Mie Aceh Sigli di Utan Kayu, Matraman

MieKali ini ingin sekali menulis tentang kuliner. mie aceh sigli nama tempat yang akan saya ceritakan. Letaknya tidak jauh dari rumah yaitu di Matraman. Sejak tahun 2016 lalu warung ini ada, tapi tepatnya pada bulan apa saya tidak perhatikan. Entah kenapa kemarin-kemarin belum ingin menuliskannya.

Perkenalan dengan mie aceh bagi saya sendiri belum terlalu lama. Kurang dari setahun, masih di tahun 2016, dibelikan dan dibungkuskan seorang teman. Waktu itu dibelikan mie aceh yang berada di daerah Rawamangun. Makan “percobaan” mie aceh, sukses membuat saya menjadi suka dengan makanan olahan dari propinsi yang berada di paling ujung pulau Sumatera ini. Mienya beda dengan mie kuning yang sering digunakan oleh pedagang bakso di Jakarta dan lebih beda lagi dari mie instan.

Mie aceh menggunakan mie kuning dengan ukuran yang lebih besar, dibandingkan dengan mie kuning yang ada di pasaran di Jakarta. Selain itu rasa pedasnya itu, yang menarik buat saya. Entah bumbu apa yang dipergunakan oleh pedagang mie aceh. Yang jelas ada rempah-rempahnya, karena dari bau harumnya pun sudah tercium sangat khas. Ada bermacam rasa dari olahan mie aceh. Kebetulan saat pertama kali coba dan langsung suka, adalah mie aceh kuah (rebus) rasa seafood. Sampai sekarang pun saya lebih suka mie aceh rasa seafood.

Beberapa Macam Mie Aceh

Sepengetahuan saya, mie aceh itu ada beberapa macam nama. Diantaranya mie aceh (tanpa nama daerah), mie aceh pidie, dan mie aceh sigli. Masing-masing sepertinya ingin menonjolkan diri dengan nama daerahnya. Tapi sampai sekarang saya masih belum dapat membedakan rasa dari ketiga macam nama mie aceh itu. Karena yang baru dicoba baru mie aceh yang ada di Rawamangun dan mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman.

Mie Aceh Sigli di Utan Kayu, Matraman

Kembali ke cerita mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman. Pada awalnya, walau sudah sering melewati warung mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman. Saya belum pernah mampir dan menyoba mie acehnya. Baru punya keinginan saja. Karena sambil lewat, bisa dilihat warungnya cukup bersih dan menarik. Menurut saya, warungnya, walau kecil sudah cukup mampu mempromosikan dirinya sendiri. Warung mie aceh ini didesain layaknya sebuah cafe kecil. Sederhana tapi menarik dan bisa membuat penasaran orang–paling tidak saya–yang melihatnya :).

Suasana di dalam warung mie aceh sigli

Mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman ini menempati sebuah ruko (kecil) baru di Jalan Galur Sari Timur, Utan Kayu, Matraman. Saya bilang kecil, karena warung ini hanya mampu menampung kurang lebih enam orang dewasa. Itu pun sepertinya akan terasa sesak dan sempit. Untungnya pemiliknya menyediakan 3 meja, masing-masing dilengkapi dengan sepasang kursi di luar warung. Sayangnya mengambil area pedestarian (jalan setapak) yang disediakan bagi pejalan kaki. Untuk parkir tidak tersedia, akibatnya mengambil badan jalan.

Sepertinya pemilihan lokasi, menjadi salah satu dilema yang harus dihadapi oleh para pengusaha (UKM) dibidang kuliner. Karena masih belum mampu menyewa tempat yang lebih besar. Jadi masih menggunakan fasilitas (jalan) umum untuk parkir. Salah satu contohnya ya seperti lokasi mie aceh ini. Semoga kedepannya, gubernur baru yang terpilih nanti. Mampu menepati janjinya menyediakan pedestarian yang ramah bagi pejalan kaki.

Kembali ke mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman. Lagi-lagi karena dibelikan orang, akhirnya saya suka dengan mie aceh di warung milik Abang Daus ini. Lebih enak dan terasa bumbunya bila dibandingkan dengan mie aceh di Rawamangun. Sampai saat ini pun saya belum pernah makan di tempat saat membeli mie aceh di Utan Kayu, Matraman. Lebih senang beli dibungkus lalu makan bersama keluarga di rumah. Anak-anak di rumah pun tertular suka makan mie aceh. Bahkan anak batita saya tidak mengeluh pedas seperti kedua kakaknya. Makannya santai sekali dan baru minum setelah jatah mie aceh di piringnya habis. Padahal bibirnya sampai merah sekali :). Sementara kedua kakaknya sekali suap sekali minum. Tidak kuat dengan rasa pedasnya.

Daftar harga di warung mie aceh sigli

Untuk harga mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman masih terjangkau, yaitu mulai dari Rp. 13.000 sampai dengan Rp. 20.000. Ada beberapa pilihan rasa yang dapat dipilih, kalau anda tertarik untuk membelinya. Ada mie biasa, mie telor, mie seafood, dan daging. Kesemuanya ada pilihan cara memasaknya, yaitu goreng, tumis, dan rebus. Baru sepekan atau dua pekan ini menu yang disediakan bertambah. Yaitu nasi goreng dengan pilihan rasa telor, udang, dan daging. Selain mie aceh dan nasi goreng warung ini juga menyediakan aneka minuman jus. Jadi kalau anda tidak kuat pedas, jangan khawatir. Ada jus yang dapat mengobati rasa kepedasan anda.

Saya sempat memvideokan abang Husni yang sedang memasak mie aceh rasa seafood rebus. Supaya menambah rasa penasaran anda untuk mencoba mie aceh sigli di Utan Kayu, Matraman.

Incoming search terms:

  • alamat mie aceh di hutan kayu
  • mie aceh sigli utan kayu

One thought on “Mie Aceh Sigli di Utan Kayu, Matraman

  1. Sayang yah.. jauh dari Bekasi, aku salah satu penggemar mi aceh juga lho, dan sering nyobain beberapa kedai yang menyediakan makanan ini, tapi kapan2 kayaknya perlu dicoba nih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>