Mempersiapkan Anak Agar Siap Menggunakan Angkutan Umum

image

Pemandangan seperti ini, pernahkah anda melihatnya? Ada yang menjawab pernah ada yang menjawab belum pernah. Pemandangan seperti ini sepertinya akan ditemui di kota besar yang sarat penduduknya. Sementara di daerah yang sedikit kepelosok juga bisa ditemui pemandangan itu. Tentu yang menjadi penyebabnya berbeda dengan yang di kota besar. Kalau di daerah pelosok disebabkan karena sedikitnya jumlah angkutan yang tersedia. Jadi penumpang memaksakan diri agar bisa terangkut.

Di mana dan apapun alasannya tetap saja pemandangan seperti yang ada di foto tidak layak. Satu angkot dijejali banyak penumpang. Bahkan sampai luber dan penumpang harus berdiri di pintu. Sudah begitu tidak ada jaminan keselamatan dari si sopir. Kondisi penuh dan ada yang berdiri di pintu pun, sopir sering sekali tega kebut-kebutan. Klise sekali alasannya, yaitu cari setoran untuk anak istri.

Sebagai seorang ibu siapa pun orangnya, pastinya jadi khawatir. Bila membayangkan anaknya yang bergelantungan di angkutan umum. Sementara tidak bisa mengantar jemput anak setiap hari. Jadi serba salah yang ada. Angkutan umumlah yang menjadi satu-satunya andalan untuk mengantarkan anak. Dari rumah ke sekolah dan dari sekolah ke rumah. Lagi-lagi anak yang harus menanggung kerasnya kehidupan di jalan.

Seorang kerabat pernah saya tanya. Ketika dulu pernah dengan “tega” melepas anaknya naik angkutan umum sendirian. Untuk pergi dan pulang sekolah, dari Utankayu ke Condet. Jangan membayangkan anaknya sudah besar, baru sekolah dasar. Anak perempuan pula. “Unda kenapa berani melepas Kak Timah naik metromini ke sekolah?” tanya saya. Jawabannya “Bismillah saja dan berdoa mohon dilindungi.”

Antara “tega” melepas dan mengajari anak untuk mandiri. Sebagai orang tua memang hanya doa yang bisa dilakukan. Selebihnya pasrah kepada pemiliknya, yaitu Allah Swt. Yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan anak. Agar siap untuk dilepas menggunakan angkutan umum. Antara lain:
1. Pengenalan lingkungan dan angkutan umum: sebelum benar-benar dilepas, anak memang harus dikenalkan dulu dengan lingkungan serta rute yang akan ditempuhnya.
2. Pengenalan angkutan umun: angkutan nomor berapa, warna apa, rutenya dari mana ke mana. Jangan lupa untuk memberikan alternatif angkutan umun lainnya. Sebagai jaga-jaga bila angkutan umum yang biasa dipakai mogok misalnya.
3. Ajari untuk tidak bicara dengan orang tidak dikenal di dalam angkutan umum
4. Diingatkan untuk tidak menerima makanan dan minuman dari orang lain
5. Tunjukan pula siapa yang harus dihubungi bila ada keadaan bahaya. Satpam, polisi atau orang tua. Zaman sekarang akan menjadi lebih mudah sebenarnya. Orang tua dapat memantau anak dengan menggunakan ponselnya
6. Terakhir dan yang paling penting, ajarkan anak untuk berdoa dan tawakal.

2 thoughts on “Mempersiapkan Anak Agar Siap Menggunakan Angkutan Umum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>