Mengharap Kenyamanan Lalu Lintas Menuju Pasar

Parkiran penuhHampir setiap ibu-ibu dan wanita pasti paling senang kalau belanja dan mendapatkan harga yang murah. Dengan selisih seribu atau dua ribu rupiah saja sudah memberikan semangat bagi para wanita terutamanya ibu-ibu untuk mencari sumber yang lebih murah. Di manapun letak sumber itu pasti akan didatangi.

Sikap para ibu itu tentu wajar bahkan untuk mencari sumber yang murah bukan menjadi monopoli dari para ibu kok hehe. Postingan kali ini saya ingin membicarakan masalah layanan parkir dan dampaknya.

Pasar murah tentunya menjadi tujuan bagi semua orang yang ingin belanja. Apakah untuk pemakaian pribadi atau pun bila tujuannya untuk jualan lagi (kulakan). Di Jakarta sendiri ada dua pasar yang bisa memenuhi keinginan pembeli untuk mendapatkan harga yang murah. Dua pasar tersebut adalah pasar Jatinegera dan pasar Tanah Abang.

Gambar-gambar dalam postingan ini saya ambil pada tanggal 18 Juni 2013 di pasar Jatinegara. Tanggal itu merupakan hari Selasa dan bukan hari libur. Saat memasuki pasar Jatinegara antrian kendaraan mobil dan motor sudah mengular mulai dari jalan raya Jatinegara. Area pasar yang tidak bertambah tidak sebanding dengan bertambahnya jumlah kendaraan yang ingin masuk ke pasar.

antrian kendaraan

Setelah melewati pintu masuk dan membayar sewa parkir antrian kendaraan pun masih belum terurai. Motor dan mobil sangat sulit untuk mencari parkiran. Mungkin karena parkiran tambahan yang berada di jalan disekitar pasar yang menjadi penyebab macet dan semrawutnya pasar. Bahkan bagi pejalan kaki harus juga mengantri bareng dengan kendaraan, dan kesulitan untuk lewat menjadikan kondisi yang sangat tidak nyaman.

Begitu juga dengan pasar Tanah Abang. Setiap kali ingin ke Tanah Abang naik bajaj pasti akan dikenai tarif yang cukup tinggi hampir sama dengan tarif bila menggunakan taksi. Alasan para pengemudi bajaj itu adalah karena kondisi lalu lintas menuju dan di seputaran pasar Tanah Abang yang macet.

Pengalaman sejak saya kecil dan ikut ibu belanja ke pasar Tanah Abang memang kondisi lalu lintas tidak pernah ada perubahan. Bahkan kalau boleh dibilang semakin macet. Walau pemilik gedungnya sudah menyediakan tempat parkir yang luas di bagian atas gedung, tapi tetap saja tidak mengurangi kemacetan.

Daerah macetnya pun di situ-situ saja, yaitu di depan gedung blok A. Ketidak sabaran para pengemudi untuk antri, banyaknya jumlah kendaraan yang parkir di pinggir jalan, angkot yang ngetem, dan para kuli angkut yang wira wiri mendorong gerobak sarat isi menjadi pemandangan penghias kemacetan di sana.

Entah sampai kapan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di seputar pasar Tanah Abang dapat terwujud. Harus ada itikad baik dari semua pihak untuk menciptakan lalu lintas yang lancar. Sehingga membuat nyaman para pengunjung pasar. Kalau sudah lancar pastinya juga akan meningkatkan jumlah pengunjung yang secara otomatis juga akan meningkatkan penjualan.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>