi area wajib pake masker meskipun pasarnya kecill. Hehehe khusus ibu2 perumahan gitu. Mudah-mudahan semua ini cepat berlalu yaaaa. Aamiin

  • Di tempat ku, masih banyak yang belum melakukan protokol yang benar, masih banyak yang tidak pakai masker, bahkan jaraknya juga masih belum dipedulikan. Tempat cuci tangan sudah tersedia tetapi kalau untuk cek suhu belum ada, makanya ngak pernah ke pasar lagi

  • Ganjil genap sepertinya bisa jadi solusi mengurangi keramaian. Tapi memang PR besar buat kontrol pengunjung. Di Madiun sekarang juga udah ramai banget. Kadang aku pikir kenormalan baru itu akan memberikan kejutan yang baru. Tapi kaya kembali dari masa sebelum pandemi dengan perasaan yang lebih was-was, Ya Mbak… semoga kita selalu diberi kesehatan dan tetap bisa menjalankan aktivitas dengan baik.. amin

  • Di pasar yang dekat dengan tempat tinggalku tutup , beruntungnya masih ada yang keliling tukang sayurnya jadi tidak perlu keluar rumah juga, terpaksa ke pasar kalau memang tukang sayur kelilingnya tidak lewat, tetapi lupa foto2 pasar masa peralihan PSBB ke masa kenormalan baru.

  • Aku kangen banget ke Pasar Pagi Asemka, suka banget ke sana barangnya murah-murah. Sudah mulai beraktifitas lagi ya Pasar Pagi, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan ya k Titi. Kemarin mau cari barang juga ke sana tapi saya kira belum buka. Thanks infonya k Titi

  • Inilah salah satu hikmah dari adanya pandemi ini. Banyak kebiasaan baru yang baik dan patut diteruskan, apalagi ini menyangkut dengan kesehatan.

  • Mba Titi aku belom punya face shield itu, udah sering lihat, pingin beli ah tp ribet juga ya udah maskeran, pake face shield lg. gpp deh yg penting tetap sehat dan terhindar dari Covid-19. Amin

  • wah cukup mematuhi protokol kesehatan ya mbak. walaupun masih ga jaga jarak kelihatannya, namanya juga pasar. rumahku lumayan deket sm pasar kramat jati, tapi masih takut buat kesana. jadi apa2 online, sama ngandelin tukang2 sayur sekitar rumah hehe

  • Senang mengetahui mulai ada aktivitas di pasar. Apalagi rapi dan terkendali begitu.
    Di kota saya, pasar selalu buka dan selalu ramai. Sekarang saya sangat jarang ke pasar, dan kalaupun ke sana, cari jalan yang sangat sepi, Lorong kecil yang tak banyak pengunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.