Metromini Tidak Ada Kenek Penagih Ongkos Penumpang

image

Apakah anda termasuk pengguna angkutan umum seperti saya? Kalau ya pastinya merasakan dong ya adanya perubahan. Tapi sayangnya bukan perubahan ke arah perbaikan. Sebuah catatan kecil saya dan baru sempat dituliskan dalam sebuah postingan. Saat ini memang saya sudah jarang menggunakan angkutan umum jenis bus kota, metromini atau kopaja. Lebih sering menggunakan mikrolet sebagai pengantar saya ke suatu tempat.

Di awal bulan Februari lalu, saya kebetulan mendapatkan kesempatan untuk menggunakan jasa metromini. Tujuannya adalah ke Manggarai dan dilanjutkan ke Pancoran. Metromini yang ditumpangi ternyata cukup sepi penumpang, mungkin karena naik dari terminal jadi masih sepi. Terbukti sepanjang jalan ada saja penumpang yang naik, membuat metromini menjadi penuh.

Metromini Tidak Ada Kenek Penagih Ongkos Penumpang

Sudah lama tidak naik angkutan umum jenis metromini, beda juga rasanya ya hehe. Ada rasa khawatir yang tiba-tiba hadir di hati. Tapi segera saya tepis dengan berpikiran positif dan mohon perlindungan-Nya dengan doa. Ada lagi yang berbeda dari metromini, tidak terlihat ada kenek yang menarik ongkos kepada penumpang. Hanya ada sopir saja layaknya mikrolet, sayangnya sampai tulisan ini dibuat belum punya kesempatan untuk tanya kepada sopir.

Hanya bisa menebak, mungkin masalah pembagian uang penghasilan. Semakin sulitnya mendapatkan penumpang yang berimbas sedikit bahkan berkurangnya penghasilan. Sehingga tidak akan cukup untuk dibagi dua antara sopir dan kenek. Belum lagi untuk menutupi setoran atas sewa metromini ke pemilik tiap harinya.

Cukup aneh juga ya, kendaraan besar seperti metromini tidak ada kenek penagih ongkos penumpang. Tapi sepertinya tidak semua metromini yang tidak ada kenek penagih ongkos penumpang. Jadi terbayang kalau meteromini yang tidak memiliki kenek sarat dengan penumpang. Bagaimana sopir dapat mengontrol penumpang untuk membayar ongkos? Pastinya akan menambah kesulitan baik bagi penumpang dan sopir sendiri. Penumpang harus berdesak-desakan diantara penumpang lainnya untuk mencapai tempat sopir dan membayarkan ongkos.

Mungkin harus dipikirkan cara yang baik untuk mengatasi ketiadaan kenek ini. Tentunya semua demi keamanan dan kenyamanan penumpang. Dari pihak metromini mungkin dapat menerapkan tempat duduk pas penumpang. Sehingga tidak ada lagi penumpang yang berdiri. Tentunya ini masih menjadi impian bagi para penumpang seperti saya dan juga anda pengguna jasa angkutan umum. Tidak ada salahnya untuk berharap, semoga.

3 thoughts on “Metromini Tidak Ada Kenek Penagih Ongkos Penumpang

  1. haduhhh.. ini tiap hari yang aku rasain,
    susah banget loh kalo angkutan umum segede metromini atau kopaja ga ada keneknya, kalo mau turun harus jalan ke depan buat ngasih ongkos, kalo kosong sih gpp, kalo ramaaaiii, aku turun di belakang lalu jalan ke kaca depan buat nyerahin ongkosnya
    hahahahahah ada-ada aja yaaaa

Leave a Reply to Meidi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>