Naik Delman Keliling Monas

Jalan-jalan di siang hari pada bulan Ramadhan itu sesuatu banget. Kondisi harus menahan lapar dan haus, rasanya lebih enak tetap berada di dalam rumah. Sebisa mungkin menghindari kegiatan di luar rumah. Khawatir lapar dan haus menyerang bila terlalu banyak kegiatan di luar rumah. Apalagi kalau harus berpanas-panas saat tengah hari. Tapi kalau ada kebutuhan yang tidak dapat dihindari ya terpaksa juga harus keluar. Sambil tetap istiqomah untuk berpuasa.

Hari Ahad 20 Mei, saya kebetulan diajak menemani saudara pergi ke pasar tanah abang. Bertiga kami berangkat dari rumah, kurang lebih pukul 8.30 pagi. Sampai di tempat tujuan pukul 9 lewat. Ternyata hari Ahad blok A pasar tanah abang sudah banyak yang buka. Bahkan sudah ramai pengunjung yang ingin berbelanja. Sementara pasar di blok auri hanya beberapa toko saja yang buka, sepi. Semakin siang, pengunjung pasar blok A tanah abang bertambah banyak. Pasar yang awalnya sepi dan lengang, sekarang mulai sesak. Tidak lama kami berada di blok A, hanya beli kekurangan bahan untuk membuat kostum. Keluar dari pasar langsung ingin pulang, karena hari sudah mulai terik. Tapi di tengah perjalanan, putri kecil minta masuk ke monas 😰.

Tentu saja saya berusaha supaya permintaan untuk masuk ke monasnya teralihkan. Jadi hanya lihat monas hanya di dalam mobil sambil jalan saja. Putri kecil menyetujuinya. Sayangnya jiddah malah menawarinya naik delman yang banyak berseliweran di sekitar monas. Jelas tidak ditolak tawaran itu. Akhirnya masuk juga ke area parkir monas di IRTI. Setelah parkir, jiddah langsung mengajak putri kecil untuk naik delman.

Naik Delman Keliling Monas

Selagi jiddah bicara dengan kusir, saya gunakan kesempatan itu untuk memoto. Tidak berapa lama saya pun dipanggil jiddah, untuk segera naik ke atas delman. Rupanya telah terjadi kesepakatan harga, setelah tawar menawar tentunya. Antara jiddah dengan kusir delman yang bernama pak Usman. Untuk membawa kami naik delman keliling monas. Saya pun ikut naik ke dalam delman. Tidak sangka dan tanpa rencana sebelumnya, alias spontanitas jiddah saja. Jelang siang, kami piknik naik delman keliling monas pada hari keempat di bulan Ramadhan 1439 H. Kesempatan yang begitu langka dan jarang terjadi ini tentu saja menjadikan saya bergairah untuk berbagi cerita di postingan blog catcilku.

Pak Usman, kusir delman di lapangan parkir IRTI, Monas

Sambil menikmati perjalanan yang dilengkapi dengan acara welfie ala jiddah. Saya tidak ketinggalan untuk mengajak ngobrol pak Usman, yang sudah berprofesi sebagai kusir delman di monas selama sepuluh tahun ini.

Kurang lebih ada tiga puluh delman yang dapat anda temui dan gunakan jasanya. Ketiga puluh delman itu tersebar di berbagai titik di seputaran lapangan monas. Mereka rupanya memiliki sebuah komunitas kecil berisi para kusir delman. Semua kusir dan delmannya tinggal di Kemanggisan, Jakarta Barat. Para kusir itu harus antre untuk mendapatkan penumpang yang ingin menggunakan jasanya, mengelilingi lapangan monas.

Antrean delman yang sedang ngetem menunggu penumpang

Bila anda tertarik untuk mencoba naik delman keliling monas. Dapat memilih rute yang akan ditempuh, yaitu rute pendek atau rute panjang. Bedanya tentu saja dari harga dan jarak tempuhnya, ada harga ada rupa lah ya. Rute pendek: lapangan parkir IRTI, balikota, patung kuda, lapangan parkir IRTI dihargai sebesar Rp. 60.000,- sementara rute panjang: lapangan parkir IRTI, stasiun gambir, istana merdeka,patung kuda, dan kembali ke lapangan parkir IRTI (mengelilingi monas) dihargai sebesar Rp. 100.000,-. Para kusir dan delmannya siap untuk disewa jasanya ngetem mencari calon penumpang ada di beberapa titik. Ada di Jl. Silang Monas Timur Laut, Jl. Silang Monas Barat Laut (seberang istana merdeka), di halte seberang museum gajah (museum nasional), dan tentu saja di lapangan parkir IRTI.

Pak Usman dan kusir lainnya hanya beroperasi di monas pada hari Sabtu dan Ahad. Sehari beroperasi mereka akan dipungut retribusi untuk menjaga kebersihan sebesar Rp. 30.000,-. Untuk menjadi kusir delman ternyata harus memiliki modal lumayan juga. Seperti pak Usman harus merogoh koceknya sejumlah 20 juta untuk membeli seekor kuda beserta (gerobak) delmannya. Kemarin saat naik delman pak Usman, sayang saya tidak menanyakan apakah sudah balik modal atau belum 😁😅. Hanya dapat info kalau per hari rata-rata, bisa mengangkut 4-5 penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>