Murid SMK Dan Prakerin

Prakerin murid SMKKebetulan saya mendapat kesempatan untuk melakukan tanya jawab santai. Dengan beberapa adik-adik yang saat ini sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Mereka saat ini sedang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Saat ini istilahnya bahkan sudah berganti menjadi Praktek Kerja Industri (PraKerIn).

Murid SMK Dan Prakerin

Memang sudah menjadi program andalan dari pihak SMK. Bahwa para muridnya akan melaksanakan PraKerIn. Murid yang telah duduk di kelas 11 (kelas 2) yang mulai diwajibkan untuk PraKerIn. SMK sendiri adalah sekolah yang bertujuan untuk mendidik muridnya agar siap menjadi tenaga kerja setelah menamatkan sekolahnya.

Tujuan tersebut memang bukan isapan jempol semata. Karena memang terbukti para murid telah diajarkan ketrampilan yang mendukung saat mereka harus masuk dunia kerja. Sehingga murid SMK dan PraKerIn tidak dapat dipisahkan.

Kalau zaman saya sekolah dulu jurusan SMK masih sangat sedikit. Yang saya tahu hanya ada jurusan administrasi dan perkantoran (sekretaris), akuntansi, dan pemasaran. Jurusan tadi termasuk Sekolah Teknik (STM). Sementara sekarang ini untuk mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan dunia industri jurusan di SMK pun telah berkembang.

Sering ada anggapan miring yang kurang mengenakan untuk didengar tentang SMK. Kalau SMK itu hanya untuk orang tidak mampu dan sekolah pinggiran (kelas 2). Berbeda dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Saya sendiri tidak suka mendengarnya demikian, walau saat sekolah dulu bukan di SMK. Justru murid-murid dari SMK adalah murid yang sudah siap pakai pada dunia kerja (industri).

Sayangnya keahlian yang diberikan untuk murid-murid SMK baru dasarnya saja. Jadi tanggung saat memasuki duni kerja. Mau tidak mau para tamatan SMK harus menambah ketrampilannya sendiri. Baik itu melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi ataupun mengambil tambahan ketrampilan secara informal. Sehingga para tamatan SMK memiliki ketrampilan yang lebih dan dapat dihargai oleh pemberi kerja.

Pendapat saya di atas terbukti setelah mendapatkan jawaban dari beberapa pertanyaan yang saya ajukan kepada adik-adik yang sedang melaksanakan PraKerIn. Para murid SMK tidak suka dikatakan kalau SMK adalah sekolah pinggiran dan hanya untuk orang tidak mampu. Alasan mereka justru mereka telah diberikan pengetahuan dan ketrampilan yang bisa langsung dipakai di dunia kerja.

Masalah tidak mampu, toh nyatanya mereka juga harus mengelurakan biaya yang tidak sedikit juga. Sekolah di SMK juga bisa dan harus berprestasi. Selain itu mereka juga aktif diberbagai kegiatan, baik yang ada di sekolah maupun di lingkungan (di luar sekolah).

Semua murid yang sekolah di SMK tidak merasa ada paksaan saat harus memilih sekolah. Justru semua karena keinginan sendiri. Walau kebanyakan yang sekolah di SMK adalah wanita. Ada juga loh yang prianya lebih memilih sekolah di SMK. Sebagai siswa di SMK juga tidak membuat mereka malu. Bahkan mereka juga tidak takut dibilang seperti wanita karena bersekolah di SMK.

Mereka juga ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi (kuliah). Yang sesuai dengan jurusannya saat di SMK sekarang. Tapi ada juga loh yang ingin melanjutkan kuliah yang berbeda jurusannya. Sekarang di jurusan akuntansi dan ingin melanjutkan ke broadcasting. Salut untuk mereka yang tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan.

Terima kasih untuk Tasya Putri (SMKN 21), Ratna Septiani, Rizky Fajria, Imam Syafii, Febri Gunawan (keempatnya dari SMK Muhammadiyah 11),  dan Zulkharnaen (SMK Gita Kirti 2). Yang sedang melaksanakan PraKerIn dan telah bersedia menjadi narasumber untuk pembuatan tulisan di blog catcilku ini.

Semoga adik-adik selalu sukses dan berprestasi. Baik di sekolah maupun di dunia kerja kelak. Satu hal lagi selalu buatlah orang tua kalian bangga telah memiliki kalian sebagai anak. Berikanlah yang terbaik dari kalian untuk kedua orang tua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>