Membuat Akte Kelahiran Di Kecamatan

image

Setelah proses melahirkan dengan segala pernak perniknya hingga aqiqahan selesai. Tentu yang harus dilakukan selanjutnya adalah membuatkan akte kelahiran. Bagi bayi atau anak yang baru saja dilahirkan. Pembuatan akte kelahiran ini dapat dilakukan sendiri atau meminta tolong orang lain.

Sekarang ini biasanya di klinik, rumah bersalin atau rumah sakit menyediakan jasa pengurusan akte kelahiran. Di rumah bersalin tempat saya melahirkan ada jasa pengurusan akte kelahiran. Tidak mahal biaya untuk pengurusannya, hanya 100 ribu saja. Saya dan suami pun sepakat untuk menggunakan jasa tersebut. Walau sudah sepakat akan menggunakan bantuan dari rumah bersalin. Pihak orang tua tetap harus menyediakan kelengkapan atau persyaratan pengurusan akte kelahiran. Salah satunya adalah mengurus kartu keluarga.

Kenapa kartu keluarga? Memangnya belum punya? Sudah, kami sudah punya kartu keluarga. Dengan adanya penambahan anak, maka nama anak yang baru lahir harus dimasukan dulu ke kartu keluarga. Baru selanjutnya dapat mengurus akte kelahiran. Jadilah kami mulai mengurus kartu keluarga untuk memasukan nama anak yang baru lahir ke dalamnya. Kami sebagai ayah dan bunda harus berbagi tugas. Tepatnya saya menawarkan diri untuk berbagi tugas. Suami mengurus surat keterangan ke RT dan RW, selanjutnya saya yang mengurus ke kelurahan. Membawa surat keterangan pembuatan kartu keluarga dan pembuatan akte kelahiran ke kelurahan.

Pengalaman menarik saya temui saat di kelurahan beberapa hari yang lalu. Bilang menarik karena untuk mengurus pembuatan kartu keluarga tidak sampai 1 jam. Itu pun sudah terpotong oleh waktu menunggu. Padahal sudah terbayang akan memakan waktu lama. Bahkan bisa berhari-hari, tapi ternyata bayangan saya salah hehe.

Kartu keluarga sudah baru dengan nama anak sudah masuk ke dalamnya. Sementara surat keterangan untuk pembuatan akte kelahiran belum bisa jadi. Karena saya harus membawa saksi. Ya selain fotocopy KTP ayah bunda, fotocopy buku nikah. Juga harus membawa 2 orang saksi dan fotocopy KTP mereka. Yang menjadi saksi pun harus orang yang memiliki KTP DKI Jakarta. Jadi saya harus kembali ke rumah dan mencari 1 orang saksi lagi. Satu orang saksi adalah ibu saya sendiri, sementara yang satu lagi belum ada. Terpikir meminta kakak sepupu untuk menjadi saksi yang satunya lagi.

Alhamdulillah ternyata kakak sepupu bersedia untuk menjadi saksi. Kami pun membuat janji untuk bertemu di kelurahan. Saat keesokan harinya saya ternyata tidak bisa datang ke kelurahan. Karena dara kecil sedikit rewel, jadi meminta tolongn ibu saja yang datang sebagai saksi bertemu dengan kakak sepupu yang juga menjadi saksi. Tidak lama mereka berdua berada di kelurahan, hanya untuk tanda tangan saja. Seharusnya surat keterangan bisa cepat jadi, tapi sayang Pak Lurahnya sedang ada rapat di luar. Jadi ibu memutuskan untuk pulang, esok paginya baru diambil.

Membuat Akte Kelahiran Di Kecamatan

Saya yang mengambil surat keterangan dari kelurahan untuk pengurusan akte kelahiran. Kemudian dibawa dan diserahkan ke petugas yang ada di kecamatan. Berhubung baru lahiran, jadi membuat akte kelahiran di kecamatan. Pengurusan akte kelahiran anak yang masih berumur di bawah 2 bulan masih bisa dilakukan di Kecamatan. Awalnya sih saya ingin mengurus ke Sudin Dukcapil, tapi mengingat tidak ada kendaraan untuk bolak balik. Akhirnya memilih mengurus di kelurahan saja. Bukan apa-apa, niat untuk ke Sudin Dukcapil hanya ingin mencari informasi lebih tentang pengurusan akte kelahiran. Agar dapat menjawab setiap pertanyaan yang ditujukan ke saya di kolom komentar blog ini.

Di Kantor Kecamatan saya langsung menuju ke petugas yang berjaga untuk membuat akte kelahiran di kecamatan. Setelah mengatakan maksud kedatangan untuk membuat akte kelahiran. Setahu saya semua persyaratan telah dilengkapi. Tapi ternyata masih ada yang kurang dan harus kembali di lain hari. Jadi bagi anda yang ingin mengurus akte kelahiran, supaya tidak bolak balik yang buat lelah. Yuk ikuti panduan saya :).  Persyaratan bagi yang hendak membuat akte kelahiran baru:
1. Kartu keluarga (KK) yang baru, maksudnya nama anak yang ingin dibuatkan akte kelahirannya harus sudah tercantum dalam KK
2. Surat keterangan dari kelurahan, untuk membuatnya harus ada 2 saksi yang ikut tanda tangan di kelurahan. Jangan lupa masing-masing saksi bawa fotocopy KTP
3. Fotocopy buku nikah yang lengkap dari halaman awal sampai akhir, pada saat ke Kecamatan buku nikah yang asli juga harus dibawa
4. Fotocopy KTP ayah dan bunda
5. Fotocopy KTP kedua saksi
6. Formulir dari petugas:
a. Laporan kelahiran
b. Kartu kendali
c. Surat kuasa di atas materai dibutuhkan apabila yang mengajukan permohonan beda dengan yang datang ke depan petugas. Karena pengalaman saya kemarin itu, harus membuat surat kuasa. Gara-gara di surat keterangan yang dari kelurahan tercantum nama suami. Sementara yang mengajukan permohonan ke Kecamatan saya. Padahal saya adalah ibu dari anak yang akan dibuatkan aktenya. Jadi perlu teliti ya, supaya tidak bolak balik. Teliti dalam arti disepakati dulu siapa yang akan mengajukan permohonan ke Kecamatan. Kalau sudah sepakat maka sejak awal minta keterangan di RT RW harus menggunakan nama yang sama.

Setelah semua berkas persyaratan membuat akte kelahiran di kecamatan telah lengkap, maka langkah selanjutnya diserahkan kepada petugas. Selanjutnya orang tua atau yang mengurus pembuatan akte akan diberikan tanda terima. Yang nantinya akan dipergunakan untuk mengambil akte kelahiran. Waktu menunggu 18 hari kerja, semoga nanti tidak mundur. Dengan selesainya tulisan ini, berarti sudah keempat kalinya saya membuat tulisan yang berhubungan dengan akte kelahiran di blog ini.

BACA INI:

Untuk lebih jelas silahkan anda baca postingan terbaru saya dengan judul informasi akte kelahiran seluruh Indonesia atau bisa langsung hubungi nomor telepon yang ada di daftar  ini , silahkan untuk diunduh terlebih dulu ya.

Incoming search terms:

  • cara membuat akte kelahiran di kecamatan
  • akte kelahiran langsung ambil si kecamatan
  • syarat bikin akte di kecamatan
  • surat kuasa akta kelahiran salah
  • perbedaan ngurus akta di kecamatan
  • ngurus akte kelahiran apa harus ke kecamatan?
  • mengambil akta kelahiran di kelurahan atau kecamatan?
  • membuat akte kelahiran di kecamatan
  • membuat akta kelahiran di kecamatan
  • membuat akta kelahiran dari kecamatan kemana lagi

11 thoughts on “Membuat Akte Kelahiran Di Kecamatan

  1. Kalau pengalaman saya, untuk saksi tidak perlu datang mas, cukup FC kTP nya. Pelayan di kelurahan skarang cukup memuaskan. saat ini saya sedang menunggu jadwal pengambilannya. (kelurahan tanjung barat)

    • Mungkin lain petugas lain kebijakannya ya. Karena di kelurahan tempat saya tinggal mengharuskan orangnya datang ke kelurahan sebagai saksi.

  2. Mba aku mau nanya ya
    Semua berkas2 sudah ku siapkan tinggal ke kecamatan, pertanyaan saya jika sudah selesai ke kecamatan itu akte langsung jadi,, apa perlu ke sudirman (catatan kependudukan sipil )

    • Pas pengalaman saya dulu urus sendiri ke dukcapil yang ada di kantor Kecamatan, kita diberi bukti serah terima berkas, lalu ambil lagi di Kecamatan setelah hari yang dijanjikan dalam pelayanannya

  3. Mba aku mau nanya setelah nunggu 18 hari itu akte kita langsung jadi gak di kecamatan? Apa harus di urus lagi ke kantor kependudukan sipil.. mohon di balas
    Makasih

    • Maaf baru jawab, langsung jadi di kecamatan, kan ada tanda bukti serah terima berkas. Jadi tidak perlu ke Sudin Dukcapil lagi kalau sudah urus di kecamatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>