Memiliki Kartu “Uang” Elektronik

image

Ini namanya apa ya, kesengajaan atau apa. Saya sampai tidak sadar punya empat buah kartu uang elektronik berbeda dengan fungsi yang sama saja. Pun baru tahu sudah punya keempat kartunya setelah bebenah saat pindahan jelang Idul Fitri kemarin. Mudah-mudahan bukan karena faktor umur hehe. Keempat kartu itu ada tap cash, brizzi, e money, flazz.

Memang sih saya memiliki kartu-kartu itu tidak secara bersamaan. Menggunakannya pun sangat jarang. Jadi masih dianggap wajarlah kalau sampai terkumpul banyak seperti itu. Ya, ini bentuk pembelaan diri saya saja. Pertama kali saya memiliki kartu brizzi, saat mendatangi pameran.  Saat membeli tiket masuk Indocomtech pada tahun 2013 di Senayan. Mendapatkan kartu brizzi gratis. Saya pun menuliskan reportasenya di sini. Kartu brizzinya langsung masuk ke dalam tas setelah dibuka dan dilihat. Selanjut tidak pernah diambil-ambil lagi dan berada aman di dalam sana.

Untuk kartu kedua, ketiga, dan keempat kepemilikannya hampir berdekatan. Secara tidak sengaja pada tahun 2015 ini. Tap cash didapatkan saat saya hendak pergi ke Bogor beberapa bulan lalu. Ada seorang sales yang menawarkannya kepada saya di Stasiun Manggarai. Dengan membayar 20 ribu maka saya akan mendapatkan kartu tap cash dengan saldo yang sudah terisi 20 ribu juga. Jadi kartunya gratis, karena masih dalam masa promosi. Kartunya pun belum dijual secara besar-besaran, begitu kata salesnya. Hingga saat ini saya belum pernah mengecek kebenaran jumlah saldo yang ada di dalamnya.

image

Di bulan Mei saya mendapatkan kartu ketiga. Siang hari ketika ingin menggunakan jasa transjakarta. Karena transjakarta sudah memberlakukan peraturan baru. Setiap transaksi yang dilakukan oleh calon penumpang harus menggunakan uang elektronik. Kebetulan saya tidak membawa tap cash, jadilah saya harus mengeluarkan kocek lagi. Kali ini untuk membeli kartu flazz, seharga 20 ribu di loket yang awalnya menjual tiket. Saya tidak ingat berapa jumlah saldo yang ada di dalam kartu flazz. Yang jelas kartu flazznya sudah dapat digunakan untuk masuk ke dalam transjakarta. Penggunaannya pun sangat mudah, hanya tinggal menempelkan kartu. Ke sebuah mesin yang ada di pintu masuk di dalam shelter. Maka pintu palang segera terbuka, saldo yang ada di dalam kartu flazz otomatis berkurang. Sejumlah harga tiket transjakarta.

E money adalah kartu yang saya miliki keempat. Kali ini saya tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk memilikinya. Ada teman yang mengantarkan ke rumah di bulan Ramadhan kemarin. Jumlah saldonya juga belum dicek. Tapi ada bukti transfer yang dibawakan. Terlihat sejumlah Rp. 177 ribu, saya pun belum sempat menanyakan prihal saldo tersebut. Belum sempat, karena teman yang mengantarkan terburu-buru datang ke rumah. Lalu terbentur Idul Fitri, sehingga belum juga ditanya. Yang jelas mendapatkannya gratis, tidak mengeluarkan uang sama sekali. Cukup membuat saya senang hehe.

Keempat kartu itu adalah uang elektronik. Diterbitkan oleh masing-masing bank yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai. Penggunaan uang elektronik sebagai alat pembayaran sampai saat ini masih (baru) di merchant-merchant yang telah bekerja sama dengan bank penerbit. Jadi masih ada keterbatasan penggunaannya, tidak seperti uang tunai. Merchant yang telah bekerja sama antara lain mini market, seperti alfa, alfamidi, indomaret. Selain itu dapat juga digunakan sebagai alat pembayaran. Antara lain membayar tol, transjakarta, commuter line, listrik, telepon, air.

Sampai tulisan ini dibuat saya belum pernah menggunakan uang elektronik di merchant manapun. Kecuali hanya satu kali untuk membayar transjakarta menggunakan kartu flazz. Entah ke depannya, apakah akan sering menggunakan uang elektronik atau tidak. Untuk menghindari pembelian kartu secara mendadak. Akhirnya saya menaruh dua keping uangvelektronik. Yaitu e money dan brizzi, alasannya supaya mudah untuk melakukan topup. Karena saya pemilik rekening sementara di kedua bank penerbit uang elektronik tersebut. Bank Mandiri penerbit e money, bank BRI penerbit brizzi.

6 thoughts on “Memiliki Kartu “Uang” Elektronik

  1. Kartu uang elektronik sangat membantu lho. Tak perlu bawa uang cash banyak2 bila bepergian. Manfaatnya cukup saya rasakan, apalagi banyak diskon jk gunakan untuk belanja di tenant2 tertentu. :)

  2. aku gak punya sama sekali nih mba… pengen punya, tapi kok ya masih mikir-mikir. soalnya msh blm ada kebutuhan pemakaian, masih bisa debit sana-sini. tol di surabaya juga masih pake cash, 1 gate aja yg masih uji coba pake e-money. mungkin kalo tol udah full pake e-money, baru bikin 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>